Mengapa Diabetes Tidak Bisa Disembuhkan?

Mengapa Diabetes Tidak Bisa Disembuhkan
Sayangnya, diabetes tidak bisa disembuhkan secara total. Namun, kadar gula darah Anda mungkin saja turun hingga taraf normal. Diabetes adalah kondisi tingginya kadar glukosa dalam darah. Hal ini disebabkan oleh ketidakmampuan tubuh untuk mengolah glukosa menjadi energi dengan baik.

Apakah penyakit diabetes tidak bisa disembuhkan?

Beranda Ruang Publik Tips & Trik CAReHealth Penyakit Diabetes Bisa Sembuh Total?

Penyakit Diabetes Bisa Sembuh Total? www.google.com Jika sudah terkena diabetes, penderitanya tak bisa sembuh total. Karena itu, Anda perlu tahu beberapa cara mencegah penyakit diabetes. Apa saja? Banyak penderita diabetes sangat pesimis akan kesembuhan penyakit mereka, namun apakah memang benar bahwa diabetes itu tidak dapat disembuhkan? Jawabannya, adalah tidak dapat dikatakan sembuh total.

Tak heran, kita sering mendengar banyak informasi yang menyampaikan cara mencegah penyakit diabetes, Karena begitu penyakit diabetes muncul, maka penyakit diabetes menjadi permanen. Karena itu untuk kasus penyakit diabetes jika belum sampai terjadi mencegah adalah hal yang lebih baik daripada mengobati.

Meskipun diabetes tidak dapat disembuhkan, penyakit ini dapat ditangani dan dikontrol. Artinya, penderita bisa mempertahankan kadar gula darah tetap dalam kadar normal sehingga tidak menyebabkan komplikasi (penyakit lanjutan yang lebih berat dari penyakit awal).

Dengan demikian diharapkan penderita tetap hidup normal tanpa muncul gejala diabetes yang mengganggu. Lalu bagaimana cara menangani dan mengontrol diabetes? Untuk mengetahuinya, sangat disarankan kita harus mengenal lebih dulu apa itu kondisi diabetes. Memahami Kondisi Diabetes Diabetes melitus (DM) atau sering disebut kencing manis merupakan suatu keadaan tubuh mengalami gangguan dalam menyeimbangkan kadar gula.

Pada kondisi tersebut, kadar gula di dalam tubuh penyandang diabetes berada dalam kadar yang sangat tinggi. Di dalam medis, kondisi tingginya kadar gula di dalam darah disebut hiperglikemia. Bagaimana kadar gula darah pada penyandang diabetes dapat meningkat? Hal ini disebabkan oleh gagalnya organ pankreas dalam memproduksi hormon insulin seimbang dengan jumlah kadar gula di dalam darah.

Pasalnya, hormon insulin adalah hormon utama yang mengendalikan gula dari darah ke dalam sebagian besar sel-sel di tubuh. Hormon insulin dapat dikatakan memiliki tugas membawa dan menyerap glukosa (gula di dalam darah) menjadi energi. Dari sudut pandang fungsi hormon insulin, diabetes dibedakan menjadi dua tipe, yakni: Diabetes Tipe 1 Pada orang yang mengalami diabetes tipe 1, yang terjadi di dalam tubuhnya adalah hormon insulin gagal diproduksi oleh organ pankreas.

Dengan demikian gula di dalam darah terlalu banyak dan gagal menjadi energi karena tidak cukup banyaknya jumlah hormon insulin. Diabetes Tipe 2 Pada pasien diabetes tipe 2, apa yang terjadi pada tubuh mereka berbeda dengan diabetes tipe 1. Kondisi jumlah hormon insulin pada penyandang diabetes tipe 2 dapat dikatakan cukup menyeimbangkan jumlah kadar gula.

  1. Namun, yang terjadi adalah hormon insulin mengalami kelainan fungsi.
  2. Yakni gagal menyerap dan mengubah gula menjadi energi.
  3. Etika hormon insulin gagal melakukan fungsinya membantu mengubah gula menjadi energi, maka hal yang terjadi adalah kadar gula di dalam darah menjadi meningkat dan gagal menjadi energi.

Faktor Risiko Terjadinya Diabetes Pada Seseorang Diabetes dapat disebabkan oleh dua golongan faktor risiko, yakni: 1. Faktor risiko yang tidak dapat dimodifikasi Artinya adalah terdapat beberapa keadaan tubuh seseorang yang lebih memungkinkan terjadinya diabetes pada seseorang karena faktor sejak bawaan sejak lahir dan tidak dapat di ubah.

Genetika; terdapat riwayat keluarga yang pernah mengalami diabetes semakin meningkatkan terjadinya diabetes pada seseorang. Umur; faktor penuaan membuat beberapa organ mengalami penurunan fungsi. Salah satu yang paling berperan dalam diabetes adalah organ pankreas yang berpotensi mengalami penurunan fungsi memproduksi hormon insulin. Karena risiko diabetes melitus meningkat seiring meningkatnya usia, maka sangat disarankan jika Anda berusia >45 tahun, sebaiknya mulai rutin untuk memeriksa kadar gula darah secara teratur. Berat badan ketika lahir; riwayat Ibu melahirkan bayi dengan berat lahir bayi >4000 gram atau Ibu pernah menderita DM saat hamil (DM gestasional) semakin meningkatkan risiko terjadinya diabetes. Sebaliknya, riwayat lahir dengan berat badan rendah (< 2,5 kg) pun memiliki risiko mengalami terjangkitnya diabetes pada saat sang bayi tumbuh dewasa.

2. Faktor risiko yang dapat dimodifikasi Faktor ini adalah penyebab diabetes sebagai akibat dari gaya hidup. Faktor ini adalah penyebab diabetes sebagai konsekuensi dari gaya hidup yang kurang baik. Contohnya seperti:

Obesitas; berat badan berlebih sangat berisiko untuk terkena penyakit diabetes. Aktivitas fisik kurang; tubuh yang cenderung jarang olahraga, atau jarang aktif bergerak, sangat berisiko mengalami diabetes. Merokok; merokok tidak hanya berbahaya bagi organ pernapasan dan jantung, tapi juga semakin meningkatkan seseorang terkena penyakit diabetes. Penyakit darah tinggi; Pada seseorang yang menyepelekan kondisi darah tinggi (hipertensi), maka besar kemungkinan dirinya dapat mengalami diabetes di kemudian hari. Kolesterol tinggi; sama halnya seperti hipertensi, kondisi kolesterol yang tidak terkendali, dapat menyebabkan diabetes. Batas rata-rata ambang kadar kolesterol yang berisiko menyebabkan diabetes adalah dengan kadar HDL (lemak baik) 250 mg/dL. Oleh karena itu penting adanya untuk senantiasa memeriksa kadar kolesterol Anda secara berkala. Pola makan tidak sehat; Jika terlalu banyak makanan yang tinggi gula dan rendah kandungan serat maka sangat memungkinkan untuk meningkatkan risiko diabetes. Kondisi polycystic ovary syndrome (PCOS); Terjadi pada wanita, ditandai dengan adanya menstruasi yang tidak teratur, pertumbuhan rambut yang banyak (kumis, rambut di lengan, dll), dan obesitas.

Hal-hal tersebut adalah faktor risiko yang dapat menyebabkan diabetes. Terdapat hal lainnya yang wajib Anda cermati, yakni gejala diabetes. Karena jika gejala-gejala diabetes tersebut muncul, sudah saatnya penanganan dan cara mencegah penyakit diabetes perlu dilakukan. Gejala Diabetes Seseorang harus mewaspadai jika terdapat gejala diabetes yang paling utama berikut ini:

See also:  What Medicine For Diabetes?

Selalu haus (polidipsi), Banyak makan (poliphagi), Banyak kencing (poliuri), Badan selalu lemas dan berat badan menurun secara drastis, meskipun penderita makan dan minum banyak.

Lalu, apa yang dapat dilakukan jika gejala-gejala tersebut muncul? Anda dapat menyikapi gejala tersebut dengan beberapa cara berikut ini: 1. Mulailah Mencermati Kadar Gula Darah Anda Caranya cukup sederhana, yakni cukup dengan mencermati kadar gula darah Anda.

Kadar gula darah sewaktu: Perhitungan gula darah kapan saja. Nilai normal kurang dari 140 mg/dl. Kadar gula darah puasa: Perhitungan gula darah yang dihitung saat puasa (delapan jam terakhir) dengan nilai normal kurang dari 100 mg/dl. Kadar gula darah dua jam setelah makan: Perhitungan gula darah pada saat dua jam setelah makan dengan nilai normal kurang dari 140 mg/dl.

2. Mulailah untuk Konsultasi ke Dokter Anda Dengan melakukan kunjungan ke dokter dan mendapatkan pemeriksaan, maka dokter akan mulai memberikan saran dan rekomendasi langkah penanganan dan pencegahan diabetes agar tidak menjadi semakin parah. Pasalnya, jika kondisi diabetes disepelekan dan dibiarkan tanpa penanganan maka besar risiko terjadinya komplikasi penyakit yang lebih mematikan, di antaranya seperti:

Gagal ginjal ringan sampai berat. Mata kabur disebabkan adanya katarak atau kerusakan retina. Gangguan pada saraf perifer (bagian dari sistem saraf yang didalam sarafnya terdiri dari sel-sel yang membawa informasi ke (sel saraf sensorik/rabaan) dan dari (sel saraf motorik/gerakan) sistem saraf pusat (SSP), yang terletak di luar otak dan sumsum tulang belakang) yang ditandai dengan gejala kesemutan, rasa kebas dan kebal pada anggota tubuh. Gangguan saraf pusat (bagian dari sistem saraf yang terdiri dari otak dan sumsum tulang belakang) yang dapat menimbulkan gangguan peredaran darah otak sehingga memudahan terjadinya stroke. Gangguan pada jantung berupa penyakit jantung koroner. Penyakit jantung koroner merupakan penyakit di pembuluh darah jantung yang disebabkan adanya lemak di dalam dinding pembuluh darah. Gangguan pada hati berupa timbunan lemak di hati dan kerusakan pada hati. Gangguan pada pembuluh darah berupa penyakit hipertensi (darah tinggi) dan penyumbatan dinding pembuluh darah (arterosklerosis). Gangguan pada saraf dan pembuluh darah dapat menimbulkan impotensi. Paru–paru menjadi mudah terserang penyakit tuberculosis (TBC).

Diabetes melitus adalah penyakit yang dapat dicegah. Sehingga lakukan pencegahan penyakit diabetes dan segera kenali faktor risiko yang Anda miliki. Apabila Anda memiliki faktor risiko yang disebutkan di atas, segera lakukan usaha pencegahan penyakit diabetes dengan memeriksakan kadar gula darah Anda secara berkala, diet sehat, olahraga teratur, berhenti merokok, dan mengontrol penyakit yang mendasari (hipertensi, kolesterol, PCO).

Selalu kontrol kadar gula darah Anda dengan melakukan pemeriksaan gula darah secara berkala. Minum obat secara rutin. Obat-obatan anti diabetes berbentuk tablet (oral) atau injeksi insulin (suntikan).

2. Olahraga secara rutin dua kali dalam seminggu, Olahraga dapat membantu penderita untuk menjaga berat badan, membakar kalori, menurunkan kekebalan terhadap hormon insulin dan menjaga kadar gula darah tetap dalam keadaan normal.3. Menjaga asupan makanan,

Pengelompokan Standar Kebutuhan Kalori dalam Sehari
Standar I 1100 kalori
Standar II 1300 kalori
Standar III 1500 kalori
Standar IV 1700 kalori
Standar V 1900 kalori
Standar VI 2100 kalori
Standar VII 2300 kalori
Standar VIII 2500 kalori

Standar I – III : Untuk orang gemuk Standar IV – V : Untuk orang berat badan ideal Standar VI – VII : Untuk orang kurus Untuk menentukan apakah seseorang gemuk, kurus atau termasuk kedalam kategori berat badan ideal digunakan perhitungan Indeks Massa Tubuh (IMT). Untuk mengetahui nilai IMT ini, dapat dihitung dengan rumus berikut: Batas ambang IMT untuk Indonesia adalah sebagai berikut: 1. Kategori IMT kurus :

Kekurangan berat badan tingkat berat < 17,0 Kekurangan berat badan tingkat ringan 17,0 – 18,4

2. Kategori berat badan normal : 18,5 – 25,0 3. Kategori berat badan gemuk :

Kelebihan berat badan tingkat ringan 25,1 – 27,0 Kelebihan berat badan tingkat berat > 27,0

4. Mengelola stres, Stres berperan besar dalam ketidakseimbangan gula darah. Stres dapat memicu resistensi insulin, meningkatkan berat badan, meningkatkan peradangan, dan akhirnya dapat menyebabkan diabetes. Cara Penanganan Diabetes Saat ini, diabetes tipe 1 hanya dapat diobati dengan menggunakan insulin, dengan pengawasan yang teliti terhadap tingkat glukosa darah melalui alat monitor pengujian darah.

  • Sedangkan pada diabetes tipe 2 penanganan utama dilakukan dengan cara melakukan diet dan olahraga yang teratur.
  • Jika tidak membantu diperlukan terapi obat anti diabetes.
  • Eberhasilan terapi DM sangat ditentukan oleh peranan pasien dalam mengontrol dan merawat dirinya sendiri.
  • Melalui edukasi pasien akan mengetahui bagaimana usahanya sendiri atau peranannya dalam membantu terapi dokter.

Hal-hal yang dapat dilakukan oleh pasien sendiri dalam meningkatkan keberhasilan terapi DM adalah :

mengatur dietnya. merawat kaki sehat. merawat luka. menyuntik insulin sendiri. mengatur porsi olahraga. memonitor gula darah dan kadar gula di dalam urin.

Hal terakhir yang perlu diketahui adalah perlunya dukungan dari orang-orang terdekat kepada penyandang diabetes. Dukungan keluarga, teman ataupun relasi kepada penyandang diabetes dapat memberikan sebuah dorongan semangat untuk menjalani pola hidup sehat. Sumber : www.futuready.com,

Kenapa penyakit diabetes sulit disembuhkan?

Luka diabetes parah sehingga susah sembuh umumnya karena tingginya kadar gula dalam darah. Tingginya kadar gula darah membuat tubuh kesulitan untuk melawan bakteri. Akibatnya, luka yang dialami tak kunjung sembuh atau semakin parah. Jadi, penting untuk mengetahui apa saja yang harus diwaspadai. Simak lengkapnya di bawah ini. Mengapa Diabetes Tidak Bisa Disembuhkan Pada pasien diabetes, luka cenderung sembuh lebih lambat. Baca Juga: Tanaman Obat Diabetes yang Harus Anda Ketahui Luka Diabetes Parah Diabetes adalah penyakit yang terjadi akibat ketidakmampuan tubuh dalam memproduksi atau memanfaatkan hormon insulin.

  • Hormon insulin adalah hormon yang berfungsi untuk mengubah glukosa atau gula menjadi energi bagi tubuh.
  • Jika tubuh Anda mengalami kesulitan pemrosesan glukosa, maka bisa menyebabkan kadar gula dalam darah tinggi.
  • Akibatnya, akan mempengaruhi kemampuan tubuh Anda dalam menyembuhkan luka.
  • Pada pasien diabetes, luka cenderung sembuh lebih lambat.
See also:  What Is The Difference Between Type 1 And 2 Diabetes?

Luka dapat terjadi di area tubuh manapun. Namun, umumnya luka banyak muncul pada kaki. Luka yang tidak segera diobati dapat menjadi semakin parah. Jika kondisi sudah parah, banyak dari mereka yang akhirnya harus mengalami amputasi pada area luka. Jika Anda menderita diabetes, adalah hal penting untuk melakukan pemeriksaan diri secara teratur dan memantau setiap luka yang dialami.

Mengetahui dan mengobati luka lebih awal adalah satu-satunya cara untuk mengurangi risiko komplikasi yang lebih serius. Baca Juga: Diabetes Insipidus Penyebab Luka Diabetes Parah atau Susah Sembuh Terdapat beberapa faktor yang menyebabkan luka pada penderita diabetes lebih lama atau parah, berikut penjelasannya.1.

Kadar Gula Tinggi Jumlah kadar gula dalam darah adalah faktor utama seberapa cepat luka yang Anda alami akan sembuh. Ketika kadar gula darah Anda lebih tinggi dari biasanya, maka akan mencegah sistem kekebalan tubuh berfungsi secara efisien. Akibatnya, akan banyak kerusakan pada sistem tubuh.

Selain itu, gula darah yang tinggi juga menyebabkan pembuluh darah mengeras dan mengalami penyempitan. Dampaknya, tubuh akan mudah mengalami luka dan sulit untuk menyembuhkan luka yang dialami. Baca Juga: Perbedaan Diabetes Tipe 1 dan 2 2. Kerusakan Pada Saraf Ketika menderita diabetes, Anda juga akan mengalami sakit pada saraf atau dikenal dengan neuropati perifer.

Kondisi tersebut dapat terjadi karena kadar gula darah yang secara konsisten lebih tinggi dari biasanya. Berjalannya waktu, kerusakan akan terus terjadi pada saraf dan pembuluh darah. Hal ini dapat berkurangnya atau kehilangan sensasi atau tidak merasakan rasa sakit dari luka yang dialami. Mengapa Diabetes Tidak Bisa Disembuhkan Kadar gula darah yang lebih tinggi dari normal juga meningkatkan infeksi pada luka.3. Sirkulasi Darah Terganggu Orang yang menderita diabetes memiliki kemungkinan lebih besar mengalami penyakit pembuluh darah perifer. Penyakit pembuluh darah perifer menyebabkan pembuluh darah Anda menyempit dan mengeras.

  1. Ondisi tersebut membuat distribusi aliran darah dari jantung ke seluruh tubuh akan terganggu.
  2. Akibatnya, suplai darah yang kaya akan nutrisi dan oksigen akan terhambat.
  3. Padahal, nutrisi dan oksigen adalah bagian penting dalam proses penyembuhan luka.
  4. Arena dapat memperbaiki kerusakan jaringan yang rusak dengan cepat.

Baca Juga: Mencegah Diabetes Melitus di Usia Muda 4. Sistem Imun Tubuh Menurun Banyak orang yang menderita diabetes juga memiliki masalah dengan aktivasi sistem kekebalan tubuh. Ketika kadar gula dalam darah terus berada pada jumlah yang tinggi. Hal tersebut dapat merusak fungsi sel darah putih.

Padahal, sel darah putih memiliki peran penting dalam sistem kekebalan tubuh. Ketika sel darah putih tidak berfungsi dengan baik, tubuh akan kesulitan untuk melawan bakteri dan menyebabkan lambatnya proses penyembuhan luka atau bahkan bertambah parah.5. Infeksi Kadar gula darah yang lebih tinggi dari normal juga meningkatkan infeksi pada luka.

Hal tersebut terjadi karena bakteri berkembang biak dengan cepat ketika kadar gula darah tinggi. Kondisi tersebut akan menyebabkan infeksi dan proses penyembuhan luka akan semakin lama. Setelah mengetahui luka diabetes parah atau susah sembuh. Langkah selanjutnya yang harus dilakukan adalah dengan menghindari atau mencegah faktor-faktor yang memperlambat proses penyembuhan luka.

Apa Hubungan Antara Diabetes dan Penyembuhan Luka Diabetes dan Penyembuhan Luka Apa Itu Ulkus Kaki Diabetik?

Kenapa diabetes bisa membusuk?

Diantara komplikasi diabetes adalah gangguan saraf dan gangguan pembekuan darah, yang mana dua hal inilah yang menjadi faktor utama terjadinya pembusukan seperti yang Anda tanyakan. Selain dari gangguan saraf dan pembekuan darah, komplikasi diabetes juga bisa berpengaruh pada mata, ginjal, dan jantung.

Kenapa ada belatung di luka diabetes?

Jangan Panik, Begini Cara Mengatasi Timbulnya Belatung Pada Luka Diabetes – PRFM News PRFMNEWS – dr. menjelaskan tentang bagaimana mengatasi timbulnya pada,

  • Timbulnya pada disebabkan karena kurangnya perawatan dan pengobatan pada penderita,
  • Luka yang tidak terawat dengan baik akhirnya semakin melebar hingga terjadinya pembusukan dan bahkan bisa menimbulkan,
  • Timbulnya pada merupakan salah satu hal sering yang tidak terduga oleh penderita,
  • Baca Juga:
  1. Penyebab munculnya pada yaitu dikarenakan adanya bau busuk dari yang kemudian mengundang datangnya lalat untuk hinggap.
  2. Lalat tersebut lalu bertelur pada area yang tidak tertutup dengan rapat, akibatnya dalam beberapa hari kemudian, biasanya akan muncul pada tersebut.
  3. Bila hal ini terjadi pada Anda, maka sebaiknya tidak usah buru-buru panik, karena timbulnya bukan sebuah ukuran parah atau tidaknya suatu,
  4. Menjadi ukuran parah atau tidaknya suatu pada yaitu seberapa luas jaringan yang rusak, kemudian apakah tersebut sudah menginfeksi tulang atau belum.

Sumber: YouTube dr. Cahyo EDUKES

Penyakit diabetes normalnya berapa?

Kadar gula darah normalnya ialah tidak lebih dari 126 mg/dL setelah berpuasa (GDP), dan tidak lebih dari 200 mg/dL tanpa berpuasa (GDS, GD2PP). Kadar gula darah yang melebihi angka tersebut bisa menandakan seseorang mengalami diabetes.

Apa yg menyebabkan penyakit diabetes?

Penyebab dan Gejala Diabetes – Secara umum, penyakit Diabetes Melitus (DM) terjadi akibat gaya hidup tidak sehat yang menyebabkan akumulasi menumpuknya kadar gula dalam darah dan berada di atas ambang batas normal yang bersifat kronis dan jangka panjang.

  • Dalam kondisi normal, glukosa adalah sumber energi utama bagi sel-sel dalam tubuh yang membentuk otot juga jaringan, termasuk juga untuk otak,
  • N amun jika kadar glukosa berlebih, bisa berbahaya karena memicu penyakit gula darah atau diabetes.
  • Faktor-Faktor Penyebab Penyakit Diabetes Secara umum, faktor penyebab terjadinya diabetes yang menyerang seseorang dapat digolongkan menjadi 2 yaitu faktor penyebab yang dapat dikontrol dan yang tidak dapat dikontrol (faktor alami/bawaan).1.
See also:  How Do U Get Diabetes?

Faktor Penyebab yang Tidak B isa Dimodifikasi atau Dikontrol (Alami/Bawaan) Faktor penyebab ini merupakan sebab-sebab yang telah ada sejak lahir dan tidak dapat diubah, yang di antaranya adalah:

Faktor U sia

Penurunan fungsi organ yang disebabkan karena faktor usia adalah salah satu aspek utama terjadinya penyakit diabetes. Ini karena organ pankreas yang biasanya bekerja normal dalam memproduksi insulin mengalami penurunan fungsinya. Oleh karena itu, sangat dianjurkan untuk mereka yang berusia di atas 45 tahun agar memeriksa kadar gula darah secara teratur.

Kondisi Berat Badan Bayi Saat Lahir

Berat badan bayi saat lahir juga sering ditengarai sebagai salah satu kondisi yang menjadi patokan terjadinya diabetes. Untuk bayi dengan berat di atas 4000 gram berisiko menyebabkan anak tersebut terkena diabetes. Demikian bila berat badan bayi dibawah 2500 gram, maka ada risiko bahwa ketika dewasa anak itu akan terkena diabetes juga nantinya.

Faktor Keturunan atau Genetika Lebih Berisiko Terkena Diabetes

Keturunan diabetes sangat mungkin terkena diabetes juga nantinya. Karenanya bila diantara anggota keluarga ada riwayat diabetes maka sangat mungkin meningkatkan faktor terjadinya diabetes pada seseorang.2. Faktor Penyebab yang Bisa Dimodifikasi atau D ikontrol Faktor penyebab yang kedua ini disebabkan karena gaya hidup seseorang, beberapa diantaranya adalah:

Kebiasaan Merokok

Merokok, selain buruk untuk pernapasan, juga berbahaya karena dapat menimbulkan penyakit diabetes. Cara terbaik tentu dengan mengurangi dan menghentikan kebiasan ini.

Obesitas atau Kegemukan

Meski bukan satu hal yang pasti, tetapi peningkatan indeks massa tubuh berpengaruh pula pada kemungkinan seseorang terjangkit diabetes.

Pola Makan Tak Seha t

Makanan yang mengandung gula, tetapi rendah serat ditengarai sebagai sumber bahan pangan dan menyumbang kemungkinan diabetes lebih tinggi bagi seseorang.

Jarang dan Malas Berolahraga

Kondisi pasif, kurang bergerak, dan malas berolahraga menjadikan tubuh sangat berisiko untuk terkena diabetes.

Penderita Hipertensi berisiko Terkena Diabetes

Hipertensi juga disinyalir turut menyumbang tingginya angka penderita diabetes sebagai bagian dari faktor yang bisa dimodifikasi.

Tingginya Kadar Kolesterol

Kadar HDL (lemak baik) yang kurang dari 35mg/dL, serta kadar trigliserida yang lebih dari 250mg/dL ditengarai jadi penyumbang penyakit diabetes. Karenanya memperhatikan kadar kolesterol adalah satu hal yang penting.

PCOS (Polycystic Ovary Syndrome)

Kondisi ini biasanya terjadi pada wanita. Ditandai dengan tidak teraturnya siklus menstruasi, serta tumbuhnya rambut secara signifikan di daerah lengan, kumis, serta obesitas. Karena gejalanya yang mirip dengan kondisi sakit biasa, maka banyak orang yang tidak menyadari bahwa mereka mengidap penyakit diabetes ini dan bahkan sudah mengarah pada komplikasi.

Penurunan Berat Badan secara Berangsur-Angsur

Berat badan turun adalah hal biasa, N amun, jika terjadi terus menerus maka Anda perlu waspada. Seseorang yang ditengarai mengidap diabetes biasanya mengalami penurunan berat badan yang drastis dan signifikan. Ini dianggap sebagai gejala awal diabetes, akibat glukosa tidak bisa diserap secara optimal oleh tubuh.

Nafsu Makan Meningkat Akibat Sel Butuh Asupan Energi Lebih

Bisa jadi, peningkatan nafsu makan yang dialami seseorang adalah pertanda awal dari diabetes. Hal ini terjadi karena sel mengharapkan asupan glukosa yang lebih banyak, dan bersumber dari makanan. Namun demikian, tubuh tidak dalam kondisi optimal dan bisa bermetabolisme dengan baik, hal inilah yang memicu berkelanjutan.

Intensitas Buang Air Kecil Meningkat Biasanya Malam Hari

Gejala diabetes ini yang paling dikenal masyarakat. Buang air kecil yang terus menerus dan sering, adalah gejala awal dari diabetes. Bila hal ini terjadi ada baiknya untuk segera memeriksakan diri, agar bisa mendapatkan penanganan segera dan cepat.

Merasa Kesemutan atau Mati Rasa Akibat Syaraf Mulai Rusak

Gejala ini terjadi jika kadar gula dalam darah sudah cukup tinggi. Rasa kesemutan dan kebas (mati rasa) pada bagian tubuh seperti kaki, jari-jemari, dan tangan adalah tanda untuk waspada, karena bisa jadi penyakit diabetes sudah menunjukan gejala stadium lanjut. Hal ini terjadi akibat kerusakan pada serabut saraf.

Penglihatan Menurun, Terganggu dan Kabur

Kadar glukosa yang semakin meningkat menyebabkan cairan pembuluh darah terbatasi untuk masuk ke mata. Keadaan yang demikian bahkan bisa membuat lensa mata berubah bentuk. Namun, ciri yang demikian bisa hilang bila gula darah semakin berkurang dan normal.

Mudah terjadi Luka dan Susah Kering atau Sembuh

Bagi p enderita diabetes, kadar gula yang berlebih menyebabkan kekebalan tubuh dan sistem imun menjadi tidak normal. Bila seorang penderita diabetes memiliki luka terbuka, maka akan sangat susah untuk proses penyembuhannya.

Terjadi Infeksi Jamur Utamanya di Mulut

Seorang wanita penderita diabetes umumnya juga disertai dengan infeksi jamur. Jamur ini akan muncul di beberapa bagian mulut, biasanya dalam bentuk sariawan di mulut, juga infeksi pada bagian vagina, yang disebabkan oleh jamur candida. Diabetes Tidak Dapat Disembuhkan Hanya Bisa Dikendalikan Penyakit diabetes, seperti penyakit dalam lainnya, merupakan jenis penyakit mematikan yang tidak bisa disembuhkan dan hanya dapat dikendalikan.

Penanganan yang salah akan membuat penderita makin menurun kondisinya dan berisiko terjadinya kematian. Beberapa terapi diabetes yang disarankan untuk dilakukan untuk memperbaiki kualitas penderita diantaranya sebagai berikut: 1. Menjalankan rutinitas olahraga dan r utin cek kadar gula darah,2. Jika terjadi luka, lakukan perawatan luka sesuai petunjuk dokter,3.

Menjalankan penyuntikan insulin serta mengatur pola dietnya. Penanganan yang tepat terhadap penderita diabetes terlebih untuk mereka yang belum terjangkit penyakit ini, sangat dianjurkan, karena sifat penyakit ini jangka panjang dan menetap sehingga perlu untuk diperhatikan dengan serius.

Adblock
detector