Mengapa Obat Diabetes Diminum Pagi Hari?

Mengapa Obat Diabetes Diminum Pagi Hari
Sponsors Link Memiliki riwayat penyakit diabetes tentu adalah perjalanan yang panjang bagi seseorang, sebab diabetes adalah penyakit yang sulit untuk disembuhkan. Salah satu kunci jika ingin tetap hidup normal ketika menderita penyakit ini adalah dengan pola hidup sehat dan menjaga asupan nutrisi.

  1. Mengontrol stress dan kadar gula darah juga perlu dilakukan secara rutin.
  2. Saat ini, pengobatan penyakit diabetes melitus sudah banyak.
  3. Anda bisa menggunakan pengobatan tradisional dengan penggunaan bahan alami seperti timun untuk diabetes maupun menggunakan pengobatan modern.
  4. Namun, obat-obatan tersebut tidak benar-benar akan menyembuhkan diabetes Anda.

Jika dikonsumsi secara rutin, obat-obatan tersebut hanya akan menekan munculnya gejala atau keluhan selama menderita diabetes. Dari sekian banyak jenis pengobatan untuk diabetes melitus, suntik insulin biasanya menjadi pilihan terakhir. Selain karena perlu rutin dilakukan setiap hari, insulin yang diinjeksi ke dalam tubuh tentu harus dibayar oleh sejumlah biaya.

  1. Lagi pula, suntik insulin hanya ampuh untuk penyakit diabetes tipe 1 yang disebabkan oleh kurangnya produksi insulin di dalam tubuh.
  2. Tidak begitu ampuh untuk diabetes tipe 2.
  3. Sementara itu, pengobatan paling umum untuk penyakit diabetes melitus adalah dengan mengonsumsi obat-obatan oral.
  4. Ada jenis banyak obat anti diabetes yang bisa Anda konsumsi.

Namun, penggunaan jenis obat-obatan ini perlu di bawah pengawasan dokter. Ketika mengonsumi obat antidiabetes, Anda tentu harus memerhatikan cara minum obat diabetes yang benar agar benar-benar memberikan khasiat. Metforin adalah salah satu obat antidiabetes yang banyak digunakan.

Obat ini mampu mengatasi kadar gula darah yang tinggi di dalam tubuh. Sehingga efek penyakit diabetes pada pria dan wanita penderitanya bisa ditekan. Obat ini cukup ampuh, juga beberapa jenis obat lain seperti glibenclamice dan glimepiride. Beberapa kalangan masyarakat percaya jika obat antidiabetes lebih baik diminum ketika pagi hari.

Oleh karena itu, mereka mengonsumsinya ketika makan pagi atau sarapan hingga beberapa jam sebelum itu seperti saat pukul 4 hingga 5 pagi. Pada pukul sekian, diketahui bahwa tubuh mampu memberikan respons terbaiknya pada insulin. Dengan demikian, obat antidiabetes yang dikonsumsi akan memberikan pengaruh yang lebih signifikan meski dengan dosis kecil.

Namun fakta yang lebih meyakinkan mengenai mengapa obat diabetes diminum pagi hari lebih baik berangkat dari sebuah fenomena bernama dawn phenomenon, Dawn phenomenon atau fenomena fajar adalah saat-saat di mana kadar gula darah di dalam tubuh mengalami peningkatan. Peningkatan tersebut disebabkan karena hormon-hormon pertumbuhan dikeluarkan oleh tubuh.

See also:  Pemanis Yang Banyak Digunakan Oleh Penderita Diabetes Adalah?

Ada pun hormon yang dimaksud adalah korisol, glukagon, dan epineprin. Bagi orang normal, hormon pertumbuhan yang diproduksi oleh tubuh jelas adalah hal baik. Hormon pertumbuhan akan merangsang regenerasi sel-sel tubuh dan menstimulus perkembangan dalam berbagai aspek.

  • Namun, kondisi ini bisa menjadi momok bagi penderita diabetes karena kinerja insulin yang minim semakin terhambat.
  • Fenomena fajar yang perlu diantisipasi dengan cermat oleh para penderita diabetes melitus ini terjadi sejak pukul 2 hingga 8 pagi.
  • Untuk mengatasi kadar gula darah yang naik drastis pada masa fenomena fajar, seorang penderita diabetes disarankan untuk tidak makan malam terlalu larut.

Sebab, energi yang didapat dari makan malam yang terlalu larut akan menumpuk di dalam tubuh saat tidur. Anda juga tidak disarankan untuk melakukan banyak aktivitas setelah makan malam. Selain karena asupan makan malam yang tidak seimbang, peningkatan kadar gula darah saat fenomena fajar terjadi juga bisa disebabkan oleh porsi tidur yang kurang.

Porsi tidur yang kurang pada penderita diabetes akan meningkatkan kemungkinan menderita stress. Di sisi lain, porsi tidur yang cukup akan menurunkan fungsi hormon kortisol dan meningkatkan kinerja sistem saraf dalam menjaga regulasi gula darah di dalam tubuh seorang penderita. Oleh karena itu, mengonsumsi obat antidiabetes idealnya dilakukan pada pagi hari, namun tetap harus disesuaikan dengan jadwal makan yang teratur.

Meski begitu, obat diabetes tidak hanya dikonsumsi rutin pada pagi hari. Obat-obatan tersebut kadang dikonsumsi 2 hingga 3 kali setiap hari sesuai dengan resep yang disarankan oleh dokter. Selain sarapan dengan cermat memerhatikan cara menghitung kebutuhan kalori dan mengonsumi obat antidiabetes, pagi hari juga merupakan waktu yang tepat untuk berolahraga.

  • Olahraga yang teratur mampu turut meningkatkan sistem imun dan memperkuat otot-otot tubuh.
  • Dengan demikian, keluhan-keluhan yang muncul selama menderita penyakit diabetes melitus bisa ditekan.
  • Jika Anda mendapatkan luka selama berolahraga atau beraktivitas, pintar-pintarlah menggunakan obat yang paling sesuai.
See also:  What Happens If You Stop Taking Diabetes Medication?

Anda tidak disarankan untuk menggunakan betadine untuk luka diabetes karena alih-alih menyembuhkan, betadine akan membuat luka yang muncul basah dalam waktu yang lama. Luka yang basah dan terbuka untuk waktu yang lama bisa memancing bakteri untuk tinggal dan memperburuk kondisi luka.

Kapan waktu terbaik minum obat diabetes?

5. Acarbose – Obat diabetes ini diberikan untuk menghambat penyerapan glukosa dari saluran pencernaan. Oleh karena itu, obat ini perlu dikonsumsi bersamaan dengan suapan pertama saat makan.

Apakah metformin boleh diminum malam hari?

Untuk obat yang berbentuk tablet (oral): – Dewasa Metformin saja:

Pada awalnya, 500 mg 2 kali sehari diminum dengan makan pagi dan malam, atau 850 mg sehari diminum dengan makan pagi. Dokter dapat meningkatkan dosis jika diperlukan hingga gula darah terkontrol. Kemudian, dokter mungkin ingin mengonsumsi 500 atau 850 mg 2-3 kali sehari dengan makanan. Namun, dosisnya tidak lebih dari 2550 mg per hari.

Metformin dengan insulin:

Pada awalnya, dosis 500 mg sehari. Dokter dapat meningkatkan dosis sebesar 500 mg setiap minggu jika diperlukan, hingga gula darah terkontrol. Namun, dosisnya biasanya tidak lebih dari 2500 mg per hari.

Anak-anak 10-16 tahun

Pada awalnya, 500 mg 2 kali sehari diminum pagi dan malam hari dengan makanan. Dokter dapat meningkatkan dosis jika diperlukan hingga gula darah terkontrol. Namun, dosisnya biasanya tidak lebih dari 2000 mg per hari.

Anak-anak di bawah 10 tahun

Penggunaan dan dosisnya harus ditentukan oleh dokter.

Nah, itulah pembahasan mengenai aturan pakai metformin untuk atasi diabetes tipe 2. Pastikan untuk berdiskusi dengan dokter terlebih dahulu sebelum mengonsumsi obat ini. Sebab, obat ini perlu mendapatkan resep dari dokter agar dosisnya tepat dan meminimalisir efek samping.

Bolehkah metformin diminum jangka panjang?

Efek Samping Jangka Panjang – Metformin umumnya dikonsumsi dalam waktu yang lama, sehingga risiko mengalami efek samping dapat meningkat. Obat ini mampu memengaruhi penyerapan vitamin B12 pada tubuh, maka dari itu pemeriksaan dilakukan pada orang yang mengonsumsinya lebih dari 4 bulan.

  • Vitamin B12 sangat penting untuk memproduksi sel darah merah dan fungsi lainnya pada tubuh.
  • Ekurangan vitamin ini dapat menyebabkan terjadinya anemia megaloblastik, yaitu sumsum tulang tidak dapat memproduksi sel darah merah dengan cukup.
  • Selain itu, kekurangan zat tersebut juga dapat menyebabkan gangguan pada pembuluh darah kecil dan gangguan saraf tepi pada tubuh.
See also:  How To Treat Dog With Diabetes?

Untuk mencegah hal tersebut, penting untuk konsumsi makanan yang kaya akan kandungan vitamin B12. Hipoglikemia juga salah satu dampak yang dapat terjadi ketika konsumsi metformin dalam jangka panjang. Hal ini menyebabkan kadar gula lebih rendah dari normal.

Saat gula darah turun drastis, bahaya dapat terjadi. Untuk mencegahnya, pastikan mengonsumsi obat tersebut sesuai dosis yang dianjurkan. Konsumsi makanan bergizi dan sehat juga harus dilakukan. Itulah beberapa efek samping dari konsumsi metformin yang dapat terjadi. Penting untuk menghindari komplikasi tersebut dengan rutin berdiskusi dengan dokter dan melakukan pemeriksaan.

Dengan begitu, kamu dapat menjaga tubuh tetap sehat tanpa terjadi gangguan apa pun. Mengapa Obat Diabetes Diminum Pagi Hari

Apakah penderita diabetes harus minum obat terus menerus?

Hanya Remisi, Bukan Sembuh – Sebelum menjawab pertanyaan di atas, sudah tahu kan ukuran gula darah normal dalam tubuh? Kadar gula darah normal sebelum makan berkisar 70-130 mg/dL, dan dua jam setelah makan kurang dari 140 mg/dL. Sementara itu, kadar gula darah normal menjelang tidur sekitar 100-140 mg/dL.

Nah, kembali ke pertanyaan di atas bolehkan pengidap diabetes berhenti mengonsumsi obat bila kadar gula darahnya normal? Tak sedikit pengidap diabetes yang bertanya-tanya, apakah mereka bisa berhenti mengonsumsi obat-obatan diabetes? Beberapa ahli mengatakan bahwa pengidap diabetes harus mengonsumsi obat diabetes secara rutin seumur hidupnya.

Meski kadar gula darahnya normal atau mencapai target, bukan berarti mereka sembuh dan dapat lepas dari obat-obatan. Bahkan jika seseorang dapat mempertahankan kadar gula darah normal selama 20 tahun, dokter akan tetap menganggap diabetes mereka dalam remisi daripada sembuh.

  • Pasalnya, progresivitas dari komplikasi diabetes ini setiap hari selalu berjalan.
  • Namun, dengan pengobatan dan pola hidup yang sehat, komplikasi diabetes tersebut dapat dicegah dan dihambat.
  • Pengidap diabetes juga perlu melakukan pemeriksaan secara rutin ke dokter.
  • Tujuannya, untuk mengevaluasi kadar gula darah setiap bulannya.

Baca juga: Waspadai 9 Gejala Diabetes yang Menyerang Tubuh

Adblock
detector