Dalam Hal Apa Sehingga Hakim Dapat Melakukan Penemuan Hukum?

Ketika undang-undang tidak lengkap atau tidak jelas untuk memutus suatu perkara, saat itulah hakim harus mencari dan menemukan hukumnya (rechtsviding). Larangan bagi hakim menolak perkara ini diatur juga dalam Pasal 10 ayat (1) UU No. 48 Tahun 2009 tentang Kekuasaan Kehakiman.

Apa saja metode yang dapat digunakan oleh hakim dalam menemukan hukum?

Dalam praktek peradilan, terdapat beberapa metode yang dapat digunakan oleh hakim dalam menemukan hukum, yang pada garis besarnya dapat dilakukan dengan dua metode, yaitu : 1. Penafsiran (Interpretasi).

Apa saja dasar yang dapat mewajibkan seorang hakim untuk melakukan penemuan hukum?

Yang mana dasar ini ada adalah suatu dasar yang sangat dapat mewajibkan seorang hakim untuk melakukan penemuan hukum karna pada dasarnya jika disimpukan pada pasal diatas adalah dimana suatu pengadilan dilarang menolak untuk memeriksa mengadili dan memutus suatu perkara yang mana salah satunya jika perkara tersebutpun belum mempunyai hukumnya.

Bagaimana peran hakim dalam penemuan hukum melalui putusan-putusannya?

Hakim memiliki peran penting dalam penemuan hukum melalui putusan-putusannya. Tugas para hakim melakukan penemuan hukum melalui metode penafsiran. Hakim mempunyai kewajiban atau hak untuk melakukan penemuan hukum agar putusan yang diambilnya dapat sesuai dengan hukum dan rasa keadilan dalam masyarakat.

Mengapa hakim turut serta menemukan hukum?

Menurut pandangan baru (modern) bahwa hukum yang ada itu tidak lengkap, tidak dapat mencakup seluruh peristiwa hukum yang timbul dalam masyarakat. Oleh sebab itu hakim turut serta menemukan hukum yang oleh Prof. Mr. Paul Schalten menyebutkan Hakim menjalankan Recht vinding. Walaupun Hakim turut menemukan hukum, ia bukanlah legislatif.

Dalam hal apa dapat dilakukan penemuan hukum?

Penemuan hukum berkenaan dengan hal menemukan penyelesaian-penyelesaian dan jawaban-jawaban berdasarkan kaidah-kaidah hukum. Penemuan hukum termasuk kegiatan sehari-hari para yuris, dan terjadi pada semua bidang hukum, seperti hukum pidana, hukum perdata, hukum pemerintahan dan hukum pajak.

See also:  Pt Polymatech Bergerak Dibidang Apa?

Bagaimana hakim Melakukan penemuan hukum?

Dalam melakukan penemuan hukum, hakim menggunakan metode penafsiran terhadap Undang-undang seperti penafsiran menurut bahasa, penafsiran secara historis, penafsiran secara sistematis, penafsiran secara teleologis/sosiologis, penafsiran secara authentik, penafsiran secara ektensif, penafsiran secara restriktif,

Kapan seorang hakim dapat melakukan penafsiran hukum?

Dalam memeriksa, mengadili dan memutus suatu perkara, seorang Hakim haruslah menggunakan hukum tertulis sebagai dasar putusannya. Akan tetapi apabila dalam hukum tertulis tidak ditemukan atau dirasa tidak cukup, maka Hakim dapat melakukan penafsiran hukum.

Bagaimana pembentukan hukum?

Pembentukan hukum diperoleh melalui proses penemuan hukum oleh hakim. mengatakan bahwa penemuan hukum lazimnya diartikan sebagai proses pembentukan hukum oleh hakim atau petugas-petugas hukum lainnya yang diberi tugas melaksanakan hukum terhadap peristiwa hukum yang konkret.

Untuk apa hukum itu di buat?

Hukum berfungsi sebagai perlindungan kepentingan manusia, agar kepentingan-kepentingannya terlindungi, maka hukum seyogyanya dilaksanakan secara nyata. Hukum berfungsi sebagai pengatur pergaulan hidup secara damai.

Dimana sumber untuk menemukan hukum?

Yang diakui umum sebagai sumber hukum formal ialah UU, perjanjian antar Negara, yurisprudensi dan kebiasaan.

Bagaimana jika seorang hakim dalam memutuskan suatu perkara menemukan adanya kekosongan hukum?

Jika terdapat kekosongan aturan hukum atau ataurannya tidak jelas maka untuk mengatasinya diatur dalam pasal 27 UU No. 14 Tahun 1970 menyebutkan : “Hakim sebagai penegak hukum dan keadilan wajib menggali, mengikuti dan memahami nilai-nilai hukum yang hidup didalam masyarakat”. Artinya seorang Hakim harus memiliki

Jelaskan apa yang dimaksud dengan metode penemuan hukum?

Metode penemuan hukum ialah cara penemuan hukum yang dapat dilakukan oleh hakim. Penemuan hukum itu dapat dilakukan dengan dua metode, yaitu metode interpretasi (penafsiran) dan metode konstruksi hukum.

See also:  Pt Freeport Merupakan Salah Satu Perusahaan Yang Bergerak Dalam Bidang?

Apakah seorang notaris dapat melakukan penemuan hukum?

Jadi Notaris membuat penemuan hukum secara netral dan tidak memihak kepada siapapun. Hal ini dijelaskan di dalam Pasal 16 Undang-Undang Notaris, bahwa jabatan Notaris mengenai sikap netral yang harus ditempuh oleh seorang Notaris.

Mengapa perlu adanya penafsiran hukum?

Penafsiran hukum merupakan salah satu metode penemuan hukum untuk mengetahui makna undang-undang. Pembenarannya terletak pada kegunaannya untuk melaksanakan ketentuan yang konkret dan bukan untuk kepentingan metode itu sendiri.

Penafsiran hukum apa saja?

Penafsiran Hukum/Interpretasi Hukum

  • Penafsiran tata bahasa (gramatikal).
  • Penafsiran sahih (autentik/resmi).
  • Penafsiran historis.
  • Penafsiran sistematis.
  • Penafsiran nasional.
  • Penafsiran teleologis (sosiologis).
  • Penafsiran ekstensif.
  • Penafsiran restriktif.
  • Bagaimana proses lahirnya hukum adat?

    Proses Pembentukan Hukum Adat adalah proses bagaiman bisa muncul dan berkembang sebuah praturan yang di anut oleh sekelompok masyarakat yang kebanyakan hukum tersebut tidak tertulis namun masyarakat tersebut bisa tunduk dan patuh terhadap peraturan tersebut.

    Apa yang dimaksud dengan hukum dan bagaimana pelaksanaannya?

    Hukum adalah peraturan yang berupa norma dan sanksi yang dibuat dengan tujuan untuk mengatur tingkah laku manusia, menjaga ketertiban, keadilan, mencegah terjadinya kekacauan. Hukum memiliki tugas untuk menjamin bahwa adanya kepastian hukum dalam masyarakat.

    Siapa yang membentuk hukum?

    Lembaga yang membentuk hukum atau norma atau Undang-Undang di negara kita adalah DPR RI, dan proses dibentuknya berdasarkan Undang Undang Nomor 10 Tahun

    Leave a Reply

    Your email address will not be published.

    Adblock
    detector