Apa Yang Terjadi Di Pengadilan Agama?

Pengadilan Agama menyelenggarakan penegakan hukum dan keadilan di tingkat pertama bagi rakyat pencari keadilan perkara tertentu antara orang-orang yang beragama Islam di bidang perkawinan, Warisan, Wasiat (disambiguasi), hibah, wakaf, zakat, infaq, shadaqah, dan ekonomi.

Apa yang dimaksud dengan Pengadilan Agama?

Pengadilan Agama (biasa disingkat: PA) adalah pengadilan tingkat pertama yang melaksanakan kekuasaan kehakiman di lingkungan Peradilan Agama yang berkedudukan di ibu kota kabupaten atau kota. Pengadilan Agama dibentuk dengan Keputusan Presiden. Sejak 1 Maret 2003 Pengadilan Agama di Aceh berbentuk Pengadilan Khusus dengan nama Mahkamah Syar’iyah.

Siapa yang memimpin pengadilan agama?

Pengadilan Agama mempunyai Kepaniteraan yang dipimpin oleh seorang Panitera. Panitera Pengadilan Agama dibantu oleh seorang Wakil Panitera, beberapa orang Panitera Muda, beberapa orang Panitera Pengganti, dan beberapa orang Jurusita.

Apa itu peradilan agama?

Peradilan Agama adalah salah satu badan peradilan pelaku kekuasaan kehakiman untuk menyelenggarakan penegakan hukum dan keadilan bagi rakyat pencari keadilan perkara tertentu antara orang-orang yang beragama Islam di bidang perkawinan, waris, wasiat, hibah, wakaf, zakat, infaq, shadaqah, dan ekonomi syari’ah.

Apa wewenang Pengadilan Agama dalam perkawinan?

Dalam perkawinan, wewenang Pengadilan Agama diatur dalam atau berdasarkan Undang-Undang mengenai perkawinan yang berlaku yang dilakukan menurut syari’ah, antara lain: Ibu dapat memikul biaya pemeliharaan dan pendidikan anak bilamana bapak yang seharusnya bertanggung jawab tidak memenuhinya;

Apa saja yang bisa diurus di Pengadilan Agama?

Pengadilan Agama, yang merupakan Pengadilan Tingkat Pertama bertugas dan berwenang memeriksa, memutus, dan menyelesaikan perkara-perkara ditingkat pertama antara orang-orang yang beragama Islam dibidang perkawinan, kewarisan, wasiat dan hibah yang dilakukan berdasarkan hukum Islam, serta wakaf dan shadaqah, sebagaimana

See also:  Pembayaran Pajak Yang Dapat Dilakukan Melalui Pengangsuran Atau Penundaan Adalah?

Bagaimana eksistensi peradilan agama di Indonesia sekarang ini?

Secara legal formil, eksistensi Peradilan Agama dalam mewarnai ketatanegaraan di Indonesia dimulai sejak tahun 1989 dengan lahirnya Undang-Undang Nomor 7 tahun 1989 tentang Peradilan Agama. Namun, secara historis eksistensi Peradilan Agama sudah diakui sejak kerajaan Islam menguasai wilayah nusantara ini.

Jelaskan Kasus apa saja yang termasuk ke dalam lingkungan Peradilan Agama?

Peradilan Agama berwenang mengadili perkara perdata agama yakni:

  • Perkawinan. Izin poligami. Pencegahan perkawinan. Penolakan perkawinan oleh Pegawai Pencatat Nikah (PPN) Pembatalan perkawinan. Kelalaian Kewajiban suami / istri.
  • Ekonomi Syariah.
  • Kewarisan.
  • Wasiat.
  • Hibah.
  • Wakaf.
  • Zakat / Infaq / Shodaqoh.
  • P3HP / Penetapan ahli waris.
  • Apa dasar berdirinya Peradilan Agama?

    Peradilan Agama sejak tahun 1974

    Lahirnya Undang-undang Nomor 7 Tahun 1989 tentang Peradilan Agama, memberikan landasan untuk mewujudkan peradilan agama yang mandiri, sederajat dan memantapkan serta mensejajarkan kedudukan peradilan agama dengan lingkungan peradilan lainnya.

    Apa saja perkara yang dapat diselesaikan di Peradilan Umum?

    Peradilan umum menangani perkara pidana dan perdata secara umum. Badan pengadilan yang menjalankannnya adalah Pengadilan Negeri sebagai pengadilan tingkat pertama dan Pengadilan Tinggi sebagai pengadilan tingkat bandingnya.

    Bagaimana kedudukan dan eksistensi Peradilan Agama pada masa penjajahan Belanda?

    Pada masa pemerintahan kolonial Belanda, peradilan agama mendapat pengakuan secara resmi. Pada 1882, pemerintah kolonial Belanda mengeluarkan Staatsblad (Stbl) No 152 yang merupakan pengakuan resmi terhadap eksistensi peradilan agama dan hukum Islam di Indonesia.

    Bagaimanakah kedudukan Peradilan Agama dalam sistem tata hukum di Indonesia?

    Peradilan Agama merupakan salah satu pelaksana kekuasaan kehakiman bagi rakyat pencari keadilan yang beragama Islam mengenai perkara tertentu (pasal 2). Kekuasaan Kehakiman di lingkungan Peradilan Agama dilaksanakan oleh Pengadilan Agama dan Pengadilan Tinggi Agama (pasal 3 ayat (1)).

    See also:  Jelaskan Mengapa Pengusaha Harus Menghitung Biaya Produksi?

    Bagaimana eksistensi Peradilan Agama pada masa penjajahan Belanda dan Jepang?

    Pada waktu Indonesia dijajah Belanda maupun Jepang, peradilan agama eksistensinya masih kokoh, walaupun terdapat usaha-usaha dan pihak penjajah untuk membuat peradilan agama menjadi tidak mampu mengembangkan diri secara baik, sesuai dengan kebutuhan dan kesadaran hukum masyarakat.

    Apa saja pengadilan dalam lingkungan Peradilan Militer?

    Susunan peradilan dalam lingkungan peradilan militer dijelaskan Pasal 12 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1997 tentang Peradilan Militer terdiri dari Pengadilan Militer; Pengadilan Militer Tinggi; Pengadilan Militer Utama dan Pengadilan Militer Pertempuran.

    Peradilan apa saja yang termasuk peradilan khusus?

    Yang dimaksud dengan “pengadilan khusus” antara lain adalah pengadilan anak, pengadilan niaga, pengadilan hak asasi manusia, pengadilan tindak pidana korupsi, pengadilan hubungan industrial dan pengadilan perikanan yang berada di lingkungan peradilan umum, serta pengadilan pajak yang berada di lingkungan peradilan tata

    Apa yang menjadi konsep dasar peradilan Islam?

    Peradilan Islam bertujuan pokok untuk menciptakan kemaslahatan umat dengan tegaknya hukum Islam. Untuk terwujudnya hal tersebut di atas, peradilan Islam mempunyai tugas pokok yaitu : Mendamaikan kedua belah pihak yang bersengketa. Menetapkan sanksi dan menerapkannya kepada para pelaku perbuatan yang melanggar hukum.

    Apa saja yang menjadi kewenangan Peradilan Agama di Indonesia?

    Berdasarkan ketentuan tersebut, Pengadilan Agama berwenang memeriksa, memutus, dan menyelesaikan perkara di tingkat pertama antara orang-orang yang beragama Islam di bidang:

  • Perkawinan yang dilakukan menurut syariah Islam;
  • Waris;
  • Wasiat;
  • Hibah;
  • Wakaf;
  • Zakat;
  • Infaq;
  • Sedekah; dan.
  • Leave a Reply

    Your email address will not be published.

    Adblock
    detector