Senyawa Yang Dapat Diidentifikasi Dalam Urine Penderita Diabetes Adalah?

Senyawa Yang Dapat Diidentifikasi Dalam Urine Penderita Diabetes Adalah
Jadi urin penderita diabetes dapat diidentifikasi dengan adanya senyawa glukosa.

Apa yang menyebabkan urin mengandung glukosa?

Glukosa urin adalah adanya glukosa di urin yang disebabkan oleh tingginya kadar glukosa dalam darah (hiperglikemia) sehingga keluar bersamaan dengan urin, yang dipengaruhi oleh fungsi ginjal yang kurang baik.

Zat apa saja yang terkandung dalam urine normal?

Urin normal pada manusia terdiri dari air, urea, asam urat, amoniak, kreatinin, asam laktat, asam fosfat, asam sulfat, klorida, natrium klorida dan zat berlebih di dalam darah seperti vitamin C dan obat-obatan.

Tes HbA1c untuk apa?

Diabetes Mellitus di Indonesia saat ini sebesar 10,9%. Indonesia menduduki urutan ke-7 dari 10 negara dengan penderita diabetes tertinggi di dunia. Prevalensi tersebut akan terus meningkat bila tidak ada upaya pencegahan dan program pengendalian yang efektif.

  1. Gula darah puasa
  2. Gula darah 2 jam setelah konsumsi glukosa 75 gram
  3. HbA1c

Pemeriksaan HbA1c adalah pemeriksaan dengan mengukur kadar atau prosentase glukosa yang terikat dengan hemoglobin. Hemoglobin adalah protein pembawa oksigen yang terletak dalam sel darah merah. Pemeriksaan ini tergantung dari kadar glukosa dan jumlah serta umur sel darah merah.

  1. Rata-rata umur sel darah merah sekitar 120 hari.
  2. Jadi pemeriksaan HbA1c ini dapat memperkirakan kadar rata-rata gula darah dalam 3 bulan terakhir.
  3. Perbedaan pemeriksaan HbA1c dan pemeriksaan gula darah : Keduanya mengukur hal yang berbeda.
  4. Pada tes gula darah biasa, yang diukur adalah kadar gula darah saat itu juga.

Kadar gula darah bisa berubah-ubah sepanjang hari, tergantung makanan atau minuman yang dikonsumsi saat itu. Hasil pemeriksaan HbA1c tidak akan terlalu terpengaruh oleh asupan makanan pada saat pemeriksaan sehingga tidak perlu persiapan khusus seperti puasa.

Jika pada hari pemeriksaan HbA1c, pasien sengaja tidak makan gula tetapi di hari-hari sebelumnya mengonsumsi banyak gula, maka hasil HbA1c-nya akan tetap tinggi. Sedangkan jika strategi ini dilakukan pada tes gula darah biasa maka hasilnya akan terbaca normal bahkan rendah Tujuan atau manfaat dilakukan pemeriksaan HbA1c : Karena dapat menggambarkan rata-rata kadar gula darah dalam 3 bulan terakhir maka manfaatnya adalah untuk mengontrol kualitas pengendalian kadar gula darah jangka panjang dan menilai efektifitas obat.

Dengan kata lain untuk memantau kepatuhan penderita diabetes minum obat dan kepatuhan menjalankan pola hidup sehat. Akan tetapi sekarang penggunaannya sudah lebih luas lagi yaitu untuk menegakkan diagnosis atau skrining Diabetes Mellitus khusunya DM tipe-2.

HbA1c (%) Glukosa darah puasa (mg/dL) Glukosa darah 2 jam setelah minum glukosa 75 gram
DIABETES ≥ 6,5 ≥126 ≥ 200
PREDIABETES 5,7 – 6,4 100 – 125 140 – 199
NORMAL < 5,7 < 100 < 140

Prosedur pemeriksaan HbA1c : Dapat dilakukan sewaktu-waktu, tidak perlu persiapan khusus misalnya puasa. Bahan pemeriksaan berupa darah yang diambil dari pembuluh darah vena (biasanya di lengan) atau pembuluh darah kapiler di ujung jari. Kelebihan pemeriksaan HbA1c :

  1. Tidak perlu puasa dan dapat diperiksa kapan saja
  2. Dapat memperkirakan keadaan glukosa darah dalam waktu yang lebih lama serta tidak dipengaruhi perubahan gaya hidup jangka pendek
  3. Kadar glukosa yang menempel pada hemoglobin sangat stabil, sehingga HbA1c dijadikan salah satu parameter diabetes mellitus di seluruh dunia
  4. Relatif tidak dipengaruhi oleh gangguan akut seperti stress atau penyakit terkait
  5. Lebih stabil dalam suhu kamar dibanding glukosa plasma
  6. Lebih direkomendasi untuk monitoring pengendalian glukosa
  7. Kadar HbA1c sangat berkorelasi dengan komplikasi diabetes

Keterbatasan pemeriksaan HbA1c ::

  1. Terganggu oleh kondisi terdapat penyakit hemoglobin
  2. Terpengaruh oleh kondisi seperti anemia hemolitik, malaria kronis, perdarahan, anemia aplastic

Alasan pemeriksaan HbA1c penting dilakukan :

  1. Untuk mengidentifikasi kondisi prediabetes supaya tidak jatuh menjadi diabetes
  2. Menegakkan diagnosis diabetes
  3. Melihat efektifitas terapi dalam menurunkan kadar gula darah
  4. Menilai kepatuhan penderita minum obat dan penerapan pola hidup sehat

Pengertian prediabetes : Prediabetes adalah kondisi ketika kadar gula dalam darah sudah melebihi batas normal, tetapi belum cukup tinggi untuk dikategorikan sebagai diabetes. Alasan kondisi prediabetes menjadi sesuatu hal penting untuk diperhatikan: Prediabetes berpotensi meningkatkan risiko menjadi diabetes mellitus sebesar 2-10 kali lipat dalam kurun waktu kurang dari 10 tahun.

  • Risiko terjadinya penyakit jantung pada prediabetes sama besarnya dengan DM.
  • Arena itu tindakan-tindakan dan program pencegahan dini DM sangat diperlukan antara lain melalui penanganan prediabetes.
  • Identifikasi dan penatalaksanaan awal bagi pasien prediabetes dapat menurunkan insiden DM serta komplikasinya.
See also:  Diagnosis Diabetes Mellitus Who?

Tanda-tanda dan gejala prediabetes: Dalam kebanyakan kasus, tidak ada tanda-tanda dan gejala yang jelas. Kebanyakan orang yang memiliki kondisi ini bahkan tidak mengalami keluhan kesehatan sama sekali. Namun banyak orang yang didiagnosa prediabetes merasakan tanda-tanda atau gejala sebagai berikut:

  • Sering haus
  • Sering buang air kecil
  • Sering merasa cepat Lelah
  • Penglihatan buram
  • Kulit menggelap di leher, ketiak, siku, lutut dan buku-buku jari
  • Nyeri persendian, otot dan tulang

Faktor risiko prediabetes: Faktor risiko terjadinya prediabetes sama dengan faktor risiko DM tipe 2, dapat dialami oleh siapapun. Akan tetapi ada beberapa faktor yang bisa meningkatkan risiko seseorang menderita prediabetes, yaitu :

  • Memiliki riwayat prediabetes atau diabetes dalam keluarga
  • Memiliki berat badan yang berlebihan/obesitas
  • Usia di atas 45 tahun
  • Menderita diabetes saat kehamilan (diabetes gestasional)
  • Menderita PCOS
  • Menderita hipertensi
  • Menderita kholesterol tinggi
  • Mengonsumsi terlalu banyak soda, makanan kemasan, daging merah dan minuman manis
  • Memiliki kebiasaan merokok
  • Kurang berolahraga atau melakukan aktivitas fisik

International Expert Committee menyatakan bahwa seseorang dengan nilai HbA1c rendah bukan berarti tidak berisiko diabetes, namun lebih tepat disebut berisiko rendah. Orang yang berisiko tinggi terkena diabetes dianjurkan mengurangi berat badan dan olah raga teratur. Rekomendasi International Expert Committee (2009) tentang peranan HbA1c dalam diagnosis dan identifikasi individu risiko tinggi :

  • HbA1c merupakan pemeriksaan yang akurat dan tepat dalam mengukur kadar gula darah yang kronis serta berkorelasi positif dengan terjadinya risiko komplikasi diabetes
  • HbA1c memiliki beberapa kelebihan dibandingkan glukosa plasma
  • Diagnosis ditegakkan jika nilai HbA1c ≥ 6,5%. Diagnosis sebaiknya dikonfirmasi dengan pengulangan pemeriksaan HbA1c. Konfirmasi tidak perlu bagi seseorang yang menunjukkan gejala dengan kadar glukosa plasma > 200 mg/dL
  • Jika HbA1c tidak memungkinkan untuk dilakukan, maka dapat dilakukan pemeriksaan glukosa puasa dan 2 jam PP
  • Pemeriksaan HbA1c dapat diindikasikan pada anak dengan suspek diabetes namun tidak didapati adanya gejala klasik dan memiliki kadar glukosa ≤ 200 mg/dL
  • Kadar HbA1c 6,4% diduga lebih berisiko berkembang menjadi diabetes, tergantung pada factor risiko diabetes lainnya. Oleh sebab itu lebih baik melakukan usaha pencegahan.

Kegiatan Edukasi Kesehatan RSUD Hj. Anna Lasmanah Banjarnegara dengan Narasumber : dr. Trinovia Andayaningsih, M.Sc. Sp. PK

Hasil HbA1c itu apa?

Apa Itu Cek Gula Darah (HbA1c)? – Cek gula darah HbA1c atau hemoglobin A1c berbeda dengan tes gula darah puasa. Cek gula darah puasa menunjukkan kadar gula darah sesaat atau saat itu. Ceknya terukur dalam darah setelah puasa delapan jam. Sementara itu, cek gula darah HbA1c menunjukkan kadar gula darah rata-rata dalam 2–3 bulan.

Durasi ini sesuai dengan siklus hidup sel darah merah, yaitu tiga bulan. Dengan kata lain, pemeriksaan HbA1C ini lebih akurat untuk menggambarkan kadar gula darah dalam waktu yang cukup lama. Cek HbA1c ini akan mengukur tingkat HbA1c (hemoglobin A1c) dalam darah. HbA1c atau hemoglobin terglikasi merupakan hemoglobin yang berkaitan dengan glukosa darah.

Di dalam tubuh, glukosa secara alami akan mengikat dengan hemoglobin yang berada di dalam sel darah merah. Hemoglobin sendiri merupakan protein yang mengandung zat besi di dalam sel darah merah yang tugasnya mengangkut oksigen. Baca juga: Jangan Salah, Ini Bedanya Diabetes Tipe 1 dan Tipe 2

Leukosit di urine itu apa?

Leukosit Tinggi pada Urine dapat Disebabkan Infeksi Saluran Kemih – Saat melakukan tes urine, kandungan leukosit yang tinggi dapat ditemukan dan dapat menjadi ciri-ciri jika kamu sedang mengalami infeksi. Hal ini terjadi ketika tubuh berusaha melawan infeksi di suatu area pada saluran kemih.

Umumnya, hal ini terjadi pada kandung kemih atau uretra, yang merupakan saluran dengan fungsi membawa air seni dari kandung kemih. Artinya, kamu sedang mengalami infeksi saluran kemih. Dokter juga dapat melakukan tes dipstik, yang dilakukan menggunakan strip kimiawi untuk mendeteksi enzim yang disebut juga dengan leukosit esterase untuk mendeteksi sel darah putih.

See also:  What Are The Signs Of Type 2 Diabetes In Adults?

Pemeriksaan ini juga digunakan untuk mendeteksi nitrit, yang merupakan produk sisa dari pemecahan bakteri tertentu yang diatasi oleh leukosit tersebut. Memang, besar kemungkinannya saat seseorang mengalami leukosit tinggi pada urine, penyebabnya adalah infeksi saluran kemih.

Perasaan nyeri atau terbakar saat buang air kecil. Buang air kecil lebih sering dari biasanya. urine yang dihasilkan keruh atau berbau tidak sedap. Merasakan nyeri pada perut atau punggung. Mual dan muntah.

Selain itu, infeksi saluran kemih ini juga dapat menyebabkan berbagai gejala, tergantung dari lokasi dan seberapa parah gangguan tersebut. Pada kebanyakan kasus, gejala utama yang terjadi adalah nyeri di salah satu atau kedua sisi perut. Batu ginjal juga dapat menyebabkan gejala yang mirip ISK, sehingga diagnosis sangat penting untuk dilakukan agar dapat menentukan pengobatan ke depannya.

Apa fungsi reagen Benedict pada pemeriksaan urine?

Uji Benedict dapat dilakukan pada urine untuk mengetahui kandungan glukosa. Urine yang mengandung glukosa dapat menjadi tanda adanya penyakit diabetes. Sekali urine diketahui mengandung gula pereduksi, test lebih jauh mesti dilakukan untuk memastikan jenis gula pereduksi apa yang terdapat dalam urine.

Senyawa apakah yang terdapat dalam urine yang positif terhadap tes Benedict?

Uji Benedict dapat digunakan untuk mendeteksi adanya gula dalam urin. Hasil positif ditunjukkan dengan perubahan warna larutan menjadi hijau, kuning, oranye, atau merah bata dan muncul endapan hijau, kuning, oranye atau merah bata. Apabila urin diuji dengan reagen Benedict menunjukkan hasil positif dapat menjadi pertanda adanya glukosa pada urinnya.

  1. Glukosa seharusnya tidak ada pada kandungan urin sesungguhnya, karena glukosamengalami reabsopsi (penyerapan kembali) pada bagian tubulus kontortus proksimal.
  2. Jadi, jika di urin terdapat glukosa maka bagian ginjal yang mengalami kelainan adalah tubulus kontortus proksimal.
  3. Uji Benedict dapat digunakan untuk mendeteksi adanya gula dalam urin.

Hasil positif ditunjukkan dengan perubahan warna larutan menjadi hijau, kuning, oranye, atau merah bata dan muncul endapan hijau, kuning, oranye atau merah bata. Apabila urin diuji dengan reagen Benedict menunjukkan hasil positif dapat menjadi pertanda adanya glukosa pada urinnya.

Mengapa pereaksi Benedict lebih akurat digunakan dalam uji diabetes?

Pernyataan a) salah karena tidak hanya disakarida yang dapat bereaksi dengan pereaksi Benedict, sedangkan pernyataan b) kurang tepat karena pereaksi Benedict dianggap lebih memberikan hasil uji yang akurat. Pereaksi Benedict dan pereaksi Fehling merupakan pereaksi yang digunakan untuk uji gula pereduksi pada karbohidrat.

  • Pada pernyataan: dinyatakan bahwa hanya disakarida yang bereaksi positif dengan pereaksi Benedict membentuk endapan merah bata.
  • Pernyataan tersebut salah, karena pereaksi Benedict dapat menghasilkan hasil yang positif pada gula pereduksi.
  • Gula pereduksi bukan hanya disakarida.
  • Terdapat pula monosakarida yang merupakan gula pereduksi dan keton bebas mampu menunjukkan hasil positif dengan pereaksi Benedict.

Hasil yang diperoleh jika senyawa mengandung gula pereduksi adalah endapan merah bata ataupun terdapat perubahan warna menjadi hijau atau kuning bergantung pada konsentrasi gula pereduksi. dinyatakan bahwa pereaksi Fehling dapat digunakan untuk menganalisis glukosa dalam urine penderita diabetes melitus.

  1. Pernyataan tersebut kurang tepat karena pereaksi yang lebih tepat digunakan untuk menganalisis glukosa dalam urine adalah pereaksi Benedict.
  2. Hal ini karena pereaksi Benedict tidak dapat mendeteksi asam urat dan kreatinin pada urine, sehingga hanya berfokus pada ada atau tidaknya glukosa dalam urine.
  3. Pereaksi Benedict dianggap lebih memberikan hasil uji yang akurat karena hal tersebut.

– Pernyataan a) salah karena tidak hanya disakarida yang dapat bereaksi dengan pereaksi Benedict, sedangkan pernyataan b) kurang tepat karena pereaksi Benedict dianggap lebih memberikan hasil uji yang akurat. Pereaksi Benedict dan pereaksi Fehling merupakan pereaksi yang digunakan untuk uji gula pereduksi pada karbohidrat.

dinyatakan bahwa hanya disakarida yang bereaksi positif dengan pereaksi Benedict membentuk endapan merah bata. Pernyataan tersebut salah, karena pereaksi Benedict dapat menghasilkan hasil yang positif pada gula pereduksi. Gula pereduksi bukan hanya disakarida. Terdapat pula monosakarida yang merupakan gula pereduksi dan keton bebas mampu menunjukkan hasil positif dengan pereaksi Benedict. Hasil yang diperoleh jika senyawa mengandung gula pereduksi adalah endapan merah bata ataupun terdapat perubahan warna menjadi hijau atau kuning bergantung pada konsentrasi gula pereduksi. dinyatakan bahwa pereaksi Fehling dapat digunakan untuk menganalisis glukosa dalam urine penderita diabetes melitus. Pernyataan tersebut kurang tepat karena pereaksi yang lebih tepat digunakan untuk menganalisis glukosa dalam urine adalah pereaksi Benedict. Hal ini karena pereaksi Benedict tidak dapat mendeteksi asam urat dan kreatinin pada urine, sehingga hanya berfokus pada ada atau tidaknya glukosa dalam urine. Pereaksi Benedict dianggap lebih memberikan hasil uji yang akurat karena hal tersebut.

See also:  How To Treat Swollen Feet Diabetes?

Apakah urine yang diamati mengandung glukosa?

Pada kondisi normal, urine yang dikeluarkan tidak mengandung protein maupun glukosa ( gula ).

Mengapa pereaksi Benedict lebih akurat digunakan dalam uji diabetes melalui urine?

Mengapa pereaksi Benedict lebih banyak digunakan u. Senyawa Yang Dapat Diidentifikasi Dalam Urine Penderita Diabetes Adalah Pada kondisi normal, urin manusia terdiri atas air, urea, asam urat, amonia, kreatinin, asam laktat, asam fosfat, asam sulfat, klorida serta garam-garam dan zat- zat yang berlebih dalam darah, di antaranya vitamin c dan obat- obatan. Namun, pada suatu kondisi urin manusia dapat mengandung gula (glukosa) jika kadarnya terlalu tinggi dalam darah sehingga disekresikan melalui urin.

  1. Ini sebagai diagnosis awal penyakit diabetes.
  2. Diabetes adalah penyakit yang disebabkan tingginya kadar gula (glukosa) dalam darah.
  3. Untuk mengidentifikasi adanya gula (glukosa) seringkali digunakan pereaksi Benedict dan Fehling,
  4. Namun, penggunaan Benedict lebih sering dikarenakan asam urat dan kreatinin yang terdapat dalam urin dapat mereduksi Fehling, namun tidak mereduksi Benedict,

Dan juga penggunaan Benedict yang hanya menggunakan satu larutan lebih mudah daripada Fehling yang menggunakan dua larutan (Fehling A dan B). : Mengapa pereaksi Benedict lebih banyak digunakan u.

Bagaimana cara membedakan urine penderita diabetes dengan orang normal?

2. Diabetes Melitus – Diabetes memang dapat diketahui melalui gejala-gejalanya yang khas, seperti sering haus, mudah lapar, dan sering buang air kecil dengan jumlah urine yang dikeluarkan melebihi jumlah normal. Tapi, untuk mendapatkan hasil yang lebih pasti, serangkaian pemeriksaan medis tetap perlu dilakukan, salah satunya tes urine.

Ini karena kadar glukosa atau gula darah dalam urine bisa digunakan untuk mengetahui bagaimana tubuh memperlakukan glukosa berlebih. Pengidap diabetes biasanya memiliki kadar gula dalam urine yang tinggi. Selain itu, warna urine pengidap diabetes juga lebih transparan atau tidak memiliki warna sama sekali serta beraroma manis.

Itulah mengapa diabetes sering disebut juga dengan istilah kencing manis. Baca juga: 5 Gejala Awal Diabetes yang Sering Diabaikan

Tes urine untuk mengetahui apa saja?

Tes urine adalah pemeriksaan yang menggunakan urine sebagai sampel untuk membantu mendeteksi kondisi kesehatan seseorang. Beberapa penyakit yang dapat dideteksi melalui tes urine antara lain diabetes, infeksi saluran kemih, penyakit ginjal, dan hati.

Apa itu albumin Glikat?

Prodia Pemeriksaan Laboratorium “Glycated albumin (GA) adalah albumin yang berikatan dengan glukosa. Merupakan produk yang dihasilkan dari reaksi glikasi antara gugus amin dari protein albumin dengan gugus karboksil dari glukosa. GA adalah salah satu indikator yang menunjukkan keadaan pengendalian glukosa darah, yang menggambarkan rata-rata glukosa darah 1 bulan sebelumnya (terutama 2 minggu sebelumnya) sesuai dengan usia albumin dan digunakan untuk menilai diabetes melitus.

Bahan apakah untuk menguji gula dan protein dalam urine?

Glukosa dalam urin bisa dideteksi dengan menggunakan reagen Benedict yang akan mengubah warna urin menjadi merah bata saat positif mengandung glukosa. Protein dalam urin bisa dideteksi dengan menggunakan reagen Biuret yang akan mengubah warna urin menjadi ungu saat positif mengandung protein.

Berapa kandungan glukosa pada urine?

Kadar glukosa normal dalam pemeriksaan urine berkisar antara 0 – 15 mg/dl.

Adblock
detector