Faktor Yang Mempengaruhi Penyembuhan Luka Diabetes?

Faktor Yang Mempengaruhi Penyembuhan Luka Diabetes
Abstract – Kenaikan jumlah penduduk yang terkena penyakit diabetes atau kencing manis meningkat, Indonesia menduduki peringkat keempat terbesar dengan pertumbuhan sebesar 152% atau dari 8.426.000 orang pada tahun 2000 menjadi 21.257.000 orang di tahun 2030.

Kaki diabetik merupakan salah satu komplikasi kronik Diabetes Melitus yang paling ditakuti oleh para penderita Diabetes Melitus karena dapat mengakibatkan terjadinya cacat bahkan kematian. Hampir sepertiga dari kasus Diabetes Melitus yang di rawat punya masalah dengan luka pada kakinya. Banyak faktor yang berperan terhadap lama proses penyembuhan ulkus diabetik di antaranya berasal dari perawatan luka, pengendalian infeksi, vaskularisasi, usia, nutrisi, penyakit komplikasi, adanya riwayat merokok, dll (Yadi, 2000: 93).

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Lama Penyembuhan Luka Ganggren pada Pasien Diabetes Mellitus di Klinik Perawatan Luka Alfacare Centre Bengkulu. Jenis penelitian adalah Deskriptif Analitik dengan desain penelitian yang digunakan cross sectional,

  1. Sampel pada penelitian ini adalah pasien Diabetes Mellitus yang mempunyai luka ganggren, dengan jumlah 44 orang dengan teknik pengambilan sampel simple random sampling,
  2. Pengumpulan data dengan menggunakan lembar berisi pengkajian yang akan ditanyakan langsung kepada responden.
  3. Analisis data dilakukan secara univariat dan bivariat dengan uji wilcoxon,

Penelitian telah dilaksanakan pada Juli – November 2019. Dari 44 responden didapatkan faktor-faktor yang mempengaruhi lama luka ganggren pada pasien DM diantaranya faktor umur (p=0.003 Section Artikel Penelitian This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License, Please find the rights and licenses in Mahakam Nursing Journal. By submitting the article/manuscript of the article, the author(s) agree with this policy. No specific document sign-off is required.

License

The non-commercial use of the article will be governed by the Creative Commons Attribution license as currently displayed on Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License,

Author(s)’ Warranties

The author warrants that the article is original, written by stated author(s), has not been published before, contains no unlawful statements, does not infringe the rights of others, is subject to copyright that is vested exclusively in the author and free of any third party rights, and that any necessary written permissions to quote from other sources have been obtained by the author(s).

User Rights

Mahakam Nursing Journal’s spirit is to disseminate articles published are as free as possible. Under the Creative Commons license, Mahakam Nursing Journal (MNJ) permits users to copy, distribute, display, and perform the work for non-commercial purposes only.

Rights of Authors

Authors retain all their rights to the published works, such as (but not limited to) the following rights;

  • Copyright and other proprietary rights relating to the article, such as patent rights,
  • The right to use the substance of the article in own future works, including lectures and books,
  • The right to reproduce the article for own purposes,
  • The right to self-archive the article,
  • The right to enter into separate, additional contractual arrangements for the non-exclusive distribution of the article’s published version (e.g., post it to an institutional repository or publish it in a book), with an acknowledgment of its initial publication in this journal (Mahakam Nursing Journal (MNJ)).

Co-Authorship

If the article was jointly prepared by more than one author, any authors submitting the manuscript warrants that he/she has been authorized by all co-authors to be agreed on this copyright and license notice (agreement) on their behalf, and agrees to inform his/her co-authors of the terms of this policy.

Royalties

Being an open accessed journal and disseminating articles for free under the Creative Commons license term mentioned, author(s) aware that Mahakam Nursing Journal (MNJ) entitles the author(s) to no royalties or other fees.

Miscellaneous

Mahakam Nursing Journal (MNJ) will publish the article (or have it published) in the journal if the article’s editorial process is successfully completed. Our Editors may modify the article to a style of punctuation, spelling, capitalization, referencing and usage that deems appropriate.

Faktor apa saja yang mempengaruhi penyembuhan luka?

Faktor – faktor yang mempengaruhi penyembuhan luka adalah faktor lokal yang terdiri dari praktek management luka, hipovelemia, infeksi dan adanya benda asing. Sedangkan faktor umum terdiri dari usia, nutrisi, steroid, sepsis, penyakit ibu seperti anemia, diabetes dan obat-obatan (Eka putra, 2013).

See also:  Pria Diabetes Apa Bisa Punya Anak?

Mengapa faktor nutrisi mempengaruhi penyembuhan luka?

Penyembuhan luka secara normal memerlukan nutrisi yang tepat, karena proses fisiologi penyembuhan luka bergantung pada tersedianya protein, vitamin (terutama vitamin A dan C) dan mineral. Kolagen adalah protein yang terbentuk dari asam amino yang diperoleh fibroblas dari protein yang dimakan.

Bagaimana proses penyembuhan luka?

4 Proses Penyembuhan Luka di Kulit, Dari Awal hingga Akhir Proses penyembuhan luka terjadi dalam empat tahap, yaitu penghentian perdarahan (hemostasis), peradangan (inflamasi), pembangunan jaringan baru, dan penguatan jaringan. Masing-masing tahapnya terjadi secara otomatis dengan tujuan mengembalikan fungsi jaringan agar bisa seperti semula.

  1. Baik luka gores, luka bekas jerawat, atau bahkan luka karena tertusuk benda tajam, akan mengalami tahap proses penyembuhan yang sama.
  2. Diawali dengan perdarahan, luka lalu menjadi area lunak yang lembap, hingga berkembang menjadi kering dan membuat Anda gatal ingin mengelupasnya.
  3. Di tubuh kita, memang sudah ada suatu sistem canggih yang secara otomatis akan bekerja memperbaiki saat ada jaringan yang rusak.

Sistem ini, bekerja begitu runut, hingga jaringan bisa kembali berfungsi dengan baik.

Mengapa penderita diabetes mudah mengantuk?

Anda Sering Mengantuk? Waspadai Gejala Diabetes! Jakarta, CNBC Indonesia – Anda sering mengantuk? Hati-hati! Kebiasaan mudah mengantuk bisa jadi pertanda diabetes. Sebuah studi di Amerika Serikat mengungkap bahwa orang dengan diabetes biasanya sering mengeluhkan gejala seperti mudah lelah, sering mengantuk, dan kehilangan energi.

  1. Enali gejala diabetes lainnya berikut ini.
  2. ADVERTISEMENT SCROLL TO RESUME CONTENT 1.
  3. Sering buang air kecil Buang air kecil akan menjadi sering jika terlalu banyak glukosa dalam darah.
  4. Jika insulin (hormon yang mengendalikan gula darah) tidak ada atau sedikit, maka ginjal tidak dapat menyaring glukosa untuk kembali ke dalam darah.

Kemudian ginjal akan menarik tambahan air dari darah untuk menghancurkan glukosa. Hal ini membuat kandung kemih penuh dan membuat seseorang sering pipis.2. Sering merasa haus Karena sering buang air kecil, Anda akan menjadi lebih sering haus. Ini terjadi karena proses penghancuran glukosa yang lebih sulit, sehingga air di dalam darah tersedot untuk menghancurkannya.

Akibatnya, seseorang perlu minum lebih banyak untuk menggantikan air yang hilang.3. Berat badan turun cepat Gejala ini terutama terjadi pada penderita diabetes tipe 1 (faktor genetik). Pankreas pada penderita diabetes berhenti membuat insulin akibat serangan virus pada sel-sel pankreas atau respons auto-imun yang membuat tubuh menyerang sel-sel yang memproduksi insulin.

Akibatnya, tubuh akan kesulitan mencari sumber energi karena sel-sel tidak memperoleh glukosa. Kemudian tubuh mulai memecah jaringan otot dan lemak untuk energi sehingga berat badan terus menyusut. Pada penderita diabetes tipe 2 (faktor perubahan gaya hidup), penurunan berat badan terjadi secara bertahap dengan peningkatan resistensi insulin, sehingga penurunan berat badan tidak begitu terlihat.4.

  • Merasa lemah, gampang kelelahan, mudah mengantuk Karena produksi glukosa terhambat, sel-sel makanan dari glukosa yang harusnya didistribusikan ke semua sel tubuh untuk membuat energi menjadi tidak berjalan.
  • Ini terjadi karena sel energi tidak mendapat asupan, sehingga orang akan merasa cepat lelah dan sering mengantuk.5.

Sering kesemutan di kaki dan tangan Gejala ini disebut neuropati, Gejala ini biasanya terjadi secara bertahap dari waktu ke waktu karena glukosa dalam darah tinggi akan merusak sistem saraf. Pada penderita diabetes tipe 2, gejala ini terjadi secara bertahap, dan orang-orang sering tidak menyadari bahwa itu salah satu pertanda.

Apa Penyebab luka diabetes bernanah?

Faktor Yang Mempengaruhi Penyembuhan Luka Diabetes Luka diabetes yang bernanah atau terinfeksi bisa terjadi karena kadar gula darah tingg GridHEALTH.id – Penyandang diabetes terdapat kemungkinan mengalami infeksi akibat luka diabetes yang terjadi. Luka diabetes yang terinfeksi akan menunjukkan gejala seperti terjadinya pembengkakan, kemerahan, rasa sakit yang luar biasa, hingga bernanah.

  1. Baca Juga: Penyebab Luka Borok Tidak Kunjung Sembuh, Begini Penanganannya Melansir laman American Family Physician, Kamis (04/11/2021), luka diabetes yang bernanah atau terinfeksi bisa terjadi karena kadar gula darah tinggi menyebabkan perubahan pada kulit, saraf, dan pembuluh darah.
  2. Etika saraf rusak, maka penyandang diabetes tidak bisa merasakan sakit dan ini menjadi penyebab luka diabetes bernanah.
See also:  Obat Tradisional Diabetes Yang Sudah Luka?

Jika terjadi infeksi, maka bagian tubuh penyandang diabetes yang mengalami luka harus dibersihkan atau bahkan diamputasi. Rata-rata, luka diabetes terjadi di area kaki. Baca Juga: Hindari Buah Kering dan Jus Bila Menyandang Diabetes, Ini Alasannya Penyandang diabetes yang mengalami luka diabetes dan merasakan salah satu tanda infeksi, seperti bernanah, harus segera menemui dokter.

  • Antibiotik biasanya digunakan untuk menangani infeksi.
  • Baca Juga: Luka di Kaki Penyandang Diabetes Bisa Dicegah dengan 8 Cara Ini Akan tetapi, jika infeksi masuk lebih dalam ke lapisan kaki dan mengenai otot atau tulang, maka perawatan di rumah sakit dan pemberian antibiotik melalui infus diperlukan.

Infeksi luka diabetes bisa dicegah dengan melakukan pengobatan sesegera mungkin. Terdapat beberpaa faktor utama dalam merawat luka diabetes agar tidak bernanah dan infeksi, dikutip dari Apma.org. – Menghilangkan tekanan dari area luka, yang disebut “off-loading” – Menghilangkan kulit dan jaringan mati di dokter, yang disebut “debridement” – Menggunakan obat-obatan dan membalut luka diabetes – Mengelola gula darah dan masalah kesehatan lainnya Penyandang diabetes harus rutin menjaga kebersihan luka diabetes, apalagi jika sebelumnya ditemukan nanah.

  • Dokter juga akan mengecek kondisi luka tersebut setidaknya satu minggu sekali untuk memastikan lukanya sembuh.
  • Baca Juga: Komplikasi Neuropati Pada Penyandang Diabetes Bisa Dicegah, Ini Caranya Agar pengobatan luka diabetes lebih optimal, penggunaan alas kaki khusus, penyangga, gips, atau kursi roda dibutuhkan untuk mengurangi tekanan pada kaki yang terluka.

Mengontrol kadar gula darah dengan ketat juga sangat penting dalam pengobatan luka diabetes. Lakukan konsultasi dengan dokter atau tenaga medis dalam hal ini, agar proses penyembuhan berjalan lebih cepat. Baca Juga: Panduan Menghitung Kalori Harian Untuk Menjaga Kadar Gula Darah dan Menurunkan Berat Badan

Kenapa luka tidak boleh terkena air?

Alasan luka terbuka tidak boleh terkena air – Selain perawatan luka awal, tindakan tambahan yang dapat dilakukan untuk mengoptimalkan proses penyembuhan luka adalah melindungi luka yang berukuran kecil maupun besar dari air. Air menyebabkan kulit membengkak yang dapat menghambat proses penyembuhan luka.

  1. Selain itu, mungkin ada bakteri yang terkontaminasi atau agen bakteri lain di dalam air sehingga luka bisa terinfeksi.
  2. Untuk mencegah, biasanya disarankan untuk menghindari kontak dengan air selama proses penyembuhan luka.
  3. Baik air laut yang asin maupun air yang mengandung klor di dalam kolam renang, keduanya dapat menghambat proses penyembuhan luka.

Air dapat mengiritasi kulit yang, pada gilirannya, dapat mengganggu proses penyembuhan luka. Jika Anda memiliki luka berukuran besar, Anda mungkin perlu mengambil tindakan khusus untuk mencegah terjadinya kontaminasi air pada luka. Namun, jika Anda tidak ingin melewatkan mandi, Anda perlu memastikan bahwa tidak ada air yang menyentuh luka.

Tim Editorial HonestDocs berkomitmen untuk memberikan informasi yang akurat kepada pembaca kami. Kami bekerja dengan dokter dan praktisi kesehatan serta menggunakan sumber yang dapat dipercaya dari institusi terkait. Anda dapat mempelajari lebih lanjut tentang kami di sini. Atiyeh BS, Ioannovich J, Al-Amm CA, El-Musa KA.

Management of acute and chronic open wounds: the importance of moist environment in optimal wound healing. Current pharmaceutical biotechnology 2002;3(3):179-95. National Center for Biotechnology Information. (Accessed via: ) InformedHealth.org, Cologne, Germany: Institute for Quality and Efficiency in Health Care (IQWiG); 2006-.

What are the treatment options for chronic wounds? 2006 Oct 17, National Center for Biotechnology Information. (Accessed via: ) Artikel ini hanya sebagai informasi kesehatan, bukan diagnosis medis. HonestDocs menyarankan Anda untuk tetap melakukan konsultasi langsung dengan dokter yang ahli dibidangnya.

Terima kasih sudah membaca. Seberapa bermanfaat informasi ini bagi Anda?(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat) Terima kasih atas saran dan masukannya! Kami akan meningkatkan kualitas layanan kami agar lebih bermanfaat. : Apakah Luka yang Terbuka Boleh Kena Air?

Mengapa infeksi mempengaruhi penyembuhan luka?

Infeksi – Ketika terjadi infeksi pada luka operasi, tubuh akan lebih fokus melawan infeksi daripada menyembuhkan luka. Ini membuat penyembuhan luka menjadi terhambat.

Vitamin apa yang membantu proses penyembuhan luka?

Berikut adalah beberapa jenis makanan yang dapat membantu proses penyembuhan luka: – 2. Vitamin C Vitamin C merupakan salah satu vitamin yang paling sering dikonsumsi. Vitamin C merupakan antioksidan yang sangat baik bagi tubuh untuk mencegah penyakit.

  • Vitamin C juga membantu melindungi sel dari radikal bebas serta penting untuk penyembuhan luka.
  • Sumber nutrisi kaya vitamin C antara lain paprika merah, jeruk, lemon, berries, kiwi, manga, papaya, sayuran hijau, brokoli, tomat, ubi-ubian dan kentang panggang.3.
  • Whole grain Karbohidrat mengandung glukosa yang penting sebagai sumber energy.
See also:  Penderita Diabetes Dapat Mengonsumsi Sirop Yang Mengandung Pemanis Buatan Yaitu?

Karbohidrta kompleks seperti whole grains, kaya nutrisi yang dapat membantu menjaga sistem imun tubuh, selain itu juga mengandung serat yang berperan mencegah dan mengatasi sembelit saat penyembuhan setelah operasi. Makanansumber whole grains antara lain roti gandum, nasi merah, sup barley, oatmeal.4.

Vitamin apa yang dapat membantu dalam proses penyembuhan luka?

Omega-3, seng, magnesium, vitamin D, vitamin E, dan probiotik berperan besar dalam peningkatan produksi kolagen, sintesis protein, dan pembuangan bakteri serta sel – sel nekrotik. Simpulan: Baik macronutrient maupun micronutrient, keduanya dibutuhkan di dalam tubuh untuk mendukung proses penyembuhan luka DFU.

Vitamin apakah yang membantu dalam proses penyembuhan luka?

Abstract – Introduction: A burn is a trauma caused by heat, cold, electric current, chemicals, gas, lightning, and radiation (including sunlight). Water-soluble Vitamin C helps in the process of collagen synthesis and enhances the defense mechanism of the immune system and facilitates wound healing.

We aim to see the effect of topical vitamin C administration on healing mid-dermal burns in Wistar rats. Material Methods: Experimental studies to assess the effect of vitamin C administration on wound healing in second-degree (dermal) burns in Wistar rats. The research design used a simple experimental design (Post Test Only Control Group Design).

Faktor yg mempengaruhi penyembuhan luka

This research was conducted at the Laboratory of Animal Pharmacy, Faculty of Pharmacy, University of North Sumatra, Medan, in October – November 2018. Result: The group given topical vitamin C had an average burn area of 304.6 ± 31.5 compared to the control group given normal saline with 433.4 ± 32.2.

Based on statistical tests, the value of p Pendahuluan: Luka bakar adalah trauma yang disebabkan oleh panas, dingin, arus listrik, bahan kimia, gas, petir, dan radiasi (termasuk sinar matahari). Vitamin C yang larut dalam air membantu dalam proses sintesis kolagen dan meningkatkan mekanisme pertahanan sistem kekebalan dan memfasilitasi penyembuhan luka.

Kami bertujuan untuk melihat efek pemberian vitamin C topikal pada penyembuhan luka bakar mid-dermal pada tikus Wistar. Metode Material: Studi eksperimental untuk menilai pengaruh pemberian vitamin C pada penyembuhan luka pada luka bakar derajat dua (dermal) pada tikus Wistar.

Desain penelitian menggunakan desain eksperimen sederhana (Post Test Only Control Group Design). Penelitian ini dilaksanakan di Laboratorium Farmasi Hewan Fakultas Farmasi Universitas Sumatera Utara Medan pada bulan Oktober – November 2018. Hasil: Kelompok yang diberi vitamin C topikal memiliki rata-rata luas luka bakar 304,6 ± 31,5 dibandingkan dengan kelompok kontrol yang diberi saline normal 433,4 ± 32,2.

Berdasarkan uji statistik diperoleh nilai p

7 Jelaskan apa yang dimaksud dengan penyembuhan luka?

Penyembuhan luka adalah respon organisme terhadap kerusakan jaringan atau organ serta usaha mengembalikan dalam kondisi homeostasis sehingga dicapai kestabilan fisiologis jaringan atau organ yang pada kulit terjadi penyusunan kembali jaringan kulit ditandai dengan terbentuknya epitel fungsional yang menutupi luka (

Apa saja prinsip penyembuhan luka?

4 Proses Penyembuhan Luka di Kulit, Dari Awal hingga Akhir Proses penyembuhan luka terjadi dalam empat tahap, yaitu penghentian perdarahan (hemostasis), peradangan (inflamasi), pembangunan jaringan baru, dan penguatan jaringan. Masing-masing tahapnya terjadi secara otomatis dengan tujuan mengembalikan fungsi jaringan agar bisa seperti semula.

Baik luka gores, luka bekas jerawat, atau bahkan luka karena tertusuk benda tajam, akan mengalami tahap proses penyembuhan yang sama. Diawali dengan perdarahan, luka lalu menjadi area lunak yang lembap, hingga berkembang menjadi kering dan membuat Anda gatal ingin mengelupasnya. Di tubuh kita, memang sudah ada suatu sistem canggih yang secara otomatis akan bekerja memperbaiki saat ada jaringan yang rusak.

Sistem ini, bekerja begitu runut, hingga jaringan bisa kembali berfungsi dengan baik.

Adblock
detector