Mengapa Penderita Diabetes Melitus Sering Mengeluarkan Urine?

Mengapa Penderita Diabetes Melitus Sering Mengeluarkan Urine
29 April 2019 Ilustrasi : tanda dan gejala diabetes yang dialami seseorang (vektor by freepik, desain ulang anitasari) Meningkatnya frekuensi buang air kecil Karena sel-sel di tubuh tidak dapat menyerap glukosa, ginjal mencoba mengeluarkan glukosa sebanyak mungkin. Akibatnya, penderita jadi lebih sering kencing daripada orang normal dan mengeluarkan lebih dari 5 liter air kencing sehari. Ini berlanjut bahkan di malam hari.

Penderita terbangun beberapa kali untuk buang air kecil. Itu pertanda ginjal berusaha singkirkan semua glukosa ekstra dalam darah. Rasa haus berlebihan Dengan hilangnya air dari tubuh karena sering buang air kecil, penderita merasa haus dan butuhkan banyak air. Rasa haus yang berlebihan berarti tubuh Anda mencoba mengisi kembali cairan yang hilang itu.

Sering ‘pipis‘ dan rasa haus berlebihan merupakan beberapa “cara tubuh Anda untuk mencoba mengelola gula darah tinggi,” jelas Dr. Collazo-Clavell seperti dikutip dari Health.com. Penurunan berat badan Kadar gula darah terlalu tinggi juga bisa menyebabkan penurunan berat badan yang cepat. Karena hormon insulin tidak mendapatkan glukosa untuk sel, yang digunakan sebagai energi, tubuh memecah protein dari otot sebagai sumber alternatif bahan bakar. Kelaparan Rasa lapar yang berlebihan, merupakan tanda diabetes lainnya. Ketika kadar gula darah merosot, tubuh mengira belum diberi makan dan lebih menginginkan glukosa yang dibutuhkan sel. Kulit jadi bermasalah Kulit gatal, mungkin akibat kulit kering seringkali bisa menjadi tanda peringatan diabetes, seperti juga kondisi kulit lainnya, misalnya kulit jadi gelap di sekitar daerah leher atau ketiak. Infeksi, luka, dan memar yang tidak sembuh dengan cepat merupakan tanda diabetes lainnya. Hal ini biasanya terjadi karena pembuluh darah mengalami kerusakan akibat glukosa dalam jumlah berlebihan yang mengelilingi pembuluh darah dan arteri. Diabetes mengurangi efisiensi sel progenitor endotel atau EPC, yang melakukan perjalanan ke lokasi cedera dan membantu pembuluh darah sembuhkan luka.

Infeksi jamur “Diabetes dianggap sebagai keadaan imunosupresi,” demikian Dr. Collazo-Clavell menjelaskan. Hal itu berarti meningkatkan kerentanan terhadap berbagai infeksi, meskipun yang paling umum adalah candida dan infeksi jamur lainnya. Jamur dan bakteri tumbuh subur di lingkungan yang kaya akan gula.

Iritasi genital Kandungan glukosa yang tinggi dalam urin membuat daerah genital jadi seperti sariawan dan akibatnya menyebabkan pembengkakan dan gatal. Keletihan dan mudah tersinggung “Ketika orang memiliki kadar gula darah tinggi, tergantung berapa lama sudah merasakannya, mereka kerap merasa tak enak badan,” kata Dr. Collazo-Clavell. Bangun untuk pergi ke kamar mandi beberapa kali di malam hari membuat orang lelah. Akibatnya, bila lelah orang cenderung mudah tersinggung. Pandangan yang kabur Penglihatan kabur atau atau sesekali melihat kilatan cahaya merupakan akibat langsung kadar gula darah tinggi. Membiarkan gula darah Anda tidak terkendali dalam waktu lama bisa menyebabkan kerusakan permanen, bahkan mungkin kebutaan. Pembuluh darah di retina menjadi lemah setelah bertahun-tahun mengalami hiperglikemia dan mikro-aneurisma, yang melepaskan protein berlemak yang disebut eksudat. Kesemutan dan mati rasa di tangan dan kaki, bersamaan dengan rasa sakit yang membakar atau bengkak, adalah tanda bahwa saraf sedang dirusak oleh diabetes. Masih seperti penglihatan, jika kadar gula darah dibiarkan merajalela terlalu lama, kerusakan saraf bisa menjadi permanen.

Mengapa penderita penyakit diabetes melitus sering buang air kecil?

Gejala Lain yang Menandakan Diabetes – Penyakit diabetes bisa menyebabkan banyak perubahan terjadi pada tubuh, mulai dari penurunan berat badan secara drastis, luka di kulit menjadi sulit sembuh, sering haus, serta sering buang air kecil. Salah satu gejala khas dari diabetes, baik diabetes tipe satu maupun tipe dua adalah sering buang air kecil.

  • Frekuensi buang air kecil umumnya akan menjadi lebih sering pada malam hari.
  • Sebenarnya, bukan tanpa alasan gejala sering buang air kecil ini muncul.
  • Hal ini ternyata berkaitan dengan meningkatnya kadar gula darah pada pengidap diabetes.
  • Tingginya kadar gula darah mendorong keinginan untuk terus buang air kecil, meskipun hanya sedikit.
See also:  Mengapa Diabetes Tidak Baik Untuk Peredaran Darah?

Diabetes merupakan penyakit yang terjadi karena ada peningkatan kadar gula di dalam darah. Dengan kata lain, pengidap penyakit ini memiliki kadar gula yang lebih tinggi dibandingkan batas normal. Nah, hal itu ternyata yang menjadi penyebab seseorang menjadi lebih sering buang air kecil.

Dalam keadaan normal, gula darah seharusnya disaring oleh ginjal dan diserap kembali ke dalam darah. Proses tersebut tidak dapat berjalan normal pada pengidap penyakit diabetes. Kadar gula darah yang terlalu tinggi membuat ginjal tidak mampu menyerap seluruhnya. Karena itu, sebagian besar kelebihan gula harus dikeluarkan dari tubuh.

Salah satu caranya adalah melalui urine dan menyebabkan seseorang menjadi sering buang air kecil. Baca juga: Waspada, Ini 8 Gejala Diabetes Melitus Mengeluarkan gula dari urine dilakukan tubuh untuk menghindari penumpukan gula yang bisa berbahaya. Selain meningkatnya keinginan untuk buang air kecil, diabetes juga ditandai dengan beberapa gejala lain yang juga harus diwaspadai.

Sering buang air kecil di malam hari. Mudah merasa lelah. Berat badan turun drastis. Mengalami gangguan penglihatan. Gusi sering bengkak dan bernanah.

Baca juga: Waspadai Gejala Diabetes yang Menyerang Tubuh Mendeteksi dini gejala penyakit diabetes bisa membantu mempercepat penanganan medis. Sebab, diabetes merupakan penyakit jangka panjang yang harus ditangani dengan tepat. Pengobatan dibutuhkan untuk mencegah terjadinya komplikasi akibat penyakit diabetes.

  • Jika mengalami gejala sering buang air kecil, sebaiknya segera lakukan pemeriksaan ke rumah sakit terutama jika memiliki riwayat keluarga dengan penyakit sama.
  • Atau jika ragu, kamu bisa membicarakannya pada dokter di aplikasi Halodoc,
  • Dokter bisa dengan mudah dihubungi melalui Video/Voice Call dan Chat, kapan dan di mana saja tanpa perlu ke luar rumah.

Dapatkan informasi seputar kesehatan dan tips hidup sehat dari dokter terpercaya. Yuk, download Halodoc sekarang di App Store dan Google Play!

Mengapa penderita diabetes sering merasa lapar haus lemas dan sering kencing?

1. Mudah Haus – Mengapa Penderita Diabetes Melitus Sering Mengeluarkan Urine Sumber: pixabay.com 2020 Merdeka.com Gejala diabetes yang pertama ialah mudah haus. Penderita diabetes biasanya akan mudah merasa haus, sehingga minum air lebih sering. Hal ini berkaitan dengan terganggunya insulin dalam tubuh. Dengan hilangnya air dari tubuh karena sering buang air kecil, penderita diabetes akan merasa haus dan butuhkan banyak air.

Kenapa sering buang air?

Penyebab sering buang air kecil yang melebihi batas normal sangat beragam, mulai dari infeksi ginjal, infeksi saluran kemih, batu ginjal, diabetes, dan lain sebagainya.

Apakah diabetes dan kencing manis itu sama?

DIABETES MELITUS ( Kencing Manis )

  • KENALI GEJALA
  • DAN
  • CARA PERAWATANNYA
  • Apa itu penyakit Diabetes Melitus ?
  • Penyakit Diabetes Melitus (Kencing manis, Sakit gula) adalah penyakit kronik dengan konsentrasi gula dalam darah yang tinggi.
  • Siapa saja yang Beresiko tinggi terkena Diabetes Melitus ?
  • Seseorang yang :
  • Mempunyai saudara, orangtua atau kakek-nenek dengan Diabetes.
  • Obesitas ( gemuk ) atau berat badan lebih.
  • Usia diatas 45 tahun.
  • Prediabetes ( Glukosa darah puasa atau sesudah makan melebihi normal atai toleransi glukosa terganggu )
  • Mempunyai tekanan darah tinggi atau kolesterol tinggi.
  • Melahirkan bayi lebih dari 4 kg.
  1. Apa saja jenis Diabetes Melitus ?
  2. Penyakit Diabetes Melitus terdiri dari :
  3. ü Diabetes Melitus tipe 1 :
  4. ( Diabetes Melitus tergantung Insulin )

Penyandang Diabetes tipe 1 adalah anak-anak dan remaja, tidak gemuk, dan bila penyakitnya diketahui harus menggunakan Insulin. Pankreas sangat sedikit membentuk insulin atau bahkan tidak sama sekali.

  • ü Diabetes Melitus tipe 2 :
  • ( Diabetes Melitus tidak tergantung Insulin )
  • Penyandang diabetes tipe 2 biasanya sudah dewasa atau berusia lanjut dan agak gemuk.
  • Apa penyebab Diabetes Melitus ?

Faktor keturunan atau genetik merupakan penyebab utama Diabetes tipe 2, tetapi faktor lingkungan seperti obesitas dan kurangnya aktifitas fisik merupakan pemicu utama penyakit ini. Orang dengan Diabetes pada mulanya mengalami “Resistensi Insulin” sebelum mereka gemuk.

  • Sering buang air kecil, terutama pada malam hari.
  • Cepat merasa haus dan lapar.
  • Berat badan turun, tanpa sebab yang jelas.
  • Cepat merasa lelah dan mengantuk.
  • Luka yang sukar sembuh.
  • Gatal-gatal terutama daerah sekitar kelamin.
  • Kesemutan pada kaki / tungkai.
  • Kemampuan seks menurun.
  • Penglihatan kabur.
  • Melahirkan bayi lebih dari 4 kg.
  1. Kapan seseorang disebut menyandang Diabetes Melitus ?
  2. Seseorang dikatakan sebagai penyandang Diabetes Melitus bila pada pemeriksaan laboratorium kimia darah, konsentrasi glukosa darah dalam keadaan puasa (GDP) pagi hari > 126 mg/dL atau glukosa darah sewaktu (GDS) melebihi 200 mg/dL.
  3. Apa akibat Penyakit Diabetes Melitus?
See also:  Bagaimana Keterkaitan Sistem Endokrin Dengan Terjadinya Diabetes Gestasional?

Diabetes tipe 2 dapat menyebabkan terjadinya perubahan serius pada jantung, ginjal dan mata. Kelainan tersebut disebut Komplikasi Diabetes. Seseorang bisa mengalami Diabetes selama bertahun-tahun tanpa mengetahui bahwa orang tersebut sudah terkena DM. Konsentrasi glukosa darah yang tinggi dapat merusak bagian / organ tubuh.

  • Ginjal : Gagal Ginjal, Infeksi
  • Jantung : Hipertensi, Gagal Jantung
  • Mata : Glaukoma, Katarak, Retinopati
  • Syaraf : Neuropati, Mati rasa
  • Kulit : Luka lama, Gangren
  • Hipoglikemia
  • Ketoasidosis.
  • Cara mencegah agar tidak terjadi komplikasi:
  • v Diet dengan benar
  • v Minum obat teratur
  • v Kontrol gula darah teratur
  • v Olahraga (jalan kaki, senam, sepeda santai, dll.)
  • v Bila saat aktifitas kemudian PUSING, KERINGAT DINGIN maka cepat MINUM TEH MANIS
  • v Mencegah kulit tidak terluka
  • v Cegah Kegemukan
  • Jenis makanan yang harus dikonsumsi dan yang tidak boleh dikonsumsi oleh penderita Diabetes Melitus ?
  • Þ Jenis makanan yang TIDAK BOLEH dikonsumsi :
  • Gula pasir, manisan, susu kental manis, madu, abon, kecap, sirup, es krim.
  • Þ Jenis makanan yang BOLEH DIMAKAN TETAPI HARUS DIBATASI :
  • Nasi, singkong, roti, telur, tahu, tempe, kacang hijau, kacang tanah, ikan.
  • Þ Jenis makanan yang DIANJURKAN UNTUK DIMAKAN :
  • Kol, tomat, kangkung, oyong, bayam, kacang panjang, pepaya, jeruk, pisang, labu siam.
  • DIABETIK DAN PERAWATANNYA
  • Cara mencegah atau menghindari agar tidak terjadi luka pada kaki penderita Diabetes Melitus.
  • Hindari terlalu sering merendam kaki
  • Hindari penggunaan botol panas/penghangat kaki dari listrik
  • Hindari penggunaan pisau/silet untuk memotong kuku.
  • Hindari kaos kaki/sepatu yang terlalu sempit.
  • Hindari rokok.

Mengapa pengidap Diabetes Melitus beresiko terhadap Ulkus Diabetik :

  • Sirkulasi darah kurang baik
  • Indera rasa kedua kaki berkurang sehingga kaki mudah terluka
  • Daya tahan tubuh terhadap infeksi menurun
  1. Tindakan yang bisa dilakukan bila kaki terluka :
  2. ü Bila luka kecil : bersihkan dengan antiseptik, tutup luka dengan kasa steril dan bila dua hari tidak sembuh segera periksa ke dokter.
  3. ü Bila luka cukup besar / kaki mengalami kelainan segera periksa ke dokter.
  4. RUMAH SAKIT UMUM DAERAH

Dr.R.GOETENG TAROENADIBRATA PURBALINGGA Jl. Tentara Pelajar 22 ‘ 891016, 896645 Purbalingga : DIABETES MELITUS ( Kencing Manis )

Kenapa setiap malam buang air kecil?

4. Gaya hidup – Penyebab umum lain dari sering buang air kecil di malam hari adalah konsumsi cairan yang berlebihan. Alkohol dan minuman berkafein bersifat diuretik sehingga dapat menyebabkan tubuh memproduksi lebih banyak urin. Mengonsumsi alkohol atau minuman berkafein secara berlebihan dapat menyebabkan terbangun di malam hari dan ingin buang air kecil.

Kenapa setelah minum air putih langsung kencing?

6. Kehamilan – Ibu hamil biasanya lebih sering buang air kecil. Ini disebabkan karena tubuh mereka memproduksi lebih banyak darah untuk memenuhi kebutuhan nutrisi janin. Ginjal tentu harus menyaring lebih banyak darah sehingga produksi urine ikut bertambah.

Apakah istilah medis pada pasien diabetes untuk keluhan sering buang air kecil?

Penyebab dan Gejala Diabetes Insipidus – Diabetes insipidus terjadi akibat gangguan pada hormon yang membantu mengatur kadar cairan tubuh. Gangguan ini menyebabkan produksi urine menjadi berlebih sehingga penderita menjadi sering buang air kecil dalam jumlah banyak.

Sering buang air kecil gejala penyakit apa?

Kenali Penyebab Sering Buang Air Kecil – Halo Sahabat Hermina, Urine diproduksi oleh ginjal dan berguna untuk membuang racun, bakteri, dan residu berbahaya dari dalam tubuh. Jadi, bisa dikatakan bahwa urine menjadi proses detoksifikasi paling alami. Frekuensi buang air kecil ini bisa berbeda-beda setiap orang tergantung seberapa banyak asupan cairan dan aktivitas yang dilakukan dalam sehari.

Adapun beberapa penyebabnya, diantaranya: 1. Terlalu Banyak Minum Air Ketika minum terlalu banyak, maka tubuh akan mengeluarkan apa yang tidak perlu. Meskipun begitu, kebutuhan air setiap orang memang tidak bisa diukur secara merata tergantung pada tingkat aktivitas, berat badan tubuh, dan Kesehatan 2.

See also:  How To Prevent Diabetes Type 2 Naturally?

Mengonsumsi Terlalu Banyak Kafein Kebiasaan mengonsumsi terlalu banyak kafein bisa menyebabkan sering buang air kecil, Kafein bersifat diuretik, yang artinya dapat meningkatkan frekuensi buang air kecil karena diuretik meningkatkan jumlah garam dan air yang keluar dari ginjal.

  • Jadi, meskipun minum kopi dan teh baik untuk kesehatan, sebaiknya tidak dikonsumsi terlalu banyak, ya.3.
  • Tanda Awal Kehamilan Pada trimester pertama, volume darah akan meningkat sehingga ginjal harus memproses cairan berlebih yang menguap di kandung kemih.
  • Sering buang air kecil nyatanya menjadi salah satu tanda awal kehamilan.

Hal ini bisa berlanjut pada trimester kedua hingga menjelang persalinan. Perlu diwaspadai apabila merasa nyeri atau terasa terbakar saat buang air kecil, bisa jadi itu merupakan gejala dari infeksi saluran kemih saat hamil.4. Infeksi Saluran Kemih Infeksi saluran kemih terjadi ketika bakteri, biasanya berasal dari usus, membuat jalan ke kandung kemih, uretra, ureter atau ginjal.

Salah satu gejalanya adalah sering buang air kecil dengan disertai gejala lain seperti nyeri saat buang air kecil, sakit pinggang, atau muncul darah di dalam urine,5. Gejala dari Penyakit Diabetes Sering buang air kecil ternyata bisa menjadi gejala dari diabetes tipe 1 dan 2, Hal ini disebabkan karena kelebihan gula yang menumpuk dalam darah, yang membuat ginjal bekerja keras untuk menyaring dan menyerapnya.

Tentunya sering buang air kecil bukan menjadi satu-satunya gejala, ada gejala lainnya seperti penurunan berat badan secara drastis, pandangan kabur, merasa lapar terus-menerus, dan terdapat luka yang sulit disembuhkan.6. Vaginitis Vaginitis juga menjadi penyebab sering buang air kecil.

Vaginitis adalah kondisi di mana vulva membengkak, meradang, dan nyeri disebabkan karena infeksi. Gejala vaginitis di antaranya nyeri dan tidak nyaman pada kemaluan, serta sering buang air kecil.Saat mengalami vaginitis, biasanya keputihan berwarna putih keabuan atau kuning kehijauan, bertekstur kental, dan berbau amis.7.

Overactive Bladder Overactive bladder (OAB) alias beser adalah saat kandung kemih butuh dikosongkan lebih sering daripada biasanya. OAB juga membuat kita harus bolak-balik ke toilet lebih dari 8 kali dalam waktu 24 jam, juga buang air kecil di tengah malam lebih dari 1 kali.8.

Sering buang air kecil, terutama di malam hari Sakit perut bagian bawah Nyeri saat buang air kecil Berdarah saat buang air kecil Urine berwarna gelap

9. Stres dan Cemas Sering air kecil ternyata bisa disebabkan karena kecemasan, gugup, atau stres. Hal ini terjadi karena reaksi tubuh saat menghadapi stres atau kejadian lainnya yang membuat kita tertekan. Bila Moms sering mengalami kecemasan atau stres di kehidupan sehari-hari, carilah cara untuk menghadapinya agar frekuensi buang air kecil bisa kembali normal.10.

Sering buang buang air kecil di siang dan malam hari, kondisi yang parah bisa mencapai 60 kali buang air kecil dalam sehari Keinginan buang air kecil yang tak tertahankan Nyeri di bagian bawah perut dan area vagina atau penis Nyeri saat berhubungan seks

11. Menopause Berkurangnya level estrogen saat sedang menopause bisa menjadi penyebab sering buang air kecil.Estrogen berperan untuk mendukung bagian samping kandung kemih, sehingga saat estrogen berkurang, kita akan lebih sering buang air kecil, bahkan sampai susah menahannya.

Urine berwarna merah muda, merah, atau cokelat Nyeri perut bawah, punggung, atau pinggang, disertai mual dan muntah Nyeri saat buang air kecil Selalu merasa ingin buang air kecil, padahal baru saja buang air kecil Volume urine hanya sedikit Tidak dapat menahan buang air kecil Adanya benjolan pada testis Disfungsi seksual Ada masalah kesuburan pada pria

Jika Sahabat Hermina merasakan keluhan seperti diatas bisa langsung kunsultasi dengan dr. Her Bayu Widyasmara, SpU yang praktek di RS Hermina Mekarsari. Cek Jadwal praktek dan Appoinment https://herminahospitals.com/id/doctors/dr-her-bayu-widyasmara-spu

Adblock
detector