Proses Pembentukan Urin Yang Terganggu Pada Penderita Diabetes Melitus?

Proses Pembentukan Urin Yang Terganggu Pada Penderita Diabetes Melitus
Diabetes mellitus (kencing manis) merupakan kelainan pada sistem ekskresi. Diabetes mellitus adalah penyakit yang terjadi karena terdapat glukosa dalam urin. Kondisi ini terjadi karena adanya penurunan produksi insulin yang dihasilkan oleh pankreas. Menurunnya hormon insulin menyebabkan terganggunya proses perombakan glukosa menjadi glikogen dan reabsorpsi glukosa dalam glomerulus.

Dengan demikian, pilihan jawaban yang tepat adalah C. – Diabetes mellitus (kencing manis) merupakan kelainan pada sistem ekskresi. Diabetes mellitus adalah penyakit yang terjadi karena terdapat glukosa dalam urin. Kondisi ini terjadi karena adanya penurunan produksi insulin yang dihasilkan oleh pankreas.

Menurunnya hormon insulin menyebabkan terganggunya proses perombakan glukosa menjadi glikogen dan reabsorpsi glukosa dalam glomerulus. Dengan demikian, pilihan jawaban yang tepat adalah C.

Apa saja proses yang terjadi dalam pembentukan urine?

Bagaimana Proses Pembentukan Urine di Tubuh Kita? Siswa Wajib Tahu! Jakarta – Proses pembuangan zat-zat sisa metabolisme disebut sebagai ekskresi. Salah satu zat yang harus dikeluarkan melalui proses ekskresi adalah urine. Tahukah kamu bagaimana ? Proses metabolisme dalam tubuh menghasilkan zat-zat sisa yang menjadi sampah.

Menurut buku Sistem Ekskresi karya Nur Risnawati Kusuma, zat-zat sisa ini harus dikeluarkan dari dalam tubuh karena sudah tidak digunakan lagi. Apabila dibiarkan mengendap di dalam tubuh, zat sisa menjadi berbahaya karena meracuni tubuh. Proses pembentukan urine terjadi di ginjal. Fungsi utama ginjal adalah menyaring darah.

Setelah proses penyaringan tersebut, zat sisa berbentuk urine dikeluarkan, seperti dikutip dari Modul Biologi Kelas XI terbitan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. Proses pembentukan urine terjadi dalam tiga tahap, yaitu penyaringan (filtrasi), penyerapan kembali (reabsorbsi), dan pengumpulan (augmentasi), seperti dijelaskan dalam Seri IPA Biologi oleh Deswaty Furqonita.

Proses apa yang akan dialami oleh air hasil penyaringan jika dikaitkan dengan peristiwa pembentukan urine di ginjal?

Air bersama-sama dengan darah masuk ke dalam glomerulus dan mengalami proses filtrasi yaitu proses penyaringan. Hasil dari proses filtrasi adalah urine primer yang masih mengandung zat-zat penting dalam tubuh seperti air, glukosa, asam amino dan ion-ion.

Urine primer akan mengalir melalui tubulus proksimal dan terjadi proses reabsorpsi yaitu penyerapan kembali zat-zat yang masih diperlukan oleh tubuh. Selain itu terjadi penyerapan air di sepanjang lengkung Henle. Pada proses inilah yang mempengaruhi banyak sedikitnya jumlah urine yang dihasilkan. Selain itu hormon ADH juga berperan dalam penyerapan air di lengkung Henle.

Semakin banyak hormon ADH yang dihasilkan oleh kelenjar hipofisis, semakin banyak air yang diserap oleh lengkung Henle. Akibatnya, jumlah urine yang dihasilkan sedikit dan begitupun sebaliknya. Jadi, air hasil penyaringan di glomerulus akan mengalami proses reabsorpsi di tubulus proksimal dan sepanjang lengkung Henle menuju tubulus distal sehingga mempengaruhi kadar urine yang dihasilkan.

  • Air bersama-sama dengan darah masuk ke dalam glomerulus dan mengalami proses filtrasi yaitu proses penyaringan.
  • Hasil dari proses filtrasi adalah urine primer yang masih mengandung zat-zat penting dalam tubuh seperti air, glukosa, asam amino dan ion-ion.
  • Urine primer akan mengalir melalui tubulus proksimal dan terjadi proses reabsorpsi yaitu penyerapan kembali zat-zat yang masih diperlukan oleh tubuh.

Selain itu terjadi penyerapan air di sepanjang lengkung Henle. Pada proses inilah yang mempengaruhi banyak sedikitnya jumlah urine yang dihasilkan. Selain itu hormon ADH juga berperan dalam penyerapan air di lengkung Henle. Semakin banyak hormon ADH yang dihasilkan oleh kelenjar hipofisis, semakin banyak air yang diserap oleh lengkung Henle.

Kondisi dimana urine yang diproduksi berlebihan karena adanya gangguan proses?

Penyebab dan Gejala Diabetes Insipidus – Diabetes insipidus terjadi akibat gangguan pada hormon yang membantu mengatur kadar cairan tubuh. Gangguan ini menyebabkan produksi urine menjadi berlebih sehingga penderita menjadi sering buang air kecil dalam jumlah banyak.

3 Jelaskan proses pembentukan urine terjadinya dimana dan apakah produk yang dihasilkan?

Urine merupakan zat sisa metabolisme tubuh yang diekskresikan oleh ginjal. Urine terbentuk di ginjal melalui 3 tahap yaitu filtrasi, reabsorpsi, dan augmentasi. Filtrasi, merupakan proses penyaringan darah yang terjadi di glomerulus, Hasil filtrasi berupa urine primer yang mengandung air dan zat lain sepertiglukosa, klorida, natrium, kalium, fosfat, urea, asam urat dan kreatinin.

Urine primer kemudian akan diproses di tahap selanjutnya, yaitu reabsorpsi. Reabsorpsi, merupakan proses penyerapan kembali zat-zat yang masih berguna bagi tubuh yang terjadi di tubulus kontortus proksimal. Zat yang masih berguna bagi tubuh, seperti glukosa akan dimasukkan kembali ke aliran darah, sedangkan zat yang sudah tidak berguna bagi tubuh akan diproses di tahap selanjutnya.

Hasil proses reabsorpsi berupa urine sekunder. Augmentasi, merupakan proses sekresi zat-zat yang sudah tidak diperlukan oleh tubuh. Proses augmentasi terjadi di tubulus kontortus distal. Hasil proses augmentasi yaitu berupa urine sejati yang kemudian akan dikeluarkan dari dalam tubuh.

See also:  Diagnosed With Diabetes Now What?

Filtrasi, merupakan proses penyaringan darah yang terjadi di glomerulus, Hasil filtrasi berupa urine primer yang mengandung air dan zat lain seperti glukosa, klorida, natrium, kalium, fosfat, urea, asam urat dan kreatinin. Urine primer kemudian akan diproses di tahap selanjutnya, yaitu reabsorpsi. Reabsorpsi, merupakan proses penyerapan kembali zat-zat yang masih berguna bagi tubuh yang terjadi di tubulus kontortus proksimal. Zat yang masih berguna bagi tubuh, seperti glukosa akan dimasukkan kembali ke aliran darah, sedangkan zat yang sudah tidak berguna bagi tubuh akan diproses di tahap selanjutnya. Hasil proses reabsorpsi berupa urine sekunder. Augmentasi, merupakan proses sekresi zat-zat yang sudah tidak diperlukan oleh tubuh. Proses augmentasi terjadi di tubulus kontortus distal. Hasil proses augmentasi yaitu berupa urine sejati yang kemudian akan dikeluarkan dari dalam tubuh.

Dimana proses pembentukan urine Sebutkan 3 proses pembentukan urine?

Ginjal merupakan tempat yang digunakan untuk mengeluarkan zat sisa metabolisme dalam bentuk urine. Proses pembentukan urine melalui tiga tahapan yaitu melalui mekanisme filtrasi, reabsorpsi dan sekresi.

Bagaimana cara menyerap air dan glukosa pada proses pembentukan urine?

MANUSIA saban harinya wajib melakukan ekskresi atau pembuangan zat-zat sisa metabolisme. Salah satunya yaitu buang air kecil alias kencing dengan mengeluarkan urine, Urine adalah hasil sisa metabolisme yang melalui proses sekresi dari ginjal yang kemudian dikeluarkan dari dalam tubuh melalui saluran kemih.

  1. Urine biasanya mengandung zat yang sudah tidak diperlukan oleh tubuh, sehingga perlu dikeluarkan karena dapat meracuni tubuh.
  2. Lalu bagaimana proses pembentukan urine? Proses pembentukan urine di dalam tubuh adalah salah satu cara alami tubuh untuk mengeluarkan zat sisa metabolisme dan racun tubuh serta kelebihan kadar air untuk memelihara kesehatan.

Proses pembentukan urine ini melibatkan beberapa organ terutama organ seperti ginjal, kandung kemih, dan saluran kemih. Zat-zat sisa atau produk sampingan dari metabolisme butuh dikeluarkan oleh tubuh melalui pengeluaran urine dan tinja. Semakin banyak cairan yang dikonsumsi, maka semakin banyak urine yang akan dihasilkan oleh tubuh.

Proses pembentukan urin terdiri dari tiga tahap, yaitu filtrasi (penyaringan), reabsorpsi (penyerapan kembali) dan augmentasi (pengeluaran zat).1.Filtrasi Proses pembentukan urine yang satu ini dilakukan dengan bantuan dari ginjal. Setiap ginjal mempunyai sekitar satu juta nefron,yaitu tempat pembentukan urine.

Pada waktu tertentu, sekitar 20 persen dari darah akan melewati ginjal untuk disaring. Hal ini dilakukan agar tubuh dapat menghilangkan zat-zat sisa metabolisme (limbah) dan menjaga keseimbangan cairan, pH darah, dan kadar darah. Proses penyaringan darah pun dimulai di ginjal.

  • Darah yang mengandung zat sisa metabolisme akan disaring karena dapat menjadi racun untuk tubuh.
  • Tahapan ini terjadi di badan malphigi yang terdiri dari glomerulus dan kapsul Bowman.
  • Glomerulus bertugas menyaring air, garam, glukosa, asam amino, urea, dan limbah lainnya agar dapat melewati kapsul Bowman.

Hasil penyaringan ini kemudian disebut sebagai urine primer. Urine primer termasuk urea di dalamnya merupakan hasil dari amonia yang sudah terakumulasi. Hal ini terjadi ketika hati memproses asam amino dan disaring oleh glomerulus. Baca Juga: Pascaoperasi Tumor, Pele Mengaku Merasa Lebih Baik 2.

  1. Reabsorpsi Setelah filtrasi, proses pembentukan urine selanjutnya adalah reabsorpsi, yakni penyaringan ulang.
  2. Sekitar 43 galon cairan melewati proses filtrasi.
  3. Namun, sebagian besar akan diserap kembali sebelum dikeluarkan dari tubuh.
  4. Penyerapan cairan tersebut dilakukan di tubulus proksimal nefron, tubulus distal, dan tubulus pengumpul.

Air, glukosa, asam amino, natrium dan nutrisi lainnya diserap kembali ke aliran darah di kapiler yang mengelilingi tubulus. Setelah itu, air bergerak melalui proses osmosis, yaitu pergerakan air dari area yang terkonsentrasi tinggi ke konsentrasi lebih rendah.

  1. Hasil dari proses ini adalah urine sekunder.
  2. Pada umumnya, semua glukosa akan diserap kembali.
  3. Namun, hal ini tidak berlaku pada penyandang diabetes karena glukosa berlebih akan tetap dalam filtrat.
  4. Setelah proses reabsorpsi berlangsung terbentuklah urin sekunder.
  5. Jika zat-zat yang dibutuhkan oleh tubuh diserap kembali, dibawa kemana ya zat-zat yang tidak diperlukan oleh tubuh? Nah, zat-zat ini akan disekresikan pada tahap augmentasi.3.

Augmentasi Augmentasi merupakan tahap terakhir dari proses pembentukan urin pada tubuh manusia. Jadi, seperti yang disebutkan di atas, zat-zat yang tidak diperlukan oleh tubuh akan disekresikan, di sinilah tempatnya. Augmentasi terjadi di tubulus kontortus distal dan tubulus kolektivus (pengumpul) sebagai tempat penyimpanan urin untuk sementara.

See also:  What Are The Effect Of Diabetes?

Apa itu proses filtrasi dalam pembentukan urine?

Pembentukan urine – Proses pembentukan urine merupakan cara alami yang dilakukan oleh tubuh untuk mengeluarkan racun dan kelebihan kadar air. Dampaknya itu kesehatan di dalam tubuh akan tetap terjaga. Semakin banyak cairan yang dikonsumsi oleh tubuh, akan semakin banyak urine yang dikeluarkan.

Dikutip situs Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud), ginjal berfungsi sebagai alat ekskresi untuk mengeluarkana zat sisa metabolisme berupa urea, zat sisa empedu dan garam dalam bentuk zat berlarut dalam air. Urine dibentuk di nefron dengan menyaring darah dan kemudian mengambil kembali ke dalam darah dengan bahan-bahan bermanfaat.

Itu tersisa bahan yang tidak berguna. Nantinya akan keluar dari nefron dalam bentuk suatu larutan yang disebut urine. Sebelum jadi urine, di dalam ginjal akan diproses terlebih dahulu. Baca juga: Sistem Ekskresi Manusia Ada tiga proses dalam pembentukan urine, yakni:

Filtrasi (penyaringan)

Filtrasi adalah proses penyaringan darah yang mengandung zat-zat sisa metabolisme yang dapat menjadi racun bagi tubuh. Filtrasi terjadi di glomerulus dan kapsul bowman yang menghasilkan filtrat gromerulus atau urin primer. Awalnya darah masuk ke glomerulus melalui arteriol affren t dan terjadi filtrasi.

  1. Urine primer akan memasuki kapsul bowman,
  2. Pada proses filtrasi terjadi akibat mengkerut dan mengembangnya arteriol afferent.
  3. Selama terjadi filtrasi sel-sel darah dan molekul protein tidak dapat disaring.
  4. Sementara molekul-molekul yang berukuran kecil, seperti garam, asam amino dan gula dapat disaring sampai menjadi bagian dari urin primer.

Jika hasil pemeriksaan laboratorium menunjukkan bahwa urine seseorang mengandung glukosa, hal ini dapat terjadi sebagai akibat terganggunya fungsi glomerulus.

Reabsorpsi (penyerapan kembali)

Reabsorpsi merupakan proses diserapnya kembali zat-zat yang masih bermanfaat untuk tubuh. Zat-zat yang diserap kembali oleh darah seperti, glukosa, asam amino, dan ion-ion anorganik. Proses tersebut terjadi karena transpor aktif. Di mana hasil dari reabsorpsi urine primer adalah urine sekunder yang mengandung sisa limbah nitrogen dan urea.

Augmentasi (pengeluaran zat)

Urine sekunder dari lengkung henle asende akan masuk ke tubulus distal. Di dalam tubulus distal urin sekunder mengalami augmentasi, yaitu proses penambahan zat-zat yang tidak diperlukan oleh tubuh ke dalam tubulus kontortus distal, Zat sisa yang dikeluarkan dari pembuluh darah kapiler adalah ion hidrogen, ion kalium, NH3 dan kreatinin.

Pengeluaran hidrogen membantu menjaga pH yang tetap dalam darah. Selama melewati tubulus distal dan tubulus kolektifus, urin kehilangan banyak air, konsentrasi urin semakin pekat. Baca juga: Mengenal Inkontinensia Urin, Penyakit Ngompol Orang Dewasa Setelah urine masuk pelvis renalis dan menuju ureter, akan dialirkan ke vesica urinaria untuk ditampung sementara waktu.

Pengeluaran urin diatur oleh otot-otot sfingter. Kandung kemih hanya mampu menampung kurang lebih 300 mililiter. Kadung kemih di kendalikan oleh saraf pelvis dan serabut saraf simpatis dari plexus hipogastrik.

Dimanakah proses terjadinya proses augmentasi?

Muthia banafsyah 2004034028 URINE ADALAH SALAH SATU HASIL SISTEM EKSKRESI PADA MANUSIA YANG MERUPAKAN HASIL PENYARINGAN DARAH OLEH GINJAL. •URINE MENGANDUNG ZAT-ZAT BERBAHAYA YANG HARUS DIKELUARKAN OLEH TUBUH •3 PROSES PEMBENTUKAN URIN 1. FILTRASI -Merupakan perpindahan cairan dari glomerurus menuju ke ruang kapsula bowman dengan menembus membran filtrasi.2.

  • hasil dari reabsorsi adalah urine sekunder/filtrat tubulus yang kadar ureanya lebih tinggi dari urine primer
  • 3. AUGMENTASI

Augmentasi adalah proses terakhir dalam pembentukan urine, dimana akan terjadi penyaringan kembali air, garam NaCl, dan urea. Proses ini terjadi di tubulus kontortus distal dan tubulus kolektivus (pengumpul).

URINALISIS Urinalisis adalah pemeriksaan yang dilakukan melalui analisis sampel urine di laboratorium. Pemeriksaan ini bertujuan untuk mendeteksi atau mendiagnosis penyakit serta memantau kondisi ISK, BATU GINJAL, DM, HATI. Pengawet Urine 1. Toluena : Pengawet ini banyak dipakai karena perombakan urin oleh kuman dihambat, lebih-lebih dalam keadaan dingin, baik sekali dipakai untuk mengawet glukosa, aseton dan asam aseto asetat.2.

Thymol : Sebutir thymol sebagai pengawet mempunyai daya seperti toulena juga.3. Asam sulfat pekat Dipakai pada pemeriksaan kuantitatif calcium, nitrogen dan kebanyakkan zat inorganik lain 4. Natrium karbonat Khusus dipakai untuk mengawetkan urobilinogen. Jika akan dipakai untuk menentukan eskresinya/24 jam.

Jenis sample urine untuk pemeriksaan

  1. Urine sewaktu
  2. Urine pagi
  3. Urin postprandial
  4. Urine porsi tengah
  5. Urine 24 jam
  6. Urine siang 12 jam,urine malam 12 jam
  7. Urine 3 gelas,dan 2 gelas pada laki laki
  8. Urine kateter
See also:  Pemanis Yang Disarankan Untuk Penderita Diabetes?

Kapan hormon insulin diproduksi?

Saat Anda sedang makan, pankreas akan melepaskan hormon insulin untuk mengubah glukosa menjadi energi, kemudian disebarkan ke seluruh tubuh.

Bagaimana patofisiologi diabetes mellitus tipe II?

Patofisiologi Diabetes Mellitus Tipe 2 Patofisiologi Diabetes Mellitus Tipe 2 karyanti 2022-07-12T09:37:35+07:00 2022-07-12T09:37:35+07:00 Patofisiologi diabetes mellitus tipe 2 (DM tipe 2) berkaitan dengan kombinasi dari beberapa aspek, seperti penurunan sekresi insulin, resistensi insulin, dan ominous octet,

Pada DM tipe 2, proses ini telah terjadi menahun sampai akhirnya menimbulkan gejala. Patofisiologi diabetes melitus tipe 2 berhubungan dengan gangguan homeostasis glukosa, yang berkaitan dengan hormon insulin dan glukagon. Pada kondisi normal, Insulin disekresikan oleh sel β pankreas saat glukosa kadar darah meningkat.

Insulin menurunkan kadar glukosa darah dengan cara menghambat produksi glukosa hepar lewat proses glukoneogenesis dan mengaktivasi glikolisis untuk oksidasi glukosa; meningkatkan uptake glukosa oleh hepar, otot skeletal, jaringan adiposa. Pada sel α pancreas, insulin juga menghambat sekresi glukagon, sehingga secara tidak langsung dapat menekan produksi glukosa oleh hati.

  • Gambar 1. Ilustrasi Perbandingan Produksi Insulin Normal (layer 1) dan Produksi Insulin pada Pasien Diabetes Mellitus tipe 2 (layer 2) Keterangan: orange: glukosa, biru: insulin Diabetes tipe 2 ditandai dengan kombinasi dan sekresi insulin yang tidak memadai oleh sel beta pankreas.
  • Resistensi insulin, yang dikaitkan dengan peningkatan kadar asam lemak bebas ( free fatty acid /FFA) dan sitokin proinflamasi dalam plasma, menyebabkan penurunan transpor glukosa ke dalam sel otot, peningkatan produksi glukosa hepar, dan peningkatan pemecahan lemak.

Penurunan Sekresi Insulin Penurunan sekresi insulin terjadi akibat disfungsi sel-sel β pankreas. Pada keadaan hiperglikemia, hiperlipidemia, serta kombinasi keduanya; terjadi peningkatan kadar glukosa dan FFA, yang apabila berlebihan, bersifat toksik untuk sel-sel β pankreas.

Disfungsi sel-sel β pankreas diinduksi oleh stres oksidatif/metabolik intraseluler dan/atau retikulum endoplasma yang disebabkan oleh peningkatan paparan toksisitas glukosa dan FFA yang berlebihan, sehingga dapat merusak sel β pankreas. Resistensi Insulin Resistensi insulin adalah keadaan menurunnya respons metabolik sel/jaringan sasaran terhadap insulin.

Terdapat tiga organ utama ekstrapankreas utama yang sensitif insulin dan paling terpengaruh akibat resistensi insulin, yaitu otot skeletal, hepar, jaringan adiposa. Otot Skeletal Pada keadaan normal, insulin menstimulasi sintesis glikogen di otot dengan meningkatkan uptake glukosa dari plasma darah.

Pada tingkat seluler, resistensi insulin pada miosit otot skeletal mengakibatkan penurunan uptake glukosa. Hal ini disebabkan oleh: (1) gangguan aktivasi GLUT4 yang diperantarai terikatnya insulin pada reseptornya di permukaan sel untuk melakukan uptake glukosa agar kadar glukosa dalam darah menurun, (2) berkurangnya kapasitas untuk sintesis glikogen, (3) penurunan oksidasi glukosa, dan (4) gangguan fungsi mitokondria.

Hepar Di hepar, resistensi insulin menyebabkan penurunan kemampuan hepar untuk mengurangi produksi glukosa dan meningkatkan produksi glukosa hepar selama puasa. Hal ini dapat disebabkan oleh kegagalan supresi glukoneogenesis, yang seharusnya dilakukan oleh insulin, namun karena resistensi insulin, hal ini terjadi.

  • Resistensi insulin pada jaringan adiposa ditandai dengan gangguan uptake glukosa oleh jaringan adiposa yang dimediasi insulin dan kegagalan untuk menekan lipolisis dan inflamasi, yang mengakibatkan peningkatan pelepasan FFA dan sitokin proinflamasi ke plasma.
  • Ominous Octet
  • Patofisiologi DM tipe 2 dapat mencakup kombinasi delapan kelainan patofisiologis yang dikenal pula dengan istilah ominous octet, yang meliputi:
  1. Berkurangnya sekresi insulin dari sel β pankreas
  2. Peningkatan sekresi glukagon dari sel ɑ pankreas
  3. Peningkatan produksi glukosa di hepar
  4. Disfungsi neurotransmitter dan resistensi insulin di otak
  5. Peningkatan lipolisis
  6. Peningkatan reabsorpsi glukosa oleh ginjal
  7. Berkurangnya efek incretin di usus kecil
  8. Gangguan atau penurunan uptake glukosa oleh jaringan seperti otot rangka, hati dan jaringan adiposa

Penulisan pertama oleh: dr. DrRiawati MMedPH 1. Garcia, et al. Pathophysiology of Type 2 Diabetes Mellitus. Int.J. Mol. Sci.2020.3. Goyal R, Jialal I. Diabetes Mellitus Type 2. In: StatPearls. Treasure Island (FL): StatPearls Publishing.2022.4. Santwana Padhi, Amit Kumar Nayak, Anindita Behera.

  1. Type II diabetes mellitus: a review on recent drug based therapeutics.
  2. Biomedicine & Pharmacotherapy.2020 Published by Elsevier Masson SAS.
  3. Https://doi.org/10.1016/j.biopha.2020.110708 21.
  4. Hatting M, Tavares CDJ, Sharabi K, Rines AK, Puigserver P.
  5. Insulin regulation of gluconeogenesis.
  6. Ann N Y Acad Sci.2018 Jan;1411(1):21-35.

doi: 10.1111/nyas.13435. Epub 2017 Sep 3. PMID: 28868790; PMCID: PMC5927596. : Patofisiologi Diabetes Mellitus Tipe 2

Adblock
detector