Pil Kb Yang Aman Untuk Penderita Diabetes?

Pil Kb Yang Aman Untuk Penderita Diabetes
Jenis KB yang Aman untuk Penderita Diabetes – Menurut The Society for Academic Specialists in General Obstetrics and Gynecology, AS, KB untuk penderita diabetes yang aman digunakan adalah jenis kontrasepsi yang hanya mengandung hormon progestin. Progestin merupakan progesteron sintetik yang memiliki efek serupa progesteron alami.

Pada wanita, progestin dapat membantu mengatur siklus menstruasi, menghambat penebalan dinding rahim, hingga mencegah ovulasi. Jenis KB untuk diabetes dengan kandungan progestin dapat berupa implan, intrauterine device (IUD), maupun pil. Ragam pilihan ini dinilai berisiko kecil memengaruhi metabolisme gula darah, lipid, maupun pembentukan gumpalan darah.

Berikut tiga jenis KB yang aman untuk penderita diabetes:

Apakah pil KB aman untuk penderita diabetes?

Pasien diabetes dianjurkan untuk menghindari kandungan hormon estrogen dalam metode KB lainnya. Pasalnya, hormon estrogen dari KB diduga dapat memperburuk gejala diabetes Anda. Sementara itu, pil dengan kandungan hormon progestin diyakini tidak akan berdampak banyak pada kadar gula darah serta kolesterol.

Apakah suntik KB mempengaruhi gula darah?

Abstract – KB suntik 3 bulan merupakan metode kontrasepsi efektif yang mempunyai efektifitas pemakaian relatif lebih tinggi serta angka kegagalan relatif lebih rendah bila dibandingkan dengan alat kontrasepsi sederhana lainnya. Kontrasepsi suntik 3 bulan sering menyebabkan perubahan kadar glukosa darah karena mengandung hormon steroid dengan anti insulin rendah sehingga meningkatkan kadar glukosa darah.

Tujuan penelitian untuk mengetahui hubungan lama penggunaan KB suntik 3 bulan dengan kadar gula darah sewaktu pada wanita usia subur di PMB Pisxi Omelia Desa Lawang Agung. Penelitian merupakan observasional analitik dengan pendekatan cross sectional. Sampel penelitian adalah 38 akseptor KB suntik 3 bulan yang diambil dengan teknik random sampling dengan uji rank spearman.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar lama penggunaan KB suntik ³2 tahun sebanyak 30 orang (78,9%), mengalami peningkatan gula darah sewaktu ³ 180 mg/dl sebanyak 18 orang (47,4%), dan ada hubungan lama penggunaan KB Suntik 3 bulan dengan kadar gula darah sewaktu pada wanita usia subur di PMB Pisxi Omelia dengan p-value = 0,00.

Pil KB apa yang aman untuk penderita hipertensi?

Menurut data Kementerian Kesehatan tahun 2019, hipertensi alias tekanan darah tinggi adalah salah satu penyakit kardiovaskuler yang paling banyak diidap masyarakat Indonesia. Bagi Anda yang mengalami hipertensi, memilih metode Keluarga Berencana (KB) perlu dilakukan dengan lebih hati-hati, sebab tidak semua kontrasepsi dapat Anda gunakan dengan bebas. Meskipun begitu, tak perlu khawatir, sebab Anda masih memiliki banyak pilihan. Berikut sekilas penjelasannya. Baca Juga: Awet Muda dengan Program Keluarga Berencana, Ini Rahasianya Dalam adaptasi diagram WHO edisi ke-5 tahun 2015, penggunaan pil KB kombinasi dan suntikan kombinasi tidak disarankan bagi penderita hipertensi dengan tekanan darah 140-159 / 90-99, kecuali apabila tidak ada alternatif kontrasepsi lain di klinik atau fasilitas kesehatan tersebut. Sementara itu, bila tekanan darah >160 / >100, pil KB kombinasi dan suntikan kombinasi tidak boleh digunakan sama sekali. Soalnya, pil KB kombinasi dan suntikan kombinasi mengandung hormon estrogen yang juga bisa meningkatkan tekanan darah, sehingga berbahaya bila digunakan oleh penderita hipertensi, meskipun bisa digunakan dengan aman oleh orang-orang dengan tekanan darah yang normal. Alternatif kontrasepsi yang aman dan baik digunakan bagi penderita hipertensi antara lain:

Pil Laktasi Pil laktasi alias pil KB yang hanya mengandung hormon progesteron saja aman dikonsumsi oleh penderita hipertensi setiap harinya. Di Indonesia, salah satu contoh pil laktasi adalah pil KB Andalan Laktasi. Isinya 28 butir pil yang masing-masing mengandung 0,5 mg Linestrenol/hormon progesteron. Implan KB Implan KB atau KB susuk merupakan alat kontrasepsi mungil yang dipasang di bawah permukaan kulit lengan bagian atas. Masa perlindungan implan ialah hingga 3 tahun. Contoh implan yang saat ini banyak digunakan di Indonesia misalnya implan Andalan berbatang dua yang mengandung 75 mg Levonorgestrel per batang. Suntikan KB 3 Bulan Suntikan KB yang hanya mengandung hormon progesteron saja biasanya dilakukan setiap 3 bulan sekali. Suntikan ini aman bagi penderita hipertensi bila tekanan darah 140-159 / 90-99, namun tidak disarankan bila tekanan darah >160 / >100. Contohnya adalah Andalan Suntikan KB 3 bulan 3 ml dan 1 ml dan/atau Suntikan KB Depo Harmonis 3 bulan 1 ml dan 3 ml. IUD tembaga Bila Anda menginginkan alternatif kontrasepsi jangka panjang yang tahan bertahun-tahun, aman bagi penderita hipertensi, dan tidak mengandung hormon sama sekali, IUD tembaga adalah solusi yang tepat untuk program Keluarga Berencana (KB) Anda. Kondom Kontrasepsi non-hormonal lainnya yang aman bagi penderita hipertensi adalah kondom. Selain bisa menjadi metode Keluarga Berencana (KB) yang baik untuk mencegah kehamilan, kondom merupakan satu-satunya kontrasepsi yang juga bisa melindungi penggunanya dari risiko infeksi menular seksual (IMS).

Baca Juga: Mengatasi Endometriosis dengan Pil KB, Apakah Bisa? Itulah jenis-jenis metode Keluarga Berencana (KB) yang aman bagi Anda yang bertekanan darah tinggi. Jika ingin berkonsultasi, Anda bisa menghubungi Halo DKT melalui layanan bebas pulsa 0800-1-326459 atau Whatsapp ke 0811-1-326459 dengan mengklik tautan ini pada hari Senin hingga Jumat pukul 08.00 – 17.00 WIB.

See also:  Gula Darah Apa Sama Dengan Diabetes?

Apakah pil KB bisa mempengaruhi gula darah tinggi?

Pil KB Aman Bagi Pengidap Diabetes Galveston, Texas – Pengidap diabetes sering khawatir menggunakan kontrasepsi hormonal seperti pil KB dan injeksi DMPA karena tak ingin kadar gulanya meningkat. Penelitian mengungkap peningkatan gula darah memang terjadi, namun tidak mengkhawatirkan.Kontrasepsi hormonal banyak digunakan karena relatif praktis dan tidak mengurangi kenyamanan dibanding metode lainnya seperti kondom.

Namun kontrasepsi tersebut juga paling banyak memberikan efek samping, termasuk gangguan siklus menstruasi dan bercak hitam di wajah.Bagi pengidap diabetes, efek samping yang paling mengkhawatirkan dari penggunaan kontrasepsi hormonal adalah peningkatan kadar gula darah. Diduga hormon yang digunakan dapat mempengaruhi kerja insulin dalam memetabolieme gula.

ADVERTISEMENT SCROLL TO RESUME CONTENT Baru-baru ini para ahli dari University of Texas Medical Branch di Galveston melakukan penelitian, khusus untuk menjawab kekhawatiran tersebut. Penelitian itu dilakukan selama 3 tahun dan hasilnya akan dimuat dalam jurnal Obstetrics and Gynecology edisi Januari 2011.

  1. Penelitian tentang kontrasepsi hormonal yang diklaim sebagai yang terbesar ini menggunakan kontrasepsi hormonal berupa pil KB dan injeksi Depot medroxyprogesterone acetate (DMPA).
  2. Pembandingnya adalah kontrasepsi non hormonal seperti adalah kondom, pantang berkala dan sterilisasi.
  3. Hasilnya, injeksi DMPA serta pil KB memang memberikan peningkatan kadar gula dan insulin di dalam darah.

Peningkatan terjadi secara konsisten hingga 30 bulan pertama pemakaian, dengan laju peningkatan paling besar terjadi pada 6 bulan pertama.Meski demikian, peneliti mengatakan bahwa peningkatan itu tidak cukup signifikan untuk memperburuk kondisi pengidap diabetes.

Artinya, jenis kontrasepsi hormonal tetap aman digunakan meski punya gangguan pada insulin dan pengaturan kadar gula darah. “Perlu diteliti lebih lanjut bagaimana DMPA dan pil KB mempengaruhi diabetes. Namun setidaknya, penelitian ini bisa menenteramkan pengidap yang terlanjur memakai metode kontrasepsi ini,” ungkap Dr Abbey Berenson dari Center for Interdisciplinary Research in Women’s Health seperti dikutip dari Healthday, Selasa (28/12/2010).

(up/ir) : Pil KB Aman Bagi Pengidap Diabetes

Pil KB mini seperti apa?

Pil KB khusus progestin – Pil KB khusus progestin (progesteron sintetis) ini biasanya dikenal dengan nama pil mini. Pil KB ini hanya terdiri dari pil aktif, yang di dalamnya terdapat progestin dengan jumlah yang konstan. Pil mini biasanya digunakan oleh ibu menyusui dan wanita yang tidak boleh mengonsumsi estrogen.

Apa efek samping dari pil KB?

Efek Samping Pil KB – Pil KB memengaruhi kadar hormon seseorang, sehingga bisa menyebabkan berbagai efek samping. Efek tersebut biasanya bisa menghilang dalam 2-3 bulan, tapi bisa juga bertahan lebih lama. Efek samping pil KB berbeda-beda pada tiap orang, dan jenis pil yang berbeda juga menimbulkan efek yang berbeda.

  • Ada dua jenis utama pil KB, yaitu pil kombinasi dan pil mini.
  • Pil kombinasi mengandung estrogen dan progestin, yang merupakan bentuk sintetis dari hormon progesteron alami, sedangkan pil mini hanya mengandung progestin.
  • Berikut ini beberapa efek samping pil KB yang umum terjadi: 1.Bercak Darah di Antara Periode Menstruasi Keluarnya bercak darah atau perdarahan dari vagina di antara siklus menstruasi adalah efek samping pil KB yang paling umum, terutama selama beberapa bulan pertama penggunaan.

Bercak bisa berupa perdarahan ringan atau keluarnya cairan berwarna coklat. Efek samping ini terjadi karena tubuh menyesuaikan dengan perubahan tingkat hormon, dan rahim juga menyesuaikan diri untuk memiliki lapisan yang lebih tipis. Meminum pil KB sesuai resep, biasanya setiap hari dan pada waktu yang sama setiap hari, bisa membantu mencegah perdarahan di antara periode.

Baca juga: Lupa Minum Pil KB, Apa Risikonya? 2.Mual Beberapa wanita mengalami mual ringan saat pertama kali mengonsumsi pil, tapi efek samping ini biasanya bisa mereda. Kamu bisa mencegah mual terjadi dengan meminum pil setelah makan atau sebelum tidur. Namun, bila kamu mengalami mual parah atau tidak kunjung reda selama beberapa bulan, sebaiknya bicarakan dengan dokter.3.Nyeri Payudara Meminum pil KB juga seringkali menyebabkan payudara terasa lembut dan nyeri, terutama saat baru mulai meminumnya.

Mengenakan bra pendukung yang sesuai dengan ukuran payudara bisa membantu mengurangi efek samping pil KB ini.4.Sakit Kepala dan Migrain Hormon yang terkandung dalam pil KB bisa menyebabkan atau meningkatkan frekuensi sakit kepala dan migrain, Hal ini karena perubahan hormon seks wanita (estrogen dan progesteron) bisa memicu migrain.

Namun, gejala bisa tergantung pada dosis dan jenis pil. Misalnya, pil dosis rendah cenderung menyebabkan gejala tersebut. Di sisi lain, bila migraine kamu dikaitkan dengan PMS, meminum pil KB bisa mengurangi gejalanya.5.Penambahan Berat Badan Pada kemasan pil KB, penambahan berat badan seringkali dicantumkan sebagai kemungkinan efek samping.

Namun, belum ada penelitian yang membuktikan hal ini. Secara teori, pil KB bisa menyebabkan retensi cairan meningkat. Obat ini juga bisa menyebabkan peningkatan lemak atau massa otot. Namun, beberapa wanita malah melaporkan penurunan berat badan saat mengonsumsi pil tersebut.

See also:  How Is Type 1 Diabetes Diagnosed?

Jadi, belum bisa dipastikan apakah hormon dalam pil KB menyebabkan penambahan atau penurunan berat badan.6.Perubahan Mood Hormon berperan penting dalam mengatur suasana hati dan emosi seseorang. Nah, mengonsumsi pil KB bisa memengaruhi kadar hormon dalam tubuh yang akhirnya menyebabkan kamu mengalami perubahan suasana hati.7.Siklus Terlewat Minum pil KB bisa menyebabkan haid yang sangat ringan atau bahkan tidak ada sama sekali.

Hal ini disebabkan oleh hormon yang dikandung pil tersebut. Namun, bila kamu curiga bahwa kamu mungkin hamil, cara paling baik adalah dengan melakukan tes kehamilan. Pil KB efektif untuk mencegah kehamilan, namun kehamilan bisa terjadi bila penggunaannya tidak tepat.

  • Baca juga: Mitos dan Fakta tentang Pil KB dan Alat Kontrasepsi Itulah beberapa efek samping pil KB yang perlu diketahui.
  • Pil KB biasanya aman digunakan oleh kebanyakan wanita.
  • Namun, bila kamu mengalami salah satu efek samping di atas setelah mengonsumsi pil KB dan efeknya tidak kunjung mereda atau parah, sebaiknya bicarakan dengan dokter untuk pilihan metode kontrasepsi yang berbeda.

Bila kamu masih ingin bertanya seputar pil KB, jangan ragu untuk menghubungi dokter lewat aplikasi Halodoc, Melalui Video/Voice Call dan Chat, dokter yang ahli dan terpercaya siap membantumu kapan saja dan di mana saja. Yuk, download aplikasinya sekarang juga di App Store dan Google Play.

Penyakit apa yang tidak boleh KB?

Siapa saja wanita yang tidak boleh KB suntik? – Dilansir NHS, KB suntik atau suntikan kontrasepsi melepaskan hormon progesteron ke dalam aluran darah untuk mencegah kehamilan. Jika digunakan dengan benar, suntikan kontrasepsi lebih dari 99 persen efektif.

Wanita dengan perdarahan vagina tanpa penyebab yang jelasMemiliki riwayat penyakit hatiMenderita kanker payudara atau pernah mengalaminya di masa laluTerdapat gumpalan darah dalam tubuh

Dokter juga akan berhati-hati dalam memberikan KB suntik jika kamu masih remaja. Selain itu, wanita yang tidak boleh KB suntik lainnya adalah jika memiliki diabetes, sejarah depresi, riwayat serangan jantung atau stroke, dan berisiko terkena osteoporosis.

Apa perbedaan pil KB Diane dan Yasmin?

Ya, dari jenis pil KB Andalan, Yasmin, dan Diane, ketiganya memiliki kandungan progestin yang berbeda. Jika Pil KB Andalan mengandung mengandung progestin levonorgestrel, maka pil Yasmin mengandung mengandung progestin drospirenone, dan pil Diane mengandung progestin cyproterone acetate.

Apa efek minum pil KB jangka panjang?

Adakah Efek Konsumsi Pil KB Jangka Panjang yang Harus Diwaspadai? – Pil Kb Yang Aman Untuk Penderita Diabetes Ada satu efek yang menjadi perhatian jika minum pil KB terlalu lama, yaitu dapat meningkatkan risiko kanker. Menurut National Cancer Institute, penggunaan pil KB dalam jangka panjang diduga sedikit meningkatkan risiko kanker payudara, kanker hati, dan kanker serviks,

Dengan demikian, bila kamu memiliki riwayat jenis-jenis kanker tersebut, maka perlu disampaikan kepada dokter. Penggunaan pil KB dalam jangka panjang juga sedikit meningkatkan risiko serangan jantung setelah usia 35 tahun. Risiko tersebut dapat naik jika kamu memiliki riwayat tekanan darah tinggi, riwayat penyakit jantung, ataupun penyakit diabetes.

Perlu diketahui juga bahwa pil progestin lebih tepat digunakan bagi semua wanita yang tidak merokok dan wanita muda yang merokok. Pil kombinasi rata-rata aman digunakan untuk semua wanita yang tidak merokok. Tapi umumnya, wanita yang merokok dapat menggunakan pil KB dengan efektif.

Setelah mencapai usia pertengahan 30-an, wanita yang merokok dan mengonsumsi pil KB dapat lebih berisiko mengalami berbagai komplikasi. Merokok dapat menurunkan efektivitas kerja estrogen dalam pil KB. Selain itu, merokok juga bisa meningkatkan risiko mengalami penyakit jantung dan kanker. Artikel Lainnya: Ciri-Ciri Pil KB Tidak Cocok Kamu Minum Dengan demikian, pastikan pil KB merupakan metode kontrasepsi yang tepat bagimu dan pasangan.

Konsultasikan pula dengan dokter spesialis kandungan sebelum memilih metode kontrasepsi yang hendak digunakan, sehingga hasilnya benar-benar tepat sasaran. Jika punya pertanyaan mengenai pil KB atau metode kontrasepsi lainnya, kamu dapat melakukan konsultasi kepada dokter kandungan lebih mudah via fitur Tanya Dokter,

Apakah minum pil KB bisa merusak ginjal?

Apa saja efek samping pil KB jika digunakan jangka panjang? – Pil Kb Yang Aman Untuk Penderita Diabetes Hanya karena pil KB berbahaya bagi seorang ibu, bukan berarti metode kontrasepsi ini tidak aman untuk semua ibu. Obat apa pun bila dikonsumsi secara teratur selama lebih dari 10 tahun akan memiliki risiko membahayakan seluruh tubuh atau bagian tubuh tertentu, seperti ginjal dan hati.

Sebelum memulai terapi hormon, sebaiknya katakan pada dokter seluruh riwayat kesehatan Anda. Cobalah untuk lebih peka mengamati reaksi tubuh Anda terhadap jenis obat tertentu. Hal ini akan membantu dokter Anda menentukan tindakan sebelum gejala yang tidak diinginkan mulai berkembang. Jangan lupa menanyakan efek samping pil KB pada ginekolog Anda.

See also:  Mengapa Sakarin Digunakan Oleh Penderita Diabetes?

Ingatlah untuk bertanya bagaimana penggunaan beberapa alat kontrasepsi dapat meningkatkan risiko masalah jantung seperti penggumpalan darah, stroke, serangan jantung, atau trombosis vena (penggumpalan pembuluh darah vena dalam). Selain tumor hati, inilah efek samping yang harus diperhatikan:

Perubahan siklus menstruasi, seperti terlambat mens atau timbul bercak sebelum jadwal menstruasi. Mual Nyeri pada payudara Sakit kepala dan migren Perubahan mood Vagina lepas ( prolaps ) Masalah mata Menurunnya gairah seksual Berat badan bertambah Risiko kanker Meningkatnya kadar kolesterol Tekanan darah tinggi

Jika Anda mengalami gejala-gejala di atas, segera konsultasikan dengan dokter kandungan Anda. Tanyakan pada tim medis apa metode KB yang paling sesuai untuk Anda dan suami. Melakukan tindakan yang tepat akan memastikan Anda bahagia dan sehat sehingga bisa mengurus keluarga sebaik mungkin.

Berapa jam setelah minum pil KB bisa berhubungan?

Waktu minum pil mini – Minum pil KB mini bisa dilakukan kapan saja saat siklus haid. Jenis pil KB ini akan bekerja untuk mencegah kehamilan setelah 48 jam (dua hari) setelah Anda meminumnya. Pakailah, seperti kondom, bila Anda berhubungan seks pada dua hari pertama.

Pil KB Apa yang Bisa Bikin Kurus?

4. Pil KB YAZ – Pil Kb Yang Aman Untuk Penderita Diabetes Beberapa pengguna mengalami turun berat badan. (Foto: Bukalapak.com) Bukan hanya membuat berat badan tidak bertambah, pil KB YAZ bahkan bisa membuat bobot tubuh berkurang. Hal ini dikarenakan pil KB YAZ memiliki kandungan drospirenone dan ethynilestradiol.

Kedua kandungan ini merupakan inovasi yang membuat pil KB dengan zat tersebut tidak membuat gemuk, bahkan menurunkan berat badan. Pil KB yang tidak membuat gemuk ini bahkan memiliki fungsi lain, yaitu tidak menimbulkan jerawat, mencegah retensi cairan, menghaluskan kulit, memperlancar siklus haid, hingga meningkatkan kolesterol baik dalam darah.

Jangan lupa untuk mengonsumsi teratur pada malam hari di jam yang sama ya, Bu! Baca Juga: Ini 5 Kondisi yang Membuat Ibu Tidak Boleh Mengonsumsi Pil KB

Apakah pil KB dapat menyebabkan flek hitam di wajah?

Namun, walaupun opsi pengobatan ini dapat mengurangi keparahan gejala melasma Anda, keduanya tidak akan secara aktif mengurangi flek yang telah muncul pada kulit wajah.Pilihan terbaik untuk memudarkan flek hitam akibat melasma adalah penggunaan obat topikal seperti tretinoin dan hydroquinone.

Dipublish tanggal: Agu 31, 2019 Update terakhir: Okt 12, 2020 Tinjau pada Mar 30, 2020 Waktu baca: 3 menit Pil KB atau yang dikenal dengan pil kontrasepsi memiliki manfaat untuk banyak hal seperti membersihkan jerawat dan minyak berlebih, mengurangi menstruasi yang berat, mengatasi gejala PMS,dan tentu saja mencegah kehamilan.

Bagi kebanyakan wanita, pil KB adalah pil kecil ajaib yang memiliki berbagai manfaat dalam kehidupan. Tetapi dibalik semua manfaatnya, seperti halnya penggunaan obat-obatan apapun, penggunaan pil kb dapat menyebabkan munculnya bintik hitam pada wajah yang dikenal dengan melasma.

Apa efek samping mengkonsumsi KB pil?

Efek Samping dan Bahaya Pil KB – Efek samping yang dapat terjadi akibat konsumsi pil KB antara lain:

Mual Flek atau perdarahan vagina di luar siklus menstruasi Volume darah menstruasi lebih sedikit dari biasanya Penurunan gairah seksual (libido) Perubahan suasana hati Sakit kepala ringan Payudara bengkak atau sakit ketika disentuh

Efek samping di atas biasanya akan membaik setelah beberapa bulan sejak konsumsi pil KB. Jika tidak kunjung mereda atau keluhan semakin memberat, lakukan pemeriksaan ke dokter. Selain itu, Anda harus segera ke dokter jika mengalami efek samping yang lebih serius, seperti:

Sakit perut yang parah Penglihatan menjadi buram Sakit kepala berat Bengkak pada tungkai Nyeri dada

Mengkonsumsi pil KB pada saat berhubungan intim saja apakah tidak berbahaya?

Pil KB maupun suntik KB harus digunakan sesuai jadwal yang telah diberikan, meski Anda tidak berhubungan seksual. Hal ini karena justru efektivitas dari kedua metode tersebut terletak dari keteraturan Anda menggunakannya.

Apakah pil KB aman untuk dikonsumsi?

Apa efek samping pil KB yang mungkin terjadi? – Pil KB merupakan metode yang efektif dan aman dalam mencegah kehamilan. Kebanyakan wanita muda yang mengonsumsinya jarang sekali menunjukkan efek samping. Adapun beberapa efek yang dapat dialami, antara lain:

Jadwal menstruasi yang tidak teratur. Mual, pusing,, dan payudara nyeri. Perubahan mood. Gumpalan darah (jarang terjadi pada wanita di bawah 35 tahun yang tidak merokok).

Beberapa efek samping ini meningkat selama tiga bulan pertama. Ketika seorang wanita mengalami efek samping, dokter biasanya akan menyarankan pil dengan merek lain. Pil ini juga memiliki efek samping yang kebanyakan wanita menyukainya, yaitu biasanya membuat menstruasi lebih sedikit, mengurangi kram perut saat haid, dan biasanya disarankan untuk wanita yang mengalami masalah menstruasi.

Adblock
detector