Kapan Seorang Hakim Dapat Melakukan Penemuan Hukum?

Ketika undang-undang tidak lengkap atau tidak jelas untuk memutus suatu perkara, saat itulah hakim harus mencari dan menemukan hukumnya (rechtsviding). Penemuan hukum ini dapat dilakukan dengan cara menggali nilai-nilai hukum yang berkembang dalam masyarakat.

Apa saja dasar yang dapat mewajibkan seorang hakim untuk melakukan penemuan hukum?

Yang mana dasar ini ada adalah suatu dasar yang sangat dapat mewajibkan seorang hakim untuk melakukan penemuan hukum karna pada dasarnya jika disimpukan pada pasal diatas adalah dimana suatu pengadilan dilarang menolak untuk memeriksa mengadili dan memutus suatu perkara yang mana salah satunya jika perkara tersebutpun belum mempunyai hukumnya.

Apakah penemuan hukum diperkenankan oleh hakim?

Kelemahan-kelemahan dari peraturan perundang-undangan inilah yang kemudian menimbulkan konsep penemuan hukum oleh hakim. Namun demikian, terdapat beberapa pandangan yang menyatakan bahwa penemuan hukum tidak diperkenankan hakim melakukan penemuan hukum.

Mengapa seorang hakim harus memiliki kemampuan dan keaktifan untuk menemukan hukum?

Artinya seorang Hakim harus memiliki kemampuan dan keaktifan untuk menemukan hukum ( Recht vinding ). Yang dimaksud dengan Recht vinding adalah proses pembentukan hukum oleh hakim/aparat penegak hukum lainnya dalam penerapan peraturan umum terhadap peristiwa hukum yang konkrit dan hasil penemuan hukum menjadi dasar untuk mengambil keputusan.

Apakah hakim dapat melakukan penafsiran hukum?

Akan tetapi apabila dalam hukum tertulis tidak ditemukan atau dirasa tidak cukup, maka Hakim dapat melakukan penafsiran hukum.Secara yuridis maupun filosofis, hakim Indonesia mempunyai kewajiban atau hak untuk melakukan penafsiran hukum atau penemuan hukum agar putusan yang diambilnya dapat sesuai dengan hukum dan rasa keadilan masyarakat.

Kapan penemuan hukum dibutuhkan jelaskan?

Kegunaan dari penemuan hukum adalah mencari dan menemukan kaidah hukum yang dapat digunakan untuk memberikan keputusan yang tepat atau benar, dan secara tidak langsung memberikan kepastian hukum juga didalam masyarakat.

See also:  Berikut Ini Sikap Yang Harus Dimiliki Oleh Pengusaha Kecuali?

Kapan seorang hakim dapat melakukan penafsiran hukum?

Dalam memeriksa, mengadili dan memutus suatu perkara, seorang Hakim haruslah menggunakan hukum tertulis sebagai dasar putusannya. Akan tetapi apabila dalam hukum tertulis tidak ditemukan atau dirasa tidak cukup, maka Hakim dapat melakukan penafsiran hukum.

Bagaimana cara hakim melakukan penemuan hukum?

Dalam melakukan penemuan hukum, hakim menggunakan metode penafsiran terhadap Undang-undang seperti penafsiran menurut bahasa, penafsiran secara historis, penafsiran secara sistematis, penafsiran secara teleologis/sosiologis, penafsiran secara authentik, penafsiran secara ektensif, penafsiran secara restriktif,

Apa yang menjadi alasan seorang hakim harus menemukan hukum?

Sudikno juga menjelaskan latar belakang perlunya seorang hakim melakukan penemuan hukum adalah karena hakim tidak boleh menangguhkan atau menolak menjatuhkan putusan dengan alasan karena hukumannya tidak lengkap atau tidak jelas.

Penemuan hukum dapat dilakukan dalam hal apa?

Penemuan hukum merupakan kegiatan utama dari Hakim dalam melaksanakan Undang-undang apabila terjadi peristiwa konkrit. Undang-undang sebagai kaedah umumnya adalah untuk melindungi kepentingan manusia. Oleh sebab itu harus dilaksanakan/ditegakkan.

Apa itu Rechtsvorming?

Rechtsvorming (pembentukan hukum), yaitu merumuskan peraturan-peraturan yang berlaku secara umum bagi setiap orang. Lazimnya dilakukan oleh pembentuk undang-undang.

Penafsiran hukum apa saja?

Penafsiran Hukum/Interpretasi Hukum

  • Penafsiran tata bahasa (gramatikal).
  • Penafsiran sahih (autentik/resmi).
  • Penafsiran historis.
  • Penafsiran sistematis.
  • Penafsiran nasional.
  • Penafsiran teleologis (sosiologis).
  • Penafsiran ekstensif.
  • Penafsiran restriktif.
  • Di Indonesia apakah hakim boleh menafsirkan undang-undang Hukum Pidana?

    Menanggapi hal tersebut, juru bicara Komisi Yudisial (KY), Farid Wajdi mengatakan, prinsipnya sebagai seorang hakim boleh menafsirkan hukum tapi tidak boleh menyimpang dari aturan.

    Mengapa harus dilakukan penafsiran pada hukum pidana?

    Penafsiran bertujuan untuk mencari dan menemukan kehendak pembentuk undang-undang yang telah dinyatakan oleh pembuat undang-undang itu secara kurang jelas. Untuk (KUHP) tidak memberikan petunjuk tentang bagaimana cara hakim untuk melakukan penafsiran. Cara-cara penafsiran ada dalam doktrin hukum pidana.

    See also:  Apa Maksud Dan Tujuan Pendirian Bumn?

    Bagaimana pembentukan hukum?

    Pembentukan hukum diperoleh melalui proses penemuan hukum oleh hakim. mengatakan bahwa penemuan hukum lazimnya diartikan sebagai proses pembentukan hukum oleh hakim atau petugas-petugas hukum lainnya yang diberi tugas melaksanakan hukum terhadap peristiwa hukum yang konkret.

    Jelaskan apa yang dimaksud dengan metode penemuan hukum?

    Metode penemuan hukum ialah cara penemuan hukum yang dapat dilakukan oleh hakim. Penemuan hukum itu dapat dilakukan dengan dua metode, yaitu metode interpretasi (penafsiran) dan metode konstruksi hukum.

    Leave a Reply

    Your email address will not be published.

    Adblock
    detector