Jumlah Penderita Diabetes Di Indonesia Menurut Who?

Jumlah Penderita Diabetes Di Indonesia Menurut Who
Menurut data WHO estimasi jumalah penderita Diabetes Melitus di Indonesia mendapatkan peringkat nomer empat yaitu dengan 21,3 juta penduduk pada tahun 2030. Kenaikan yang cukup signifikan yaitu 12,4 juta penduduk sejak tahun 2000 hingga 2020 (Khairani, 2018).

Berapa banyak penderita diabetes?

Penderita diabetes di Indonesia dapat mencapai 30 juta orang pada 2030 mendatang bila gaya hidup termasuk makan banyak dan merokok tidak dikurangi. – Saat ini penderita kencing manis—penyakit mematikan ketiga di Indonesia setelah stroke dan jantung—sekitar 10 juta orang.

Jumlahnya sekitar 10 tahun mendatang dapat meningkat dua sampai tiga kali lipat, kata Dr Susie Setyowati, konsultan endroktrin, metabolik, diabetes di Jakarta. Dr Susie mengatakan penyakit kronis ini “tak bisa disembuhkan tapi dapat dikendalikan agar tak terjadi komplikasi”. Cara pencegahannya adalah menjaga asupan makan, berolahraga serta menghentikan rokok, kebiasaan yang dapat menyebabkan komplikasi terutama bagi penderita jantung.” Kalau mengurangi berat badan 10% saja dari saat ini, bisa mengurangi risiko diabetes besar,” kata dr Susie.

Di dunia penyakit kencang manis ini membunuh lebih satu juta orang setiap tahun – dan siapapun dapat terkena.Penyakit ini terjadi saat tubuh tidak bisa memproses semua gula (glukosa) di dalam aliran darah; menimbulkan komplikasi yang dapat menyebabkan serangan jantung, tekanan darah tinggi, kebutaan, gagal ginjal dan amputasi anggota tubuh bagian bawah.

Jumlah penderita terus meningkat dan tercatat saat ini mencapai 422 juta orang di dunia – empat kali lebih banyak dari pada 30 tahun lalu, menurut Organisasi Kesehatan Dunia (WHO).Meskipun terdapat berbagai risiko ini, setengah penderita diabetes tidak menyadarinya.Tetapi perubahan gaya hidup dapat mencegahnya, dalam beberapa kasus.

See also:  How Do You Monitor Type 2 Diabetes?

Begini caranya.

Badan kurus diabetes tipe apa?

Kapan pasien diabetes perlu mencegah penurunan berat badan? – Kondisi turunnya berat badan yang harus diwaspadai adalah ketika Anda kehilangan banyak berat badan, mungkin dalam waktu cepat, tanpa menjalani diet diabetes atau metode khusus yang bertujuan menurunkan berat badan. Sebagai tolak ukur, Anda perlu khawatir saat berat badan turun secara tiba-tiba sebanyak 5 kg atau lebih, bahkan setengah dari berat badan normal, dalam waktu kurang dari 6-12 bulan.

Selain itu, penurunan berat badan pada pasien diabetes tidak selalu disertai dengan berkurangnya nafsu makan. Diabetesi bisa memiliki pola makan yang normal, tetapi tetap kehilangan berat badan. Menurut Cleveland Clinic, kondisi penurunan berat badan secara drastis ini lebih sering dialami oleh pasien diabetes tipe 1, terutama menjadi gejala diabetes pada anak-anak, dibandingkan pada pasien diabetes tipe 2.

Maka dari itu, kondisi ini bisa menjadi alarm bagi Anda untuk mewaspadai penyakit diabetes yang tidak terdiagnosis pada anak, diri sendiri, atau anggota keluarga lainnya.

Kenapa Penderita diabetes Gampang haus?

Diabetes melitus –

Penyebab paling umum polidipsi adalah diabetes melitus. Hal ini karena, kadar gula yang bertambah dapat menyebabkan organ ginjal harus menyaring lebih banyak gula untuk dikeluarkan melalui air kencing. Kondisi inilah yang menyebabkan tubuh memerlukan cairan yang lebih banyak sehingga Anda merasa haus terus menerus.

    Apa dampak dari suntik insulin?

    Efek Samping Insulin – Efek samping umum menggunakan insulin adalah:

      Kenaikan berat badan awal saat sel mulai mengambil glukosa. Gula darah yang turun terlalu rendah atau hipoglikemia. Ruam, benjolan, atau pembengkakan di tempat suntikan. Kecemasan atau depresi. Batuk saat diinjeksi insulin.

    Suntikan insulin menyebabkan sel-sel dalam tubuh menyerap lebih banyak glukosa dari aliran darah. Akibatnya, jika suntikan insulin terlalu banyak atau disuntikkan pada waktu yang salah dapat menyebabkan penurunan gula darah yang berlebihan. Jika kadar gula darah seseorang turun terlalu rendah, mereka mungkin mengalami gejala, seperti pusing, kesulitan berbicara, kelelahan, kebingungan, kulit pucat, berkeringat, otot-otot berkedut, kejang, sampai hilang kesadaran.

    1. Memiliki jadwal insulin yang tepat waktu sangat penting untuk menjaga kadar gula darah dalam kisaran yang sehat.
    2. Seorang dokter mungkin meresepkan insulin yang bertindak pada kecepatan yang berbeda untuk menjaga kadar glukosa darah seseorang lebih konsisten.
    3. Baca juga: Sering Buang Air Kecil Tanda Terkena Diabetes? Orang yang berisiko hipoglikemia harus memakai gelang medis yang menyatakan jenis diabetes mereka, ditambah informasi lain yang diperlukan, seperti apakah mereka mengontrol kondisi mereka dengan insulin atau tidak.

    Gelang ini memberikan informasi kepada penolong pertama dan profesional medis jika seseorang tersebut kehilangan kesadaran. Efek samping yang lain yang dapat disebabkan oleh suntik insulin adalah nekrosis lemak. Ini dapat terjadi pada orang yang secara teratur menyuntikkan insulin.

    Serangan jantung, Stroke, Komplikasi mata, dan Masalah ginjal.

    Di balik manfaat untuk pengidap diabetes, ternyata terapi suntik insulin ini memiliki kelemahan di mana terdapat kebutuhan untuk meningkatkan dosis dan kompleksitas rencana perawatan dari waktu ke waktu. Kemudian ditemukan peningkatan risiko hipoglikemia berat, risiko kematian yang lebih tinggi, serta potensi peningkatan risiko kanker tertentu, termasuk kanker pankreas.

    • Tidak semua pengidap diabetes membutuhkan terapi insulin.
    • Jika kamu butuh saran dan informasi lebih detail mengenai penanganan penyakit diabetes bisa ditanyakan ke Halodoc,
    • Dokter yang ahli di bidangnya akan berusaha memberikan solusi terbaik untukmu.
    • Caranya, cukup download aplikasi Halodoc lewat Google Play atau App Store.

    Melalui fitur Contact Doctor kamu bisa memilih mengobrol lewat Video/Voice Call atau Chat, Sebenarnya ada tiga jenis penyakit diabetes yaitu:

    Diabetes tipe 1

    Biasanya dimulai pada masa kanak-kanak ketika seseorang tidak memproduksi cukup insulin, kemudian sistem kekebalan tubuh menyerang pankreas yang sehat.

    Diabetes tipe 2

    Dapat berkembang pada usia berapa pun tetapi 45 tahun adalah usia rata-rata paling sering orang terkena penyakit ini. Pankreas tidak menghasilkan cukup insulin, atau sel-sel tubuh menjadi kebal.

    Diabetes gestasional

    Terjadi selama kehamilan dan mempersulit tubuh wanita untuk merespons insulin. Biasanya berhenti setelah melahirkan tetapi meningkatkan risiko wanita terkena diabetes tipe 2. Diabetes tipe 1 dan tipe 2 biasanya merupakan kondisi seumur hidup.

    Orang diabetes gula berapa?

    Rekomendasi Asupan Gula untuk Penderita Diabetes – Berdasarkan rekomendasi Kementerian Kesehatan RI, asupan gula pada kondisi normal adalah maksimal 50 gram atau setara dengan 4 sendok makan perhari. Penderita diabetes dianjurkan untuk mengonsumsi tidak lebih dari 50 gram gula per harinya.

Adblock
detector