Mengapa Luka Diabetes Susah Sembuh?

Mengapa Luka Diabetes Susah Sembuh
Luka diabetes parah sehingga susah sembuh umumnya karena tingginya kadar gula dalam darah. Tingginya kadar gula darah membuat tubuh kesulitan untuk melawan bakteri. Akibatnya, luka yang dialami tak kunjung sembuh atau semakin parah. Jadi, penting untuk mengetahui apa saja yang harus diwaspadai. Simak lengkapnya di bawah ini. Mengapa Luka Diabetes Susah Sembuh Pada pasien diabetes, luka cenderung sembuh lebih lambat. Baca Juga: Tanaman Obat Diabetes yang Harus Anda Ketahui Luka Diabetes Parah Diabetes adalah penyakit yang terjadi akibat ketidakmampuan tubuh dalam memproduksi atau memanfaatkan hormon insulin.

  • Hormon insulin adalah hormon yang berfungsi untuk mengubah glukosa atau gula menjadi energi bagi tubuh.
  • Jika tubuh Anda mengalami kesulitan pemrosesan glukosa, maka bisa menyebabkan kadar gula dalam darah tinggi.
  • Akibatnya, akan mempengaruhi kemampuan tubuh Anda dalam menyembuhkan luka.
  • Pada pasien diabetes, luka cenderung sembuh lebih lambat.

Luka dapat terjadi di area tubuh manapun. Namun, umumnya luka banyak muncul pada kaki. Luka yang tidak segera diobati dapat menjadi semakin parah. Jika kondisi sudah parah, banyak dari mereka yang akhirnya harus mengalami amputasi pada area luka. Jika Anda menderita diabetes, adalah hal penting untuk melakukan pemeriksaan diri secara teratur dan memantau setiap luka yang dialami.

  • Mengetahui dan mengobati luka lebih awal adalah satu-satunya cara untuk mengurangi risiko komplikasi yang lebih serius.
  • Baca Juga: Diabetes Insipidus Penyebab Luka Diabetes Parah atau Susah Sembuh Terdapat beberapa faktor yang menyebabkan luka pada penderita diabetes lebih lama atau parah, berikut penjelasannya.1.

Kadar Gula Tinggi Jumlah kadar gula dalam darah adalah faktor utama seberapa cepat luka yang Anda alami akan sembuh. Ketika kadar gula darah Anda lebih tinggi dari biasanya, maka akan mencegah sistem kekebalan tubuh berfungsi secara efisien. Akibatnya, akan banyak kerusakan pada sistem tubuh.

  1. Selain itu, gula darah yang tinggi juga menyebabkan pembuluh darah mengeras dan mengalami penyempitan.
  2. Dampaknya, tubuh akan mudah mengalami luka dan sulit untuk menyembuhkan luka yang dialami.
  3. Baca Juga: Perbedaan Diabetes Tipe 1 dan 2 2.
  4. Erusakan Pada Saraf Ketika menderita diabetes, Anda juga akan mengalami sakit pada saraf atau dikenal dengan neuropati perifer.

Kondisi tersebut dapat terjadi karena kadar gula darah yang secara konsisten lebih tinggi dari biasanya. Berjalannya waktu, kerusakan akan terus terjadi pada saraf dan pembuluh darah. Hal ini dapat berkurangnya atau kehilangan sensasi atau tidak merasakan rasa sakit dari luka yang dialami. Mengapa Luka Diabetes Susah Sembuh Kadar gula darah yang lebih tinggi dari normal juga meningkatkan infeksi pada luka.3. Sirkulasi Darah Terganggu Orang yang menderita diabetes memiliki kemungkinan lebih besar mengalami penyakit pembuluh darah perifer. Penyakit pembuluh darah perifer menyebabkan pembuluh darah Anda menyempit dan mengeras.

  • Ondisi tersebut membuat distribusi aliran darah dari jantung ke seluruh tubuh akan terganggu.
  • Akibatnya, suplai darah yang kaya akan nutrisi dan oksigen akan terhambat.
  • Padahal, nutrisi dan oksigen adalah bagian penting dalam proses penyembuhan luka.
  • Arena dapat memperbaiki kerusakan jaringan yang rusak dengan cepat.

Baca Juga: Mencegah Diabetes Melitus di Usia Muda 4. Sistem Imun Tubuh Menurun Banyak orang yang menderita diabetes juga memiliki masalah dengan aktivasi sistem kekebalan tubuh. Ketika kadar gula dalam darah terus berada pada jumlah yang tinggi. Hal tersebut dapat merusak fungsi sel darah putih.

Padahal, sel darah putih memiliki peran penting dalam sistem kekebalan tubuh. Ketika sel darah putih tidak berfungsi dengan baik, tubuh akan kesulitan untuk melawan bakteri dan menyebabkan lambatnya proses penyembuhan luka atau bahkan bertambah parah.5. Infeksi Kadar gula darah yang lebih tinggi dari normal juga meningkatkan infeksi pada luka.

Hal tersebut terjadi karena bakteri berkembang biak dengan cepat ketika kadar gula darah tinggi. Kondisi tersebut akan menyebabkan infeksi dan proses penyembuhan luka akan semakin lama. Setelah mengetahui luka diabetes parah atau susah sembuh. Langkah selanjutnya yang harus dilakukan adalah dengan menghindari atau mencegah faktor-faktor yang memperlambat proses penyembuhan luka.

Apa Hubungan Antara Diabetes dan Penyembuhan Luka Diabetes dan Penyembuhan Luka Apa Itu Ulkus Kaki Diabetik?

Apakah luka pada penderita diabetes bisa sembuh?

Beranda Ruang Publik Tips & Trik CAReHealth Penyakit Diabetes Bisa Sembuh Total?

Penyakit Diabetes Bisa Sembuh Total? www.google.com Jika sudah terkena diabetes, penderitanya tak bisa sembuh total. Karena itu, Anda perlu tahu beberapa cara mencegah penyakit diabetes. Apa saja? Banyak penderita diabetes sangat pesimis akan kesembuhan penyakit mereka, namun apakah memang benar bahwa diabetes itu tidak dapat disembuhkan? Jawabannya, adalah tidak dapat dikatakan sembuh total.

Tak heran, kita sering mendengar banyak informasi yang menyampaikan cara mencegah penyakit diabetes, Karena begitu penyakit diabetes muncul, maka penyakit diabetes menjadi permanen. Karena itu untuk kasus penyakit diabetes jika belum sampai terjadi mencegah adalah hal yang lebih baik daripada mengobati.

Meskipun diabetes tidak dapat disembuhkan, penyakit ini dapat ditangani dan dikontrol. Artinya, penderita bisa mempertahankan kadar gula darah tetap dalam kadar normal sehingga tidak menyebabkan komplikasi (penyakit lanjutan yang lebih berat dari penyakit awal).

  • Dengan demikian diharapkan penderita tetap hidup normal tanpa muncul gejala diabetes yang mengganggu.
  • Lalu bagaimana cara menangani dan mengontrol diabetes? Untuk mengetahuinya, sangat disarankan kita harus mengenal lebih dulu apa itu kondisi diabetes.
  • Memahami Kondisi Diabetes Diabetes melitus (DM) atau sering disebut kencing manis merupakan suatu keadaan tubuh mengalami gangguan dalam menyeimbangkan kadar gula.
See also:  Bagian Ginjal Manakah Yang Mengalami Gangguan Diabetes Melitus?

Pada kondisi tersebut, kadar gula di dalam tubuh penyandang diabetes berada dalam kadar yang sangat tinggi. Di dalam medis, kondisi tingginya kadar gula di dalam darah disebut hiperglikemia. Bagaimana kadar gula darah pada penyandang diabetes dapat meningkat? Hal ini disebabkan oleh gagalnya organ pankreas dalam memproduksi hormon insulin seimbang dengan jumlah kadar gula di dalam darah.

Pasalnya, hormon insulin adalah hormon utama yang mengendalikan gula dari darah ke dalam sebagian besar sel-sel di tubuh. Hormon insulin dapat dikatakan memiliki tugas membawa dan menyerap glukosa (gula di dalam darah) menjadi energi. Dari sudut pandang fungsi hormon insulin, diabetes dibedakan menjadi dua tipe, yakni: Diabetes Tipe 1 Pada orang yang mengalami diabetes tipe 1, yang terjadi di dalam tubuhnya adalah hormon insulin gagal diproduksi oleh organ pankreas.

Dengan demikian gula di dalam darah terlalu banyak dan gagal menjadi energi karena tidak cukup banyaknya jumlah hormon insulin. Diabetes Tipe 2 Pada pasien diabetes tipe 2, apa yang terjadi pada tubuh mereka berbeda dengan diabetes tipe 1. Kondisi jumlah hormon insulin pada penyandang diabetes tipe 2 dapat dikatakan cukup menyeimbangkan jumlah kadar gula.

  • Namun, yang terjadi adalah hormon insulin mengalami kelainan fungsi.
  • Yakni gagal menyerap dan mengubah gula menjadi energi.
  • Etika hormon insulin gagal melakukan fungsinya membantu mengubah gula menjadi energi, maka hal yang terjadi adalah kadar gula di dalam darah menjadi meningkat dan gagal menjadi energi.

Faktor Risiko Terjadinya Diabetes Pada Seseorang Diabetes dapat disebabkan oleh dua golongan faktor risiko, yakni: 1. Faktor risiko yang tidak dapat dimodifikasi Artinya adalah terdapat beberapa keadaan tubuh seseorang yang lebih memungkinkan terjadinya diabetes pada seseorang karena faktor sejak bawaan sejak lahir dan tidak dapat di ubah.

Genetika; terdapat riwayat keluarga yang pernah mengalami diabetes semakin meningkatkan terjadinya diabetes pada seseorang. Umur; faktor penuaan membuat beberapa organ mengalami penurunan fungsi. Salah satu yang paling berperan dalam diabetes adalah organ pankreas yang berpotensi mengalami penurunan fungsi memproduksi hormon insulin. Karena risiko diabetes melitus meningkat seiring meningkatnya usia, maka sangat disarankan jika Anda berusia >45 tahun, sebaiknya mulai rutin untuk memeriksa kadar gula darah secara teratur. Berat badan ketika lahir; riwayat Ibu melahirkan bayi dengan berat lahir bayi >4000 gram atau Ibu pernah menderita DM saat hamil (DM gestasional) semakin meningkatkan risiko terjadinya diabetes. Sebaliknya, riwayat lahir dengan berat badan rendah (< 2,5 kg) pun memiliki risiko mengalami terjangkitnya diabetes pada saat sang bayi tumbuh dewasa.

2. Faktor risiko yang dapat dimodifikasi Faktor ini adalah penyebab diabetes sebagai akibat dari gaya hidup. Faktor ini adalah penyebab diabetes sebagai konsekuensi dari gaya hidup yang kurang baik. Contohnya seperti:

Obesitas; berat badan berlebih sangat berisiko untuk terkena penyakit diabetes. Aktivitas fisik kurang; tubuh yang cenderung jarang olahraga, atau jarang aktif bergerak, sangat berisiko mengalami diabetes. Merokok; merokok tidak hanya berbahaya bagi organ pernapasan dan jantung, tapi juga semakin meningkatkan seseorang terkena penyakit diabetes. Penyakit darah tinggi; Pada seseorang yang menyepelekan kondisi darah tinggi (hipertensi), maka besar kemungkinan dirinya dapat mengalami diabetes di kemudian hari. Kolesterol tinggi; sama halnya seperti hipertensi, kondisi kolesterol yang tidak terkendali, dapat menyebabkan diabetes. Batas rata-rata ambang kadar kolesterol yang berisiko menyebabkan diabetes adalah dengan kadar HDL (lemak baik) 250 mg/dL. Oleh karena itu penting adanya untuk senantiasa memeriksa kadar kolesterol Anda secara berkala. Pola makan tidak sehat; Jika terlalu banyak makanan yang tinggi gula dan rendah kandungan serat maka sangat memungkinkan untuk meningkatkan risiko diabetes. Kondisi polycystic ovary syndrome (PCOS); Terjadi pada wanita, ditandai dengan adanya menstruasi yang tidak teratur, pertumbuhan rambut yang banyak (kumis, rambut di lengan, dll), dan obesitas.

Hal-hal tersebut adalah faktor risiko yang dapat menyebabkan diabetes. Terdapat hal lainnya yang wajib Anda cermati, yakni gejala diabetes. Karena jika gejala-gejala diabetes tersebut muncul, sudah saatnya penanganan dan cara mencegah penyakit diabetes perlu dilakukan. Gejala Diabetes Seseorang harus mewaspadai jika terdapat gejala diabetes yang paling utama berikut ini:

Selalu haus (polidipsi), Banyak makan (poliphagi), Banyak kencing (poliuri), Badan selalu lemas dan berat badan menurun secara drastis, meskipun penderita makan dan minum banyak.

Lalu, apa yang dapat dilakukan jika gejala-gejala tersebut muncul? Anda dapat menyikapi gejala tersebut dengan beberapa cara berikut ini: 1. Mulailah Mencermati Kadar Gula Darah Anda Caranya cukup sederhana, yakni cukup dengan mencermati kadar gula darah Anda.

Kadar gula darah sewaktu: Perhitungan gula darah kapan saja. Nilai normal kurang dari 140 mg/dl. Kadar gula darah puasa: Perhitungan gula darah yang dihitung saat puasa (delapan jam terakhir) dengan nilai normal kurang dari 100 mg/dl. Kadar gula darah dua jam setelah makan: Perhitungan gula darah pada saat dua jam setelah makan dengan nilai normal kurang dari 140 mg/dl.

See also:  Which Asana Is Useful In Diabetes?

2. Mulailah untuk Konsultasi ke Dokter Anda Dengan melakukan kunjungan ke dokter dan mendapatkan pemeriksaan, maka dokter akan mulai memberikan saran dan rekomendasi langkah penanganan dan pencegahan diabetes agar tidak menjadi semakin parah. Pasalnya, jika kondisi diabetes disepelekan dan dibiarkan tanpa penanganan maka besar risiko terjadinya komplikasi penyakit yang lebih mematikan, di antaranya seperti:

Gagal ginjal ringan sampai berat. Mata kabur disebabkan adanya katarak atau kerusakan retina. Gangguan pada saraf perifer (bagian dari sistem saraf yang didalam sarafnya terdiri dari sel-sel yang membawa informasi ke (sel saraf sensorik/rabaan) dan dari (sel saraf motorik/gerakan) sistem saraf pusat (SSP), yang terletak di luar otak dan sumsum tulang belakang) yang ditandai dengan gejala kesemutan, rasa kebas dan kebal pada anggota tubuh. Gangguan saraf pusat (bagian dari sistem saraf yang terdiri dari otak dan sumsum tulang belakang) yang dapat menimbulkan gangguan peredaran darah otak sehingga memudahan terjadinya stroke. Gangguan pada jantung berupa penyakit jantung koroner. Penyakit jantung koroner merupakan penyakit di pembuluh darah jantung yang disebabkan adanya lemak di dalam dinding pembuluh darah. Gangguan pada hati berupa timbunan lemak di hati dan kerusakan pada hati. Gangguan pada pembuluh darah berupa penyakit hipertensi (darah tinggi) dan penyumbatan dinding pembuluh darah (arterosklerosis). Gangguan pada saraf dan pembuluh darah dapat menimbulkan impotensi. Paru–paru menjadi mudah terserang penyakit tuberculosis (TBC).

Diabetes melitus adalah penyakit yang dapat dicegah. Sehingga lakukan pencegahan penyakit diabetes dan segera kenali faktor risiko yang Anda miliki. Apabila Anda memiliki faktor risiko yang disebutkan di atas, segera lakukan usaha pencegahan penyakit diabetes dengan memeriksakan kadar gula darah Anda secara berkala, diet sehat, olahraga teratur, berhenti merokok, dan mengontrol penyakit yang mendasari (hipertensi, kolesterol, PCO).

Selalu kontrol kadar gula darah Anda dengan melakukan pemeriksaan gula darah secara berkala. Minum obat secara rutin. Obat-obatan anti diabetes berbentuk tablet (oral) atau injeksi insulin (suntikan).

2. Olahraga secara rutin dua kali dalam seminggu, Olahraga dapat membantu penderita untuk menjaga berat badan, membakar kalori, menurunkan kekebalan terhadap hormon insulin dan menjaga kadar gula darah tetap dalam keadaan normal.3. Menjaga asupan makanan,

Pengelompokan Standar Kebutuhan Kalori dalam Sehari
Standar I 1100 kalori
Standar II 1300 kalori
Standar III 1500 kalori
Standar IV 1700 kalori
Standar V 1900 kalori
Standar VI 2100 kalori
Standar VII 2300 kalori
Standar VIII 2500 kalori

Standar I – III : Untuk orang gemuk Standar IV – V : Untuk orang berat badan ideal Standar VI – VII : Untuk orang kurus Untuk menentukan apakah seseorang gemuk, kurus atau termasuk kedalam kategori berat badan ideal digunakan perhitungan Indeks Massa Tubuh (IMT). Untuk mengetahui nilai IMT ini, dapat dihitung dengan rumus berikut: Batas ambang IMT untuk Indonesia adalah sebagai berikut: 1. Kategori IMT kurus :

Kekurangan berat badan tingkat berat < 17,0 Kekurangan berat badan tingkat ringan 17,0 – 18,4

2. Kategori berat badan normal : 18,5 – 25,0 3. Kategori berat badan gemuk :

Kelebihan berat badan tingkat ringan 25,1 – 27,0 Kelebihan berat badan tingkat berat > 27,0

4. Mengelola stres, Stres berperan besar dalam ketidakseimbangan gula darah. Stres dapat memicu resistensi insulin, meningkatkan berat badan, meningkatkan peradangan, dan akhirnya dapat menyebabkan diabetes. Cara Penanganan Diabetes Saat ini, diabetes tipe 1 hanya dapat diobati dengan menggunakan insulin, dengan pengawasan yang teliti terhadap tingkat glukosa darah melalui alat monitor pengujian darah.

Sedangkan pada diabetes tipe 2 penanganan utama dilakukan dengan cara melakukan diet dan olahraga yang teratur. Jika tidak membantu diperlukan terapi obat anti diabetes. Keberhasilan terapi DM sangat ditentukan oleh peranan pasien dalam mengontrol dan merawat dirinya sendiri. Melalui edukasi pasien akan mengetahui bagaimana usahanya sendiri atau peranannya dalam membantu terapi dokter.

Hal-hal yang dapat dilakukan oleh pasien sendiri dalam meningkatkan keberhasilan terapi DM adalah :

mengatur dietnya. merawat kaki sehat. merawat luka. menyuntik insulin sendiri. mengatur porsi olahraga. memonitor gula darah dan kadar gula di dalam urin.

Hal terakhir yang perlu diketahui adalah perlunya dukungan dari orang-orang terdekat kepada penyandang diabetes. Dukungan keluarga, teman ataupun relasi kepada penyandang diabetes dapat memberikan sebuah dorongan semangat untuk menjalani pola hidup sehat. Sumber : www.futuready.com,

Kenapa luka diabetes menyebar?

Penyebab Luka pada Penderita Diabetes – Diabetes adalah penyakit yang ditandai dengan tingginya kadar gula darah melebihi normal. Penderita diabetes rentan mengalami luka yang tanpa disadari bisa berkembang dan mengakibatkan konsekuensi serius. Akibat kadar gula darah yang tinggi, pembuluh darah pengidap diabetes kerap mengalami gangguan berupa penyempitan dan/atau pengerasan.

  • Masalah itu menyebabkan pasokan darah ke seluruh tubuh terganggu.
  • Maka ketika terjadi luka sedikit saja, ada risiko komplikasi yang membahayakan.
  • Sebab, bagian yang luka itu tak dapat menerima pasokan darah kaya oksigen dan nutrisi secara memadai yang penting untuk mempercepat penyembuhan luka.
  • Pengidap diabetes juga rentan mengalami kerusakan saraf atau neuropati diabetik pada kaki.

Kondisi ini menyebabkan luka yang dialami pasien tak terasa hingga akhirnya menyebar dan terinfeksi. Kadar gula darah yang tinggi bisa membuat tubuh susah melawan infeksi sehingga penderita diabetes berisiko terkena gangren. Itu sebabnya penting bagi penderita diabetes untuk mencegah luka.

See also:  How Does Diabetes Cause Chronic Kidney Disease?

Apakah luka diabetes harus diamputasi?

Menderita diabetes melitus bukan berarti ia harus diamputasi. Namun, apabila gula darah tidak terkontrol dengan baik, terdapat risiko terjadinya komplikasi sepertipenyakit jantung, gagal ginjal, kaki diabetes, gangguan saraf, sampai kebutaan.

Apakah luka diabetes bernanah?

Mengapa Luka Diabetes Susah Sembuh Luka diabetes yang bernanah atau terinfeksi bisa terjadi karena kadar gula darah tingg GridHEALTH.id – Penyandang diabetes terdapat kemungkinan mengalami infeksi akibat luka diabetes yang terjadi. Luka diabetes yang terinfeksi akan menunjukkan gejala seperti terjadinya pembengkakan, kemerahan, rasa sakit yang luar biasa, hingga bernanah.

  • Baca Juga: Penyebab Luka Borok Tidak Kunjung Sembuh, Begini Penanganannya Melansir laman American Family Physician, Kamis (04/11/2021), luka diabetes yang bernanah atau terinfeksi bisa terjadi karena kadar gula darah tinggi menyebabkan perubahan pada kulit, saraf, dan pembuluh darah.
  • Etika saraf rusak, maka penyandang diabetes tidak bisa merasakan sakit dan ini menjadi penyebab luka diabetes bernanah.

Jika terjadi infeksi, maka bagian tubuh penyandang diabetes yang mengalami luka harus dibersihkan atau bahkan diamputasi. Rata-rata, luka diabetes terjadi di area kaki. Baca Juga: Hindari Buah Kering dan Jus Bila Menyandang Diabetes, Ini Alasannya Penyandang diabetes yang mengalami luka diabetes dan merasakan salah satu tanda infeksi, seperti bernanah, harus segera menemui dokter.

Antibiotik biasanya digunakan untuk menangani infeksi. Baca Juga: Luka di Kaki Penyandang Diabetes Bisa Dicegah dengan 8 Cara Ini Akan tetapi, jika infeksi masuk lebih dalam ke lapisan kaki dan mengenai otot atau tulang, maka perawatan di rumah sakit dan pemberian antibiotik melalui infus diperlukan.

Infeksi luka diabetes bisa dicegah dengan melakukan pengobatan sesegera mungkin. Terdapat beberpaa faktor utama dalam merawat luka diabetes agar tidak bernanah dan infeksi, dikutip dari Apma.org. – Menghilangkan tekanan dari area luka, yang disebut “off-loading” – Menghilangkan kulit dan jaringan mati di dokter, yang disebut “debridement” – Menggunakan obat-obatan dan membalut luka diabetes – Mengelola gula darah dan masalah kesehatan lainnya Penyandang diabetes harus rutin menjaga kebersihan luka diabetes, apalagi jika sebelumnya ditemukan nanah.

Dokter juga akan mengecek kondisi luka tersebut setidaknya satu minggu sekali untuk memastikan lukanya sembuh. Baca Juga: Komplikasi Neuropati Pada Penyandang Diabetes Bisa Dicegah, Ini Caranya Agar pengobatan luka diabetes lebih optimal, penggunaan alas kaki khusus, penyangga, gips, atau kursi roda dibutuhkan untuk mengurangi tekanan pada kaki yang terluka.

Mengontrol kadar gula darah dengan ketat juga sangat penting dalam pengobatan luka diabetes. Lakukan konsultasi dengan dokter atau tenaga medis dalam hal ini, agar proses penyembuhan berjalan lebih cepat. Baca Juga: Panduan Menghitung Kalori Harian Untuk Menjaga Kadar Gula Darah dan Menurunkan Berat Badan

Kenapa penderita diabetes harus diamputasi?

Kondisi yang Menyebabkan Pengidap Diabetes Perlu Diamputasi – Pengidap diabetes jauh lebih rentan mengalami amputasi kaki dibandingkan dengan pengidap penyakit lainnya. Ini karena kebanyakan pengidap diabetes juga memiliki penyakit arteri perifer (PAD) yang membuat aliran darah menuju kaki menjadi sedikit.

Mengapa luka di kerumuni semut?

19 Feb 2021, 10:05 Dok saya mau tanya, luka saya ko dikerumuni semut dan di bagian kaki sampai paha banyak yg lebam/memar Dijawab oleh dr. Dwiana Ardianti Selamat malam, D Terima kasih atas pertanyaan Anda Luka adalah hilangnya kontinuitas pada kulit dan atau jaringan sekitarnya, yang terjadi karena adanya riwayat cedera, benturan dan lain sebagainya. Sehingga menyebabkan luka robek, tuka lebam, ataupun luka gores.

  1. Proses penyembuhan luka terjadi dalam beebrapa tahapan.
  2. Seperti proses pembekuan darah atau disebut dengan proses hemostasis, proses peradangan, proses pemebntukan jaringan baru serta proses pengautan jaringan baru.
  3. Adanya luka yang dikerumuni semut menandakan proses penyembuhan luka yang kurang baik.

Hal ini dikhawatirkan adanya bakteri pada luka dan menyebabkan infeksi luka, Keadaan ini bisa menyebabkan proses penyembuhan luka menjadi terhambat. Untuk itu, lakukanlah pemeriksaan dan kosultasi ke dokter terdekat agar Anda mendapatkan tatalksana yang sesuai dengan kondisi Anda.

Kenapa luka diabetes harus di amputasi?

Mengapa Diabetes yang tidak terkontrol berpotensi menyebabkan amputasi kaki ? – Direktorat P2PTM 27 November 2018 Mengapa Luka Diabetes Susah Sembuh Diabetes dapat menyebabkan dua potensi ancaman untuk kaki yang dapat menyebabkan amputasi, yaitu :

Kerusakan saraf (neuropati diabetik) Ketika jaringan saraf di kaki rusak, sensasi rasa sakit menjadi berkurang. Itu sebabnya, kaki dapat terluka atau terpotong tanpa penderita menyadarinya. Mengurangi aliran darah Diabetes juga dapat mempersempit pembuluh arteri, sehingga dapat mengurangi aliran darah ke kaki. Dengan kurangnya darah untuk memberi nutrisi pada jaringan kaki, maka luka menjadi sulit untuk disembuhkan.Luka kecil yang tersembunyi di bawah kaki dapat cepat berkembang menjadi luka besar yang parah.Luka dan infeksi yang terlanjur parah dapat menyebabkan dilakukannya amputasi kaki.

Pemeriksaan dan perawatan kaki pada penderita kaki Diabetes Melitus bertujuan untuk mencegah terjadinya luka, pemeriksaan tersebut sangatlah penting karena untuk mencegah kerusakan syaraf kaki yang bisa mengakibatkan kaki penderita tidak bisa merasakan nyeri sama sekali.

Adblock
detector