Mengapa Hakim Harus Mengeluarkan Suatu Yurisprudensi?

Lahirnya Yurisprudensi karena adanya peraturan peraturan UU yang tidak jelas atau masih kabur, sehingga menyulitkan hakim dalam membuat keputusan mengenai suatu perkara. Hakim dalam hal ini membuat suatu hukum baru dengan mempelajari putusan hakim yang terdahulu untuk mengatasi perkara yang sedang dihadapi.

Mengapa yurisprudensi itu penting?

Yurisprudensi dapat dijadikan sebagai acuan atau sumber daya saat membentuk undang-undang; mengambil putusan terhadap masalah yang sama dalam hal peraturannya belum ada; mengembangkan ilmu hukum melalui peradilan. Dengan demikian terlihat bahwa peranan yurisprudensi sangat besar dalam pembangunan nasional.

Kapan yurisprudensi dapat digunakan sebagai sumber hukum oleh hakim?

Hasil penelitian BPHN pada 1995 menyimpulkan bahwa suatu putusan hakim dapat disebut sebagai yurisprudensi, apabila putusan hakim itu memenuhi unsur-unsur berikut: (a) Putusan atas suatu peristiwa hukum yang belum jelas pengaturan perundang-undangannya; (b) Putusan tersebut telah berkekuatan hukum tetap; (c) Telah

Apakah yurisprudensi mengikat bagi hakim?

Yurisprudensi sebagai konsekuensi bahwa ia adalah penghalusan dari undang-undang, didalamnya terkandung norma undang-undang yang mengikat hakim, sehingga hakim tidak dapat dikatakan tidak merdeka ketika hakim memutus mempertimbangkan yurisprudensi.

Kapan yurisprudensi digunakan?

Putusan-putusan tersebut dijadikan yurisprudensi jika memenuhi sejumlah unsur. Pertama, putusan atas suatu peristiwa hukum yang belum jelas pengaturannya dalam undang-undang. Kedua, putusan tersebut harus merupakan putusan yang telah berkekuatan hukum tetap.

Mengapa yurisprudensi digunakan sebagai sumber hukum di Indonesia?

Peraturan perundang-undangan tidak pernah mengatur secara lengkap dan detail bagaimana pemenuhan aturan hukum dalam setiap peristiwa hukum, oleh karenanya yurisprudensi lah yang akan melengkapinya. Selain untuk mengisi kekosongan hukum, yurisprudensi merupakan instrumen hukum dalam rangka menjaga kepastian hukum.

Apakah yurisprudensi dapat dijadikan sumber hukum?

Yurisprudensi adalah putusan hakim terdahulu yang telah berkekuatan hukum tetap dan diikuti hakim dalam memutus suatu perkara atau kasus yang sama. Yurisprudensi menjadi salah satu sumber hukum, selain undang-undang, traktat, kebiasaan, dan doktrin.

See also:  Pt Yang Bergerak Di Bidang Otomotif?

Apakah hakim dapat menggunakan kebiasaan sebagai sumber hukum?

Hakim tidak semata-mata terikat dengan undang-undang sebab kebiasaan juga mempunyai peran penting bagi hakim dalam memutus suatu perkara sehingga kebiasaan merupakan sumber hukum.

Mengapa vonis hakim dianggap sebagai sumber perikatan?

A.

Putusan Pengadilan dianggap sebagai sumber perikatan karena putusan pengadilan merupakan salah satu sumber hukum nasional yang mengikat dan wajib ditaati oleh pihak-pihak yang terlibat dalam putusan tersebut.

Apa yang dimaksud dengan yurisprudensi dalam hukum?

Yurisprudensi adalah adalah keputusan-keputusan dari hakim terdahulu untuk menghadapi suatu perkara yang tidak diatur di dalam UU dan dijadikan sebagai pedoman bagi para hakim yang lain untuk menyelesaian suatu perkara yang sama.

Mengapa seorang hakim dapat menggunakan yurisprudensi untuk memutus suatu perkara brainly?

Jawaban: Alasan seorang hakim dapat menggunakan yurisprudensi untuk memutuskan suatu perkaran adalah untuk meningkatkan efisiensi dan efektivitas penangangan suatu perkara.

Apakah hakim boleh memutuskan perkara dengan hukum tidak tertulis?

Hakim boleh menjadikan hukum tidak tertulis sebagai dasar untuk mengadili. Hukum tidak tertulis yang dimaksud adalah kebiasan atau tradisi sebagai sumber hukum yang tertua.

Mengapa hakim tidak boleh menolak perkara?

Jadi berdasarkan uraian di atas dapat disimpulkan bahwa asas Ius Curia Novit/Curia Novit Jus itu berarti hakim dianggap mengetahui semua hukum sehingga Pengadilan tidak boleh menolak memeriksa dan mengadili perkara.

Bagaimana proses pembentukan yurisprudensi?

Lahirnya Yurisprudensi karena adanya peraturan peraturan UU yang tidak jelas atau masih kabur, sehingga menyulitkan hakim dalam membuat keputusan mengenai suatu perkara. Hakim dalam hal ini membuat suatu hukum baru dengan mempelajari putusan hakim yang terdahulu untuk mengatasi perkara yang sedang dihadapi.

Leave a Reply

Your email address will not be published.

Adblock
detector