Pengertian Diabetes Melitus Menurut Who 2013?

Pengertian Diabetes Melitus Menurut Who 2013
Menurut WHO, Diabetes Melitus (DM) didefinisikan sebagai suatu penyakit atau gangguan metabolisme kronis dengan multi etiologi yang ditandai dengan tingginya kadar gula darah disertai dengan gangguan metabolisme karbohidrat, lipid dan protein sebagai akibat dari insufisiensi fungsi insulin.

Apa arti Konsensus Pengendalian diabetes mellitus 2011?

Konsensus Pengendalian dan Pencegahan Diabetes Melitus tahun 2011 adalah suatu pedoman dalam upaya pengendalian dan pencegahan diabetes melitus yang dibuat oleh PERKENI (Perkumpulan Endokrinologi Indonesia), yakni suatu organisasi yang merupakan yang terdiri dari dokter spesialis penyakit dalam subspesialisasi

Apa itu Diabetes Melitus menurut para ahli?

Berdasarkan Perkeni tahun 2011 Diabetes Mellitus adalah penyakit gangguan metabolisme yang bersifat kronis dengan karakteristik hiperglikemia. Berbagai komplikasi dapat timbul akibat kadar gula darah yang tidak terkontrol, misalnya neuropati, hipertensi, jantung koroner, retinopati, nefropati, dan gangren.

Apa saja yang menjadi 4 pilar dalam penatalaksanaan diabetes melitus?

Empat pilar tersebut adalah edukasi, terapi nutrisi, aktifitas fisik dan farmakologi.

Apa faktor risiko diabetes melitus?

Faktor Risiko Diabetes Melitus – Nah, setiap jenis diabetes mellitus memiliki faktor risiko yang berbeda-beda. Berikut ini faktor-faktor risiko diabetes tipe 1:

Memiliki anggota keluarga yang mengidap diabetes tipe 1 Terkena infeksi virus Orang berkulit putih dipercaya lebih berisiko mengalami diabetes tipe 1 dibandingkan ras lain Bepergian ke daerah yang jauh dari khatulistiwa (ekuator) Usia. Meskipun diabetes tipe 1 bisa muncul pada usia berapapun, tapi penyakit ini banyak dialami oleh anak-anak berumur 4–7 tahun dan 10–14 tahun.

Baca juga: Cegah Gula Darah Naik dengan Ketahui 5 Pantangan Pengidap Diabetes Sedangkan faktor risiko diabetes mellitus tipe 2 adalah sebagai berikut:

Mengalami obesitas atau kelebihan berat badan. Memiliki riwayat keluarga dengan diabetes tipe 2. Kurang aktif bergerak. Aktivitas fisik bisa membantu seseorang untuk mengontrol berat badan, membakar glukosa sebagai energi, dan membuat sel tubuh lebih sensitif terhadap insulin. Itulah mengapa, orang yang kurang beraktivitas fisik akan lebih mudah terkena diabetes tipe 2. Usia. Risiko terkena diabetes tipe 2 akan meningkat seiring bertambahnya usia. Mengidap tekanan darah tinggi atau hipertensi, Memiliki kadar kolesterol dan trigliserida yang tidak normal. Orang yang memiliki kadar kolesterol baik atau HDL ( high-density lipoprotein ) yang rendah, tapi kadar trigliseridanya tinggi lebih berisiko mengalami diabetes tipe 2. Mengidap polycystic ovarian syndrome (PCOS). Khusus pada wanita, memiliki riwayat penyakit PCOS membuat seorang wanita berisiko tinggi mengalami diabetes tipe 2.

Sedangkan pada ibu hamil, risiko mengalami diabetes gestasional semakin besar bila ibu mengidap diabetes tipe 2. Nah, itulah faktor-faktor risiko diabetes mellitus berdasarkan jenisnya. Bila kamu memiliki faktor risiko tersebut, segeralah mulai upaya pencegahan diabetes melitus dengan memeriksakan kadar gula darah kamu secara berkala, melakukan diet sehat, olahraga teratur, berhenti merokok, dan mengontrol penyakit yang mendasari, seperti hipertensi, kolesterol dan PCOS.

Apa etiologi diabetes melitus?

Etiologi Etilogi atau penyebab Diabetes Melitus (DM) adalah yaitu genetik atau faktor keturunan, yang mana penderita Diabetes Melitus yang sudah dewasa lebih dari 50% berasal dari keluarga yang menderita Diabetes Melitus dengan begitu dapat dikatakan bahwa Diabetes Melitus cenderung diturunkan, bukan ditularkan.

Bagaimana patofisiologi diabetes melitus?

Berbagai studi tentang patofisiologi diabetes melitus menunjukkan bahwa adanya abnormalitas pada jumlah hormon insulin menjadi penyebab utama terjadinya diabetes melitus. Meskipun etiologi dan faktor pemicu dari tiga jenis diabetes melitus berbeda, mereka dapat menyebabkan gejala dan komplikasi yang hampir sama. Simak secara lengkap tentang patofisiologi diabetes melitus berikut ini. Pengertian Diabetes Melitus Menurut Who 2013 Penderita diabetes melitus tipe 2 kebanyakan pada mereka yang mengalami obesitas. Baca Juga: Diabetes Insipidus Apa itu Diabetes Melitus? Diabetes melitus adalah kondisi kesehatan kronis yang terjadi karena tubuh gagal menghasilkan hormon insulin dalam jumlah cukup atau adanya abnormalitas.

Kurangnya hormon insulin menyebabkan glukosa dalam tubuh tidak diproses dengan sempurna dan bisa mengakibatkan penderitanya mengalami kelebihan gula darah. Diabetes diklasifikasikan menjadi tiga yaitu diabetes tipe 1, diabetes tipe 2 dan diabetes gestasional. Patofisiologi Diabetes Melitus Patofisiologi dari semua jenis diabetes ada kaitannya dengan hormon insulin yang disekresikan oleh sel-sel beta pankreas.

Diabetes Melitus

Pada orang sehat, insulin diproduksi sebagai respons terhadap peningkatan kadar glukosa dalam aliran darah dan peran utamanya adalah untuk mengontrol konsentrasi glukosa dalam darah. Saat glukosa tinggi, maka hormon insulin bertugas untuk menetralkan kembali.

See also:  What Causes Diabetes In Cats?

Baca Juga: 10 Obat Alami Diabetes Penting untuk Diketahui Hormon insulin juga berfungsi untuk meningkatkan metabolisme glukosa pada jaringan dan sel-sel dalam tubuh. Ketika tubuh membutuhkan energi, maka insulin akan bertugas untuk memecahkan molekul glukosa dan mengubahnya menjadi energi sehingga tubuh bisa mendapatkan energi.

Selain itu, hormon insulin juga bertanggung jawab melakukan konversi glukosa menjadi glikogen untuk disimpan dalam otot dan sel-sel hati. Hal ini akan membuat kadar gula dalam darah berada pada jumlah yang stabil. Pada penderita diabetes melitus, hormon insulin yang ada di dalam tubuh mengalami abnormalitas.

Beberapa penyebabnya antara lain sel-sel tubuh dan jaringan tidak memanfaatkan glukosa dari darah sehingga menghasilkan peningkatan glukosa dalam darah. Kondisi tersebut diperburuk oleh peningkatan produksi glukosa oleh hati yaitu glikogenolisis dan glukoneogenesis yang terjadi secara terus menerus karena tidak adanya hormon insulin.

Selama periode waktu tertentu, kadar glukosa yang tinggi dalam aliran darah dapat menyebabkan komplikasi parah, seperti gangguan mata, penyakit kardiovaskular, kerusakan ginjal, dan masalah pada saraf. Baca Juga: Mencegah Diabetes Melitus di Usia Muda Klasifikasi dan Etiologi Diabetes Melitus Menurut klasifikasi secara klinis, diabetes melitus dibedakan menjadi tiga, berikut ini adalah penjelasan lengkapnya.1.

  1. Diabetes melitus tipe 1 Diabetes melitus tipe 1 terjadi akibat adanya kerusakan autoimun sel-sel pankreas.
  2. Dimana sistem kekebalan tubuh sendiri menghasilkan sekresi zat yang menyerang sel-sel pankreas.
  3. Akibatnya, pankreas memproduksi sedikit insulin atau tidak sama sekali.
  4. Diabetes tipe 1 lebih sering terjadi pada anak-anak dan dewasa muda sekitar usia 20 tahun.

Tingkat kerusakan pankreas cukup bervariasi dan menjadi sangat cepat pada usia bayi dan anak-anak ketimbang orang dewasa. Diabetes melitus tipe 1 dapat terjadi karena beberapa faktor antara lain faktor genetik, antibodi, dan lingkungan. Pengertian Diabetes Melitus Menurut Who 2013 Diabetes melitus gestasional kerap terjadi pada wanita hamil.2. Diabetes melitus tipe 2 Diabetes melitus tipe 2, terjadi karena sel-sel tubuh dan jaringan resisten terhadap insulin. Akibatnya, mereka tidak menyerap glukosa dalam darah. Kondisi tersebut akhirnya menyebabkan peningkatan kadar gula dalam darah.

  • Selain itu, diabetes tipe 2 juga dapat terjadi karena disfungsi sel pankreas, yaitu ketidakmampuan untuk menghasilkan jumlah insulin yang cukup untuk mengatasi resistensi.
  • Diabetes melitus tipe 2 banyak dialami oleh mereka yang berusia diatas 40 tahun.
  • Ebanyakan penderita diabetes melitus 2 adalah mereka yang mengalami obesitas atau memiliki berat badan berlebih.

Pada tipe ini, gejala dan tanda akan muncul secara perlahan-lahan dan bersifat ringan. Penyebab dari diabetes melitus tipe 2 antara lain riwayat keluarga, gaya hidup, obesitas, faktor usia. Baca Juga: Berpuasa Jika Diabetes? Bisakah? 3. Diabetes melitus tipe 3 Diabetes jenis ketiga disebut dengan gestational diabetes.

  • Diabetes melitus tipe 3 banyak terjadi dan menyerang wanita yang sedang hamil.
  • Pada kasus diabetes melitus tipe 3, kadar glukosa darah yang tinggi disebabkan oleh fluktuasi hormon selama masa kehamilan.
  • Biasanya, saat bayi sudah lahir maka konsentrasi kadar gula dalam darah akan kembali normal.
  • Faktor penyebab dari diabetes melitus gestasional belum diketahui secara pasti.
See also:  Apa Itu Komorbid Diabetes?

Namun, beberapa dugaan yang dapat menyebabkan diabetes melitus gestasional antara lain obesitas, riwayat keluarga, komplikasi selama kehamilan, dan usia. Memahami tentang patofisiologi diabetes melitus adalah hal yang sangat penting. Hal tersebut supaya kita mengerti apa yang menjadi penyebab dan bagaimana diabetes melitus terjadi.

Patofisiologi dari Diabetes Melitus Kalasifikasi Patofisiologi, Diagnosis dan Manajemen Diabetes Melitus Spektrum Diabetes

4 Apa saja faktor penyebab terjadinya DM tipe 1?

Penyebab Diabetes Tipe 1 – Penyebab diabetes ini adalah ketidakmampuan pankreas untuk memproduksi cukup insulin, sehingga glukosa di dalam darah tidak dapat masuk ke dalam sel. Gangguan pada pankreas ini diduga karena proses autoimun, yaitu ketika sistem kekebalan tubuh seseorang menyerang sel-sel tubuh yang sehat.

DM tipe 1 seperti apa?

01 Desember 2021 Pengertian Diabetes Melitus Menurut Who 2013 Apakah Diabetes Melitus (DM) Tipe 1? Pada diabetes tipe 1 ini, tubuh benar-benar berhenti memproduksi insulin karena perusakan sel pankreas yang memproduksi insulin oleh sistem kekebalan tubuh. Organ pankreasnya tidak memproduksi insulin lagi sehingga mereka harus menerima supply insulin dari luar tubuh secara rutin.

Disebut juga diabetes juvenile karena biasanya didiagnosis pada orang dewasa muda atau anak-anak. Bisa juga disebut diabetes insulin-dependent, karena terapi insulin sangat penting untuk kelangsungan hidup dan pemeliharaan kesehatan penyandang.

Mengapa bisa terkena DM Tipe 1? Penyakit ini merupakan bawaan yang tidak bisa dicegah ataupun disembuhkan, tetapi dapat dikendalikan.

Tentang penyakit Diabetes Melitus dan apa tujuan diet pada penyakit diabetes melitus?

Diet Diabetes Mellitus

  • Diabetes Mellitus atau biasa disebut kencing manis adalah penyakit gangguan metabolisme gula darah yang disebabkan oleh kekurangan hormone insulin sehingga terjadi peningkatan kadar gula darah dengan segala akibatnya.
  • Syarat Diet Diabetes Mellitus :
  • 1. Energi diberikan cukup sesuai dengan kebutuhan
  • 2. Berikan serat cukup yang terdapat dalam sayur dan buah
  • Tujuan Diet :
  • Memberikan makanan sesuai kebutuhan
  • Mempertahankan kadar gula darah sampai mendekati normal
  • Mempertahankan berat badan menjadi normal
  • Mencegah terjadinya kadar gula darah terlalu rendah yang dapat menyebabkan pingsan

Bahan Makanan Yang dianjurkan 1. Sumber protein hewani : ayam tanpa kulit, ikan, putih telur, daging tidak berlemak.2. Sumber protein nabati : tempe, tahu, kacang hijau, kacang merah, kacang tanah, kacang kedelai.3. Sayuran : sayur tinggi serat, seperti kangkung, oyong, ketimun, tomat, labu air, kembang kol, lobak, sawi, selada, seledri, terong.4.

Buah-buahan : jeruk, apel, papaya, jambu air, salak, belimbing (sesuai kebutuhan). Bahan makanan yang dibatasi 1. Semua jenis sumber karbohidrat dibatasi : nasi, bubur, mie, kentang, singkong, ubi, sagu, gandum, pasta, jagung, talas, havermouth, sereal, ketan, macaroni.2. Sumber protein hewani yang mengandung lemak jenuh yang tinggi : kornet, sosis, sarden, otak, jeroan, kuning telur.3.

Sayuran : daun melinjo, daun singkong, bayam, kol, rebung, tauge 4. Buah-buahan : nanas, anggur, kelengkeng, manga, sirsak, pisang, alpukat, sawo, semangka, dukuh, belimbing.

  1. Makanan yang digoreng dan yang menggunakan santan kental, kecap, saus tiram.
  2. Bahan makanan yang dihindari
  3. 1. Sumber protein hewani seperti keju, abon, dendeng, susu full cream
  4. 2. Buah-buahan yang manis dan diawetkan : durian, nangka, alpukat, kurma, manisan buah
  5. 3. Minuman yang mengandung alcohol, susu kental manis, soft drink, es krim, yoghurt, susu
See also:  Merk Oatmeal Yang Bagus Untuk Diabetes?

4. Gula pasir, gula merah, gula batu, madu makanan/minuman yang manis : cake, kue-kue manis, dodol, tarcis, syrup, selai manis, coklat, permen, tape, mayonnaise. Bagaimana Pelaksanaan Diet yang tepat ??? 1. Makanlah yang teratur sesuai dengan jumlah, jam dan jenis yang telah dianjurkan.2.

Perbanyak makan sayuran yang mengandung banyak serat.3. Gunakan daftar penukar bahan makanan untuk variasi menu, sehingga dapat memilih bahan makanan yang sesuai dengan menu.4. Usahakan melakukan olahraga secara teratur, disesuaikan dengan kemampuan tubuh. Periksa secara teratur kadar gula dalam darah.

Sumber : Instalasi Gizi RSUD Kota Tangerang : Diet Diabetes Mellitus

Diabetes melitus dan diabetes insipidus apa bedanya?

Diabetes insipidus dan diabetes mellitus sama-sama menyebabkan gejala sering minum dan sering buang air kecil. Namun, tidak seperti diabetes mellitus, diabetes insipidus tidak terkait dengan kadar gula dalam darah.

Tentang penyakit diabetes melitus dan apa tujuan diet pada penyakit diabetes melitus?

Diet Diabetes Mellitus

  • Diabetes Mellitus atau biasa disebut kencing manis adalah penyakit gangguan metabolisme gula darah yang disebabkan oleh kekurangan hormone insulin sehingga terjadi peningkatan kadar gula darah dengan segala akibatnya.
  • Syarat Diet Diabetes Mellitus :
  • 1. Energi diberikan cukup sesuai dengan kebutuhan
  • 2. Berikan serat cukup yang terdapat dalam sayur dan buah
  • Tujuan Diet :
  • Memberikan makanan sesuai kebutuhan
  • Mempertahankan kadar gula darah sampai mendekati normal
  • Mempertahankan berat badan menjadi normal
  • Mencegah terjadinya kadar gula darah terlalu rendah yang dapat menyebabkan pingsan

Bahan Makanan Yang dianjurkan 1. Sumber protein hewani : ayam tanpa kulit, ikan, putih telur, daging tidak berlemak.2. Sumber protein nabati : tempe, tahu, kacang hijau, kacang merah, kacang tanah, kacang kedelai.3. Sayuran : sayur tinggi serat, seperti kangkung, oyong, ketimun, tomat, labu air, kembang kol, lobak, sawi, selada, seledri, terong.4.

Buah-buahan : jeruk, apel, papaya, jambu air, salak, belimbing (sesuai kebutuhan). Bahan makanan yang dibatasi 1. Semua jenis sumber karbohidrat dibatasi : nasi, bubur, mie, kentang, singkong, ubi, sagu, gandum, pasta, jagung, talas, havermouth, sereal, ketan, macaroni.2. Sumber protein hewani yang mengandung lemak jenuh yang tinggi : kornet, sosis, sarden, otak, jeroan, kuning telur.3.

Sayuran : daun melinjo, daun singkong, bayam, kol, rebung, tauge 4. Buah-buahan : nanas, anggur, kelengkeng, manga, sirsak, pisang, alpukat, sawo, semangka, dukuh, belimbing.

  1. Makanan yang digoreng dan yang menggunakan santan kental, kecap, saus tiram.
  2. Bahan makanan yang dihindari
  3. 1. Sumber protein hewani seperti keju, abon, dendeng, susu full cream
  4. 2. Buah-buahan yang manis dan diawetkan : durian, nangka, alpukat, kurma, manisan buah
  5. 3. Minuman yang mengandung alcohol, susu kental manis, soft drink, es krim, yoghurt, susu

4. Gula pasir, gula merah, gula batu, madu makanan/minuman yang manis : cake, kue-kue manis, dodol, tarcis, syrup, selai manis, coklat, permen, tape, mayonnaise. Bagaimana Pelaksanaan Diet yang tepat ??? 1. Makanlah yang teratur sesuai dengan jumlah, jam dan jenis yang telah dianjurkan.2.

  1. Perbanyak makan sayuran yang mengandung banyak serat.3.
  2. Gunakan daftar penukar bahan makanan untuk variasi menu, sehingga dapat memilih bahan makanan yang sesuai dengan menu.4.
  3. Usahakan melakukan olahraga secara teratur, disesuaikan dengan kemampuan tubuh.
  4. Periksa secara teratur kadar gula dalam darah.

Sumber : Instalasi Gizi RSUD Kota Tangerang : Diet Diabetes Mellitus

Adblock
detector