Jumlah Penderita Diabetes Melitus Di Dunia Menurut Who 2019?

Jumlah Penderita Diabetes Melitus Di Dunia Menurut Who 2019
Organisasi International Diabetes Federation (IDF) memperkirakan sedikitnya terdapat 463 juta orang pada usia 20-79 tahun di dunia menderita diabetes pada tahun 2019 atau setara dengan angka prevalensi sebesar 9,3% dari total penduduk pada usia yang sama.

Berapa jumlah penderita diabetes di Indonesia?

Penderita diabetes di Indonesia dapat mencapai 30 juta orang pada 2030 mendatang bila gaya hidup termasuk makan banyak dan merokok tidak dikurangi. – Saat ini penderita kencing manis—penyakit mematikan ketiga di Indonesia setelah stroke dan jantung—sekitar 10 juta orang.

Jumlahnya sekitar 10 tahun mendatang dapat meningkat dua sampai tiga kali lipat, kata Dr Susie Setyowati, konsultan endroktrin, metabolik, diabetes di Jakarta. Dr Susie mengatakan penyakit kronis ini “tak bisa disembuhkan tapi dapat dikendalikan agar tak terjadi komplikasi”. Cara pencegahannya adalah menjaga asupan makan, berolahraga serta menghentikan rokok, kebiasaan yang dapat menyebabkan komplikasi terutama bagi penderita jantung.” Kalau mengurangi berat badan 10% saja dari saat ini, bisa mengurangi risiko diabetes besar,” kata dr Susie.

Di dunia penyakit kencang manis ini membunuh lebih satu juta orang setiap tahun – dan siapapun dapat terkena.Penyakit ini terjadi saat tubuh tidak bisa memproses semua gula (glukosa) di dalam aliran darah; menimbulkan komplikasi yang dapat menyebabkan serangan jantung, tekanan darah tinggi, kebutaan, gagal ginjal dan amputasi anggota tubuh bagian bawah.

Jumlah penderita terus meningkat dan tercatat saat ini mencapai 422 juta orang di dunia – empat kali lebih banyak dari pada 30 tahun lalu, menurut Organisasi Kesehatan Dunia (WHO).Meskipun terdapat berbagai risiko ini, setengah penderita diabetes tidak menyadarinya.Tetapi perubahan gaya hidup dapat mencegahnya, dalam beberapa kasus.

Begini caranya.

Gula darah Samakah dengan diabetes?

Diabetes adalah penyakit yang berhubungan dengan kadar gula darah. Agar terhindar dari penyakit ini, jaga pola hidup sehat serta asupan makanan, kurangi konsumsi makanan dan minuman manis.

Apakah puasa bisa menurunkan kadar gula darah?

Puasa Dapat Menurunkan Kadar Gula Darah? – Fakultas Kedokteran Universitas Islam Indonesia Yogyakarta Penulis: Annisa Nadya Pratiwi – 19711152 Beberapa tahun terakhir ini, banyak artikel yang menyebutkan bahwa berpuasa dapat menurunkan kadar gula darah, bahkan merupakan salah satu pengobatan untuk penyakit Diabetes Mellitus (DM).

Hal ini tentu menjadi perbincangan yang cukup hangat mengingat maraknya penyakit DM di Indonesia dengan peringkat ke-7 diantara 10 negara dengan jumlah penderita sebesar 10,7 juta. Lantas, apakah puasa benar-benar bisa menurunkan kadar gula darah dan merupakan cara pengobatan untuk penyakit diabetes mellitus? Kadar gula darah (KGD) adalah banyaknya zat gula atau glukosa di dalam darah.

KGD ini perlu dijaga dalam batas normal agar tidak terjadi gangguan di dalam tubuh. DM merupakan salah satu akibat dari tingginya KGD yang kebanyakan disebabkan oleh disfungsi insulin. Peningkatan KGD pada pasien DM melebihi 126 mg/dL pada gula darah puasa dan 200 mg/dL pada gula darah sewaktu.

  1. Sedangkan puasa menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) adalah meniadakan makan, minum, dan sebagainya dengan sengaja mulai dari terbit fajar hingga terbenamnya matahari.
  2. Puasa disyariatkan sebagaimana perintah Allah SWT di dalam Al-Qur’an surah Al-Baqarah ayat 183 yang artinya: “Hai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertakwa”.
See also:  Who Diabetes Compact?

Manfaat puasa dari segi agama juga sangat banyak, diantaranya adalah meningkatkan kualitas (iman), menghapus kesalahan, mengendalikan syahwat, meningkatkan rasa syukur, mencegah diri dari perbuatan maksiat, dan lain – lain. Puasa intermiten diketahui dapat mengurangi adipositas yang menyebabkan pengurangan resistensi insulin.

  1. Hal ini diakibatkan oleh pengurangan asupan kalori dan pemrograman ulang metabolik yang merupakan efek dari puasa intermiten.
  2. Selain itu, pengurangan asupan kalori dapat meningkatkan healthier aging dan mengurangi terjadinya penyakit kronis akibat peningkatan Activated Protein Kinase (AMPK).
  3. Hal ini memiliki kesamaan dengan mekanisme aksi dari obat metformin, yaitu obat untuk menurunkan KGD pada penderita diabetes.

Intinya, penurunan asupan energi melalui puasa intermiten akan menyebabkan peningkatan kadar AMPK yang berperan dalam perbaikan sensitivitas insulin dan homeostasis gula darah. Penelitian sistematis dan meta-analisis oleh (Cho et al., 2019) menemukan bahwa pada penderita DM yang melakukan puasa intermiten mengalami penurunan body mass index dan KGD puasa secara signifikan.

Penelitian lain dilakukan oleh (Furmli et al., 2018) yang meneliti tiga pasien DM tipe 2 yang melakukan puasa intermiten selama beberapa bulan. Selama penelitian, semua pasien mengalami penurunan HbA1C, yaitu pemeriksaan darah yang dapat mengukur rata-rata KGD selama 3 bulan terakhir, penurunan berat badan, dan dapat menghentikan terapi insulin mereka dalam waktu 1 bulan.

Penelitian lain oleh (Alfin et al., 2019) di Puskesmas Kota Purwakarta menunjukkan bahwa puasa ramadhan berpengaruh dalam menurunkan kadar gula darah pada pasien DM tipe 2 dengan rata-rata penurunan sebesar 43,33 mg/dL. Berdasarkan beberapa sumber diatas, dapat disimpulkan bahwa puasa, baik puasa ramadhan maupun puasa intermiten berpengaruh terhadap penurunan kadar gula darah.

Albosta, M. dan Bakke, J.2021. Intermittent fasting: is there a role in the treatment of diabetes? A review of the literature and guide for primary care physicians. Clinical diabetes and endocrinology, 7(1), pp.1-12. Alfin, R., Busjra, B. dan Azzam, R.2019. Pengaruh Puasa Ramadhan terhadap Kadar Gula Darah pada Pasien Diabetes Mellitus Tipe II. Journal of Telenursing (JOTING), 1(1), pp.191-204. Cho, Y., et al,2019. The effectiveness of intermittent fasting to reduce body mass index and glucose metabolism: a systematic review and meta-analysis, Journal of clinical medicine, 8(10), p.1645. Furmli, S., Elmasry, R., Ramos, M. dan Fung, J.2018. Therapeutic use of intermittent fasting for people with type 2 diabetes as an alternative to insulin. Case Reports, 2018, pp.bcr-2017.

: Puasa Dapat Menurunkan Kadar Gula Darah? – Fakultas Kedokteran Universitas Islam Indonesia Yogyakarta

Penyakit diabetes melitus karena apa?

Penyebab dan Gejala Diabetes – Secara umum, penyakit Diabetes Melitus (DM) terjadi akibat gaya hidup tidak sehat yang menyebabkan akumulasi menumpuknya kadar gula dalam darah dan berada di atas ambang batas normal yang bersifat kronis dan jangka panjang.

  • Dalam kondisi normal, glukosa adalah sumber energi utama bagi sel-sel dalam tubuh yang membentuk otot juga jaringan, termasuk juga untuk otak,
  • N amun jika kadar glukosa berlebih, bisa berbahaya karena memicu penyakit gula darah atau diabetes.
  • Faktor-Faktor Penyebab Penyakit Diabetes Secara umum, faktor penyebab terjadinya diabetes yang menyerang seseorang dapat digolongkan menjadi 2 yaitu faktor penyebab yang dapat dikontrol dan yang tidak dapat dikontrol (faktor alami/bawaan).1.
See also:  How To Gain Weight For Diabetes?

Faktor Penyebab yang Tidak B isa Dimodifikasi atau Dikontrol (Alami/Bawaan) Faktor penyebab ini merupakan sebab-sebab yang telah ada sejak lahir dan tidak dapat diubah, yang di antaranya adalah:

Faktor U sia

Penurunan fungsi organ yang disebabkan karena faktor usia adalah salah satu aspek utama terjadinya penyakit diabetes. Ini karena organ pankreas yang biasanya bekerja normal dalam memproduksi insulin mengalami penurunan fungsinya. Oleh karena itu, sangat dianjurkan untuk mereka yang berusia di atas 45 tahun agar memeriksa kadar gula darah secara teratur.

Kondisi Berat Badan Bayi Saat Lahir

Berat badan bayi saat lahir juga sering ditengarai sebagai salah satu kondisi yang menjadi patokan terjadinya diabetes. Untuk bayi dengan berat di atas 4000 gram berisiko menyebabkan anak tersebut terkena diabetes. Demikian bila berat badan bayi dibawah 2500 gram, maka ada risiko bahwa ketika dewasa anak itu akan terkena diabetes juga nantinya.

Faktor Keturunan atau Genetika Lebih Berisiko Terkena Diabetes

Keturunan diabetes sangat mungkin terkena diabetes juga nantinya. Karenanya bila diantara anggota keluarga ada riwayat diabetes maka sangat mungkin meningkatkan faktor terjadinya diabetes pada seseorang.2. Faktor Penyebab yang Bisa Dimodifikasi atau D ikontrol Faktor penyebab yang kedua ini disebabkan karena gaya hidup seseorang, beberapa diantaranya adalah:

Kebiasaan Merokok

Merokok, selain buruk untuk pernapasan, juga berbahaya karena dapat menimbulkan penyakit diabetes. Cara terbaik tentu dengan mengurangi dan menghentikan kebiasan ini.

Obesitas atau Kegemukan

Meski bukan satu hal yang pasti, tetapi peningkatan indeks massa tubuh berpengaruh pula pada kemungkinan seseorang terjangkit diabetes.

Pola Makan Tak Seha t

Makanan yang mengandung gula, tetapi rendah serat ditengarai sebagai sumber bahan pangan dan menyumbang kemungkinan diabetes lebih tinggi bagi seseorang.

Jarang dan Malas Berolahraga

Kondisi pasif, kurang bergerak, dan malas berolahraga menjadikan tubuh sangat berisiko untuk terkena diabetes.

Penderita Hipertensi berisiko Terkena Diabetes

Hipertensi juga disinyalir turut menyumbang tingginya angka penderita diabetes sebagai bagian dari faktor yang bisa dimodifikasi.

Tingginya Kadar Kolesterol

Kadar HDL (lemak baik) yang kurang dari 35mg/dL, serta kadar trigliserida yang lebih dari 250mg/dL ditengarai jadi penyumbang penyakit diabetes. Karenanya memperhatikan kadar kolesterol adalah satu hal yang penting.

PCOS (Polycystic Ovary Syndrome)

Kondisi ini biasanya terjadi pada wanita. Ditandai dengan tidak teraturnya siklus menstruasi, serta tumbuhnya rambut secara signifikan di daerah lengan, kumis, serta obesitas. Karena gejalanya yang mirip dengan kondisi sakit biasa, maka banyak orang yang tidak menyadari bahwa mereka mengidap penyakit diabetes ini dan bahkan sudah mengarah pada komplikasi.

Penurunan Berat Badan secara Berangsur-Angsur

Berat badan turun adalah hal biasa, N amun, jika terjadi terus menerus maka Anda perlu waspada. Seseorang yang ditengarai mengidap diabetes biasanya mengalami penurunan berat badan yang drastis dan signifikan. Ini dianggap sebagai gejala awal diabetes, akibat glukosa tidak bisa diserap secara optimal oleh tubuh.

Nafsu Makan Meningkat Akibat Sel Butuh Asupan Energi Lebih

Bisa jadi, peningkatan nafsu makan yang dialami seseorang adalah pertanda awal dari diabetes. Hal ini terjadi karena sel mengharapkan asupan glukosa yang lebih banyak, dan bersumber dari makanan. Namun demikian, tubuh tidak dalam kondisi optimal dan bisa bermetabolisme dengan baik, hal inilah yang memicu berkelanjutan.

See also:  Which Olive Oil Is Best For Diabetes?

Intensitas Buang Air Kecil Meningkat Biasanya Malam Hari

Gejala diabetes ini yang paling dikenal masyarakat. Buang air kecil yang terus menerus dan sering, adalah gejala awal dari diabetes. Bila hal ini terjadi ada baiknya untuk segera memeriksakan diri, agar bisa mendapatkan penanganan segera dan cepat.

Merasa Kesemutan atau Mati Rasa Akibat Syaraf Mulai Rusak

Gejala ini terjadi jika kadar gula dalam darah sudah cukup tinggi. Rasa kesemutan dan kebas (mati rasa) pada bagian tubuh seperti kaki, jari-jemari, dan tangan adalah tanda untuk waspada, karena bisa jadi penyakit diabetes sudah menunjukan gejala stadium lanjut. Hal ini terjadi akibat kerusakan pada serabut saraf.

Penglihatan Menurun, Terganggu dan Kabur

Kadar glukosa yang semakin meningkat menyebabkan cairan pembuluh darah terbatasi untuk masuk ke mata. Keadaan yang demikian bahkan bisa membuat lensa mata berubah bentuk. Namun, ciri yang demikian bisa hilang bila gula darah semakin berkurang dan normal.

Mudah terjadi Luka dan Susah Kering atau Sembuh

Bagi p enderita diabetes, kadar gula yang berlebih menyebabkan kekebalan tubuh dan sistem imun menjadi tidak normal. Bila seorang penderita diabetes memiliki luka terbuka, maka akan sangat susah untuk proses penyembuhannya.

Terjadi Infeksi Jamur Utamanya di Mulut

Seorang wanita penderita diabetes umumnya juga disertai dengan infeksi jamur. Jamur ini akan muncul di beberapa bagian mulut, biasanya dalam bentuk sariawan di mulut, juga infeksi pada bagian vagina, yang disebabkan oleh jamur candida. Diabetes Tidak Dapat Disembuhkan Hanya Bisa Dikendalikan Penyakit diabetes, seperti penyakit dalam lainnya, merupakan jenis penyakit mematikan yang tidak bisa disembuhkan dan hanya dapat dikendalikan.

  1. Penanganan yang salah akan membuat penderita makin menurun kondisinya dan berisiko terjadinya kematian.
  2. Beberapa terapi diabetes yang disarankan untuk dilakukan untuk memperbaiki kualitas penderita diantaranya sebagai berikut: 1.
  3. Menjalankan rutinitas olahraga dan r utin cek kadar gula darah,2.
  4. Jika terjadi luka, lakukan perawatan luka sesuai petunjuk dokter,3.

Menjalankan penyuntikan insulin serta mengatur pola dietnya. Penanganan yang tepat terhadap penderita diabetes terlebih untuk mereka yang belum terjangkit penyakit ini, sangat dianjurkan, karena sifat penyakit ini jangka panjang dan menetap sehingga perlu untuk diperhatikan dengan serius.

Apa penyebab penyakit diabetes melitus?

Penyebab Diabetes – Diabetes disebabkan karena adanya gangguan dalam tubuh, sehingga tubuh tidak mampu menggunakan glukosa darah ke dalam sel. Alhasil, glukosa menumpuk dalam darah. Pada diabetes tipe 1, gangguan ini disebabkan sistem kekebalan tubuh yang biasanya menyerang virus atau bakteri berbahaya lainnya, malah menyerang dan menghancurkan sel penghasil insulin.

Akibatnya, tubuh kekurangan atau bahkan tidak dapat memproduksi insulin sehingga gula yang seharusnya diubah menjadi energi oleh insulin, menyebabkan terjadinya penumpukan gula dalam darah. Sedangkan pada diabetes tipe 2, tubuh bisa menghasilkan insulin secara normal, tetapi insulin tidak digunakan secara normal.

Kondisi ini dikenal juga sebagai resistensi insulin. Jumlah Penderita Diabetes Melitus Di Dunia Menurut Who 2019

Adblock
detector