Mengapa Penderita Diabetes Insipidus Sering Mengeluarkan Urine?

Mengapa Penderita Diabetes Insipidus Sering Mengeluarkan Urine
Diabetes insipidus adalah kondisi di mana seseorang terus merasa haus dan menyebabkan produksi urine yang berlebih dari tubuh. Hal ini disebabkan oleh ketidakseimbangan cairan dalam tubuh.

Mengapa orang yang mengalami defisiensi hormon antidiuretic hormone ADH akan mengalami diabetes insipidus?

Diabetes Insipidus Kranial –

Diabetes Insipidus jenis ini merupakan yang paling umum terjadi. Diabetes ini disebabkan tubuh tidak memiliki cukup hormon antidiuretik dari hipotalamus. Kondisi ini dapat disebabkan oleh kerusakan pada hipotalamus atau pada kelenjar pituitari. Kerusakan yang terjadi dapat diakibatkan oleh terjadinya infeksi, operasi, cedera otak, atau tumor otak.

    Apakah sering kencing itu diabetes?

    1. Sering buang air kecil – Mengapa Penderita Diabetes Insipidus Sering Mengeluarkan Urine Sering buang air kecil merupakan salah satu ciri-ciri diabetes. Gejala ini semakin kuat menandakan diabetes jika terjadi di malam hari, bahkan hingga membuat Anda sering terbangun tengah malam untuk ke toilet. Dalam dunia medis, ciri-ciri diabetes yang ini disebut poliuria.

    Diabetesi cenderung sering buang air kecil karena gula darahnya sudah terlalu tinggi ( hiperglikemia ). Idealnya, gula darah akan disaring oleh ginjal dan diserap kembali ke dalam darah. Akan tetapi, kadar gula sudah terlalu tinggi membuat ginjal tidak bisa menyerap semua gula darah. Akibatnya, urine yang terbentuk di dalam ginjal akan mengandung banyak gula.

    Selain itu, kadar gula yang tinggi meningkatkan tekanan osmotik urine. Urine pun menarik lebih banyak air untuk menyeimbangkan konsentrasinya. Hal tersebut menyebabkan volume urine bertambah banyak sehingga diabetesi menjadi sering buang air kecil,

    Apa yang terjadi jika seseorang menderita diabetes insipidus?

    Keluhan yang umumnya dialami oleh penderita diabetes insipidus antara lain : · Selalu merasa sangat haus meski sudah minum banyak air. · Sering buang air kecil dalam jumlah banyak, baik di siang maupun malam hari. · Urine berwarna pucat atau tidak berwarna.

    Mengapa penderita diabetes melitus dan diabetes insipidus memiliki resiko tinggi mengalami dehidrasi?

    Halo Moh kakak bantu jawab ya 🙂 Penderita diabetes melitus dan diabetes insipidus memiliki risiko tinggi mengalami dehidrasi adalah benar. Penderita diabetes melitus memiliki kadar gula darah (glukosa) yang tinggi, sedangkan glukosa direabsorbsi di tubulus ginjal memiliki kapasitas maksimum.

    1. Akibatnya, ginjal akan merespon dengan membuang kelebihan glukosa melalui urin.
    2. Penderita diabetes melitus menjadi sering mengeluarkan urin, dan berakibat pada dehidrasi.
    3. Adapun, penderita diabetes insipidus adalah suatu gangguan yang disebabkan oleh kekurangan hormon ADH (𝘢𝘯𝘵𝘪𝘥𝘪𝘶𝘳𝘦𝘵𝘪𝘤 𝘩𝘰𝘳𝘮𝘰𝘯𝘦).

    Hormon ADH berfungsi untuk mengatur cairan dalam tubuh dengan mereabsorbsi air. Karena kekurangan hormon ADH ini, reabsorbsi air tidak terjadi dan menyebabkan penderita mengeluarkan urine terlalu banyak. Karena urine yang dikeluarkan berlebihan, penderita mengalami dehidrasi.

    Apa hubungan antara hormon ADH dengan penderita diabetes?

    Penyebab Diabetes Insipidus – Diabetes insipidus terjadi karena adanya gangguan pada hormon antidiuretik ( antidiuretic hormone/ADH ) yang berperan dalam mengatur jumlah cairan dalam tubuh. Hormon tersebut membantu mempertahankan air di dalam tubuh dengan cara memberitahu ginjal untuk menahan air yang membuat urine kamu lebih pekat.

    Ginjal kemudian akan mengeluarkan cairan yang berlebih dalam bentuk urine yang disimpan sementara dalam kandung kemih. Tapi, pada kasus diabetes insipidus, produksi hormon antidiuretik berkurang atau ginjal tidak bisa memberi respon terhadap hormon antidiuretik seperti biasanya. Akibatnya, bukannya menahan air, ginjal malah membuang terlalu banyak cairan dan tidak bisa menghasilkan urine yang pekat,

    Orang yang mengalami kondisi ini akan senantiasa merasa kehausan dan cenderung minum lebih banyak air karena diperlukan untuk menggantikan banyaknya cairan yang hilang. Baca juga: Terlalu Sering Haus Bisa Jadi Tanda Penyakit?

    Apa yang terjadi jika hormon ADH berlebihan?

    Yang akan terjadi apabila terjadi sekresi ADH yang berlebihan adalahwarna urin menjadi sangat pekat. Hormon antidiuretik berfungsi untuk meningkatkan reabsorbsi air di tubulus kontortus proksimal. Jika hormon ADH terlalu banyak, maka reansorbsi air di tubulus kontortus proksnimal akan meningkat sehingga urin yang dihasilkan menjadi sedikit dan pekat.

    • Dengan demikian, pilihan jawaban yang tepat adalah D.
    • Yang akan terjadi apabila terjadi sekresi ADH yang berlebihan adalah warna urin menjadi sangat pekat.
    • Hormon antidiuretik berfungsi untuk meningkatkan reabsorbsi air di tubulus kontortus proksimal.
    • Jika hormon ADH terlalu banyak, maka reansorbsi air di tubulus kontortus proksnimal akan meningkat sehingga urin yang dihasilkan menjadi sedikit dan pekat.

    Dengan demikian, pilihan jawaban yang tepat adalah D.

    Apakah penyebab sering buang air kecil?

    Salah satu penyebab sering buang air kecil yang paling umum terjadi adalah infeksi saluran kemih. Infeksi bakteri pada saluran kemih diketahui dapat menurunkan kemampuan kandung kemih dalam menahan urine untuk keluar dari tubuh.

    Apakah air kencing penderita diabetes manis?

    Pada penderita diabetes, gangguan tersebut menyebabkan kadar gula dalam darah meningkat dan dikenal dengan istilah ‘hyperglycemia’. Hyperglycemia menyebabkan keberadaan glukosa pada urine penderita diabetes. Hal inilah yang menyebabkan diabetes sering disebut juga dengan penyakit ‘ kencing manis ‘.

    Apakah air kencing penderita diabetes manis?

    Mengapa Penderita Diabetes Insipidus Sering Mengeluarkan Urine Istilah kencing manis sering digunakan masyarakat Indonesia untuk menyebut penyakit diabetes. GridHEALTH.id – Istilah kencing manis sering digunakan untuk menyebut peyakit diabetes. Alhasil muncul pertanyaan, apakah benar kencing penyandang diabetes memang terasa manis? Sebelum menjawab pertanyaan tersebut, diketahui bahwa diabetes adalah penyakit yang terjadi ketika glukosa (gula darah) dalam tubuh terlalu tinggi.

    1. Dijelaskan pada laman National Institute of Diabetes and Digestive and Kidney Diseases, bahwa glukosa adalah sumber energi tubuh manusia dan berasal dari makanan yang dikonsumsi.
    2. Sementara insulin, yakni hormon yang dibuat oleh pankreas dalam tubuh, berfungsi membantu glukosa dari makanan tersebut masuk ke sel untuk digunakan sebagai energi.

    Pada kasus penyandang diabetes, insulin pada tubuh mereka tidak berfungsi dengan baik atau tubuh mereka sama sekali tidak menghasilkan hormon penting tersebut. Akibatnya glukosa pun tidak masuk ke dalam sel dan justru berada di dalam darah sehingga menyebabkan kadar gula darah dalam tubuh jadi tinggi.

    Seiring waktu, glukosa yang tinggi dalam darah penyadang diabetes dapat menyebabkan komplikasi yang bisa berakibat fatal. Kembali lagi pada istilah kencing manis, rupanya gula darah yang tinggi akibat diabetes memang bisa membuat urine terasa manis. Baca Juga: Jangan Dibiarkan, Diabetes Gestasional Bisa Sebabkan Komplikasi pada Bayi Hal itu seperti disebutkan dalam Buku Segala Sesuatu yang Harus Anda Ketahui Tentang Diabetes (2017) karya Hans Tandra, yang dilansir dari Kompas.com (8/4/2020).

    Dalam buku tersebut juga dijelaskan bahwa pada penderita terdapat gangguan keseimbangan antara transportasi gula ke dalam sel, gula yang disimpan di hati, dan gula yag dikeluarkan dari hati. Akibatnya, kadar gula dalam darah meningkat. Kelebihan ini kemudian keluar lewat urine.

    Hal itu kemudian membuat urine akan menjadi banyak dan mengandung gula hingga terasa manis. Penyebab keadaan ini tidak lain ada dua, yakni: – Pankreas tidak mampu lagi memproduksi insulin – Sel tidak memberi respons pada krja insulin sebagai kunci untuk membuka pintu sel sehingga gula tida dapat masuk ke dalam sel Baca Juga: Diabetes Covid-19, Munculnya Kadar Gula Darah Tinggi Saat Terinfeksi Virus Corona, Pasien Sembuh Tapi Jadi Penyandang Diabetes Maka dari itu, mengapa diabetes mellitus juga sering disebut dengan istilah penyakit kencing manis menjadi jelas.

    Diabetes berarti banyak kencing, sedangkan mellitus berarti manis. Dalam Buku Diabetes? Siapa Takut (2009) karya Dr. Sri. Hartini KS Kariadi, dijelaskan juga bahwa penyakit diabetes dapat dikenali dengan kondisi urine yang terasa manis. Hal itu yang mendasari juga mengapa diabetes kerap disebut penyakit kencing manis, yakni karena di dalam urine penderita memang terdapat gula yang rasanya manis.

Adblock
detector