Komplikasi Keadaan Gawat Darurat Yang Disebabkan Oleh Diabetes Melitus?

MAKALAH KEPERAWATAN GAWAT DARURAT KETOASIDOSIS DIABETIK (KAD) Disusun Oleh : Andre Eka (0205R00251) Dewi Aprilia (0502R00264) Andri Purwandari (0205R00252) Dwi Yuni Untari (0502R00267) Anggraeni Endah K (0205R00253) Dyah Kusuma W. (0502R00268) Annisa Farkha s. (0205R00254) Erna Dwi (0502R00270) Asmayanti (0205R00256) Fisty Farkhati (0502R00273) Astri Purnitasari (0205R00257) Hesti Diana (0502R00275) Bagus Prasetyo (0205R00260) Hosnu Inayati (0502R00276) Brantas Pamungkas (0205R00261) Ifan Tyas P (0502R00277) Desiani Wahyu u. (0205R00263) Ihat Solihati (0502R00278) PROGRAM STUDI ILMU KEPERAWATAN SEKOLAH TINGGI ILMU KESEHATAN ‘AISYIYAH YOGYAKARTA 2009 KETO ASIDOSIS DIABETIK (KAD) A. DEFINISI Keto Asidosis Diabetik (KAD) adalah keadaan dekompensasi kekacauan metabolic yang ditandai oleh trias hiperglikemia, asidosis dan ketosis terutama disebabkan oleh defisiensi insulin absolut atau relative. KAD dan hipoglikemia merupakan komplikasi akut diabetes mellitus (DM) yang serius dan membutuhkan pengelolaan gawat darurat. Akibat diuresia osmotik, KAD biasanya mengalami dehidrasi berat dan dapat sampai menyebabkan syok.B. ETIOLOGI Terdapat pada orang yang diketahui diabetes oleh adanya stressor yang meningkatkan kebutuhan akan insulin, ini dapat terjadi jika diabetes tidak terkontrol karena ketidak mampuan untuk menjalani terapi yang telah ditentukan. Pencetus yang sering infeksi, stressor-stersor utama lain yang dapat mencetuskan diabetic ketoasidosis adalah pembedahan, trauma, terapi dengan steroid dan emosional C. PATOFISIOLOGI Adanya defisiensi insulin baik secara relatif maupun absolut yang disertai peningkatan hormon-hormon kontra regulator yakni : glukagon, katekolamin, kortisol, dan growth hormone, menyebabkan hiperglikemia disertai peningkatan lipolisis dan produksi keton, yakni : asetoasetat, β-hidroksibutirat dan aseton yang merupakan asam kuat dan dapat menyebabkan asidosis metabolik. Hiperglikemia menyebabkan diuresis osmotik yang mengakibatkan dehidrasi dan kehilangan mineral dan elektrolit D. MANIFESTASI KLINIS KAD 1. Poliuria 2. Polidipsi 3. Pengelihatan kabur 4. Lemah 5. Sakit kepala 6. Hipotensi ortostatik (penurunan tekanan darah sistolik 20 mmHg atau > pada saat berdiri) 7. Anoreksia 8. Mual 9. Muntah 10. Nyeri abdomen 11. Nafas aseton 12. Hiperventilasi 13. Perubahan status mental (sadar, letargik, koma) 14. Kadar gula darah tinggi (> 240 mg/dl) 15. Terdapat keton di urin 16. Nafas berbau aseton 17. Badan lemas 18. Bisa terjadi ileus sekunder akibat hilangnya K+ karena diuresis osmotik 19. Kulit kering 20. Keringat <<< 21. Kussmaul ( cepat, dalam ) karena asidosis metabolik F. PEMERIKSAAN 1. Kadar glukosa darah: meningkat 200 – 100 mg/dl atau lebih 2. Elektrolit darah (tentukan corrected Na) dan osmolalitas serum.3. Analisis gas darah, BUN dan kreatinin.4. Darah lengkap (pada KAD sering dijumpai gambaran lekositosis), HbA1c, urinalisis (dan kultur urine bila ada indikasi).5. Foto polos dada.6. Ketosis (Ketonemia dan Ketonuria) 7. Aseton plasma (keton) : positif secara mencolok 8. Osmolalitas serum : meningkat tetapi biasanya kurang dari 330 mOsm/l Pemeriksaan Osmolalitas = 2 + + 9. Hemoglobin glikosilat : kadarnya meningkat 2-4 kali lipat dari normal yang mencerminkan kontrol DM yang kurang selama 4 bulan terakhir 10. Gas darah arteri : biasanya menunjukkan pH < 7,3 dan penurunan pada HCO3 250 mg/dl G. KOMPLIKASI Faktor-faktor yang mempengaruhi angka kematian akibat KAD adalah: 1. Terlambat didiagnosis karena biasanya penyandang DM dibawa setelah koma.2. Pasien belum tahu bahwa ia menyandang DM.3. Sering ditemukan bersama-sama dengan komplikasi lain yang berat, seperti: renjatan (syok), stroke, dll.4. Kurangnya fasilitas laboratorium yang menunjang suksesnya penatalaksanaan KAD Komplikasi yang dapat terjadi akibat KAD yaitu: 1. Oedema paru 2. Hipertrigliserida 3. Infark miokard akut 4. Hipoglikemia 5. Hipokalsemia 6. Hiperkloremia 7. Oedema otak 8. Hipokalemia H. PENATALAKSANAAN Prinsip terapi KAD adalah dengan mengatasi dehidrasi, hiperglikemia, dan ketidakseimbangan elektrolit, serta mengatasi penyakit penyerta yang ada. Pengawasan ketat, KU jelek masuk HCU/ICU Fase I/Gawat : 1. Rehidrasi a) Berikan cairan isotonik NaCl 0,9% atau RL 2L loading dalam 2 jam pertama, lalu 80 tpm selama 4 jam, lalu 30-50 tpm selama 18 jam (4-6L/24jam) b) Atasi syok (cairan 20 ml/kg BB/jam) c) Bila syok teratasi berikan cairan sesuai tingkat dehidrasi d) Rehidrasi dilakukan bertahap untuk menghindari herniasi batang otak (24 – 48 jam). e) Bila Gula darah < 200, ganti infus dengan D5% f) Koreksi hipokalemia (kecepatan max 0,5mEq/kgBB/jam) g) Monitor keseimbangan cairan 2. Insulin a) Bolus insulin kerja cepat (RI) 0,1 iu/kgBB (iv/im/sc) b) Berikan insulin kerja cepat (RI) 0,1/kgBB dalam cairan isotonik c) Monitor Gula darah tiap jam pada 4 jam pertama, selanjutnya tiap 4 jam sekali d) Kecepatan gula darah  100mg%/jam e) Pemberian insulin parenteral diubah ke SC bila : AGD < 250mg%, Perbaikan hidrasi, Kadar HCO3  15 mEq/L 3. Infus K (tidak boleh bolus) o Bila K+ < 3mEq/L, beri 75mEq/L o Bila K+ 3-3.5mEq/L, beri 50 mEq/L o Bila K+ 3.5 -4mEq/L, beri 25mEq/L o Masukkan dalam NaCl 500cc/24 jam 4. Infus Bicarbonat o Bila pH 7,1, tidak diberikan 5. Antibiotik dosis tinggi Batas fase I dan fase II sekitar GDR 250 mg/dl atau reduksi Fase II/maintenance: 1. Cairan maintenance o Nacl 0.9% atau D5 atau maltose 10% bergantian o Sebelum maltose, berikan insulin reguler 4U 2. Kalium o Perenteral bila K+ 240 mg/dL atau badan terasa tidak enak.4. Saat sakit, makanlah sesuai pengaturan makan sebelumnya. Bila tidak nafsu makan, boleh makan bubur atau minuman berkalori lain.5. Minumlah yang cukup untuk mencegah dehidrasi. ASUHAN KEPERAWATAN A. Pengkajian Anamnesis : Riwayat DM Poliuria, Polidipsi Berhenti menyuntuk insulin Demam dan infeksi Nyeri perut, mual, mutah Penglihatan kabur Lemah dan sakit kepala Pemeriksan Fisik : Ortostatik hipotensi (sistole turun 20 mmHg atau lebih saat berdiri) Hipotensi, Syok Nafas bau aseton (bau manis seperti buah) Hiperventilasi : Kusmual (RR cepat, dalam) Kesadaran bisa CM, letargi atau koma Dehidrasi 1. Pengkajian gawat darurat : a. Airways : kaji kepatenan jalan nafas pasien, ada tidaknya sputum atau benda asing yang menghalangi jalan nafas b. Breathing : kaji frekuensi nafas, bunyi nafas, ada tidaknya penggunaan otot bantu pernafasan c. Circulation : kaji nadi, capillary refill 2. Pengkajian head to toe a) Data subyektif : • Riwayat penyakit dahulu • Riwayat penyakit sekarang • Status metabolik : intake makanan yang melebihi kebutuhan kalori, infeksi atau penyakit-penyakit akut lain, stress yang berhubungan dengan faktor-faktor psikologis dan social, obat-obatan atau terapi lain yang mempengaruhi glikosa darah, penghentian insulin atau obat anti hiperglikemik oral. b) Data Obyektif : 1. Aktivitas / Istirahat Gejala : Lemah, letih, sulit bergerak/berjalan, kram otot, tonus otot menurun, gangguan istrahat/tidur Tanda : Takikardia dan takipnea pada keadaan istrahat atau aktifitas Letargi/disorientasi, koma 2. Sirkulasi Gejala : Adanya riwayat hipertensi, IM akut, klaudikasi, kebas dan kesemutan pada ekstremitas, ulkus pada kaki, penyembuhan yang lama, takikardia. Tanda : Perubahan tekanan darah postural, hipertensi, nadi yang menurun/tidak ada, disritmia, krekels, distensi vena jugularis, kulit panas, kering, dan kemerahan, bola mata cekung.3. Integritas/ Ego Gejala : Stress, tergantung pada orang lain, masalah finansial yang berhubungan dengan kondisi Tanda : Ansietas, peka rangsang 4. Eliminasi Gejala : Perubahan pola berkemih (poliuria), nokturia, rasa nyeri/terbakar, kesulitan berkemih (infeksi), ISK baru/berulang, nyeri tekan abdomen, diare. Tanda : Urine encer, pucat, kuning, poliuri ( dapat berkembang menjadi oliguria/anuria, jika terjadi hipovolemia berat), urin berkabut, bau busuk (infeksi), abdomen keras, adanya asites, bising usus lemah dan menurun, hiperaktif (diare) 5. Nutrisi/Cairan Gejala : Hilang nafsu makan, mual/muntah, tidak mematuhi diet, peningkatan masukan glukosa/karbohidrat, penurunan berat badan lebih dari beberapa hari/minggu, haus, penggunaan diuretik (Thiazid) Tanda : Kulit kering/bersisik, turgor jelek, kekakuan/distensi abdomen, muntah, pembesaran tiroid (peningkatan kebutuhan metabolik dengan peningkatan gula darah), bau halisitosis/manis, bau buah (napas aseton) 6. Neurosensori Gejala : Pusing/pening, sakit kepala, kesemutan, kebas, kelemahan pada otot, parestesi, gangguan penglihatan Tanda : Disorientasi, mengantuk, alergi, stupor/koma (tahap lanjut), gangguan memori (baru, masa lalu), kacau mental, refleks tendon dalam menurun (koma), aktifitas kejang (tahap lanjut dari DKA).7. Nyeri/kenyamanan Gejala : Abdomen yang tegang/nyeri (sedang/berat) Tanda : Wajah meringis dengan palpitasi, tampak sangat berhati-hati 8. Pernapasan Gejala : Merasa kekurangan oksigen, batuk dengan/tanpa sputum purulen (tergantung adanya infeksi/tidak) Tanda : Lapar udara, batuk dengan/tanpa sputum purulen, frekuensi pernapasan meningkat 9. Keamanan Gejala : Kulit kering, gatal, ulkus kulit Tanda : Demam, diaphoresis, kulit rusak, lesi/ulserasi, menurunnya kekuatan umum/rentang gerak, parestesia/paralisis otot termasuk otot-otot pernapasan (jika kadar kalium menurun dengan cukup tajam).10. Seksualitas Gejala : Rabas vagina (cenderung infeksi) Masalah impoten pada pria, kesulitan orgasme pada wanita 11. Penyuluhan/pembelajaran Gejala : Faktor resiko keluarga DM, jantung, stroke, hipertensi. Penyembuhan yang lambat, penggunaan obat sepertii steroid, diuretik (thiazid), dilantin dan fenobarbital (dapat meningkatkan kadar glukosa darah). Mungkin atau tidak memerlukan obat diabetik sesuai pesanan. Rencana pemulangan : Mungkin memerlukan bantuan dalam pengaturan diet, pengobatan, perawatan diri, pemantauan terhadap glukosa darah.B. Diagnosa Prioritas 1) Kerusakan ventilasi spontan berhubungan dengan faktor metabolic 2) Pola napas tidak efektif berhubungan hiperventilasi 3) Defisit volume cairan berhubungan dengan kehilangan volum aktif C. Intervensi 1. Kerusakan ventilasi spontan berhubungan dengan factor metabolic Tujuan : – Efektifnya jalan nafas – Pengeluaran secret yang efektif – Bebas dari dispnea Intervensi – Kaji respon pergantian status pernafasan klien (ekspirasi-inspirasi) – Monitor dispnea dan penurunan RR – Kaji riwayat klien penyakit kronik pernafasan – Suction apabila diperlukan – Kolaborasi dengan klien dan keluarga untuk pemasangan intubasi dan ventilator – Kolaborasi pemberian analgesic dan sedative jika diperlukan – Lakukan analisa gas darah, dan tidal volume – Gunakan komunikasi efektif pada klien – Jelaskan pada keluarga tentang keadaan klien yang mengalami dispnea, atau gangguan paru 2. Pola nafas tidak efektif berhubungan dengan kelemahan otot pernafasan Tujuan : – Pola nafas pasien kembali teratur. – Respirasi rate pasien kembali normal. – Pasien mudah untuk bernafas. Intervensi: – Kaji status pernafasan dengan mendeteksi pulmonal. – Berikan terapi fisik dada termasuk drainase postural. – Penghisapan untuk pembuangan lendir. – Identifikasi kemampuan dan berikan keyakinan dalam bernafas. – Kolaborasi dalam pemberian farmakologi.3. Defisit volume cairan berhubungan dengan kehilangan volum aktif Tujuan : – TTV dalam batas normal – Pulse perifer dapat teraba – Turgor kulit dan capillary refill baik – Keseimbangan urin output – Kadar elektrolit normal Intervensi – Kaji riwayat durasi/intensitas mual, muntah dan berkemih berlebihan – Monitor vital sign dan perubahan tekanan darah orthostatic – Monitor perubahan respirasi: kussmaul, bau aceton – Observasi kualitas nafas, penggunaan otot asesori dan cyanosis – Observasi ouput dan kualitas urin. – Timbang BB – Pertahankan cairan 2500 ml/hari jika diindikasikan – Ciptakan lingkungan yang nyaman, perhatikan perubahan emosional – Catat hal yang dilaporkan seperti mual, nyeri abdomen, muntah dan distensi lambung – Obsevasi adanya perasaan kelelahan yang meningkat, edema, peningkatan BB, nadi tidak teratur dan adanya distensi pada vaskuler Kolaborasi: a) Pemberian NS dengan atau tanpa dextrosa b) Albumin, plasma, dextran c) Pertahankan kateter terpasang d) Pantau pemeriksaan lab : o Hematokrit o BUN/Kreatinin o Osmolalitas darah o Natrium o Kalium e) Berikan Kalium sesuai indikasi f) Berikan bikarbonat jika pH <7,0 g) Pasang NGT dan lakukan penghisapan sesuai dengan indikasi Daftar pustaka,Buku Ajar Ilmu Penyakit Dalam. Ed 4, jilid III. (2006). Jakarta: FKUI Carpenito, Lynda Juall (2000), Buku saku Diagnosa Keperawatan, Edisi 8, EGC, Jakarta Corwin, Elizaeth J. (2001). Buku Saku Patofisiologi. Jakarta:EGC Hall, Jasse B., Schmitt, Gregors A.( 2007). Critical Care: Just The Facts. USA: Mc Graw-Hill Companies inc Long, Barbara C. (1996). Perawatan Medical Bedah; Suatu Pendekatan Proses Keperawatan. USA: Mosby Morton, patricia Gonce dkk. (2005). Critical Care Nursing A Holistik Approach.8th ed. USA: Lippincot This entry was posted on Mei 19, 2009 at 6:59 am and is filed under Uncategorized, You can follow any responses to this entry through the RSS 2.0 feed. You can leave a response, or trackback from your own site.

See also:  What Is Diabetes Type 1?

Apa saja komplikasi diabetes melitus?

Apa saja komplikasi dan akibat dari Diabetes? – Direktorat P2PTM 28 Januari 2019 Komplikasi Keadaan Gawat Darurat Yang Disebabkan Oleh Diabetes Melitus Komplikasi Diabetes berkembang secara bertahap. Ketika terlalu banyak gula menetap dalam aliran darah untuk waktu yang lama, hal itu dapat mempengaruhi pembuluh darah, saraf, mata, ginjal dan sistem kardiovaskular. Komplikasi termasuk serangan jantung dan stroke, infeksi kaki yang berat (menyebabkan gangren, dapat mengakibatkan amputasi), gagal ginjal stadium akhir dan disfungsi seksual.

Pasien diabetes berisiko mengalami komplikasi mikrovaskular Apakah komplikasi yang dimaksud?

Secara umum, komplikasi yang disebabkan oleh diabetes dibagi dua, yakni komplikasi mikrovaskuler dan komplikasi makrovaskuler. Yang dimaksud mikrovaskuler adalah komplikasi yang menyerang pembuluh darah kecil, dan yang dimaksud makrovaskuler adalah komplikasi yang menyerang pembuluh darah besar.

Manakah komplikasi akut diabetes melitus berikut ini yang mengancam jiwa?

Komplikasi akut diabetes melitus – Diabetes melitus juga dapat menyebabkan komplikasi akut yang dapat terjadi kapan saja. Komplikasi akut yang dapat dialami pasien diabetes melitus di antaranya sebagai berikut.

Hypos, yakni kondisi saat gula darah terlalu rendah Hypers, yakni ketika gula darah terlalu tinggi Hyperosmolar Hyperglycaemic State (HHS), keadaan darurat yang mengancam jiwa yang hanya terjadi pada orang dengan diabetes tipe 2. Ini disebabkan oleh dehidrasi parah dan gula darah yang sangat tinggi. Ketoasidosis diabetik (DKA), yakni keadaan darurat yang mengancam jiwa di mana kekurangan insulin dan gula darah tinggi menyebabkan penumpukan keton.

Baca juga: Diabetes Melitus Bisa Menyerang Anak-anak, Jangan Sepelekan Gejalanya Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram “Kompas.com News Update”, caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Diabetes melitus gangguan apa?

Diabetes melitus (DM) didefinisikan sebagai suatu penyakit atau gangguan metabolisme kronis dengan multi etiologi yang ditandai dengan tingginya kadar gula darah disertai dengan gangguan metabolisme karbohidrat, lipid, dan protein sebagai akibat insufisiensi fungsi insulin.

Apa penyebab terjadinya penyakit komplikasi?

Komplikasi Adalah Perubahan Penyakit dalam Tubuh, Berikut Penyebab dan Jenis-jenisnya | merdeka.com Komplikasi Keadaan Gawat Darurat Yang Disebabkan Oleh Diabetes Melitus Ilustrasi pasien operasi. ©Shutterstock.com/Monkey Business Images Merdeka.com – Anda pasti sudah pernah menjumpai kata ketika menonton berita atau ketika membaca sebuah artikel kesehatan. Atau mungkin Anda juga sudah pernah mendengarnya langsung dari dokter atau tenaga medis lainnya.

  • Omplikasi bukanlah sebuah penyakit.
  • Perubahan pada sebuah penyakit atau kondisi kesehatan yang tidak dikehendaki.
  • Jadi, komplikasi hanya istilah yang menggambarkan adanya beberapa penyakit yang menyerang tubuh seseorang.
  • Terjadi karena beberapa faktor.
  • Beberapa penyebab komplikasi adalah karena adanya efek dari konsumsi obat kimia yang terlalu banyak, tindakan medis, atau karena penyakit tertentu.

Karena komplikasi adalah perubahan suatu penyakit, maka sebuah penyakit baru bisa saja muncul sebagai hasil komplikasi dari penyakit yang sudah diderita oleh seseorang sebelumnya. Untuk penjelasan lebih lanjut, berikut telah kami rangkum dari berbagai sumber untuk menyampaikan beberapa hal terkait,2 dari 6 halaman ©www.wikinut.com Selain karena obat kimia, tindakan medis, atau penyakit tertentu, penyebab lain dari komplikasi adalah:• Daya tahan tubuh yang rendah.• Adanya penyakit yang menjalar ke seluruh tubuh.• Ketidakmampuan pembuluh darah dalam menetralisir semua penyakit.

  • • Hipoglikemia.
  • 3 dari 6 halaman
See also:  How To Become A Diabetes Educator In Australia?

Komplikasi adalah penyakit yang muncul karena adanya efek dari penyakit tertentu yang ada pada tubuh. Penyebab lain komplikasi adalah konsumsi obat kimia atau karena tindakan medis tertentu. Contoh penyakit komplikasi adalah diabetes, yang dapat menimbulkan komplikasi pada ginjal dan jantung. Penyakit komplikasi lainnya antara lain adalah: Gagal Jantung Komplikasi Keadaan Gawat Darurat Yang Disebabkan Oleh Diabetes Melitus www.boldsky.com Gagal jantung adalah salah satu penyakit komplikasi yang sangat umum terjadi. Kondisi gagal jantung terjadi akibat kinerja jantung yang tidak mampu untuk memenuhi kebutuhan aliran darah ke seluruh tubuh. Gagal jantung ini terjadi ketika otot-otot jantung tidak mampu lagi untuk memompa darah.

Henti Jantung Henti jantung menjadi penyakit yang perlu diwaspadai, karena penyakit ini termasuk kondisi yang darurat. Jika penyakit ini tidak segera ditangani, bisa menyebabkan terjadinya kematian mendadak. Henti jantung sendiri adalah sebuah penyakit komplikasi yang terjadi akibat kondisi jantung yang berhenti berdetak secara tiba-tiba.

Gangguan irama jantung ini dapat menjadi penyebab terjadinya gangguan pernapasan atau bahkan kehilangan kesadaran.4 dari 6 halaman © familybestcare.com Stroke merupakan kondisi yang sering dialami oleh banyak orang. Penyakit ini disebabkan karena adanya gumpalan darah. Kondisi ini akan menyebabkan aliran darah menuju ke otak menjadi terhambat. Gumpalan darah ini bisa muncul ketika jantung tidak mampu lagi bekerja dengan baik.

Stroke merupakan penyakit yang dampaknya sangat luas. Penyakit ini bisa menyebabkan gangguan dalam berbicara, mengingat, dan juga kemampuan koordinasi. Stroke juga bisa menyebabkan tubuh mengalami mati rasa. Itulah kenapa, kondisi ini harus diwaspadai karena bisa menyebabkan kerusakan secara cepat dan sifatnya permanen.

Emboli Paru Emboli paru adalah suatu kondisi di saat arteri pulmonalis mengalami penyumbatan. Penyumbatan ini menyebabkan tubuh menjadi kekurangan oksigen dengan sangat cepat. Akibatnya, ada beberapa gejala yang muncul, seperti kesulitan bernapas, dada terasa sakit, serta kulit menjadi membiru.

Ondisi berbahaya ini perlu diwaspadai karena bisa membahayakan nyawa seseorang.5 dari 6 halaman Aneurisma merupakan jenis penyakit komplikasi yang sangat serius. Gejala penyakit ini yaitu adanya pembengkakan arteri pada bagian tubuh tertentu. Jika aneurisma mengalami pecah, kondisi ini bisa berakibat fatal karena akan terjadi pendarahan di dalam tubuh atau pendarahan internal.

Arteri Perifer Penyempitan pembuluh darah akan menyebabkan dampak buruk pada aliran darah yang menuju ke jantung. Kondisi ini bisa berdampak buruk pada bagian ujung tubuh karena pada bagian ujung tubuh tersebut, tidak akan bisa mendapatkan aliran darah yang cukup.

  1. ©2019 Merdeka.com/Tantri Setyorini
  2. P engobatan alami yang bisa diterapkan pada penyakit komplikasi adalah:
  3. Kulit Manggis

Dalam sebuah penelitian, menunjukkan hasil bahwa ekstrak kulit manggis mempunyai aktivitas melawan sel kanker yang ditimbulkan dari penyakit komplikasi. Selain itu, ekstrak kulit manggis juga bisa digunakan untuk antihistamin, antiinflamasi, menekan sistem saraf pusat, dan tekanan darah, serta antiperadangan.

  • Ulit manggis akan menekan sistem saraf pusat dan menstabilkan tekanan darah, sehingga hipertensi, yang dianggap sebagai penyebab penyakit komplikasi, tidak akan timbul.
  • Mengkudu Meskipun memiliki bau yang tidak sedap, buah mengkudu memiliki kandungan antioksidan tinggi yang dapat mencegah timbulnya penyakit komplikasi.

Mengkudu dapat meminimalisir munculnya penyakit diabetes dengan cara menstabilkan kadar kolesterol dan gula darah dalam tubuh.

  • Teh Hijau
  • Penelitian dari Campinas State University di Brazil menunjukkan bahwa, zat antioksidan dan antiinflamasi yang ada di dalam teh hijau mampu mencegah dan mengobati penyakit komplikasi yang disebabkan oleh diabetes.
  • Kandungan polifenolnya pun dipercaya dapat menurunkan tekanan darah dan memberikan perlindungan pada tubuh dari penyakit kardiovaskular.

: Komplikasi Adalah Perubahan Penyakit dalam Tubuh, Berikut Penyebab dan Jenis-jenisnya | merdeka.com

Apa saja komplikasi mikrovaskular?

Komplikasi mikrovaskuler yaitu retinopati 8 pasien (11,1%), nefropati 11 pasien (15,3%), neuropati 5 pasien (6,9%).

Disebut apakah komplikasi akut diabetes melitus berupa kematian saraf?

Komplikasi diabetes mellitus bisa menyebabkan berbagai penyakit, dari yang paling ringan sampai parah. Penanganan medis harus segera dilakukan jika komplikasi berada pada kondisi yang parah. Simak apa saja komplikasi diabetes mellitus dibawah ini. Komplikasi Keadaan Gawat Darurat Yang Disebabkan Oleh Diabetes Melitus Komplikasi diabetes dapat memicu berbagai penyakit kronis yang berbahaya, seperti serangan jantung. Baca Juga: Diabetes Insipidus Komplikasi Diabetes Mellitus Diabetes merupakan penyakit yang dapat menyerang seluruh organ tubuh. Organ tubuh yang sering diserang antara lain jantung, mata, ginjal, pembuluh darah, gigi, hingga saraf.

Penderita diabetes harus memiliki pola hidup yang sehat agar kadar gula dalam darah tetap normal. Komplikasi diabetes mellitus dapat memicu berbagai penyakit kronis yang berbahaya. Berikut adalah sederet komplikasi diabetes melitus yang harus Anda ketahui.1. Penyakit kardiovaskular Menderita penyakit diabetes mellitus akan meningkatkan risiko terjadinya penyakit kardiovaskular.

Penyakit kardiovaskuler tersebut antara lain stroke, serangan jantung dan penyempitan pembuluh darah. Tingginya kadar glukosa dalam tubuh akan membuat pengerasan pembuluh darah arteri lebih cepat dan akhirnya menghambat sirkulasi darah. Dalam website resminya, American Heart Association menjelaskan bahwa penderita diabetes melitus lebih mungkin meninggal karena komplikasi penyakit kardiovaskular yang dialami.

  • Baca Juga: 10 Obat Alami Diabetes Penting untuk Diketahui 2.
  • Penyakit ginjal Dilansir dari Mayo clinic, sebagian orang yang mengalami diabetes melitus berisiko untuk mengalami kerusakan pada organ ginjal.
  • Rusaknya ginjal akibat pada diabetes melitus dikenal dengan istilah medis nefropati diabetik.
  • Ondisi nefropati diabetik terjadi akibat kadar gula darah yang tinggi merusak pembuluh darah di ginjal yang berfungsi untuk menyaring limbah atau zat sisa pada tubuh.

Jika kondisi tersebut dibiarkan dan tidak segera ditangani dengan segera. Maka dapat menyebabkan penyakit ginjal akut hingga gagal ginjal. Untuk mengeceknya, dokter akan mengambil sampel urin yang kemudian akan dilakukan uji laboratorium.3. Kerusakan saraf Diabetes melitus dapat menyebabkan kerusakan saraf atau disebut neuropati diabetik.

Kerusakan saraf yang ditimbulkan akibat diabetes ditandai dengan rasa nyeri, terasa kesemutan, kulit terasa terbakar, dan mati rasa. Kondisi tersebut terjadi ketika kadar gula darah dalam tubuh sangat tinggi. Akibatnya, kondisi tersebut akan merusak saraf-saraf di dalam tubuh. Meski bisa terjadi dimanapun, kerusakan saraf akibat diabetes melitus biasanya lebih sering menyerang saraf di kaki.

Untuk mengeceknya, dokter akan melakukan pemeriksaan elektromiografi untuk melihat kondisi saraf Anda. Baca Juga: Tanaman Obat Diabetes yang Harus Anda Ketahui 4. Kerusakan mata Komplikasi berikutnya dari penyakit diabetes melitus adalah kerusakan pada organ mata.

  1. Istilah medisnya adalah retinopati diabetik.
  2. Penderita diabetes melitus sangat berisiko tinggi mengalami kerusakan mata jika diabetes melitus tidak segera ditangani.
  3. Erusakan mata dimulai dengan penglihatan yang mulai kabur, terutama jika kadar gula darah sedang tinggi.
  4. Ondisi tersebut akan berlangsung lama dan biasanya kembali normal ketika kadar gula darah kembali normal.

Beberapa kerusakan mata yang mungkin terjadi akibat diabetes melitus meliputi glaukoma, katarak diabetik, retinopati diabetik, edema diabetik.5. Gastropati diabetik Gastropati diabetik merupakan penyakit yang terjadi akibat adanya kerusakan pada saraf di lambung.

Kondisi tersebut akhirnya membuat saraf otot lambung tidak dapat bekerja dengan baik dan menjadi lambat. Akibatnya, glukosa darah menjadi sulit untuk diatur sehingga sewaktu-waktu kadar gula darah bisa naik atau turun secara drastis. Pada kondisi ini, biasanya dokter akan menyarankan untuk mengatur pola makan dan jenis makanan yang Anda dikonsumsi.

Baca Juga: Perbedaan Diabetes Tipe 1 dan 2 Komplikasi Keadaan Gawat Darurat Yang Disebabkan Oleh Diabetes Melitus Rentan mengalami infeksi dan bagian yang sering terkena, seperti kandung kemih, ginjal, vagina, gusi, kaki, dan kulit.6. Disfungsi ereksi Bagi seorang pria, menderita diabetes melitus dapat mengembangkan kemungkinan untuk mengalami disfungsi ereksi atau impotensi.

See also:  Diabetes Ke Dokter Spesialis Apa?

Etidakmampuan untuk mempertahankan ereksi terjadi akibat adanya kerusakan pada pembuluh darah dan saraf di penis.7. Masalah kulit Komplikasi diabetes melitus juga bisa membuat penderitanya rentan mengalami masalah kulit. Tingginya kadar glukosa dalam darah menjadi tempat berkembang biak yang sangat baik bagi bakteri dan jamur.

Akibatnya, penderita bisa saja mengalami masalah kulit seperti gatal-gatal. Untungnya, sebagian besar masalah kulit akibat diabetes melitus bisa dicegah dan berhasil diobati jika diketahui sejak dini.8. Rentan mengalami infeksi Diabetes melitus dapat memperlambat kemampuan tubuh untuk melawan infeksi bakteri dan virus.

Etika ini terjadi, bakteri yang menyerang akan tumbuh dan infeksi berkembang lebih cepat. Area yang umumnya diserang infeksi antara lain kandung kemih, ginjal, vagina, gusi, kaki, dan kulit. Baca Juga: Kenalilah Penyakit Diabetes Sejak Dini! 9. Masalah gigi Orang dengan diabetes berisiko tinggi menghadapi masalah kesehatan gigi dan mulut.

Semakin tinggi kadar gula darah, maka semakin besar juga masalah kesehatan gigi dan mulut yang timbul. Hal ini terjadi ketika diabetes melitus tidak terkontrol dan kemudian merusak sel darah putih yang merupakan pertahanan utama tubuh dalam menghadapi infeksi di mulut.

  • Seiring waktu akan menyebabkan plak dan plak yang tidak diobati dapat menyebabkan kerusakan gigi, penyakit gusi, periodontitis, serta kehilangan gigi.10.
  • Aki diabetik Diabetes melitus juga dapat menyerang saraf kaki atau biasa disebut kaki diabetik.
  • Tingginya kadar gula darah akan merusak saraf dan jaringan di kaki.

Akibatnya, ketika kaki mengalami luka. Penderita tidak menyadari adanya luka, karena kerusakan saraf yg terjadi (menjadi mati rasa) dan ketika kadar gula tidak stabil (tinggi) akan menghambat penyembuhan luka. Kebanyakan penderita diabetes melitus yang mengalami hal ini terpaksa harus merelakan kakinya untuk diamputasi jika kondisinya sudah parah.

  • Omplikasi diabetes melitus akan menjadi bahaya jika diabaikan.
  • Sebab, kondisinya bisa menjadi semakin parah hingga mengancam jiwa jika tidak segera diobati.
  • Oleh karena itu, jika Anda merasakan salah satu komplikasi yang sudah dijelaskan diatas.
  • Segera pergi ke dokter untuk mendapatkan pengobatan sesuai komplikasi yang Anda alami.

Sekian ulasan mengenai komplikasi diabetes melitus. Semoga bermanfaat. Telah direview oleh Febriani Kezia Haryanto Source:

Komplikasi Diabetes Komplikasi Persisten Hipoglikemia pada Penderita Diabetes Hiperglikemia pada diabetes

Apakah penyakit diabetes melitus dapat menyebabkan kematian?

Tak Sadar Gula Darah Tinggi, Diabetes Berujung Komplikasi dan Kematian JawaPos.com – Diabetes merupakan induk dari segala penyakit akibat kadar gula darah yang tinggi. Penyakit ini dapat berujung komplikasi seperti jantung, stroke, dan ginjal, hingga berujung kematian.

Kurangnya pengetahuan masyarakat terutama di daerah terpencil membuat masyarakat tak sadar dan tak memahami jika kadar gula darahnya sudah tinggi, akibatnya tidak terkontrol. Dalam diskusi Novo Nordisk Indonesia dan Pemerintah Provinsi Jawa Barat untuk Affordability Project baru-baru ini, akses penanganan diabetes bagi kelompok rentan di daerah terpencil dan sangat terpencil masih sulit.

Fasilitas layanan primer seperti puskesmas menjadi ujung tombak. Direktur Pelayanan Kesehatan Primer, Kementerian Kesehatan Yanti Herman mengatakan selama ini tenaga kesehatan akan mendapatkan pelatihan pengelolaan diabetes, pendampingan kegiatan, pemenuhan alat dan insulin sesuai kebutuhan.

  1. Ia manambahkan orang dengan diabetes memerlukan pengobatan jangka panjang dan pendekatan komprehensif untuk meningkatkan kualitas hidup mereka.
  2. Namun untuk menjawab kebutuhan ini, masih banyak tantangan yang terjadi di daerah terpencil dan sangat terpencil, seperti infrastruktur, sumber daya, dan kompetensi tenaga kesehatan yang terbatas.

“Hal ini menyebabkan banyak kasus diabetes di daerah terpencil dan sangat terpencil yang harus dirujuk ke rumah sakit besar, tetapi isu geografis menyebabkan tidak semua pasien mau dan dapat pergi ke rumah sakit untuk mendapatkan pengobatan. Banyak kasus yang menjadi tidak dapat dikontrol dengan baik,” kata Yanti.

Diabetes Berujung Komplikasi Kepala Dinas Kesehatan Jawa Barat R. Nina Susana Dewi mengatakan diabetes dapat menyebabkan berbagai komplikasi. Kontrol dan penanganan yang tepat akan menurunkan dampak kematian. Prevalensi diabetes di Jawa Barat menurut Riskedas 2018 adalah 1,74 persen atau sekitar 570.611 orang.

“Memang diperlukan kolaborasi dan kerja keras dari petugas-petugas di lapangan, untuk mendapatkan data dan bagaimana kita bisa mengidentifikasi ulang pasien-pasien yang pernah diobati di Puskesmas,” kata Nina. Ketua PP PERKENI Prof. Dr. dr. Ketut Suastika, Sp.PD, KEMD, FINASIM, mengatakan diabetes merupakan penyakit yang sangat kompleks dan progresif sehingga dapat menimbulkan kecacatan dan kematian.

Diabetes pembiayaan yang begitu besar, baik bagi masyarakat maupun pemerintah. Menurut data International Diabetes Federation (IDF), jumlah penderita diabetes terus meningkat dari 10,7 juta jiwa pada 2019 menjadi 19,5 juta pada 2021, membawa Indonesia ke peringkat kelima di dunia, naik dari peringkat tujuh pada 2019.

Dari 19,5 juta penderita diabetes, diperkirakan bahwa 50 persen dari mereka belum terdiagnosa, hanya 13 persen pasien yang sudah terdiagnosa menjalani perawatan melalui Jaminan Kesehatan Nasional (JKN), dan hanya 1,2 persen kasus yang terkontrol dengan baik.

Komplikasi Ada berapa?

Komplikasi dibagi menjadi dua tahapan, yaitu awal masalah atau pengenalan masalah dan klimaks atau puncak masalah.

Apa yang dimaksud dengan komplikasi atau complication?

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas Komplikasi, dalam kedokteran adalah sebuah perubahan tak diinginkan dari sebuah penyakit, kondisi kesehatan atau terapi, Penyakit dapat menjadi memburuk atau menunjukkan jumlah gejala yang lebih besar atau perubahan patologi, yang menyebar ke seluruh tubuh atau berdampak pada sistem organ lainnya.

Apa penyebab komplikasi jantung?

Berbagai Faktor Risiko Penyakit Jantung – Ada beberapa faktor yang dapat meningkatkan risiko seseorang terkena penyakit jantung. Dua di antaranya, yaitu usia dan faktor genetik, tidak bisa kamu kendalikan. Risiko penyakit jantung meningkat pada usia sekitar 55 tahun pada wanita dan 45 tahun pada pria.

Obesitas atau kegemukan. Diabetes atau resistensi insulin. Kolesterol tinggi dan tekanan darah tinggi. Jarang berolahraga atau tidak aktif secara fisik. Merokok. Mengonsumsi makanan tidak sehat. Depresi.

Baca juga: Anak Muda Bisa Alami Sakit Jantung, Ini Penjelasannya

Diabetes melitus gangguan apa?

Diabetes melitus (DM) didefinisikan sebagai suatu penyakit atau gangguan metabolisme kronis dengan multi etiologi yang ditandai dengan tingginya kadar gula darah disertai dengan gangguan metabolisme karbohidrat, lipid, dan protein sebagai akibat insufisiensi fungsi insulin.

Apakah komplikasi diabetes dapat dicegah?

Bagaimana mencegah komplikasi Diabetes? – Direktorat P2PTM 28 Januari 2019 Komplikasi Keadaan Gawat Darurat Yang Disebabkan Oleh Diabetes Melitus Komplikasi Diabetes dapat dicegah dengan melakukan hal-hal penting berikut ini:

Minum obat secara teratur sesuai anjuran Dokter/petugas kesehatan. Jaga kadar gula darah (Tes rutin kadar gula darah) dan check-up Makan sehat – memperbanyak konsumsi sayur dan buah, kurangi lemak, gula, dan makanan asin Beraktivitas fisik secara teratur Waspada infeksi kulit dan gangguan kulit Periksa mata secara teratur Waspada jika ada kesemutan, rasa terbakar, hilangnya sensasi, dan luka pada bagian bawah kaki.

Konsultasikan kepada Dokter/tenaga kesehatan untuk mendiskusikan bagaimana menghindari komplikasi dan cara penanganannya jika memiliki beberapa komplikasi. Baca Juga : Bagaimana mencegah komplikasi Diabetes? – Direktorat P2PTM

Apakah komplikasi diabetes bisa sembuh?

Sayangnya, diabetes tidak bisa disembuhkan secara total. Namun, kadar gula darah Anda mungkin saja turun hingga taraf normal. Diabetes adalah kondisi tingginya kadar glukosa dalam darah.

Adblock
detector