Jenis Ubi Yang Baik Untuk Diabetes?

Jenis Ubi Yang Baik Untuk Diabetes
Selain yang berwarna putih, terdapat beberapa jenis ubi jalar yang bisa diberikan untuk pasien diabetes, seperti ubi jalar kuning (orange), ungu, dan ubi Jepang. Umumnya, setiap jenis ubi jalar mengandung vitamin dan mineral dengan manfaat yang serupa.

Ubi apa yang bagus untuk penderita diabetes?

Zat Antosianin pada Ubi Jalar Ungu terhadap Diabetes Melitus Echa Putri Anjani, Rasmi Zakiah Oktarlina, Chicy Widya Morfi Diabetes melitus (DM) merupakan penyakit gangguan metabolik menahun akibat pankreas tidak memproduksi cukup insulin atau tubuh tidak dapat menggunakan insulin yang diproduksi secara efektif.

Diabetes melitus memiliki gejala khas yaitu terdiri dari poliuria, polidipsia, polifagia dan berat badan menurun tanpa sebab yang jelas, sedangkan gejala tidak khas DM diantaranya lemas, kesemutan, luka yang sulit sembuh, gatal, mata kabur, disfungsi ereksi pada pria dan pruritus vulva pada wanita. Badan kesehatan dunia (WHO) memprediksi adanya peningkatan jumlah penyandang DM yang menjadi salah satu ancaman kesehatan global.

Terapi pada diabetes melitus dapat dilakukan dengan cara farmakologi dan non-farmakologi. Terapi farmakologi dengan terapi obat hipoglikemik oral, terapi insulin atau kombinasi keduanya. Terapi non-farmakologi terdiri dari perubahan gaya hidup yang mencakup latihan fisik, edukasi berbagai masalah terkait tentang penyakit DM dan yang terpenting yaitu pengaturan pola makan yang disebut dengan terapi nutrisi medis.

Ubi jalar ungu mengandung tinggi serat, karbohidrat dengan glikemik rendah serta zat antosianin yang cukup tinggi sebagai antioksidan yang dapat mengurangi resiko diabetes melitus. Diketahui bahwa diet antioksidan, termasuk antosianin, melindungi sel β-pankreas dari stres oksidatif glucose induced. Pemberian ekstrak ubi jalar ungu dapat melindungi sel dari pengaruh buruk radikal bebas.

Zat antosianin yang terkandung dalam ubi jalar ungu (Ipomoea batatas poiret) dapat dijadikan pilihan terapi diet non-farmakologi karena kandungannya dapat mengontrol kadar glukosa darah sehingga dapat mencegah terjadinya resisten insulin pada pendertita DM.Kata Kunci: Antosianin, Diabetes Melitus, Ubi Jalar Ungu

Bolehkah penderita diabetes makan ubi rebus?

Membantu Mengontrol Gula Darah –

Pada dasarnya, singkong boleh dikonsumsi oleh penderita diabetes. Salah satu alasannya, yaitu karena indeks glikemiknya rendah. Singkong memiliki indeks glikemik 55. Artinya, apabila dikonsumsi secukupnya, umbi-umbian ini tidak menyebabkan lonjakan gula darah.

    Apakah Ubi Cilembu bagus untuk penderita diabetes?

    2. Menjaga Kadar Gula Darah – Ubi cilembu juga sangat baik dalam menjaga kadar glukosa darah dan kolesterol LDL. Bahkan, makanan ini juga dapat meningkatkan sensitivitas insulin. Manfaat ini sangat baik pada seseorang yang mengidap diabetes tipe 2 untuk mengurangi gejalanya.

    Apakah ubi rebus mengandung gula tinggi?

    KOMPAS.com – Pengidap diabetes harus membatasi konsumsi sajian bercita rasa manis untuk menjaga kadar gula darahnya. Ubi jalar termasuk salah satu makanan yang memiliki cita rasa manis. Dikutip dari Healthline, setiap 100 gram ubi jalar mentah mengandung 4,2 gram gula.

    Meski bercita rasa manis dan mengandung gula, menurut Lily Arsanti Lestari, Staf Pengajar Prodi S1 Gizi Kesehatan, Fakultas Kedokteran, Kesehatan Masyarakat dan Keperawatan UGM, ubi jalar aman dikonsumsi oleh pengidap diabetes. “Meskipun manis, ada seratnya, serat itu kan bisa menghambat penyerapan gula darah,” kata Lily kepada Kompas.com, Senin (7/2/2022).

    Setidaknya, setiap 100 gram ubi jalar mengandung tiga gram serat yang terdiri dari serat larut dan serat tidak larut. “Kalau kita makan ubi jalar nih, kan ada serat dan gula, nah di usus itu, si serat bisa mengikat glukosa sehingga kadar gula itu kan akan terhambat kenaikannya ya kalau ada serat,” jelas Lily.

      Resep Bola-bola Ubi Goreng, Cuma Butuh 4 Bahan Resep Bolu Ubi Jalar Panggang, Hasilnya Empuk dan Lembut 10 Kesalahan Masak Ubi Jalar, dari Cara Pilih hingga Pengolahan

    Jenis Ubi Yang Baik Untuk Diabetes SHUTTERSTOCK/Romain Liger ilustrasi bolu ubi jalar. Indeks glikemik merupakan angka yang menunjukkan cepat lambatnya peningkatan kadar gula darah dalam tubuh. “Kalau yang bagus kan memang di bawah 55, itu artinya indeks glikemiknya bagus, kalau yang tinggi ya itu tadi indeks glikemiknya tidak bagus,” ujarnya.

    Meski begitu, ia menyampaikan bahwa porsi atau takaran konsumsi ubi jalar bagi penggiat diabetes perlu ditinjau lebih lanjut. “Perlu tinjauan lebih lanjut karena seberapa banyak yang dikonsumsi itu kan kita harus tahu ya. Kalau dikatakan aman, ya kita harus tau berapa?” kata Lily. “Misalnya dia diabetesnya terkontrol atau tidak, berapa banyak sih porsi ubi jalar yang bisa dikonsumsi ya, apakah mungkin 100 gram atau 150 gram, itu kan perlu dievaluasi, perlu dikaji lebih lanjut,” tambahnya.

    Lily menyarankan, ubi jalar sebaiknya dijadikan camilan dengan batas sekali makan dan tidak setiap hari. “Kalau dimakan tiga kali sehari kayaknya tidak (bisa), mungkin bisa dijadikan selingan atau dalam seminggu bisa berapa kali,” kata Lily. Baca juga:

    3 Cara Panggang Ubi Cilembu agar Lembut dan Matang Sempurna 3 Ciri Ubi Jalar Rebus Sudah Matang, Tusuk Bila Perlu 3 Cara Potong Ubi Jalar agar Rapi, Mulai dari Ujungnya

    Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram “Kompas.com News Update”, caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

    Ubi jalar warna apa untuk diabetes?

    Meningkatkan sensitivitas insulin Selain yang berwarna putih, terdapat beberapa jenis ubi jalar yang bisa diberikan untuk pasien diabetes, seperti ubi jalar kuning (orange), ungu, dan ubi Jepang. Umumnya, setiap jenis ubi jalar mengandung vitamin dan mineral dengan manfaat yang serupa.

    Apakah penderita diabetes boleh makan singkong dan ubi?

    Beras singkong dapat menggantikan peran beras. Aman dikonsumsi oleh penderita diabetes melitus. Singkong ( Manihot esculenta ) adalah salah satu umbi-umbian yang dikenal masyarakat Indonesia. Namun banyak orang menganggap singkong identik dengan makanan rakyat miskin.

    • Padahal singkong bisa menjadi pengganti beras dan aman dikonsumsi oleh penderita diabetes melitus.
    • Hal ini disampaikan oleh Kasma Iswari dan Srimaryati dari Balai Pengkajian Teknologi Pertanian (BPTP) Sumatera Barat dalam makalah berjudul “Teknologi Beras Singkong Untuk Menunjang Ketahanan Pangan”.
    • Edua peneliti menyebutkan beras dari ubi kayu mengandung karbohidrat lebih tinggi dibanding beras giling sehingga dapat menggantikan peran beras untuk memenuhi kebutuhan karbohidrat dalam tubuh.

    Beras singkong berfungsi sebagai sumber energi dan untuk menjaga kesehatan, terutama membantu mencegah penyakit degeneratif (diabetes melitus) dan obesitas. “Nilai indeks glikemik (IG) dari beras singkong yang dihasilkan tergolong rendah yaitu 45,” demikian disebutkan dalam makalah tersebut.

    Nilai indeks glikemik memperlihatkan nilai kadar gula darah setelah mengonsumsi glukosa murni. Nilai IG glukosa murni adalah 100. Semakin tinggi angka IG, semakin cepat gula darah meningkat pascakonsumsi. Angka IG disebut rendah jika kurang dari 50, IG sedang 55-70, dan tinggi bila di atas 70. Indeks glikemik pangan merupakan tingkatan pangan menurut efeknya terhadap kadar glukosa darah.

    Pangan yang menaikkan kadar glukosa darah dengan cepat memiliki IG tinggi, sebaliknya pangan dengan IG rendah akan menaikkan kadar glukosa darah dengan lambat. Menurut kedua peneliti, dalam hasil penelitian Heather pada 2001 menunjukkan pangan dengan IG rendah dapat memperbaiki pengendalian metabolik pada penderita diabetes melitus tipe 2 dewasa.

    Sedangkan penelitian Miller yang dilakukan pada 1992 melaporkan studi pemberian pangan IG rendah jangka menengah pada penderita diabetes melitus dapat meningkatkan pengendalian kadar glukosa darah. Keunggulan lain dari beras singkong adalah serat pangannya yang tinggi yaitu 7,19 persen sehingga dapat memperlambat laju pengosongan lambung dan rasa kenyang lebih lama.

    Singkong juga mengandung energi 567 kalori dan karbohidrat cukup tinggi yaitu mencapai 35 gram/100 gram. Berikut adalah tabel analisis fisik dan kimia beras singkong yang dikutip dari Laboratorium Saraswanti Indo Genetech Bogor, 2013.

    Parameter Analisis Hasil Satuan
    Kadar Air 8.41
    Kadar Abu 1.19
    Kadar Lemak 1.24
    Kadar Protein 4.02
    Karbohidrat 79.65
    Energi 351.80 Kkal/100g
    Serat Pangan 6.36
    Gula Total 0.74
    Pati 72.63
    Amilosa 27.61
    Amilopektin 45.02
    Indeks Glikemik (IG) 45

    Mengutip laman Dinas Ketahanan Pangan Kabupaten Bogor, singkong juga bisa diolah langsung dengan cara direbus maupun digoreng. Singkong dapat dimanfaatkan sebagai sumber pangan alternatif yang murah. Singkong juga memiliki manfaat lainya, yaitu: 1. Sumber Energi Singkong adalah bahan makanan rendah lemak dan kolesterol, tapi tinggi kalori.

    • Andungan kalorinya bahkan hampir dua kali lipat dari kentang.
    • Per 100 gram singkong mengandung sekitar 160 kalori, terutama berasal dari sukrosa yang membentuk sebagian besar gula pada umbi-umbian.2.
    • Sumber Serat Dengan kandungan serat tinggi dan rendah lemak, singkong aman dikonsumsi tanpa harus khawatir obesitas.3.

    Sumber Vitamin K Vitamin K berperan dalam membangun massa tulang dengan cara memicu aktivitas osteotropic dalam tulang. Vitamin K juga dapat membantu membatasi kerusakan saraf di otak sehingga berguna dalam pengobatan alzheimer.4. Sumber Vitamin B Kompleks Singkong mengandung vitamin B kompleks dan beberapa kelompok vitamin seperti riboflavin, folate, tiamin, piridoksin (vit B6), dan asam pantotenat.

    1. Riboflavin bermanfaat dalam proses pertumbuhan serta membantu proses produksi sel darah merah guna menghindari anemia.
    2. Singkong juga mengandung vitamin B17 atau disebut amigdalin yang berfungsi membantu menghancurkan enzim penyebab kanker.
    3. Sebagai contoh, vitamin B17 yang terkandung dalam biji aprikot awalnya diaplikasikan oleh warga Australia dan Amerika Serikat sebagai alat pengobatan kanker tanpa kemoterapi.5.

    Sumber Mineral Beberapa mineral penting bagi tubuh juga terdapat pada singkong seperti seng, magnesium, tembaga, besi, dan mangan. Singkong juga memiliki kandungan kalium dalam kadar yang cukup, sekitar 271 mg per 100 gram singkong.6. Bebas Gluten Makanan bebas gluten aman dikonsumsi penderita penyakit celiac atau intoleransi gluten.

    Tantangan Menjadikan singkong sebagai sumber pangan alternatif tidak mudah. Menurut Kasma Iswari dan Srimaryati, singkong mudah rusak setelah dipanen sehingga harus diolah menjadi bahan pangan yang aman dan tahan lama. Singkong diolah menjadi beras buatan ( artificial rice ) agar dapat memperpanjang usia penyimpanannya.

    “Beras buatan tahan disimpan lama karena kadar airnya rendah, yaitu 4-10 persen. Kondisi tersebut dapat menghalangi pertumbuhan mikroba perusak,” demikian menurut kedua peneliti. Beras singkong juga tidak memerlukan biaya besar dalam proses produksinya dibandingkan dengan beras buatan berbahan baku tepung singkong yang dicampur dengan tepung jagung atau tepung kedelai.

    Bolehkah penderita diabetes konsumsi ubi ungu?

    Dari sekian jenis ubi ungu ternyata yang paling baik untuk dikonsumsi penderita diabetes adalah ubi jalar ungu. Ubi jalar ungu termasuk ke dalam makanan dengan indeks glikemik rendah bila dibandingkan dengan ubi jalar jenis lainnya.

    Apakah jagung aman untuk penderita diabetes?

    KONTAN.CO.ID – Bisakah penderita diabetes mengonsumsi jagung? Bisa banget. Sebab, jagung efektif menurunkan gula darah berdasarkan penelitian dan begini cara konsumsi. Mengutip Healthline, jagung merupakan sumber energi, vitamin, mineral, dan serat. Buah ini juga rendah sodium dan lemak.

    Apa bedanya ubi jalar dan ubi ungu?

    Ubi Jalar vs Ubi Ungu, Mana yang Lebih Sehat dan Bernutrisi? Jakarta – Ubi jalar adalah jenis umbi yang populer di Indonesia. Ubi jalar memiliki berbagai warna seperti oranye, kuning, dan ungu. Dari sekian banyak jenis ubi jalar, mana yang paling sehat dan bernutrisi? Selain kentang, ubi jalar adalah jenis umbi-umbian yang banyak dikonsumsi di Indonesia.

    1. Ubi jalar disukai karena teksturnya yang empuk, lembut, dan rasanya cenderung manis.
    2. Biasanya diolah dengan cara direbus, dipanggang, atau dijadikan hidangan lain seperti kolak, cake, sampai puding.
    3. Rasa ubi jalar yang enak juga diimbangi dengan nutrisinya yang kaya.
    4. Ubi jalar terkenal kaya vitamin A dan C.

    ADVERTISEMENT SCROLL TO RESUME CONTENT Ubi jalar terdiri dari beberapa jenis yang dibedakan berdasarkan warnanya. Ada ubi jalar putih, kuning/oranye, hingga ubi jalar ungu yang kemudian jamak disebut ubi ungu. Nah, dari perbedaan warna ini, adakah perbedaan manfaat nutrisi ubi jalar? Lalu apakah ada jenis ubi jalar yang lebih sehat dibanding jenis yang lainnya? Berikut detikfood merangkum fakta nutrisi ubi jalar putih, oranye, hingga ungu:

    Apakah jagung aman untuk penderita diabetes?

    KONTAN.CO.ID – Bisakah penderita diabetes mengonsumsi jagung? Bisa banget. Sebab, jagung efektif menurunkan gula darah berdasarkan penelitian dan begini cara konsumsi. Mengutip Healthline, jagung merupakan sumber energi, vitamin, mineral, dan serat. Buah ini juga rendah sodium dan lemak.

    Apakah ubi ungu mengandung gula?

    3. Menjaga Keseimbangan Gula Darah – Ubi ungu memiliki sejumlah kandungan gula alami. Tetapi, meskipun dianggap berada dalam kisaran indeks glikemik menengah, kandungan serat pada ubi ungu dinilai dapat memperlambat penyerapan gula ke dalam aliran darah.

Adblock
detector