Penderita Diabetes Membatasi Mengonsumsi Makanan Yang Mengandung?

Penderita Diabetes Membatasi Mengonsumsi Makanan Yang Mengandung
Kamis, 13 Oktober 2022 12:51 WIB Penderita Diabetes Membatasi Mengonsumsi Makanan Yang Mengandung 1572 Septa Clara Astiyah, SST, MARS, RD – RSUP dr. Mohammad Hoesin Palembang Diabetes mellitus atau kencing manis adalah penyakit metabolik yang ditandai hiperglikemia akibat jumlah dan atau fungsi insulin terganggu. Dalam kondisi normal, makanan akan dipecah menjadi glukosa dan akan diangkut ke seluruh sel tubuh dengan bantuan insulin untuk dijadikan tenaga.

Pengelolaan penyakit Diabetes terdiri dari empat pilar, yaitu : edukasi, pengaturan makan, latihan jasmani dan obat-obatan. Prinsip pengaturan makan pada penderita Diabetes, antara lain : anjuran makan gizi seimbang, makanan tidak dilarang tapi hanya dibatasi sesuai kebutuhan harian, menu yang diberikan sama dengan menu keluarga dan perlu diingat bahwa penggunaan gula sebagai bumbu di dalam masakan tidak dilarang namun penggunaan garam perlu dikurangi.

Istilah yang digunakan untuk pengaturan makan penderita Diabetes adalah 3J, yaitu : tepat J adwal Makan, tepat J umlah Makanan dan tepat J enis bahan makanan. J yang pertama adalah Jadwal, artinya mengikuti jadwal makan yang tepat atau teratur untuk menjaga waktu makan sesuai jam yang ditentukan (sarapan pkl.07.00 wib, snack pagi pkl.10.00 wib, makan siang pkl.12.00 wib, snack sore pkl.15.00 wib dan makan makan pkl 19.00 wib serta snack malam pkl.21.00 wib jika diperlukan).

Tujuan mematuhi waktu makan secara teratur adalah untuk mengurangi beban kerja tubuh agar tidak terlalu berat dalam mencerna atau menyerap zat-zat gizi. Pengaturan waktu makan pada jam-jam tertentu bermanfaat untuk melatih perut atau lambung penderita Diabetes akan “lapar” pada waktu makan yang telah ditentukan.

J yang kedua adalah Jumlah, artinya mengkonsumsi jumlah makanan atau mengatur porsi makanan yang dikonsumsi setiap waktu makan. Jumlah atau porsi yang dimakan penderita Diabetes harus dihitung dari jumlah kalori dan kebutuhan protein, lemak, karbohidrat serta zat-zat gizi lainnya yang dibutuhkan oleh tubuh.

  • Semakin aktif penderita Diabetes maka akan semakin banyak kalori yang dibutuhkan sehingga membutuhkan porsi makanan yang lebih banyak.
  • Penderita Diabetes juga harus memperhatikan porsi dari setiap jenis makanan yang dikonsumsi karena kadar gula darah akan meningkat dratis setelah mengkonsumsi makanan tertentu karena kecenderungan makanan yang dikonsumsi memiliki kandungan gula darah yang tidak terkontrol.

J yang ketiga adalah Jenis, artinya memilih jenis bahan makanan yang tepat agar dapat membiasakan penderita Diabetes mengkonsumsi makanan beraneka ragam dan memiliki kebiasaan pola konsumsi makan yang baik. Semakin banyak ragam makanan yang dikonsumsi penderita Diabetes maka akan semakin baik, karena tidak ada satu jenis bahan makanan yang mengandung semua zat-zat gizi sehingga kekurangan zat gizi tersebut akan ditutupi oleh jenis makanan lain.

Penderita Diabetes dikatakan telah memiliki pola konsumsi yang baik apabila telah membatasi asupan karbohidrat, mengurangi makanan tinggi lemak jenuh/kolesterol, membatasi konsumsi gula dan garam serta mengkonsumsi tinggi serat. Pemilihan jenis bahan makanan penderita Diabetes menggunakan alat bantu berupa BMP (Bahan Makanan Penukar), yaitu daftar bahan makanan berdasarkan kelompok sumber-sumber bahan makanan yang memuat jumlah zat-zat gizi yang terkandung di setiap bahan makanan tersebut.

Jenis bahan makanan yang tercantum di dalam BMP dibedakan menjadi 7 kelompok dan bahan makanan dalam setiap kelompok dinyatakan dengan jumlah yang sama sehingga satu sama lain dapat saling menukar (satuan penukar). Kelompok I adalah golongan bahan makanan sumber karbohidrat, seperti : beras, jagung, roti, singkong, mie, bihun, havermut dan tepung-tepungan.

See also:  Apa Beda Diabetes Kering Dan Basah?

Elompok II adalah golongan bahan makanan sumber protein hewani, seperti : telur, ayam, ikan, udang, keju, bakso dan daging. Kelompok III adalah golongan bahan makanan sumber protein nabati, seperti : tahu, tempe, oncom dan kacang-kacangan. Kelompok IV adalah sayuran, golongan sayuran untuk penderita Diabetes dibagi 2 jenis, yaitu : sayuran golongan A yang boleh dikonsumsi sekehendak karena nol kalori tinggi serat (daun bawang, jamur segar, oyong, kangkung, ketimun, tomat) dan sayuran golongan B yang tetap harus ditakar konsumsinya karena mengandung 50 kalori (bayam, buncis, daun melinjo, daun singkong, daun pepaya).

Kelompok V adalah golongan buah-buahan, seperti : alpukat, apel, anggur, belimbing dan jambu biji. Kelompok VI adalah golongan susu dan hasil olah susu (susu kental manis, yogurt, susu bubuk). Kelompok VII adalah golongan minyak, seperti : minyak goreng, mentega, kelapa parut, santan dan lemak sapi.

  1. Melakukan pengaturan makan dengan menggunakan prinsip 3J (tepat Jadwal, Jumlah dan Jenis) akan mendukung upaya pengelolaan penyakit Diabetes dan akan menjaga kadar gula darah mendekati normal sehingga penderita Diabetes bisa memiliki kualitas hidup yang lebih baik.
  2. Referensi : Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 28 Tahun 2019 Tentang Angka Kecukupan Gizi yang Dianjurkan Almatsier,S, 2006, Penuntun Diet, Jakarta, PT Gramedia Pustaka Utama.

Helena Maria, dkk, 2020, Ketepatan Standar Porsi Nasi pada Penderita Diabetes Mellitus di RSUD Prof. Dr.W.Z. Johannes Kupang, Nutriology Jurnal : Pangan, Gizi, Kesehatan, Vol 1. No.2. Idris Andi,M, dkk, 2014, Pola Makan dengan Kadar Gula Darah Pasien DM Tipe 2, Jurnal MKMI, hal 211-218 Program Studi Ilmu Gizi FKM Universitas Hasanuddin.

Apakah penderita diabetes tidak boleh makan karbohidrat?

KOMPAS.com – Penderita diabetes sering dianjurkan untuk mengurangi asupan karbohidrat, sebab bisa membuat kadar gula darah meningkat. Pada seseorang yang sehat, karbohidrat yang sudah dicerna akan dipecah menjadi glukosa yang digunakan tubuh untuk menghasilkan energi.

  1. Demi merespons glukosa, pankreas akan melepaskan insulin yang membantu sel-sel tubuh menyerap glukosa.
  2. Baca juga: 5 Mitos Penyakit Diabetes yang Menyesatkan, Simak Penjelasannya.
  3. Namun bagi penderita diabetes, pankreas tidak bisa memproduksi insulin yang memadai atau sel-sel tubuh tidak bereaksi terhadap insulin.
See also:  Why Do People With Diabetes Lose Limbs?

Akibatnya, terjadi penumpukan glukosa dalam darah.

Mengapa penderita diabetes harus mengurangi makanan yang mengandung karbohidrat?

Hindari Mengonsumsi Karbohidrat Berlebihan – Karbohidrat penting bagi tubuh sebagai sumber utama dalam mendapatkan energi. Setelah karbohidrat masuk ke tubuh dan diubah menjadi glukosa, zat ini akan diserap sel-sel tubuh dengan bantuan hormon insulin.

Apakah protein menaikkan gula darah?

KOMPAS.com – Menu makan malam yang mengandung lebih banyak protein bisa menjadi alternatif sehat pengganti karbohidrat sebelum kita tidur. Pada keesokan harinya, sebelum kita mulai beraktivitas, kita dapat mengonsumsi sarapan yang kaya akan protein dengan tujuan untuk menguatkan otot.

  1. Namun, konsumsi protein pada malam hari sebelum tidur dan keesokan pagi menjelang kita beraktivitas dapat meningkatkan kadar gula darah di dalam tubuh kita.
  2. Hasil itu terungkap dari studi yang dipresentasikan di konferensi virtual The Physiological Society baru-baru ini.
  3. Para peneliti meminta 15 pria dan wanita muda yang sehat untuk menguji kadar gula darah mereka setelah makan.

Partisipan dibagi menjadi dua kelompok. Dalam satu sesi, mereka bangun pada jam 4 pagi, dan satu kelompok diminta minum air putih sedangkan kelompok lain mengonsumsi makanan ringan yang mengandung 63 gram protein susu. Semua partisipan kembali tidur, dan lima jam kemudian mereka sarapan bubur dan sampel darah dikumpulkan dua jam setelahnya untuk memeriksa kadar glukosa.

  1. Satu minggu berselang, partisipan bertukar posisi.
  2. Elompok yang minum air putih saat bangun di malam hari beralih mengonsumsi makanan dengan protein, sedangkan kelompok yang mengonsumsi protein beralih minum air putih.
  3. Rutinitas partisipan setelah itu tetap sama.
  4. Mereka kembali tidur, bangun untuk sarapan dan memeriksakan kadar glukosa.

Para peneliti menemukan, orang-orang yang mengonsumsi 63 gram protein di tengah malam memiliki kadar gula darah yang secara signifikan lebih tinggi setelah sarapan dibandingkan saat mereka hanya minum air putih. Baca juga: Berapa Banyak Protein yang Kita Butuhkan Setiap Hari? Meskipun ukuran sampel studi terbilang kecil dan jangka waktunya pendek, ketua studi Eleanor Smith, M.Sc., dari Liverpool John Moores University dan University of Bath, mengatakan studi ini perlu diperhatikan karena hasilnya tidak terduga.

  • Mengonsumsi camilan beberapa jam sebelum makan dapat membantu mengendalikan kadar gula darah, sehingga para peneliti mengantisipasi bahwa hal itu juga terlihat dalam studi ini.
  • Ami bertanya-tanya apakah bangun di malam hari untuk mengonsumsi protein dapat menurunkan gula darah keesokan paginya,” kata Smith kepada Runner’s World.
See also:  How Does Diabetes Affect A Man?

“Namun yang mengejutkan, respon gula darah terhadap sarapan lebih tinggi saat partisipan mengonsumsi protein pada jam 4 pagi dibandingkan air putih.” Meski peningkatan gula darah dari konsumsi protein masih perlu diteliti, ia berpendapat tubuh tidak membutuhkan banyak makanan di malam hari.

Sehingga, konsumsi protein di tengah malam akan membuat tubuh mengubah protein menjadi gula. Penelitian lebih lanjut juga akan mengeksplorasi apakah ada perbedaan antara konsumsi protein saat malam hari dibandingkan larut malam atau dini hari, namun Smith mengatakan hasilnya bisa jadi sama. “Ini dapat menyebabkan tubuh memiliki lebih banyak persediaan karbohidrat saat bangun tidur, sehingga energi dalam sarapan tidak digunakan atau disimpan, dan menumpuk lebih banyak di dalam darah,” katanya.

Apakah kita harus melewatkan camilan atau sarapan sebelum berolahraga pagi? Tidak, sebab olahraga dapat menurunkan kadar gula darah. American Diabetes Association bahkan merekomendasikan untuk melakukan aktivitas fisik setelah makan. Baca juga: 4 Diet Terbaik untuk Gula Darah yang Seimbang.

Apa Hubungan karbohidrat dan diabetes?

Diabetes melitus atau kencing manis adalah penyakit akibat gangguan metabolisme karbohidrat yang disebabkan oleh jumlah insulin yang kurang atau karena kerja insulin yang tidak optimal, sehingga insulin tidak bisa masuk ke dalam sel dan hanya menumpuk di pembuluh darah.

Apa perbedaan glukosa dan karbohidrat?

Jadi Sebenarnya Apa Itu Glukosa? – Glukosa adalah senyawa organik dalam bentuk karbohidrat berjenis monosakarida. Jenis ini juga dikenal sebagai jenis karbohidrat yang paling sederhana, tidak dapat dipecah menjadi bagian yang lebih kecil lagi. Inilah mengapa glukosa juga disebut gula sederhana.

Sama seperti glukosa, monosakarida juga meliputi fruktosa, galaktosa, dan ribosa. Biasanya glukosa bisa Anda dapatkan dari sayuran, buah-buahan, produk olahan susu, dan roti, namun sejatinya glukosa diproduksi oleh daun dari tumbuhan hijau. Bersamaan dengan oksigen, glukosa dihasilkan ketika tumbuhan sedang berfotosintesis.

Selanjutnya, oksigen yang dihasilkan kemudian dilepaskan ke udara, sedangkan glukosa tetap dialirkan ke seluruh jaringan tumbuhan. Ini bertujuan untuk menyokong pertumbuhan, membantu pembentukan bunga, serta pengembangan buah dari tanamaan itu sendiri.

  • Glukosa yang tersebar ke seluruh jaringan tanaman inilah yang kemudian menjadi sumber nutrisi ketika sudah sampai ke meja makan Anda.
  • Sumber nutrisi tersebut Anda santap dan kemudian menjadi energi untuk tetap bertahan hidup.
  • Sampai di sini dapat disimpulkan bahwa glukosa merupakan senyawa penting yang dibutuhkan tubuh.

Pun demikian, asupan yang teratur itu lebih diutamakan. Jika tidak, maka akan timbul masalah serius pada tubuh.

Adblock
detector