Penderita Diabetes Apa Boleh Makan Kurma?

Penderita Diabetes Apa Boleh Makan Kurma
Terapi Kurma Mengantarkan Bu Suwasmi Pulang Ke Tanah Air Madinah, 11 Agustus 2022 Selasa (9/8) pukul 02.16 waktu setempat, Bu Suwasmi, jemaah asal Kabupaten Bogor menjalani tanazul akhir untuk kepulangan ke Indonesia. Setelah sehari sebelumnya yang bersangkutan gagal ditanazulkan karena mengalami sesak di dalam pesawat sesaat sebelum keberangkatan.

Sekembalinya ke Kantor Kesehatan Haji Indonesia (KKHI) Madinah pada Senin pagi, Suwasmi diberikan terapi kurma untuk mengembalikan staminanya yang sempat drop. Yang bersangkutan tidak berselera makan karena sedang mengalami sariawan, sehingga terlihat pucat. “Alhamdulillah berkat dr. Budi rasanya segar setelah makan 7 buah kurma” ujar Suwasmi sambil berseri Mengkonsumsi kurma rupanya memang juga sudah menjadi kebiasaan Pensiunan Pegawai Badan Kepegawaian Negara ini selama tinggal di Indonesia.

Suwasmi mengaku sudah membeli kurma secukupnya untuk nanti bisa dikonsumsi sepulangnya ke Indonesia. Kepala Pusat Kesehatan Haji, dr. Budi Sylvana, MARS, M.H mengatakan bahwa terapi kurma merupakan salah satu strategi yang dilakukan dalam operasional pelayanan kesehatan di musim haji.

  1. Terutama untuk mengembalikan stamina jemaah haji, baik yang sedang dirawat di KKHI maupun menjadi bagian dari upaya promosi kesehatan.
  2. Ita berikan kurma karena ibu ini tidak berselera makan.
  3. Alhamdulillah cukup membantu untuk meningkatkan stamina beliau” ujar dr. Budi.
  4. Menurut dr.
  5. Budi pemberian Kurma pada jemaah merupakan bagian dari Thibun Nabawi atau pengobatan ala Rasulullah.

Kurma aman untuk dikonsumsi penderita diabetes melitus karena memiliki kadar indeks glikemik yang rendah. Selain itu kurma juga memiliki kalori yang cukup, dimana tiga butir kurma energinya setara dengan satu piring nasi. “Banyak manfaat kurma dan saya sudah buktikan sendiri.

Jadi kita manfaatkan juga kurma untuk terapi kepada pasien di KKHI Madinah” Ujar dr. Budi Selain terapi kurma, Suwasmi juga diajari cara bernafas yang baik agar kemudian tidak mengalami sesak lagi. Suwasmi merupakan salah satu jemaah haji yang menjalani safari wukuf pada saat pelaksanaan puncak haji beberapa waktu lalu.

Pihaknya mengaku sangat bersyukur dengan pelayanan kesehatan yang didapat baik di KKHI Makkah maupun di KKHI Madinah. “Saya salut sama tim kesehatan ini baik di Mekah maupun di Madinah, semua baik dan sabar terhadap pasien. Mudah-mudahan semuanya diberi berkah Allah Subhanahu wa ta’ala” ucapnya penuh haru.

  • Hotline Virus Corona 119 ext 9.
  • Berita ini disiarkan oleh Biro Komunikasi dan Pelayanan Masyarakat, Kementerian Kesehatan RI.
  • Untuk informasi lebih lanjut dapat menghubungi nomor hotline Halo Kemenkes melalui nomor hotline 1500-567, SMS 081281562620, faksimili (021) 5223002, 52921669, dan alamat email [email protected] (NI) Kepala Biro Komunikasi dan Pelayanan Masyarakat drg.

Widyawati, MKM : Terapi Kurma Mengantarkan Bu Suwasmi Pulang Ke Tanah Air

Berapa butir kurma untuk diabetes?

Cara Tepat Mengkonsumsi Kurma Bagi Penderita Diabetes Penderita Diabetes Apa Boleh Makan Kurma Penderita Diabetes Apa Boleh Makan Kurma Bulan puasa tanpa kurma tentu bagai sayur kurang garam. Ya, kurma memang identik dengan bulan puasa, karena selain menjadi makanan yang dianjurkan dikonsumsi oleh Rasulullah, kurma memiliki kandungan gizi yang cocok untuk memenuhi energi setelah seharian berpuasa.

  • Rasa kurma yang manis tentu nikmat bagi semua orang, namun bagaimanakah dengan penderita diabetes? Makanan manis memang seakan menjadi momok untuk penderita diabetes, hal ini tentu wajar karena asupan gula dalam tubuh penderita diabetes haruslah sangat dibatasi.
  • Urma menjadi makanan manis yang perlu mendapatkan perhatian khusus bagi penderita diabetes, hal ini penting agar kandungan gula yang ada pada kurma tidak mengganggu kadar gula darah tubuh penderita diabetes.

Kandungan gula pada kurma Buah kurma yang manis ini tentu memiliki kandungan gula yang tidak sedikit pula. Berdasarkan US Departement of Agriculture satu butir kurma ukuran sedang setara dengan 7 gram memiliki kandungan gula sebanyak 4,5 gram gula. Angka tersebut tentu sangat tinggi jika dibandingkan dengan buah lain, sehingga konsumsi kurma harus sangat dikontrol bagi penderita diabetes.

  • Lalu bagaimana caranya? Cara mengatur konsumsi kurma yang tepat bagi penderita diabetes.
  • Beberapa cara yang bisa kita lakukan agar konsumsi kurma tidak memengaruhi kondisi kesehatan penderita diabetes adalah dengan mengetahui kebutuhan gula penderita, mengatur jumlah konsumsi kurma dan memilih jenis kurma yang tepat.

Ketiga hal tersebut dilakukan dengan cara : 1. Ketahui dengan tepat kebutuhan gula penderita diabetes Seperti yang kita ketahui, penderita diabetes harus membatasi asupan gula dalam tubuhnya. Hal ini sangat dipengaruhi oleh pada banyak kondisi mulai dari berat dan tinggi badan, aktivitas fisik hingga kondisi kesehatan umum tubuh dan riwayat penyakit diabetes.

  1. Lazimnya kebutuhan gula penderita diabetes jauh lebih rendah dari orang dewasa pada umumnya, angka kebutuhan gula harian penderita diabetes secara umum kebutuhan gulanya berkisar antara 8-10 gram gula setiap harinya.
  2. Angka ini bukan merupakan angka pasti ya, karena kebutuhan gula masing-masing individu sangat bergantung pada kondisi yang telah disebutkan di atasi.2.

Batasi jumlah porsi kurma, membuatnya menjadi sari kurma bisa jadi pilihan Jika melihat kebutuhan gula penderita diabetes dan kandungan gula yang ada pada kurma, maka pendeirita diabetes boleh mengonsumsi kurma sebanyak 3-4 butir dalam satu hari. Ada beberapa cara agar asupan gula dari kurma bisa dimanfaatkan maksimal dengan penderita diabetes selama bulan puasa, yaitu dengan membuatnya menjadi sari kurma buatan sendiri.

Hal ini akan sangat efektif dimana kurma yang telah cair, mirip madu, bisa digunakan sebagai pengganti gula untuk tambahan minuman maupun dikonsumsi langsung. Pastikan sari kurma hanya terbuat dari kurma segar saja, ya, Selain itu pembatasan menjadi lebih mudah dilakukan, dengan membuat sari kurma dari 4-5 butir kurma, masing-masing 7 gram kurma, maka penderita diabetes sudah memenuhi batas maksimal konsumsi gula hariannya.

Sari kurma tersebut bisa digunakan sejak awal berbuka hingga sahur sehingga pembatasannya mudah dan penderita diabetes tetap bisa mengonsumsi kurma saat puasa.3. Pilih kurma yang tepat Cara yang cukup jitu selanjutnya adalah dengan memilih kurma yang tepat.

  • Pakar kesehatan dan gizi menyebutkan bahwa kurma yang baik dipilih adalah kurma yang masih segar, tingkat kematangannya pas sehingga tekstur kurma tidak terlalu keras atau kesat maupun terlalu lembek.
  • Urma yang sudah lembek atau berair menandakan bahwa kandungan gula dan indeks glikemiknya sudah tinggi karena terlalu matang.

Jangan lupa perhatikan pula ukuran masing-masing kurma tidak lebih dari 7-7,5 gram agar asupan gula penderita diabetes benar-benar terkontrol, ya. (sumber:doktersehat.com) : Cara Tepat Mengkonsumsi Kurma Bagi Penderita Diabetes

Apakah kurma bisa menaikkan kadar gula darah?

JawaPos.com –Kurma identik dengan puasa Ramadan, Karena energinya yang tinggi dengan rasa yang manis, seringkali penderita diabetes bertanya bolehkah makan buah kurma ? Jawabannya ternyata boleh. Sebab menurut ahli gizi, kurma memiliki rasa yang manis tetapi juga rendah glikemik.

  1. Artinya tidak akan meningkatkan kadar gula darah seperti kue dan permen.
  2. Ada beberapa jenis kurma,” kata ahli diet terdaftar Jessica Bippen, RD.
  3. Bippen menjelaskan, kurma memiliki kandungan gizi dan manfaat yang sama untuk kesehatan,
  4. Dia mencontohkan kurma jenis Medjool sedikit lebih tinggi dalam gula alami yang membuatnya terasa lebih manis dan kalori.

“Kurma Medjool umumnya lebih besar dan lebih manis dan memiliki warna yang lebih kaya dan lebih gelap juga cenderung lebih kenyal daripada kurma Deglet Noor,” tambah ahli diet terdaftar Jessica Cording, RD. Kedua ahli gizi mengatakan, semua varietas kurma penuh dengan manfaat nutrisi.

Baik Untuk Jantung

Bippen mengatakan, ada tiga alasan utama mengapa kurma menjadi makanan ringan yang menyehatkan jantung. “Alasannya kurma mendukung kesehatan jantung adalah karena kandungan potasium, serat, dan antioksidannya,” kata Bippen. Bippen menjelaskan, kurma memiliki serat larut, yang membantu menurunkan kolesterol LDL.

Kurma Baik untuk Usus

Kandungan serat yang tinggi dalam kurma tidak hanya bermanfaat bagi jantung. Kurma membantu mendukung pencernaan. “Kebanyakan orang tidak mendapatkan cukup serat dalam makanan mereka,” kata Bippen. “Serat penting untuk pencernaan dan buang air besar secara teratur, mengelola kadar gula darah, rasa kenyang, dan memberi nutrisi pada bakteri usus sehat,” tambah dia.

See also:  Darah Penderita Diabetes Mengandung Aseton Yang Dihasilkan Melalui?

Kurma Mendukung Kesehatan Otak

Kurma secara khusus membantu mendukung otak. Kurma mengandung flavonoid dan senyawa antioksidan lain yang telah terbukti membantu melindungi dari beberapa kondisi kesehatan, termasuk penyakit Alzheimer. Studi pada hewan juga menunjukkan bahwa kurma dapat membantu mengurangi aktivitas protein amiloid-beta penyebab plak di otak.

Camilan Sehat Diabetes

Orang dengan diabetes perlu sangat memperhatikan apa yang mereka makan dan mempertimbangkan bagaimana hal itu mempengaruhi kadar gula darah mereka. Meskipun kurma mengandung banyak gula alami, penelitian ilmiah telah menunjukkan bahwa kurma menjadi makanan yang aman bagi penderita diabetes untuk dikonsumsi dalam jumlah sedang.

Mudahkan Persalinan

“Kurma dapat membantu mempromosikan dan memudahkan persalinan pada wanita hamil,” kata Bippen. “Makan buah-buahan ini selama beberapa minggu terakhir kehamilan dapat meningkatkan pelebaran serviks dan menurunkan kebutuhan akan persalinan yang diinduksi,” jelas dia. Editor : Latu Ratri Mubyarsah Reporter : Marieska Harya Virdhani

Apakah madu dan kurma aman untuk penderita diabetes?

BANJARMASINPOST.CO.ID – Ikuti cara efektif mengonsumsi madu dan kurma yang bisa mengobatkan diabetes. Dokter Zaidul Akbar mengingatkan jangan berlebihan. Dokter Zaidul Akbar mengimbau bagi seseorang yang sudah tinggi kadar gula dalam darah agar tidak konsumsi Kurma dan Madu secara berlebihan.

Meski demikian, penderita Diabetes atau diabetesi tetap boleh makan kurma dan minum madu. Sebagaimana diketahui, pasien Diabetes memiliki kadar gula (glukosa) tinggi dalam darah. Baca juga: Hikmah Fenomena Gerhana Bulan, Begini Penjelasan Ustadz Adi Hidayat Baca juga: Alternatif Sembuhkan Kista tanpa Obat-obatan, dr Zaidul Akbar Imbau Hindari Tepung dan Gula Pasir Karena itu, penderitanya disarankan agar tidak mengkonsumsi gula atau makanan manis dan berlemak dalam jumlah yang banyak atau bahkan dihindari.

dr Zaidul Akbar mengatakan sebaiknya tidak berlebihan untuk mengkonsumsi madu dan kurma bagi diabetesi. “Contoh misalnya, apakah pasien diabetes boleh makan kurma? Boleh namun harus dibatasi, bahasa saya kita ambil berkahnya saja,” jelas dr Zaidul Akbar dikutip Banjarmasinpost.co.id dari kanal youtube dr.

Zaidul Akbar Official. Terutama kurma-kurma yang disebutkan oleh Nabi Muhammad SAW, misalnya kurma Ajwa atau jenis kurma secara umum. Misalnya setelah makan kurma tiga butir langsung naik gula darahnya, maka sebaiknya kurangi konsumsi kurmanya. “Biasanya setahu saya senyawa kompleks pada satu jenis makanan, umumnya tidak memberikan efek secara langsung sedemikian rupa sebagaimana misalnya produk senyawa sederhana misanya gula pasir,” urainya.

Karena itu tidak ditemukan kasus dalam kehidupan sehari-hari madu murni menyebabkan diabetes. Dibandingkan dengan produk olahan senyawa sederhana tinggi gula dan tinggi karbohidrat misalnya tepung, gula pasir. “Kalau memang sudah naik gulanya maka kurangi konsumsi kurma dan madu, misalnnya kurma satu butir saja, tapi kalau ragu makan kurma jadi naik maka tidak usah makan sekalian,” paparnya.

Baca juga: Upacara Serta Ziarah Bersama pada Hari Pahlawan 2022 di Tugu 9 November Banjarmasin Disarankan bagi penderita diabetes untuk minum yang pahit-pahitan. Salah satu manfaat bahan-bahan pahitan adalah untuk memperbaiki sensitivitas insulin. “Banyak bahan-bahan alami yang pahit untuk mengatasi diabetes, misalnya kayumanis, pare, sambiloto dapa memperbaiki sensitivitas insulin,” ujar dr Zaidul Akbar.

Pedoman pertama jika kita bertemu produk-produk yang disebutkan dalam Alquran dan hadist Nabi Muhammad SAW, biasanya harus ada kekuatan dan keyakinan dalam diri kita ada keberkahan dan manfaat dalam produk itu dalam konteks ini adalah madu. Dalam Alquran Surah An-Nahl Allah SWT mengatakan di dalam madu terdapat kesembuhan.

  • Pada hadits Nabi SAW turut berbunyi untuk mencapai kesembuhan salah satunya dengan madu.
  • Dari situ kan ada janji, keberkahan, kebaikan yang Allah janjikan kepada kita yang mengkonsumsi madu tadi, maka ketika kita meniatkan untuk mengkonsumsi itu kembalikan kepada janji-janji yang Allah dan Nabi Muhammad SAW berikan kepada kita, yakni mohon kesembuhan, yang dipanjatkan kepada Allah,” paparnya.

Sebaiknya tidak memunculkan ketakutan ketika mengkonsumsi madu, minumlah dengan hati yang tenang, bahagia, hati yang penuh harap kepada Allah untuk mendapatkan kesembuhan. Baca juga: Doa Hilangkan Rasa Malas Diuraikan Ustadz Abdul Somad, Dapat Memperlancar Rezeki Sesuai penelitian dan literasi, madu mengandung gula cukup tinggi, karena itu dilakukan pembatasan konsumsi bagi pasien diabetes.

  • Alau ditanya berapa banyak saya tidak tahu jumlahnya berapa tapi lebih baik Anda yang merasakan sendiri, biasanya kalau saya menyarankan mulai dari satu sendok per hari,” urainya.
  • Satu sendok dibagi dalam tiga dosis bisa tiga sendok teh, namun tetap disertai cek gula darah.
  • Arena umumnya, penderita diabetes atau kencing manis dapat merasakan gulanya naik maka disesuaikan dengan kondisi tubuh.

“Namun jika tubuhnya tidak memberikan respon lemas atau apapun saat gula naik maka tidak masalah, sehingga bisa dicoba sedikit demi sedikit,” kara dr Zaidul Akbar. Agar tidak terlalu berat diserap dalam tubuh, madu bisa dicampur dengan air putih. Hal ini dapat membuat madu lebih cepat terserap dalam tubuh kita dengan kadar gula yang tidak terlalu tinggi karena sudah larut dalam air.

Apa efek samping makan kurma setiap hari?

KOMPAS.com – Buah kurma yang berasal dari pohon kurma sering ditemukan tumbuh di daerah-daerah dengan iklim kering dan gersang seperti gurun. Selain dimakan dalam bentuk yang lebih segar, kurma juga kerap dikeringkan atau dapat digunakan untuk membuat smoothie dan bahan makanan lainnya.

Apakah pisang baik untuk penderita diabetes?

Apakah Pisang Bisa Dikonsumsi Penderita Diabetes Setiap Hari? Berikut Penjelasan dr. Cahyo – PRFM News

  • PRFMNEWS – Penderita perlu memperhatikan asupan makanannya, dikarenakan akan sangat berdampak pada kadar gula darahnya.
  • Gula darah pada penderita harus dikontrol agar tak menimbulkan sejumlah komplikasi.
  • Beredar di masyarakat terkait makanan yang berbahaya bagi penderita, namun ada juga informasi yang keliru, salah satunya adalah buah yang sebagian masyarakat beranggapan tak bisa dikonsumsi penderita,
  • Baca Juga:

Dijelaskan dr. Cahyo Purnomo pada kanal YouTubenya, ternyata buah memiliki sejumlah manfaat bahkan bagi penderita, Berikut manfaat buah bagi penderita, di antaranya: 1. Camilan sehat untuk Faktanya buah memiliki yang rendah, yakni sebesar 51. Buah ataupun makanan dengan di bawah 55 aman dikonsumsi penderita,

Bolehkah penderita diabetes minum sari kurma TJ?

2. Menjaga dan menurunkan kadar gula darah – Makanan manis biasanya menjadi pantangan bagi penderita diabetes. Namun, sari kurma justru aman dikonsumsi oleh penderita diabetes karena memiliki indeks glikemik yang rendah. Indeks glikemik adalah indikator seberapa cepat suatu makanan dapat meningkatkan kadar gula darah.

Apakah Buah kurma mengandung gula?

KOMPAS.com – Kurma mengemas banyak rasa manis dalam gigitan yang relatif kecil. Kurma termasuk sumber fruktosa alami, yakni jenis gula yang terdapat dalam buah-buahan. Setiap kurma kering (sekitar 24 gram) mengandung 67 kalori dan sekitar 18 gram karbohidrat.

  • Mengingat kandungan karbohidratnya yang tinggi, kurma menimbulkan kekhawatiran di antara para penderita diabetes.
  • Namun, jika dimakan dalam jumlah sedang, kurma bisa menjadi bagian dari diet sehat, bahkan untuk penderita diabetes.
  • Baca juga: Cara Menjaga Gula Darah Penderita Diabetes Tetap Terkendali Selama Puasa Satu buah kurma kering mengandung hampir 2 gram serat, atau 8% dari kebutuhan harian.

Serat makanan, seperti yang terkandung dalam kurma, dapat membantu tubuh menyerap karbohidrat lebih lambat, yang sangat penting bagi penderita diabetes. Semakin lambat karbohidrat dicerna, semakin kecil kemungkinan gula darah melonjak setelah makan.

Apakah kurma Sukari mengandung gula?

Kandungan Kurma Sukari – Rasa manis kurma sukari berasal dari kadar gulanya yang tinggi. Meski tinggi gula, kurma ini juga mengandung berbagai nutrisi penting, seperti:

See also:  How Alcohol Affects Diabetes?

Serat Protein Lemak Karbohidrat Kalium

Kandungan protein dari kurma sukari ini tinggi akan asam amino esensial. Selain itu, kurma yang memiliki warna cokelat keemasan ini juga kaya akan antioksidan, flavonoid, dan karotenoid.

Penyakit apa yg tidak boleh makan kurma?

Foto: Pedagang kurma menata barang dagangannya di Pasar Tanah Abang, Jakarta, Jumat (3/5/2019). Menjelang bulan Ramadan, permintaan buah kurma meningkat dua kali lipat dibanding hari biasa. Harga kurma yang dijual bervariasi tergantung jenis dari Rp 30.000 hingga Rp.300.000. (CNBC Indonesia/Andrean Kristianto) Jakarta, CNBC Indonesia – Berbuka puasa dengan buah kurma menjadi pilihan sebagian umat Muslim selama bulan Ramadan. Meski demikian, Anda tidak dianjurkan mengonsumsi terlalu banyak buah kering ini. Kurma merupakan buah yang berasal dari tanaman di daerah beriklim kering dan gurun. Buah dari pohon palem ini bisa dikonsumsi langsung, tetapi umumnya melalui proses pengeringan terlebih dahulu. Kandungan serat dan kalori yang tinggi dalam kurma memang baik untuk tubuh. Akan tetapi, keduanya bisa menjadi bumerang bagi tubuh Anda jika dikonsumsi terlalu banyak. Lantas apa saja efek samping makan kurma? 1. Gangguan pencernaan Kandungan serat dalam kurma memang bagus untuk menjaga kesehatan sistem pencernaan tapi kalau konsumsinya sesuai porsi. Sementara jika dikonsumsi berlebihan, serat alami pada kurma ini justru memicu hadirnya masalah pencernaan. Di dalam setiap 100 gram buah kurma mengandung 7.5 gram serat. Banyak ahli yang merekomendasikan kebutuhan serat harian orang dewasa sekitar 20-35 gram serat per harinya. Sementara itu, satu porsi kurma menyumbang 7-13% kebutuhan serat yang dianjurkan. Apabila kurma dengan kandungan serat yang tinggi dimakan terlalu banyak maka akan hadir berbagai gangguan pencernaan seperti kembung, kram perut hingga sembelit. Apalagi serat juga membantu memproduksi gas di dalam tubuh, sehingga membuat perut terasa tidak nyaman.2. Diare Tak hanya sembelit atau susah buang air besar. Ternyata konsumsi kurma terlalu banyak juga menyebabkan diare. Kandungan gula yang terlalu tinggi bisa memicu diare. Kondisi ini dapat terjadi karena sebagian rasa manis dari kurma berasal dari kandungan fruktosa, yaitu gula alami yang biasa terkandung pada buah dan sayuran. Namun, tidak semua orang dapat mencerna fruktosa dengan baik. Gula yang masuk ke dalam tubuh kemudian melewati sistem pencernaan tidak dapat diserap dengan baik. Efeknya, perut akan terasa melilit dan menyebabkan diare. Diare ini sebagai reaksi alami bakteri di dalam usus.3. Meningkatkan risiko diabetes Selain menyebabkan masalah pencernaan, efek samping lainnya dari konsumsi buah kurma terlalu banyak adalah meningkatkan risiko penyakit diabetes. Tentu efeknya akan sangat berbahaya jika seseorang sudah memiliki riwayat diabetes sebelumnya. Dalam satu butir kurma mengandung gula alami yang hampir setara 30 gram gula pasir. Kandungan gula yang tinggi tersebut membuat kurma dianggap sebagai makanan dengan indeks glikemik yang tinggi. Dari hasil penelitian di University Health News, kurma mengandung skor GI yang sedang dan tidak akan meningkatkan kadar gula darah. Namun, ketika dikonsumsi lebih dari tiga buah ternyata cukup berpengaruh terhadap glukosa, terutama bagi para penderita diabetes.4. Memicu kegemukan Meskipun kurma mengandung serat tinggi, kurma juga punya kandungan kalori yang tinggi sehingga mempengaruhi kenaikan berat badan. Jadi kalau konsumsinya tidak dikontrol, berat badan akan melonjak tajam. Dalam setiap gram buah kurma mengandung 2,8 kalori. Bayangkan jika menyantap lebih dari 3 butir kurma dalam sekali makan, berapa puluh atau ratus kalori yang diasup hanya dari buah kurma. Belum lagi kalori yang disumbang dari makanan lainnya.5. Menyebabkan Hiperkalemia Hiperkalemia adalah kondisi di mana kadar kalium menjadi terlalu tinggi dalam darah. Kurma adalah sumber yang kaya akan kalium, dan terlalu banyak mengonsumsi kurma dapat menyebabkan kondisi ini. Kadar kalium darah yang ideal adalah antara 3,6-5,2 milimol per liter. Tingkat kalium darah yang lebih tinggi dari 7 milimol per liter bisa berisiko dan memerlukan penanganan medis segera. Setiap butir kurma mengandung 167 miligram kalium, jika dikonsumsi sesuai porsi maka kalium dalam kurma akan bermanfaat untuk tubuh. Sebaliknya, kurma yang dikonsumsi berlebih membuat kandungan kalium dalam tubuh melonjak drastis. Berita selengkapnya >>> di sini, Artikel Selanjutnya

Kurma bisa menyembuhkan penyakit apa saja?

Manfaat dan Khasiat Buah Kurma Mengatasi Berbagai Penyakit () 16 Juni 2016 08:24:09 WIB Manfaat dari kurma diantaranya bebas dari masalah konstipasi, gangguan pencernaan, masalah jantung, anemia, disfungsi seksual, diare, kanker abdomen, dan kondisi-kondisi lain. Kurma juga sangatlah baik untuk menaikkan berat badan.

  • Urma kaya akan vitamin, mineral, dan serat.
  • Buah kurma yang lezat ini mengandung minyak, kalsium, sulfur, zat besi, potassium, fosfor, mangan, tembaga, dan magnesium yang bermanfaat bagi kesehatan.
  • Beberapa ahli kesehatan berkata bahwa mengkonsumsi satu buah kurma per hari diperlukan untuk pola makan yang seimbang dan sehat.

Manfaat kesehatan dari kurma telah menjadikan buah ini sebagai bahan baku terbaik untuk perkembangan otot. Orang-orang mengkonsumsi kurma dalam berbagai cara; mencampur adonan kurma dengan susu, yogurt, atau dengan roti dan mentega untuk menjadikannya lebih nikmat.

Adonan kurma bermanfaat bagi orang dewasa dan anak-anak, khususnya pada masa pemulihan dari cedera atau sakit. Berdasarkan survey dari pengobatan modern, kurma sudah diakui membantu proses pencegahan kanker abdomen. Banyak orang Muslim berbuka puasa dengan makan kurma dan minum air sesuai dengan tradisi agama.

Berbuka puasa dengan makan kurma membantu menghindari makan berlebihan setelah puasa berakhir. Saat tubuh mulai menyerap nutrisi yang terkandung pada kurma, rasa lapar juga hilang. Dan juga, sistem syaraf dapat terbantu dengan mengkonsumsi kurma, karena sistem syaraf memiliki potassium dalam jumlah yang tinggi.

Urma adalah salah satu makanan manis dan multiguna yang dapat meregulasi proses pencernaan. Kurma dapat meningkatkan energi dalam waktu 30 menit bagi yang mengkonsumsinya. American Cancer Society merekomendasikan asupan serat 20 hingga 35 gram per hari, yang dapat terpenuhi dengan mengkonsumsi kurma.

Mengkonsumsi 1 buah kurma per hari juga dipercaya dapat membantu menjaga kesehatan mata seumur hidup. Kurma dikenal cukup efektif melindungi mata dari rabun senja.

Berapa minimal makan kurma sehari?

2. Meningkatkan risiko penyakit diabetes – Penderita Diabetes Apa Boleh Makan Kurma Selain menyebabkan masalah pencernaan, efek samping lainnya dari konsumsi buah kurma terlalu banyak adalah meningkatkan risiko penyakit diabetes. Mengapa demikian? Begini, kurma mengandung pemanis alami yang hampir setara dengan 30 gram gula. Kandungan gula yang tinggi tersebut membuat kurma dianggap sebagai pula.

  1. Indeks glikemik atau GI merupakan sebuah ukuran seberapa cepat makanan dapat memengaruhi kadar glukosa darah.
  2. Dilansir dari, kurma mengandung skor GI yang cukup sedang dan tidak akan terlalu meningkatkan kadar gula darah Anda.
  3. Namun, ketika dikonsumsi lebih dari tiga buah ternyata cukup berpengaruh terhadap glukosa Anda, terutama ketika menderita diabetes.

Oleh karena itu, sebaiknya Anda mulai membatasi konsumsi kurma dengan kandungan gula yang tinggi, seperti 1-2 buah dalam satu hari adalah pilihan yang aman. Apabila Anda tidak yakin, silakan konsultasikan terlebih dahulu dengan dokter sebelum mengonsumsi kurma.

Berapa jumlah kurma yang dianjurkan?

Tahu buah Kurma? Buah yang menjadi primadona saat bulan Ramadhan ini tentunya sudah sangat di”kenal” oleh umat muslim karena menjadi salah satu hidangan Sunnah untuk berbuka puasa. Jumlah buah Kurma yang dianjurkan untuk dikonsumsi sesuai sunnah nabi adalah satu, tiga, lima, dan bilangan ganjil seterusnya.

Melindungi otak dari stress oksidatif dan peradangan

Bukan tanpa alasan memakan kurma dianjurkan dalam jumlah ganjil. Anjuran Nabi Muhammad SAW tersebut pernah dibuktikan khasiatnya secara ilmiah oleh sebuah penelitian yang dipimpin oleh Musthafa Mohamed Essa, Ph.D. Peneliti mengungkap bahwa makan kurma dalam jumlah ganjil atau genap memberi efek yang berbeda.

See also:  Kacang Yang Bagus Untuk Diabetes?

Menstabilkan gula darah

Buah kurma dianjurkan untuk berbuka puasa. Pasalnya, kandungan gula dalam buah kurma bermanfaat untuk mengembalikan gula darah yang sempat drop karena puasa sehari penuh.

Baik untuk kulit Jika Anda menderita masalah kulit, konsumsi kurma bisa membantu kondisi ini dalam jangka panjang.Kurma pun disebut turut memiliki manfaat yang membantu mencegah penuaan dini dan akumulasi melanin di tubuh Anda.

Baik untuk pencernaan Kurma mengandung serat pangan yang membantu proses pencernaan dengan baik sehingga melancarkan buang air besar. Dalam studi yang diterbitkan di British Journal of Nutrition menyebut sebanyak 21 orang yang mengonsumsi 7 butir kurma per hari selama 21 hari mengalami peningkatan gerakan usus dan lebih sering buang air besar dibanding mereka yang tidak mengonsumsi kurma.

Meminimalisir resiko Alzheimer

Manfaat lain dari buah kurma bagi otak juga berdasar pada studi laboratorium yang menemukan kurma bermanfaat untuk menurunkan penanda inflamasi di otak dan menurunkan risiko terkena alzheimer.

Memperkuat kekebalan tubuh Kandungan antioksidan pada kurma akan membantu melawan radikal bebas sehingga membantu memperkuat kekebalan tubuh. Ada sebanyak 3 jenis antioksidan paling potensial dalam kurma yakni: – Flavonoid, jenis antioksidan yang ampuh untuk menurunkan inflamasi dan berpotensi menurunkan risiko diabetes, Alzheimer dan beberapa jenis kanker. – Karotenoid, terbukti mendukung kesehatan jantung dan menurunkan risiko gangguan mata. – Asam fenolat, dikenal dengan sifat antiinflamasi sehingga menurunkan risiko kanker dan penyakit jantung.

Itulah sebagian manfaat luar biasa yang terkandung dalam buah Kurma. Walau manfaatnya yang sangat bagus bagi kesehatan, tetap tidak disarankan untuk mengonsumsinya secara berlebihan ya, karena Rasulullahpun mengajarkan bahwa sesuatu yang berlebih-lebihan (al-ghuluw) tidak baik.

Berapa biji 100 gram kurma?

Tiga Biji Kurma Setara Sepiring Nasi? Selasa, 2022-04-05 – 14:53:21 WIB Kurma memiliki manfaat sangat beragam dan tidak memiliki dampak negatif apabila dikonsumsi saat orang berbuka puasa maupun konsumsi rutin setiap hari. Buah yag berasal dari Teluk Persia itu mengandung kalori tinggi, dapat dimanfaatkan dengan cepat oleh tubuh karena energinya dapat langsung.

Arakter kurma tersebut dapat menjadikan tubuh lebih bugar dan potensial bisa terhindar dari radikal bebas. Pakar teknologi pangan Prof. Dr. Ir. Ambar Rukmini, M.P menyatakan, orang berpuasa saat berbuka mengkonsumsi tiga butir kurma setara dengan makan satu piring nasi. Menjawab pertanyaan wartawan berkaitan dengan tradisi orang berpuasa mengkonsumsi kurma, Dosen Program Studi Teknologi Pangan Universitas Widya Mataram Yogyakarta (UWM menjelaskan, sebutir kurma memiliki berat sekitar delapan gram.

Kandungan kalori sekitar 23 kilo kalori (kkal), yang berasal dari 96% karbohidrat, 3% protein, dan 1% lemak. Apabila diurai lebih rinci, maka kandungan gizi kurma per 100 gramnya (± 13 butir) adalah 63,35 gram gula; 8 gram serat; 2,45 gram protein; 0,39 gram lemak; 2 miligram Natrium; 656 miligram Kalium; dengan kalori total sebesar 299 kkal.

Jadi, seorang mengonsumsi tiga butir kurma untuk membatalkan puasa, secara cepat sudah mengonsumsi sekitar 70 kkal yang setara dengan sepiring nasi,” kata dia Senin (4/4/2022). Yang istimewa kalori kurma dapat dimanfaatkan dengan cepat oleh tubuh karena energinya dapat langsung diserap. “Kalau kita buka puasa mengonsumsi kurma dalam sekejap dapat menjadikan tubuh lebih bugar.

Hal inilah yang menjadi dasar dalam anjuran untuk membatalkan puasa saat berbuka dengan tiga butir kurma.” Selain kadar kalorinya tinggi, kurma mengandung berbagai vitamin yang sangat diperlukan tubuh. Setiap 100 gram kurma mengandung 9 IU vitamin A; 0,05 miligram vitamin B1; 0,06 miligram vitamin B2; dan 1,2 miligram vitamin B3.

Emudian di dalam kurma terdapat vitamin C dalam jumlah cukup tinggi. Komposisi vitamin A dan vitamin C sangat manfaat bagi kesehatan tubuh, yang dapat berperan sebagai antioksidan. “Saya mengategorikan kurma merupakan makanan yang baik untuk dikonsumsi setiap hari, tidak hanya saat menjalankan ibadah puasa saja,” ujar dia.

Alumni FTP Universitas Gadjah Mada (UGM) itu merinci keunggulan lainnya dari buah kurma berupa serat polifenol. Serat demikian sangat membantu proses pencernaan makanan. “Serat merupakan komponen pangan yang tidak dapat dicerna oleh sistem pencernaan manusia, tetapi keberadaannya dapat membuat lambung dan usus menjadi meruah (bulky), sehingga gerak peristaltiknya menjadi lebih teratur.

Hal ini sangat membantu mengefektifkan proses pencernaan yang terjadi, sehingga zat gizi yang terkandung dalam makanan dapat terserap tubuh dengan lebih sempurna.” Guru besar pertama dari dosen tetap di UWM itu menyatakan, kondisi gerak peristaltik lambung dan usus yang teratur pasca mengkonsumsi kurma dapat mencegah konstipasi atau sembelit dan potensial mencegah terjadinya kanker colon (usus besar), ambeien, mengendalikan diabetes dengan menurunkan kadar gula darah yang tinggi, serta dapat pula mengikat kolesterol, sehingga kadar kolesterol darah menjadi lebih terjaga.

Kurma juga menandung mineral berupa kalsium dan magnesium, yang berperan menjaga kontraksi otot, jantung, sistem saraf, serta bersama-sama Natrium mampu menyeimbangkan metabolisme tubuh, sedangkan magnesium sangat diperlukan dalam proses penghasilan energi serta berperan dalam pembentukan struktur tulang dan juga pembentukan DNA.

Berapa kalori 1 biji kurma?

Suara.com – Salah satu sunnah Nabi Muhammad SAW adalah mengonsumsi kurma saat buka puasa. Dan ternyata, bukan tanpa alsan mengapa buah yang satu ini sangat istimewa di mata Rasulullah. Kurma mengandung banyak nutrisi untuk memulihkan badan setelah kita berpuasa selama belasan jam.

Menurut data USDA (United States Department of Agriculture) Food Data Central, kurma kaya akan zat gizi makro berupa karbohidrat protein, dan lemak. Berbagai jenis karbohidrat dalam kurma terdiri dari glukosa, fruktosa, dan sukrosa baik untuk bantu mengembalikan energi yang hilang selama puasa. “Kandungan glukosa dan fruktosa yang tinggi pada kurma merupakan bentuk gula sederhana yang dapat cepat digunakan oleh tubuh sebagai sumber energi,” kata ahli gizi dr.

Feni Nugraha, MARS, MGizi, Sp.GK., dalam keterangan tertulis yang diterima suara.com, Selasa (5/4/2022). Baca Juga: Resep dr.Zaidul Akbar Pakai Buah Alpukat dan 3 Buah Kurma Bisa Bikin Berat Badan Jadi Ideal Dalam 1 butir kurma dengan berat 24 gram mengandung 66 kalori dengan 16 gram gula.

Meski tinggi karbohidrat, jumlah indeks glikemik dalam kurma tergolong rendah, yaitu kurang dari 55. Dokter Feni menjelaskan bahwa indeks glikemik adalah besarnya kecepatan karbohidrat di dalam makanan untuk dapat meningkatkan kadar gula darah setelah dikonsumsi. “Tetapi, karena kurma termasuk buah yang tinggi kandungan gula, jadi perlu berhati-hati ketika dikonsumsi pada penderita diabetes.

Penderita diabetes hanya dianjurkan maksimal satu hingga dua buah kurma perhari, asalkan tidak ada tambahan gula atau makanan manis lainnya, karena dapat dengan cepat meningkatkan kadar gula darah,” pesan dokter Feni. Selain zat gizi makro, kurma juga kaya akan zat gizi mikro.

  1. Berikut kandungan nutrisi lain yang ada di dalam kurma: 1.
  2. Tinggi Serat Kurma mengandung tinggi serat yang baik untuk kesehatan saluran cerna.
  3. Selain itu, kurma juga dapat menjaga keseimbangan mikroflora di usus.
  4. Serat yang terdapat pada kurma termasuk serat larut dan tidak larut air.
  5. Andungan serat larut air dapat membantu menurunkan penyerapan kolesterol.

Sementara serat tidak larut air pada kurma dapat menarik air ke feses, membuatnya lebih lunak dan bervolume, sehingga fungsi pencernaan menjadi lancar. Dengan mengonsumsi tiga hingga lima buah kurma, dapat memenuhi 20 persen kebutuhan serat harian.2. Kaya Akan Vitamin dan Mineral Ada berbagai vitamin dan mineral dalam kurma, di antaranya vitamin A, vitamin B kompleks seperti vitamin B1, B2, B3, B6, asam folat, vitamin C, vitamin K, kalsium, fosfor, zat besi, seng, selenium, magnesium.

Adblock
detector