Proses Yang Terganggu Pada Orang Yang Menderita Penyakit Diabetes?

Proses Yang Terganggu Pada Orang Yang Menderita Penyakit Diabetes
Diabetes Melitus, Apa dan Bagaimana ? Diabetes Melitus atau “sakit gula” diartikan sebagai peningkatan kadar glukosa darah sebagi akibat ketidakmampuan tubuh mengolah karbohidrat atau glukosa akibat kurangnya jumlah insulin atau insulin tidak berfungsi sempurna (terjadi resistensi insulin dalam tubuh). Proses Yang Terganggu Pada Orang Yang Menderita Penyakit Diabetes Proses Yang Terganggu Pada Orang Yang Menderita Penyakit Diabetes Untuk dapat melakukan aktifitas sehari – hari, manusia akan membutuhkan energi. Dalam keadaan normal, ketika makanan masuk ke dalam tubuh, makanan akan dimetabolisme didalam saluran cerna. Glukosa akan diserap di usus dan diedarkan ke seluruh tubuh melalui peredaran darah hingga mencapai sel.

Masuknya glukosa ke dalam sel ini membutuhkan insulin. Setelah glukosa masuk ke dalam sel, metabolisme dalam sel dilanjutkan dengan hasil akhir adalah energi. (Gambar 1.) Pada penderita diabetes, metabolisme glukosa menjadi energi ini menjadi terganggu. Hal tersebut dikarenakan glukosa di dalam darah tidak dapat dimasukkan ke dalam sel, karena insulin yang berkurang jumlahnya, atau sel resisten terhadap insulin.

Sehingga jumlah glukosa di dalam darah terus meningkat. (Gambar 2.) Diabetes sendiri dibagi menjadi beberapa tipe yaitu;

  1. Diabetes tipe 1; terjadi akibat kurangnya insulin yang diproduksi oleh sel Beta Pankreas. Bisa disebabkan karena adanya infeksi virus, kelainan autoimun, maupun Herediter (menyebabkan degenerative sel beta, bahkan tanpa adanya virus atau penyakit autoimun)
  2. Diabetes tipe 2; merupakan jenis diabetes yang lebih sering terjadi. Diabetes jenis ini terjadi karena glukosa tidak dapat masuk ke dalam sel karena sel resisten (kebal) terhadap insulin. Pada orang normal, glukosa dapat masuk ke dalam sel dengan mudah
  3. Diabetes tipe 3 ; dihubungkan dengan Alzheimer pada usia tua
  4. Diabetes tipe lain : LADA, MODY
  5. Diabetes dalam kehamilan
FAKTOR RESIKO DIABETES MELITUS
Faktor Resiko Yang Dapat Dikendalikan Faktor Resiko Yang Tidak Dapat Dikendalikan
  • o Riwayat diabetes dalam keluarga
  • o Umur
  • o Jenis kelamin
  1. o Kegemukan
  2. o Tekanan darah tinggi
  3. o Kadar kolesterol
  4. o Toleransi glukosa terganggu
  5. o Kurang gerak

Gejala diabetes sendiri dikenal sebagai gejala klasik, yaitu : ” 5P ” yang terdiri dari : P oliuria (banyak kencing), P olidipsi (banyak minum), P olifagi (banyak makan), P enurunan berat badan tanpa sebab yang jelas, P ruritus (gatal – gatal). Gejala lain yang mungkin dapat dirasakan oleh pasien dapat berupa : pandangan mata kabur, luka sulit sembuh dan kesemutan.

  • Kadar glukosa darah puasa ≥ 126 mg/dl, atau
  • Kadar glukosa darah 2 jam setelah makan ≥ 200 mg/dl, atau
  • HbA1C ≥ 6,5%
  • Terdapat gejala klasik dan GDS ≥ 200 mg/dL

Diabetes mellitus tidak dapat sembuh, namun dapat dikontrol dengan baik. Pengobatan diabetes dikenal dengan menggunakan 4 pilar, yaitu : Proses Yang Terganggu Pada Orang Yang Menderita Penyakit Diabetes 4 pilar dalam pengobatan Diabetes Melitus :

  1. Edukasi : Pengetahuan tentang Diabetes Melitus, dari mulai tipe diabetes, pola hidup dan pola makan yang dapat menyebabkan diabetes, hingga pengetahuan tentang pemantauan glukosa darah mandiri.
  2. Gizi Medik : Asupan gizi yang seimbang diperlukan untuk pengelolaan diabetes mellitus. Karbohidrat yang dianjurkan sebesar 45% – 65% dari total asupan energi. Asupan lemak dianjurkan sekitar 20% – 25% kebutuhan kalori. Protein yang dianjurkan sebanyak 10% – 20% dari total asupan energi dalam sehari. Namun kebutuhan gizi tersebut disesuaikan kembali bila ada komplikasi pada pasien.
  3. Olahraga : Kesibukan aktivitas sehari-hari sering membuat lupa akan olahraga. Namun Olahraga sangat penting untuk membantu penyembuhan pasien Diabetes Melitus. Hindari kegiatan yang bermalas-malasan seperti menonton tv, menggunakan internet dalam waktu lama, main game komputer, dan sebagainya.
  4. Farmakologi : Terkadang pola hidup yang sehat belum tentu cukup untuk mengendalikan kadar glukosa darah. Oleh karena itu Dokter biasanya meresepkan sejumlah obat tertentu untuk membantu menurunkan kadar glukosa agar kembali normal.

Periksa gula darah secara rutin penting dilakukan untuk mengetahui kondisi kesehatan anda. Tidak perlu menunggu gejala-gejala tertentu, karena pasien diabetes sering tidak menyadari kalau dirinya telah menderita diabetes. Menurut WHO, konsumsi gula sebaiknya dibatasi < 50 gram per hari. Asupan gula perlu dikontrol, karena selain menyebabkan diabetes, dapat juga :

  • Meningkatkan tekanan darah
  • Meningkatkan lemak tubuh
  • Meningkatkan kolesterol & lemak lain di darah
  • Peningkatan kemungkinan penyakit jantung pembuluh darah

Jika tidak dikontrol dengan baik, maka diabetes dapat menyebabkan komplikasi sebagai berikut :

  1. Komplikasi mikrovaskular (pembuluh darah kecil)
    • Neuropati (kerusakan saraf tepi)
    • Retinopati (kerusakan saraf mata)
    • Nefropati (kerusakan ginjal)
  2. Komplikasi makrovaskular (pembuluh darah besar)
    1. Coronary artery disease (penyakit pembuluh coroner jantung)
    2. Peripheral artery disease (penyakit pembuluh darah perifer)
    3. Stroke

Penyakit kaki diabetes merupakan salah satu komplikasi tersering yang dijumpai pada penderita diabetes tidak terkontrol. Kerusakan saraf tepi merupakan penyebab utama terjadinya kaki diabetik ini yang akhirnya dapat berkembang menjadi ulkus diabetik bahkan berakhir dengan amputasi. Artikel ini ditulis oleh (Dokter Spesialis Penyakit Dalam di RS EMC Tangerang). Jadwal praktek dr Apriliana di Rumah Sakit EMC Tangerang : Senin, Rabu, Jumat (pk 07.30 – pk 14.00), Selasa & kamis (pk 13.00 – pk 20.30), dan Sabtu (pk 08.00 – pk 13.30). : Diabetes Melitus, Apa dan Bagaimana ?

Diabetes merupakan gangguan sistem apa?

Kenali gangguan sistem endokrin seperti diabetes & tiroid Gangguan endokrin adalah penyakit yang terkait dengan kelenjar endokrin pada tubuh. Sistem endokrin adalah jaringan kelenjar yang menghasilkan hormon, yang merupakan sinyal kimia yang dikeluarkan melalui aliran darah. Hormon membantu tubuh mengatur berbagai proses, seperti nafsu makan, pernapasan, pertumbuhan, keseimbangan cairan, feminisasi, dan virilisasi (pembentukan tanda-tanda seks sekunder seperti pembesaran payudara atau testis) serta pengendalian berat badan.

Penyebab gangguan endokrin Gangguan pada kelenjar endokrin bisa menyebabkan berbagai penyakit, mulai dari malnutrisi, gondok, diabetes, gangguan jantung, hipertensi, hingga tumor ganas pada sistem pencernaan. Gangguan kelenjar endokrin umumnya disebabkan perubahan gaya hidup yang cenderung meninggalkan pola hidup sehat.

Ada banyak faktor risiko yang membuat seseorang mengalami gangguan endokrin, yaitu:

Meningkatnya kadar kolesterol Riwayat keluarga atau keturunan Riwayat penyakit terhadap gangguan autoimun Pola makan yang tidak baik Kehamilan (pada kasus hipotiroid) Operasi, trauma, infeksi atau cedera serius

Jenis gangguan endokrin yang sering ditemukan Gejala-gejala dari gangguan endokrin bisa terlihat ringan atau tidak ada gejala hingga serius dan mempengaruhi seluruh tubuh. Tergantung pada bagian spesifik dari sistem endokrin yang terpengaruh. Penyakit diabetes melitus dan penyakit tiroid adalah dua kelainan endokrinopati yang paling sering ditemukan.

Gangguan sistem endokrin yang paling umum adalah diabetes melitus, yang terjadi apabila pankreas tidak menghasilkan insulin yang cukup atau tubuh tidak dapat menggunakan insulin yang tersedia dengan optimal.Gejala diabetes sendiri meliputi, haus atau lapar yang berlebih, kelelahan, sering buang air kecil, mual dan muntah, kenaikan atau penurunan berat badan yang tidak disertai alasan, serta perubahan pada penglihatan.Gangguan sistem endokrin yang menyebabkan gangguan pada kelenjar tiroid, dapat menyebabkan hipertiroid dan hipotiroid.

Hipertiroid adalah kondisi yang ditandai dengan kelenjar tiroid yang overaktif, sehingga tubuh lebih aktif dalam memproduksi hormon. Gejala umum hipertiroid meliputi, diare, kesulitan tidur, kelelahan, intoleransi terhadap panas, mudah marah, perubahan mood, detak jantung yang cepat, tremor, dan penurunan berat badan tanpa penyebab.

Sedangkan hipotiroid merupakan kondisi di mana tiroid underaktif dan menghasilkan terlalu sedikit hormon tiroid. Gejala umum dari hipotiriod meliputi, intoleransi terhadap dingin, sembelit, menurunnya produksi keringat, rambut kering, kelelahan, nyeri pada sendi dan otot, periode menstruasi yang terlewat, detak jantung yang melambat, muka membengkak, hingga kenaikan berat badan yang drastis.

Pengobatan pada gangguan endokrin Apabila gejala gangguan sistem endokrin mulai mengganggu, maka dapat diatasi dengan memperbaiki ketidakseimbangan hormon. Salah satunya dengan pemberian hormon sintesis. Namun ada beberapa cara untuk mencegah munculnya gangguan sistem endokrin, yaitu dengan tetap menjaga berat badan yang sehat, mengonsumsi makanan sehat, dan banyak berolahraga.

  1. Sertakan yodium dalam diet, hal ini dapat membantu mencegah masalah tiroid.
  2. Jika Anda memiliki tanda-tanda atau gejala-gejala di atas atau pertanyaan lainnya, lakukan konsultasi dengan dokter Anda untuk pengobatan yang tepat k arena kondisi tubuh tiap orang berbeda,
  3. LiveExcellently Artikel ditulis oleh (Dokter Spesialis Penyakit Dalam – Konsultan Diabetes & Endokrin Rum ah Sakit EMC Sentul).

: Kenali gangguan sistem endokrin seperti diabetes & tiroid

Mengapa diabetes dapat membuat peredaran darah memburuk?

KOMPAS.com – Ketika seseorang menderita diabetes, mereka memiliki kadar gula darah yang tinggi. Mengelola kadar tersebut dapat mengurangi risiko kelebihan gula darah yang menyebabkan kerusakan di seluruh tubuh. Apabila kadar glukosa tetap tinggi, banyak masalah kesehatan bisa muncul. Gejala pembekuan darah di otak tak hanya sakit kepala. Penderita juga bisa merasakan gangguan penglihatan sampai koordinasi tubuh. Akibatnya, jumlah gula dalam darah menjadi lebih tinggi dari yang seharusnya. Berikut ini adalah beragam efek atau pengaruh diabetes pada tubuh yang layak diantisipasi: 1.

  1. Pada sistem peredaran darah dan kardiovaskular Kadar glukosa darah yang tinggi dapat menyebabkan kerusakan pada semua bagian sistem kardiovaskular.
  2. Arena alasan ini, ada kaitan erat antara diabetes dan masalah kardiovaskular.
  3. Berikut penjelasanya: Pembuluh darah Melansir Medical News Today, kelebihan gula darah dapat menurunkan elastisitas pembuluh darah dan menyebabkannya menyempit hingga menghambat aliran darah.
See also:  How Diabetes Cause Glaucoma?

Hal ini dapat menyebabkan berkurangnya suplai darah dan oksigen, sehingga meningkatkan risiko tekanan darah tinggi dan kerusakan pembuluh darah besar dan kecil. Tekanan darah tinggi sendiri merupakan salah satu faktor risiko penyakit jantung, Baca juga: 13 Cara Mengatasi Darah Tinggi Secara Alami Menurut Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit AS (CDC), 74 persen orang dewasa dengan diabetes menderita hipertensi.

Serangan jantung Stroke Penyakit arteri perifer

Sementara itu, penyakit mikrovaskular di antaranya dapat menyebabkan masalah pada:

Mata Ginjal Sistem saraf

Baca juga: 13 Gejala Penyakit Ginjal Kronis yang Perlu Diwaspadai Seseorang dengan diabetes dapat mengurangi risiko masalah kardiovaskular dan peredaran darah dengan cara:

Mengelola kadar gula darah Berhenti merokok Mengelola tekanan darah dan lipid Menggunakan obat resep, seperti obat statin, untuk menurunkan kolesterol Memantau tekanan darah Berolahraga secara teratur Makan makanan kaya serat

Sistem kardiovaskular Menurut CDC, penyakit kardiovaskular adalah penyebab utama kematian dini di antara penderita diabetes. CDC menambahkan bahwa penderita diabetes dua hingga tiga kali lebih mungkin mengalami stroke atau meninggal karena beberapa bentuk penyakit jantung dibandingkan mereka yang tidak menderita diabetes.

  1. Penderita diabetes juga cenderung mengembangkan masalah jantung yang lebih serius pada usia lebih dini dibandingkan orang tanpa kondisi tersebut.
  2. Baca juga: 4 Penyebab Nyeri Dada Selain Penyakit Jantung Selain itu, diabetes seringkali muncul bersamaan dengan kondisi lain yang membuat jantung stres, seperti obesitas, hipertensi, dan kolesterol tinggi.

Pola makan yang tidak sehat dan kurang olahraga merupakan faktor risiko penyakit kardiovaskular dan diabetes. Luka dan infeksi Sirkulasi darah yang buruk dapat memengaruhi kemampuan tubuh untuk sembuh saat ada luka atau infeksi. Kondisi ini bisa terjadi karena suplai darah, oksigen, dan nutrisi yang rendah.

Oleh sebab itu, penderita diabetes harus memeriksa kulitnya secara teratur apakah ada luka dan menemui dokter jika ada tanda-tanda infeksi, termasuk kemerahan, bengkak, atau demam. Baca juga: Kenali Gejala Khusus Diabetes Tipe 2 2. Pada sistem saraf Neuropati atau kerusakan saraf adalah komplikasi umum diabetes.

Menurut CDC, gejala paling mungkin terjadi pada orang yang menderita diabetes selama 25 tahun atau lebih, tetapi itu bisa terjadi lebih cepat juga. Neuropati dapat memengaruhi bagian mana pun dari sistem saraf, termasuk saraf yang mengontrol fungsi otonom atau tidak disengaja, seperti pencernaan.

Paha, betis, telapak kaki, dan jari kaki Lengan, tangan, dan jari

Neuropati juga dapat memengaruhi pinggul dan kaki bagian atas. Menurut The National Institute of Diabetes and Digestive and Kidney Diseases (NIDDK), hingga 50 persen penderita diabetes memiliki neuropati perifer dan lebih dari 30 persen memiliki neuropati otonom.

Hilangnya sensasi yang terjadi dengan neuropati dapat membuat seseorang lebih sulit untuk melihat luka kecil. Baca juga: 5 Penyakit Akibat Konsumsi Gula Berlebih, Tak Hanya Diabetes Dikombinasikan dengan sirkulasi yang buruk, kondisi ini dapat menyebabkan komplikasi yang parah. Misalnya, jika seseorang tidak menyadari adanya lepuh di kakinya, infeksi dapat berkembang dan memburuk dengan cepat.

Sirkulasi yang buruk berkontribusi untuk ini. Ulserasi dan kematian jaringan dapat terjadi, dan amputasi mungkin diperlukan dalam beberapa kasus.3. Pada ginjal dan sistem kemih Seiring waktu, kadar gula darah yang tinggi dapat merusak pembuluh darah di ginjal.

Erusakan ini dapat mencegah ginjal menyaring limbah dari darah dan pada gilirannya bisa terjadi gagal ginjal. NIDDK menggambarkan diabetes sebagai salah satu penyebab utama penyakit ginjal. Ini mempengaruhi 1 dari 4 orang dengan diabetes. Nefropati diabetik adalah penyakit ginjal yang menyerang penderita diabetes.

Baca juga: 8 Penyebab Penyakit Ginjal Kronis yang Perlu Diwaspadai 4. Penglihatan Diabetes meningkatkan risiko sejumlah masalah mata, beberapa di antaranya dapat menyebabkan kehilangan penglihatan. Masalah jangka pendek termasuk penglihatan kabur, karena gula darah tinggi.

Glaukoma Retinopati diabetik Edema makula Katarak

Melakukan tes mata secara teratur, mengelola gula darah, dan menghindari atau berhenti merokok semuanya dapat membantu melindungi kesehatan mata dengan diabetes.5. Sistem pencernaan Kerusakan sistem saraf dapat memengaruhi fungsi tubuh otonom, termasuk pencernaan.

Mual Muntah Refluks asam Kembung Sakit perut Penurunan berat badan dalam kasus yang parah

6. Pada kulit Melansir Health Line, ada hubungan antara diabetes dan berbagai kondisi kulit. Gejalanya bisa berkisar dari ringan hingga parah. Baca juga: 10 Cara Mengatasi Kulit Kering secara Alami Masalahnya termasuk peluang lebih tinggi bagi penderita diabetes untuk mengalami kondisi kulit berikut:

Kulit kering Skin tag atau daging tumbuh di permukaan kulit yang berukuran kecil dan menyerupai kutil Bercak hitam pada kulit, yang dikenal sebagai acanthosis nigricans Infeksi bakteri, seperti bintit atau bisul Infeksi jamur, seperti sariawan atau kutu air Gatal Dermopati diabetik, yang melibatkan bercak bulat, coklat, dan bersisik yang tidak berbahaya tapi berpotensi mengganggu Lecet

Studi juga menemukan hubungan antara kejadian diabetes tipe 2 dan psoriasis (peradangan pada kulit). Bisul bisa pula berkembang jika infeksi kulit menjadi parah. Bisul adalah luka terbuka yang lambat sembuh. Seseorang dengan kadar gula darah tinggi mungkin juga memiliki kadar trigliserida atau lemak dalam darah yang tinggi.

  1. Ondisi ini dapat menyebabkan xanthomatosis erupsi, ruam lesi kuning kemerahan yang disebut xanthomas yang juga bisa menjadi tanda peringatan pankreatitis.
  2. Apalan, luka kaki, dan kulit kering juga bisa menimbulkan masalah.
  3. Jika luka berkembang dari ini, bisul bisa muncul.
  4. Tanpa penanganan, ulkus kaki bisa menjadi berbahaya, mungkin mengakibatkan perlunya amputasi.

Baca juga: 11 Tanda Awal Kehamilan yang Sering Tak Disadari, Termasuk Jerawat? 7. Masalah metabolisme Metabolisme adalah proses di mana tubuh mengubah nutrisi menjadi energi. Gangguan pada proses ini dapat menyebabkan berbagai komplikasi, beberapa di antaranya dapat mengancam jiwa.

Apa saja itu? Ketoasidosis diabetik Ketoasidosis diabetik (DKA) adalah komplikasi diabetes akut yang mengancam jiwa. Itu terjadi ketika tubuh tidak dapat menggunakan glukosa untuk energi, sehingga lemak mulai rusak. Saat melakukan ini, tubuh melepaskan bahan kimia yang dikenal sebagai keton. Kadar keton yang tinggi bisa membuat darah menjadi terlalu asam.

Baca juga: 8 Komplikasi Diabetes Melitus yang Perlu Diwaspadai Dalam beberapa jam, ini bisa menimbulkan berbagai gejala, termasuk:

Mulut kering Mual dan muntah Sakit perut Sesak napas Kehilangan kesadaran dan koma

Tanpa pengobatan, DKA bisa berakibat fatal. DKA kemungkinan besar memengaruhi seseorang dengan diabetes tipe 1, tetapi bisa juga terjadi pada tipe 2 jika kadar gula darah naik terlalu jauh. Keadaan hiperglikemik hiperosmolar Keadaan hiperglikemik hiperosmolar (HHS) terjadi ketika gula darah sangat tinggi.

Dehidrasi Kebingungan Kehilangan kesadaran dan koma

HHS bisa berakibat fatal jika seseorang tidak mendapat pengobatan dengan cepat. Baca juga: 9 Bahaya Tak Minum Air Putih 8 Gelas Sehari Sindrom metabolik Sindrom metabolik mengacu pada kumpulan kondisi dan gejala, termasuk diabetes, tekanan darah tinggi, dan obesitas. Seorang dokter dapat mendiagnosis sindrom metabolik jika seseorang memiliki tiga dari lima gejala berikut:

Gula darah puasa tinggi Kolesterol jahat (LDL) tinggi dan kolesterol baik (HDL) rendah Hipertensi, atau tekanan darah tinggi Ukuran pinggang yang besar, karena tubuh gemuk di sekitar bagian tengah tingkat trigliserida yang tinggi dalam darah

Faktor risiko diabetes dan aspek sindrom metabolik lainnya termasuk aktivitas fisik yang rendah dan berat badan berlebih. Baca juga: Jenis-jenis Obat Diabetes Tipe 1 dan Obat Diabetes Tipe 2 8. Kesehatan dan kesuburan seksual Kerusakan terkait diabetes pada pembuluh darah dan sistem saraf otonom dapat berdampak negatif pada fungsi seksual dan kemampuan tubuh untuk mengirim dan merespons rangsangan seksual.

Kondisi berdampak pada kesehatan mental Khawatir bahwa seks dapat menurunkan kadar glukosa, yang menyebabkan hipoglikemia Ketidakpastian tentang apa yang harus dilakukan dengan pompa insulin

Namun, ada cara untuk mengatasi semua masalah ini. Baca juga: 3 Teknik Menunda Ejakulasi untuk Cegah Ejakulasi Dini 9. Kesuburan Diabetes dapat memengaruhi kesuburan baik pada pada pria maupun wanita. Penelitian yang muncul pada 2009 menemukan bahwa anak perempuan yang didiagnosis diabetes tipe 1 sebelum usia 10 tahun lebih mungkin untuk mulai menstruasi lebih lambat daripada mereka yang tidak menderita penyakit tersebut.

  1. Etidakteraturan menstruasi juga umum terjadi setelah menstruasi dimulai, dan menopause dapat dimulai lebih awal.
  2. Penelitian juga mencatat bahwa ada hubungan antara diabetes tipe 2 dan infertilitas, lamanya siklus menstruasi, dan usia dimulainya menopause.
  3. Hubungan ini mungkin disebabkan oleh tingginya insiden sindrom ovarium polikistik (PCOS) dan obesitas pada penderita diabetes, yang keduanya dapat meningkatkan kemungkinan masalah kesuburan.

Diabetes juga dapat menyebabkan komplikasi kehamilan, oleh karena itu, manajemen gula darah yang baik selama masa kehamilan sangat penting. Baca juga: 16 Makanan untuk Meningkatkan Kesuburan Saat Program Hamil Penelitian pada 2018 menemukan bahwa pria dengan diabetes tipe 1 dan tipe 2 cenderung memiliki kualitas sperma yang lebih rendah dan risiko kemandulan yang lebih tinggi.10.

See also:  How To Care Foot In Diabetes?

Kekhawatiran tentang pengobatan, kesehatan, dan kemungkinan komplikasi dapat menimbulkan stres, kecemasan, dan depresi Orang dapat khawatir tentang biaya pengobatan dan apakah mereka melakukannya dengan benar atau tidak, terutama jika gejala berubah Saat seseorang merasa lelah, akan lebih mudah untuk melakukan kebiasaan buruk, misalnya tidak berolahraga

Mempelajari sebanyak mungkin tentang diabetes dapat membantu mengurangi stres. Semakin banyak seseorang mengetahui tentang kondisi mereka, semakin besar kontrol yang mereka rasakan terhadap diabetes dan pengobatannya. Mengetahui apa yang harus dilakukan dalam setiap situasi dapat meningkatkan kepercayaan diri seseorang dan membuat mereka merasa lebih baik secara keseluruhan.

  1. Bekerja sama dengan ahli kesehatan dapat membantu meminimalkan masalah ini.
  2. Seorang dokter atau konselor dapat membantu membuat rencana untuk mengurangi risiko masalah kesehatan mental.
  3. Baca juga: Tak Selalu Buruk, Stres Juga Punya 4 Manfaat Berikut Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com.

Mari bergabung di Grup Telegram “Kompas.com News Update”, caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Apakah yg terjadi jika proses peredaran darah kecil dan peredaran darah besar terganggu?

Berdasarkan penjelasan di atas dapat disimpulkan bahwa apabila sistem peredaran darah besar dan kecil terganggu artinya sistem peredaran darah tidak dapat mengangkut oksigen dan karbondioksida dengan baik, akibatnya ​​akan berdampak pada fungsi tubuh secara menyeluruh karena aliran darah yang menuju ke seluruh tubuh

Penyakit komplikasi disebabkan karena apa?

Komplikasi Adalah Perubahan Penyakit dalam Tubuh, Berikut Penyebab dan Jenis-jenisnya | merdeka.com Proses Yang Terganggu Pada Orang Yang Menderita Penyakit Diabetes Ilustrasi pasien operasi. ©Shutterstock.com/Monkey Business Images Merdeka.com – Anda pasti sudah pernah menjumpai kata ketika menonton berita atau ketika membaca sebuah artikel kesehatan. Atau mungkin Anda juga sudah pernah mendengarnya langsung dari dokter atau tenaga medis lainnya.

Omplikasi bukanlah sebuah penyakit. perubahan pada sebuah penyakit atau kondisi kesehatan yang tidak dikehendaki. Jadi, komplikasi hanya istilah yang menggambarkan adanya beberapa penyakit yang menyerang tubuh seseorang. terjadi karena beberapa faktor. Beberapa penyebab komplikasi adalah karena adanya efek dari konsumsi obat kimia yang terlalu banyak, tindakan medis, atau karena penyakit tertentu.

Karena komplikasi adalah perubahan suatu penyakit, maka sebuah penyakit baru bisa saja muncul sebagai hasil komplikasi dari penyakit yang sudah diderita oleh seseorang sebelumnya. Untuk penjelasan lebih lanjut, berikut telah kami rangkum dari berbagai sumber untuk menyampaikan beberapa hal terkait,2 dari 6 halaman ©www.wikinut.com Selain karena obat kimia, tindakan medis, atau penyakit tertentu, penyebab lain dari komplikasi adalah:• Daya tahan tubuh yang rendah.• Adanya penyakit yang menjalar ke seluruh tubuh.• Ketidakmampuan pembuluh darah dalam menetralisir semua penyakit.

  • • Hipoglikemia.
  • 3 dari 6 halaman

Komplikasi adalah penyakit yang muncul karena adanya efek dari penyakit tertentu yang ada pada tubuh. Penyebab lain komplikasi adalah konsumsi obat kimia atau karena tindakan medis tertentu. Contoh penyakit komplikasi adalah diabetes, yang dapat menimbulkan komplikasi pada ginjal dan jantung. Penyakit komplikasi lainnya antara lain adalah: Gagal Jantung Proses Yang Terganggu Pada Orang Yang Menderita Penyakit Diabetes www.boldsky.com Gagal jantung adalah salah satu penyakit komplikasi yang sangat umum terjadi. Kondisi gagal jantung terjadi akibat kinerja jantung yang tidak mampu untuk memenuhi kebutuhan aliran darah ke seluruh tubuh. Gagal jantung ini terjadi ketika otot-otot jantung tidak mampu lagi untuk memompa darah.

  1. Henti Jantung Henti jantung menjadi penyakit yang perlu diwaspadai, karena penyakit ini termasuk kondisi yang darurat.
  2. Jika penyakit ini tidak segera ditangani, bisa menyebabkan terjadinya kematian mendadak.
  3. Henti jantung sendiri adalah sebuah penyakit komplikasi yang terjadi akibat kondisi jantung yang berhenti berdetak secara tiba-tiba.

Gangguan irama jantung ini dapat menjadi penyebab terjadinya gangguan pernapasan atau bahkan kehilangan kesadaran.4 dari 6 halaman © familybestcare.com Stroke merupakan kondisi yang sering dialami oleh banyak orang. Penyakit ini disebabkan karena adanya gumpalan darah. Kondisi ini akan menyebabkan aliran darah menuju ke otak menjadi terhambat. Gumpalan darah ini bisa muncul ketika jantung tidak mampu lagi bekerja dengan baik.

  • Stroke merupakan penyakit yang dampaknya sangat luas.
  • Penyakit ini bisa menyebabkan gangguan dalam berbicara, mengingat, dan juga kemampuan koordinasi.
  • Stroke juga bisa menyebabkan tubuh mengalami mati rasa.
  • Itulah kenapa, kondisi ini harus diwaspadai karena bisa menyebabkan kerusakan secara cepat dan sifatnya permanen.

Emboli Paru Emboli paru adalah suatu kondisi di saat arteri pulmonalis mengalami penyumbatan. Penyumbatan ini menyebabkan tubuh menjadi kekurangan oksigen dengan sangat cepat. Akibatnya, ada beberapa gejala yang muncul, seperti kesulitan bernapas, dada terasa sakit, serta kulit menjadi membiru.

  • Ondisi berbahaya ini perlu diwaspadai karena bisa membahayakan nyawa seseorang.5 dari 6 halaman Aneurisma merupakan jenis penyakit komplikasi yang sangat serius.
  • Gejala penyakit ini yaitu adanya pembengkakan arteri pada bagian tubuh tertentu.
  • Jika aneurisma mengalami pecah, kondisi ini bisa berakibat fatal karena akan terjadi pendarahan di dalam tubuh atau pendarahan internal.

Arteri Perifer Penyempitan pembuluh darah akan menyebabkan dampak buruk pada aliran darah yang menuju ke jantung. Kondisi ini bisa berdampak buruk pada bagian ujung tubuh karena pada bagian ujung tubuh tersebut, tidak akan bisa mendapatkan aliran darah yang cukup.

  1. ©2019 Merdeka.com/Tantri Setyorini
  2. P engobatan alami yang bisa diterapkan pada penyakit komplikasi adalah:
  3. Kulit Manggis

Dalam sebuah penelitian, menunjukkan hasil bahwa ekstrak kulit manggis mempunyai aktivitas melawan sel kanker yang ditimbulkan dari penyakit komplikasi. Selain itu, ekstrak kulit manggis juga bisa digunakan untuk antihistamin, antiinflamasi, menekan sistem saraf pusat, dan tekanan darah, serta antiperadangan.

  1. Ulit manggis akan menekan sistem saraf pusat dan menstabilkan tekanan darah, sehingga hipertensi, yang dianggap sebagai penyebab penyakit komplikasi, tidak akan timbul.
  2. Mengkudu Meskipun memiliki bau yang tidak sedap, buah mengkudu memiliki kandungan antioksidan tinggi yang dapat mencegah timbulnya penyakit komplikasi.

Mengkudu dapat meminimalisir munculnya penyakit diabetes dengan cara menstabilkan kadar kolesterol dan gula darah dalam tubuh.

  • Teh Hijau
  • Penelitian dari Campinas State University di Brazil menunjukkan bahwa, zat antioksidan dan antiinflamasi yang ada di dalam teh hijau mampu mencegah dan mengobati penyakit komplikasi yang disebabkan oleh diabetes.
  • Kandungan polifenolnya pun dipercaya dapat menurunkan tekanan darah dan memberikan perlindungan pada tubuh dari penyakit kardiovaskular.

: Komplikasi Adalah Perubahan Penyakit dalam Tubuh, Berikut Penyebab dan Jenis-jenisnya | merdeka.com

Kenapa bisa terjadi komplikasi?

Proses Yang Terganggu Pada Orang Yang Menderita Penyakit Diabetes Salah satu contoh komplikasi penyakit ada komplikasi diabetes akibat gula darah tidak terkontrol. GridHEALTH.id – Komplikasi adalah perubahan pada sebuah penyakit atau kondisi kesehatan yang tidak dikehendaki. Jadi, komplikasi hanya istilah yang menggambarkan adanya beberapa penyakit yang menyerang tubuh seseorang.

Omplikasi biasanya terjadi karena beberapa faktor. Beberapa penyebab komplikasi adalah karena adanya efek dari konsumsi obat kimia yang terlalu banyak, tindakan medis, atau karena penyakit tertentu. Karena komplikasi adalah perubahan suatu penyakit, maka sebuah penyakit baru bisa saja muncul sebagai hasil komplikasi dari penyakit yang sudah diderita oleh seseorang sebelumnya.

Selain karena obat kimia, tindakan medis, atau penyakit tertentu, penyebab lain dari komplikasi adalah: – Daya tahan tubuh yang rendah. – Adanya penyakit yang menjalar ke seluruh tubuh. Baca Juga: Sering Disebut, Apa Itu Komplikasi Penyakit? Ini Dia Penjelasannya Baca Juga: Healthy Move, 7 Tips Untuk Berjalan di Pantai Agar Manfaatnya Maksimal – Ketidakmampuan pembuluh darah dalam menetralisir semua penyakit.

  1. Contoh penyakit komplikasi adalah diabetes, yang dapat menimbulkan komplikasi pada ginjal dan jantung.
  2. Penyakit komplikasi lainnya antara lain adalah: Gagal jantung.
  3. Gagal jantung adalah salah satu penyakit komplikasi yang sangat umum terjadi.
  4. Ondisi gagal jantung terjadi akibat kinerja jantung yang tidak mampu untuk memenuhi kebutuhan aliran darah ke seluruh tubuh.

Gagal jantung ini terjadi ketika otot-otot jantung tidak mampu lagi untuk memompa darah. Henti jantung. Menjadi penyakit yang perlu diwaspadai, karena penyakit ini termasuk kondisi yang darurat. Jika penyakit ini tidak segera ditangani, bisa menyebabkan terjadinya kematian mendadak.

  • Henti jantung sendiri adalah sebuah penyakit komplikasi yang terjadi akibat kondisi jantung yang berhenti berdetak secara tiba-tiba.
  • Gangguan irama jantung ini dapat menjadi penyebab terjadinya gangguan pernapasan atau bahkan kehilangan kesadaran.
  • Baca Juga: Perawatan Luka Kaki Diabetes, Diperlukan Kesabaran Karena Sembuhnya Lama Baca Juga: Healthy Move, Pakai Kursi Roda Bisa Berolahraga Agar Selalu Bugar Stroke.

Sekarang semakin banyak orang muda yang mengalami. Penyakit ini disebabkan karena adanya gumpalan darah. Kondisi ini akan menyebabkan aliran darah menuju ke otak menjadi terhambat. Gumpalan darah ini bisa muncul ketika jantung tidak mampu lagi bekerja dengan baik.

  1. Stroke merupakan penyakit yang dampaknya sangat luas.
  2. Penyakit ini bisa menyebabkan gangguan dalam berbicara, mengingat, dan juga kemampuan koordinasi.
  3. Stroke juga bisa menyebabkan tubuh mengalami mati rasa.
  4. Itulah kenapa, kondisi ini harus diwaspadai karena bisa menyebabkan kerusakan secara cepat dan sifatnya permanen.
See also:  What Is The Different Between Diabetes Type 1 And Diabetes Type 2?

Emboli paru. Adalah suatu kondisi di saat arteri pulmonalis mengalami penyumbatan, akibatnya tubuh menjadi kekurangan oksigen dengan sangat cepat. Dampaknya, ada beberapa gejala yang muncul, seperti kesulitan bernapas, dada terasa sakit, serta kulit menjadi membiru.

  • Ondisi berbahaya ini perlu diwaspadai karena bisa membahayakan nyawa seseorang.
  • Baca Juga: 5 Hal Yang Harus Diketahui Tentang Penyakit Tangan Kaki dan Mulut Baca Juga: 6 Tips Praktis Untuk Mencegah Kaki Bengkak Pada Penyandang Diabetes Aneurisma,
  • Merupakan jenis penyakit komplikasi yang sangat serius.

Gejala penyakit ini yaitu adanya pembengkakan arteri pada bagian tubuh tertentu. Jika aneurisma mengalami pecah, kondisi ini bisa berakibat fatal karena akan terjadi pendarahan di dalam tubuh atau pendarahan internal. Baca Juga: Bee Propolis dari Produk Lebah Bisa Menjaga Kebersihan Organ Intim Baca Juga: Sperma Pria yang Belum Divaksin Covid-19 Disebut Bakal Berharga di Masa Depan? Cek Fakta Sebenarnya Diabetes.

Kenapa diabetes menyerang saraf?

Penyebab Neuropati Diabet ik – Neuropati diabetik terjadi pada penderita diabetes ketika kadar gula darah tinggi melemahkan dinding pembuluh darah yang memberi asupan oksigen dan nutrisi untuk sel saraf. Akibatnya, terjadi kerusakan dan gangguan pada fungsi saraf. Kerusakan saraf tersebut dapat dipercepat atau diperburuk oleh kombinasi sejumlah faktor berikut:

Penyakit autoimun yang menyerang saraf sehingga terjadi peradangan pada saraf Kebiasaan merokok Konsumsi minuman beralkohol

Apakah diabetes mempengaruhi tekanan darah?

“Tidak hanya diabetes yang wajib diperhatikan, tekanan darah pun sudah seharusnya selalu diperhatikan agar tubuh tidak mengalami penyakit hipertensi. Yuk, ketahui hubungan diabetes dengan hipertensi.” Halodoc, Jakarta – Benarkah penyakit diabetes selalu berkaitan dengan hipertensi? Sebelum kita membahas lebih jauh mengenai dua penyakit ini, ada baiknya kita mengenal terlebih dahulu masing-masing dari penyakit ini.

Diabetes (diabetes melitus) merupakan penyakit jangka panjang atau kronis yang ditandai dengan kadar gula darah (glukosa dalam darah), yang jauh di atas normal. Glukosa sangatlah penting bagi kesehatan kita, karena glukosa merupakan sumber energi utama bagi otak maupun sel-sel yang membentuk otak serta jaringan pada tubuh.

Gejala diabetes yang paling nyata terlihat dan sering dialami adalah luka yang tiba-tiba sulit sekali untuk kering. Kadar gula yang baik untuk tubuh adalah 70 – 130 mg/dL (sebelum makan), 180 mg/dL (2 jam setelah makan), 100 mg/dL (Puasa), dan 100 – 140 mg/dL (menjelang tidur).

Takaran inilah yang masih normal dan dapat diterima oleh tubuh. Apabila tubuh menerima glukosa terlalu banyak, maka dapat mengakibatkan penyakit diabetes. Tidak hanya diabetes yang wajib diperhatikan, tekanan darah pun sudah seharusnya selalu diperhatikan agar tubuh tidak mengalami penyakit hipertensi.

Hipertensi merupakan sebuah kondisi tekanan darah menjadi tinggi dan dapat mengakibatkan penyakit lain, seperti penyakit jantung. Tekanan darah ini adalah kekuatan darah dari jantung yang memompa darah yang mendorong melawan dinding arteri. Lalu apa hubungan diabetes dengan hipertensi? Hipertensi atau tekanan darah tinggi bisa terjadi dikarenakan adanya komplikasi penyakit diabetes yang kronis.

Maka tak heran jika pengidap diabetes memiliki sekitar 40% angka hilangnya nyawa pada seseorang yang disebabkan oleh penyakit jantung koroner terkait dengan meningkatnya lemak dalam darah yang menyebabkan plak plak. Namun, terdapat alasan yang dapat menjelaskan tentang adanya hubungan diabetes dengan hipertensi.

Berikut alasan yang melatarbelakangi hubungan diabetes dengan hipertensi: 1. Memiliki Sifat Fisiologi yang Sama Hubungan diabetes dengan hipertensi terjadi bersamaan, karena kedua penyakit tersebut memiliki ciri-ciri fisiologis yang sama, yaitu memungkinkan penyakit lain terjadi.

Peningkatan volume cairan: diabetes akan meningkatkan jumlah total cairan dalam tubuh, yang cenderung meningkatkan tekanan darah. Peningkatan kekuatan arteri: diabetes dapat menurunkan kemampuan pembuluh darah untuk meregang, meningkatkan tekanan darah rata-rata. Gangguan penanganan insulin: perubahan dalam cara tubuh memproduksi dan menangani insulin dapat langsung menyebabkan peningkatan tekanan darah. Terjadi peningkatan trigliserida: pemicu timbulnyaplak plak yang dapat menyumbat pembuluh darah

2. Faktor Pemicu Serupa Diet tinggi lemak yang kaya akan garam dan gula dapat diproses dan menempatkan beban lebih pada aktivitas produksi enzim dan sistem kardiovaskular. Rendahnya tingkat aktivitas fisik menurunkan efisiensi insulin dan menyebabkan arteri menjadi kaku, dan respon sistem kardiovaskular yang kurang baik.

  • Elebihan berat badan juga memiliki konsekuensi yang sama dan merupakan faktor risiko yang kuat untuk terjadinya diabetes maupun tekanan darah tinggi.
  • Baca Juga: 4 Mitos & Fakta Diabetes yang Harus Diketahui 3.
  • Diabetes dan Hipertensi Bisa Memperparah Keadaan Kelebihan gula dapat memiliki banyak konsekuensi, termasuk kerusakan pada pembuluh darah sensitif secara perlahan yang disebut kapiler.

Kerusakan kapiler tertentu dalam ginjal, dapat merusak kemampuan tekanan darah yang mengatur ke dalam ginjal dan hal ini menyebabkan tekanan darah tinggi. Hipertensi sendiri juga memengaruhi sekresi insulin di pankreas, yang meningkatkan kadar gula darah.

  • Dengan ‘kemampuannya’ tersebut, kombinasi tekanan diabetes atau hipertensi adalah sebuah sistem yang dapat memperparah kondisi itu sendiri yang menyebabkan kedua penyakit ini cenderung semakin kurang baik dari waktu ke waktu.
  • Dari ketiga alasan tersebut membuktikan bahwa hubungan diabetes dengan hipertensi mempunyai keterkaitan yang cukup erat, dan tidak menutup kemungkinan keduanya juga berisiko memunculkan penyakit lain, seperti penyakit jantung, gagal ginjal dan penyakit lainnya.

Risiko penyakit diabetes dapat dipengaruhi juga dari riwayat keluarga, yang memungkinkan seseorang terkena risiko 3x lebih tinggi. Gaya hidup sehat memang sangat dibutuhkan, untuk menghindari penyakit diabetes dan hipertensi. Apabila kamu ingin berdiskusi masalah kesehatan kepada dokter, namun tidak memiliki waktu berkunjung ke dokter, jangan khawatir! Kini kamu bisa dengan mudah bertanya-jawab dengan dokter umum ataupun dengan dokter spesialis secara online melalui aplikasi Halodoc,

Mengapa diabetes menyebabkan gagal jantung?

ubuh, sehingga dapat menyebabkan tekanan darah tinggi. Diabetes dan Hipertensi Picu Penyakit Jantung Pengidap diabetes rentan untuk terkena serangan jantung, tetapi risikonya semakin tinggi pada pengidap diabetes tipe 2. Hubungan antara penyakit diabetes dengan serangan jantung berawal dari tingginya kadar gula pengidap diabetes.

  1. Pasalnya, kadar gula yang tinggi bila dibiarkan tidak terkontrol dapat meningkatkan risiko penyakit jantung.
  2. Hal ini dikarenakan, glukosa berlebih yang mengalir dalam darah pengidap diabetes dapat merusak pembuluh darah dan akhirnya memicu serangan jantung.
  3. Melansir dari Direktorat P2PTM Kementerian Kesehatan RI, bila pembuluh darah besar koroner mengalami kerusakan akibat diabetes yang tidak terkontrol, maka pembuluh darah jantung yang rusak dapat menyebabkan penyakit jantung koroner dan serangan jantung mendadak.

Selain itu, tingginya tekanan darah akibat hipertensi dapat mengakibatkan aterosklerosis, Kondisi tersebut adalah terjadinya penumpukan lemak pada dinding pembuluh darah koroner, sehingga menimbulkan pembentukan plak. Plak yang terbentuk ini nantinya akan membuat pembuluh darah koroner menyempit, bahkan penyumbatan mendadak juga bisa saja terjadi.

  • Akibatnya, gejala seperti nyeri pada dada, sesak napas, irama jantung tidak teratur, pingsan, hingga dampak yang lebih fatal dapat terjadi.
  • Sebab, asupan darah yang dialirkan ke seluruh tubuh menuju jantung tidak dapat tercukupi dengan baik.
  • Tak hanya mengakibatkan kerusakan pada pembuluh darah koroner, tekanan yang berlebihan pada pembuluh darah akan membuat jantung bekerja lebih keras untuk memompa darah.

Kondisi ini dapat memicu terjadinya penebalan dan penurunan elastisitas otot jantung. Baca juga: Diabetes Melitus Picu Terjadinya Gangguan Sistem Endokrin Jangan Sampai Putus Obat Penjelasan sebelumnya membuktikan bahwa diabetes sangat berkaitan dengan hipertensi, yang bila dibiarkan nantinya dapat memicu terjadinya komplikasi penyakit jantung.

Eduanya saling berkesinambungan dan memiliki faktor pemicu yang sama. Maka dari itu, pengidap diabetes dan hipertensi tentu harus menjalani pengobatan sesuai anjuran dokter. Sebenarnya penggunaan obat-obatan tidak dapat menyembuhkan diabetes atau hipertensi secara total. Namun, melalui konsumsi obat diabetes dan suntik insulin, pengidap diabetes dapat mengontrol kadar gula dalam darah.

Pengidap hipertensi pun juga dapat menjaga tekanan darahnya melalui penggunaan obat. Alhasil, risiko terjadinya komplikasi yang lebih serius seperti penyakit jantung dapat berkurang. Selain itu, penerapan gaya hidup yang lebih sehat juga perlu diterapkan.

  1. Misalnya seperti mengonsumsi makanan dengan gizi seimbang dan kaya nutrisi, menghindari asupan yang dianggap pantangan, rutin berolahraga, serta mengelola stres dengan baik.
  2. Baca juga: Adakah Hubungan Diabetes dengan Hipertensi? Begini Penjelasannya Selain menjalani pengobatan dan menerapkan pola hidup sehat, pemeriksaan fisik secara rutin juga diperlukan bagi pengidap diabetes.

Apabila kamu atau orang terdekatmu mengidap diabetes dan memerlukan pemeriksaan fisik, kamu dapat membuat janji dengan dokter melalui aplikasi Halodoc, Tentunya tanpa harus menunggu atau mengantri berlama-lama di rumah sakit. Jadi tunggu apa lagi? Yuk download aplikasi Halodoc sekarang! Proses Yang Terganggu Pada Orang Yang Menderita Penyakit Diabetes Referensi:

Adblock
detector