Diabetes Menular Lewat Apa Saja?

Diabetes Menular Lewat Apa Saja
Jawabannya tidak menular. Diabetes bukan penyakit menular. Waspadai Gejala-gejala Diabetes Ini!

Apakah diabetes merupakan penyakit menular?

Penyakit diabetes mellitus (DM), lebih dikenal dengan penyakit kencing manis merupakan penyakit yang tidak menular yang disebabkan gangguan produksi insulin oleh kelenjar pankreas atau bisa juga dikatakan gangguan fungsi hormon insulin.

Apakah diabetes bisa menular melalui air liur?

Home / Sport & Lifestyle / Kesehatan

Jum’at, 29 Oktober 2021, 02:40 WIB Warta Ekonomi, Jakarta – Berkaca dari pandemi Covid-19 yang menjadi salah satu penyakit menular mematikan, edukasi terkait berbagai macam penyakit kiranya dibutuhkan masyarakat. Bukannya tanpa alasan, edukasi yang menghasilakan pengetahuan seseorang tentang suatu penyakit bisa menjadi sebab pencegahan atau deteksi dini penyakit -penyakit kronis yang mengancam manusia.

Baca Juga: Bikin Ngeri! Hanya Butuh 3 Hari Tidak Aktif Bergerak Anda Mengambil Satu Langkah Menuju Diabetes Mengetahui faktor risiko, penyebab, penanganan awal, termasuk sifat penyakit (menular atau tidak) bisa berperan besar terhadap kesiapan seseorang dalam melawan penyakit kronis. Penyakit kronis seperti diabetes yang sampai sekarang belum ada obat yang bisa menghilagkan 100% kondisi diabetes sendiri adalah penyakit yang mana semua orang berhararp terhindar darinya.

Sayangnya masih banyak orang yang abai tentang faktor risiko penyakit ini. “Baru sekitar 25% penderita diabetes yang mengetahui bahwa mereka menderita diabetes.” Tulis laporan yang berjudul Tetap Produktif, Cegah, dan Atasi Diabetes Melitus yang dikeluarkan Kementerian Kesehatan pada tahun 2020.

Karena bahayanya dan banyaknya orang-orang yang berisiko terkena penyakit ini, apakah diabetes termasuk penyakit yang menular? Mengutip laman kesehatan Healthline, Beberapa orang yang tidak tahu banyak tentang diabetes tipe 1 atau tipe 2 mungkin mempertanyakan apakah itu dapat ditularkan dari orang ke orang melalui kontak seksual, air liur, atau darah.

Ilmu pengetahuan telah mengkonfirmasi bahwa diabetes adalah penyakit tidak menular, jadi diabetes tidak menular. Baca Juga: Waduh Diabetes Ternyata Punya Hubungan dengan Asam Urat, Kok Bisa? Sedangkan dalam laman diabetes.co.uk, satu-satunya cara di mana diabetes dapat diturunkan adalah dari orang tua kepada anak-anak mereka sendiri tetapi bahkan ini hanya kemungkinan genetik diabetes dan bukan kondisi itu sendiri.

Apa yang menyebabkan sehingga seseorang dapat terkena diabetes?

Penyebab dan Gejala Diabetes – Secara umum, penyakit Diabetes Melitus (DM) terjadi akibat gaya hidup tidak sehat yang menyebabkan akumulasi menumpuknya kadar gula dalam darah dan berada di atas ambang batas normal yang bersifat kronis dan jangka panjang.

Dalam kondisi normal, glukosa adalah sumber energi utama bagi sel-sel dalam tubuh yang membentuk otot juga jaringan, termasuk juga untuk otak, N amun jika kadar glukosa berlebih, bisa berbahaya karena memicu penyakit gula darah atau diabetes. Faktor-Faktor Penyebab Penyakit Diabetes Secara umum, faktor penyebab terjadinya diabetes yang menyerang seseorang dapat digolongkan menjadi 2 yaitu faktor penyebab yang dapat dikontrol dan yang tidak dapat dikontrol (faktor alami/bawaan).1.

Faktor Penyebab yang Tidak B isa Dimodifikasi atau Dikontrol (Alami/Bawaan) Faktor penyebab ini merupakan sebab-sebab yang telah ada sejak lahir dan tidak dapat diubah, yang di antaranya adalah:

Faktor U sia

Penurunan fungsi organ yang disebabkan karena faktor usia adalah salah satu aspek utama terjadinya penyakit diabetes. Ini karena organ pankreas yang biasanya bekerja normal dalam memproduksi insulin mengalami penurunan fungsinya. Oleh karena itu, sangat dianjurkan untuk mereka yang berusia di atas 45 tahun agar memeriksa kadar gula darah secara teratur.

Kondisi Berat Badan Bayi Saat Lahir

Berat badan bayi saat lahir juga sering ditengarai sebagai salah satu kondisi yang menjadi patokan terjadinya diabetes. Untuk bayi dengan berat di atas 4000 gram berisiko menyebabkan anak tersebut terkena diabetes. Demikian bila berat badan bayi dibawah 2500 gram, maka ada risiko bahwa ketika dewasa anak itu akan terkena diabetes juga nantinya.

Faktor Keturunan atau Genetika Lebih Berisiko Terkena Diabetes

Keturunan diabetes sangat mungkin terkena diabetes juga nantinya. Karenanya bila diantara anggota keluarga ada riwayat diabetes maka sangat mungkin meningkatkan faktor terjadinya diabetes pada seseorang.2. Faktor Penyebab yang Bisa Dimodifikasi atau D ikontrol Faktor penyebab yang kedua ini disebabkan karena gaya hidup seseorang, beberapa diantaranya adalah:

See also:  How To Prevent Gestational Diabetes?

Kebiasaan Merokok

Merokok, selain buruk untuk pernapasan, juga berbahaya karena dapat menimbulkan penyakit diabetes. Cara terbaik tentu dengan mengurangi dan menghentikan kebiasan ini.

Obesitas atau Kegemukan

Meski bukan satu hal yang pasti, tetapi peningkatan indeks massa tubuh berpengaruh pula pada kemungkinan seseorang terjangkit diabetes.

Pola Makan Tak Seha t

Makanan yang mengandung gula, tetapi rendah serat ditengarai sebagai sumber bahan pangan dan menyumbang kemungkinan diabetes lebih tinggi bagi seseorang.

Jarang dan Malas Berolahraga

Kondisi pasif, kurang bergerak, dan malas berolahraga menjadikan tubuh sangat berisiko untuk terkena diabetes.

Penderita Hipertensi berisiko Terkena Diabetes

Hipertensi juga disinyalir turut menyumbang tingginya angka penderita diabetes sebagai bagian dari faktor yang bisa dimodifikasi.

Tingginya Kadar Kolesterol

Kadar HDL (lemak baik) yang kurang dari 35mg/dL, serta kadar trigliserida yang lebih dari 250mg/dL ditengarai jadi penyumbang penyakit diabetes. Karenanya memperhatikan kadar kolesterol adalah satu hal yang penting.

PCOS (Polycystic Ovary Syndrome)

Kondisi ini biasanya terjadi pada wanita. Ditandai dengan tidak teraturnya siklus menstruasi, serta tumbuhnya rambut secara signifikan di daerah lengan, kumis, serta obesitas. Karena gejalanya yang mirip dengan kondisi sakit biasa, maka banyak orang yang tidak menyadari bahwa mereka mengidap penyakit diabetes ini dan bahkan sudah mengarah pada komplikasi.

Penurunan Berat Badan secara Berangsur-Angsur

Berat badan turun adalah hal biasa, N amun, jika terjadi terus menerus maka Anda perlu waspada. Seseorang yang ditengarai mengidap diabetes biasanya mengalami penurunan berat badan yang drastis dan signifikan. Ini dianggap sebagai gejala awal diabetes, akibat glukosa tidak bisa diserap secara optimal oleh tubuh.

Nafsu Makan Meningkat Akibat Sel Butuh Asupan Energi Lebih

Bisa jadi, peningkatan nafsu makan yang dialami seseorang adalah pertanda awal dari diabetes. Hal ini terjadi karena sel mengharapkan asupan glukosa yang lebih banyak, dan bersumber dari makanan. Namun demikian, tubuh tidak dalam kondisi optimal dan bisa bermetabolisme dengan baik, hal inilah yang memicu berkelanjutan.

Intensitas Buang Air Kecil Meningkat Biasanya Malam Hari

Gejala diabetes ini yang paling dikenal masyarakat. Buang air kecil yang terus menerus dan sering, adalah gejala awal dari diabetes. Bila hal ini terjadi ada baiknya untuk segera memeriksakan diri, agar bisa mendapatkan penanganan segera dan cepat.

Merasa Kesemutan atau Mati Rasa Akibat Syaraf Mulai Rusak

Gejala ini terjadi jika kadar gula dalam darah sudah cukup tinggi. Rasa kesemutan dan kebas (mati rasa) pada bagian tubuh seperti kaki, jari-jemari, dan tangan adalah tanda untuk waspada, karena bisa jadi penyakit diabetes sudah menunjukan gejala stadium lanjut. Hal ini terjadi akibat kerusakan pada serabut saraf.

Penglihatan Menurun, Terganggu dan Kabur

Kadar glukosa yang semakin meningkat menyebabkan cairan pembuluh darah terbatasi untuk masuk ke mata. Keadaan yang demikian bahkan bisa membuat lensa mata berubah bentuk. Namun, ciri yang demikian bisa hilang bila gula darah semakin berkurang dan normal.

Mudah terjadi Luka dan Susah Kering atau Sembuh

Bagi p enderita diabetes, kadar gula yang berlebih menyebabkan kekebalan tubuh dan sistem imun menjadi tidak normal. Bila seorang penderita diabetes memiliki luka terbuka, maka akan sangat susah untuk proses penyembuhannya.

Terjadi Infeksi Jamur Utamanya di Mulut

Seorang wanita penderita diabetes umumnya juga disertai dengan infeksi jamur. Jamur ini akan muncul di beberapa bagian mulut, biasanya dalam bentuk sariawan di mulut, juga infeksi pada bagian vagina, yang disebabkan oleh jamur candida. Diabetes Tidak Dapat Disembuhkan Hanya Bisa Dikendalikan Penyakit diabetes, seperti penyakit dalam lainnya, merupakan jenis penyakit mematikan yang tidak bisa disembuhkan dan hanya dapat dikendalikan.

Penanganan yang salah akan membuat penderita makin menurun kondisinya dan berisiko terjadinya kematian. Beberapa terapi diabetes yang disarankan untuk dilakukan untuk memperbaiki kualitas penderita diantaranya sebagai berikut: 1. Menjalankan rutinitas olahraga dan r utin cek kadar gula darah,2. Jika terjadi luka, lakukan perawatan luka sesuai petunjuk dokter,3.

Menjalankan penyuntikan insulin serta mengatur pola dietnya. Penanganan yang tepat terhadap penderita diabetes terlebih untuk mereka yang belum terjangkit penyakit ini, sangat dianjurkan, karena sifat penyakit ini jangka panjang dan menetap sehingga perlu untuk diperhatikan dengan serius.

See also:  How Many Types Of Diabetes Are There?

Apa manfaat menelan air liur pasangan?

1. Meningkatkan sistem kekebalan tubuh – Meskipun ciuman sering dianggap sebagai salah satu cara, namun nyatanya ciuman juga bisa meningkatkan, Pasalnya, ciuman yang merangsang bisa membuat Anda dan pasangan saling bertukar air liur. Pertukaran air liur inilah yang memungkinkan tubuh untuk membentuk imunitas terhadap jenis kuman dari pasangan.

Apakah diabetes keturunan menyilang?

Riwayat Keturunan Diabetes Tidak Menyilang Foto: shutterstock Jakarta – Memiliki riwayat keturunan diabetes adalah salah satu faktor yang berkaitan dengan peningkatan risiko diabetes tipe 2. Diketahui bahwa memiliki ayah atau ibu yang menderita diabetes akan meningkatkan risiko seseorang terkena diabetes nantinya.

Peningkatan risiko diabetes pada mereka dengan riwayat keturunan memang telah dibuktikan oleh berbagai penelitian ilmiah.Informasi lain yang umum didengar adalah bahwa risiko keturunan diabetes tipe 2 bersifat menyilang, di mana ayah menurunkan risiko diabetes ke anak perempuan sedangkan ibu menurunkan risiko diabetes ke anak laki-laki.

Ternyata, informasi ini tidak benar, lho.Tidak ditemukan penelitian yang menunjukkan bahwa risiko keturunan diabetes tipe 2 bersifat menyilang. Memiliki riwayat keturunan diabetes memang berkaitan dengan risiko diabetes yang lebih tinggi namun peningkatan risiko diabetes ini tidak bersifat menyilang.

Peningkatan risiko yang terjadi sesungguhnya berkaitan dengan jumlah orang tua yang menderita diabetes. ADVERTISEMENT SCROLL TO RESUME CONTENT Risiko diabetes meningkat hingga 3,4 kali pada mereka yang memiliki ibu penderita diabetes atau hingga 3,5 kali pada mereka yang memiliki ayah penderita diabetes, dibandingkan dengan mereka yang tidak memiliki riwayat keturunan diabetes.

Apabila kedua orang tua menderita diabetes, maka tingkat risiko akan semakin tinggi yaitu mencapai 6,1 kali lebih tinggi.Bagi Anda yang memiliki riwayat keturunan diabetes, ada baiknya lebih berhati-hati. Sebisa mungkin jaga berat badan dalam kisaran normal dengan menjaga pola makan sehat dan rutin berolah raga.

Pola hidup sehat seperti ini sudah terbukti dapat menekan risiko diabetes pada mereka yang memiliki riwayat keturunan.Selain itu, rutin melakukan pengukuran kadar gula darah juga akan penting karena diabetes tipe 2 dapat timbul tanpa gejala yang jelas dan baru terdeteksi saat melakukan pengukuran kadar gula darah.Data dari International Diabetes Federation (2017) menunjukkan bahwa 73,7% kasus diabetes di Indonesia merupakan kasus yang tidak terdiagnosis yang berarti sebagian besar penderita diabetes tidak menyadari bahwa mereka terkena diabetes.

Padahal penanganan yang tepat akan bermanfaat untuk mencegah risiko komplikasi diabetes. Referensi: 1. Parental transmission of type 2 diabetes: the Framingham Offspring Study.2000. Diabetes; 49(12): 2201-2207.2. Family history of diabetes identifies a group at increased risk for the metabolic consequences of obesity and physical inactivity in EPIC Norfolk: a population-based study.2000.

Diabetes keturunan dari siapa?

Jika ayah atau ibunya diabetes, atau bahkan kedua orangtuanya, anak berisiko menyandang diabetes juga. GridHEALTH.id – Diabetes sering disebut sebagai penyakit keturunan, yang berarti bahwa anak berisiko tinggi terkena diabetes dibandingkan dengan populasi umum pada usia tertentu.

Diabetes dapat diturunkan dari ibu atau ayah. Risiko anak meningkat jika: 1. Jika ayah menderita diabetes tipe 1, risiko anak terkena diabetes adalah 1 dari 17.2. Jika ibu menderita diabetes tipe 1 dan anak lahir sebelum ibu berusia usia 25 tahun, maka risikonya 1 dari 25. Jika anak lahir setelah ibu berusia 25 tahun, risiko anak adalah 1 dari 100.3.

Jika ayah dan ibu menderita diabetes sebelum usia 11 tahun, risiko anak masing-masing antara 1 dari 10 dan 1 dari 4.4. Jika ayah/ibu tersebut menderita diabetes bersama dengan penyakit tiroid, kelenjar adrenal yang tidak berfungsi dengan baik, dan gangguan sistem kekebalan, risiko anak terkena diabetes tipe 1 adalah 1 banding 2.

  • Tetapi jangan khawatir, bahkan jika diabetes diturunkan dalam keluarga, adalah mungkin untuk menunda atau mencegah diabetes tipe 2 pada anak-anak atau remaja dengan mengikuti gaya hidup sehat.
  • Diabetes tipe 2 dapat terjadi akibat kombinasi faktor genetik dan lingkungan.
  • Risiko terkena diabetes tipe 2 lebih tinggi pada anak-anak jika ibu daripada ayah menyandang diabetes.

– Jika ayah menderita diabetes tipe 2, faktor risikonya sekitar 30%. BACA JUGA: Kebiasaan Tak Sarapan Pagi Ternyata Bisa Tingkatkan Risiko Penyakit Jantung dan Diabetes Baca Juga: Ragam dan Penyebab Infeksi Kulit di Wajah, dari Bakteri Hingga Tungau – Jika ibu menderita diabetes tipe 2, faktor risikonya sedikit lebih tinggi.

  • Jika kedua orangtua menderita diabetes, faktor risikonya meningkat menjadi sekitar 70%.
  • Mutasi pada gen apa pun yang terlibat dalam pengendalian kadar glukosa dapat meningkatkan risiko diabetes tipe 2, yang meliputi gen yang mengontrol produksi glukosa, produksi dan regulasi insulin, dan bagaimana kadar glukosa dirasakan dalam tubuh.
See also:  Mengapa Glukosa Terdapat Pada Penderita Diabetes Melitus?

Gen yang terkait dengan risiko diabetes tipe 2 meliputi: – TCF7L2, yang mempengaruhi sekresi insulin dan produksi glukosa – ABCC8, yang membantu mengatur insulin – CAPN10, yang dikaitkan dengan risiko diabetes tipe 2 pada orang Meksiko-Amerika – GLUT2, yang membantu memindahkan glukosa ke pankreas – GCGR, hormon glukagon yang terlibat dalam regulasi glukosa Baca Juga: Kaki Sering Kram, Dari Sekadar Lelah Hingga Tanda Ginjal Bermasalah Baca Juga: Kanker Kulit Melanoma dan Non-Melanoma Apa Bedanya? Ini Penjelasan Ahli i Faktor lain yang meningkatkan risiko diabetes tipe 2 meliputi kegemukan, gaya hidup menetap, praktik diet yang buruk, merokok, tekanan darah tinggi dan riwayat diabetes gestasional Pilihan gaya hidup yang mempengaruhi perkembangan diabetes tipe 2 meliputi: – Kurang olahraga: Aktivitas fisik memiliki beberapa manfaat, termasuk mengurangi risiko diabetes tipe 2.

  1. Pilihan perencanaan makan yang tidak sehat: Makanan tinggi lemak dan kurang serat dapat meningkatkan kemungkinan diabetes tipe 2.
  2. Obesitas: Kelebihan berat badan meningkatkan kemungkinan resistensi insulin dan juga dapat menyebabkan banyak kondisi kesehatan lainnya.
  3. Bisakah risiko diabetes dikurangi? Risiko mewarisi diabetes tidak dapat dihindari; Namun, mengembangkan diabetes dapat dicegah dengan mengikuti metode berikut: – Melakukan gaya hidup sehat dengan menjaga berat badan yang sehat.

– Pastikan diet seimbang dengan nutrisi yang tepat. – Hindari junk food atau makanan berlemak. Baca Juga: Ingin Segera Berhenti Merokok, Stop Mengkonsumsi Minuman Ini Baca Juga: Penyandang Kanker di Dunia Jumlahnya Meningkat, Ketahui Gejalanya Baca Juga: Antibiotik Alami ; Singkirkan Infeksi Bakteri dengan Aneka Makanan In – Berolahraga setiap hari selama 30-40 menit.

Resiko menikah dengan penderita diabetes?

KOMPAS.com — Menikah atau hidup bersama penderita diabetes ternyata bisa membuat Anda mengalami risiko mengidap penyakit yang sama. Demikian hasil sebuah riset yang dimuat jurnal BMC Medicine, Dalam riset tersebut, pasangan penderita diabetes tipe 2 berpeluang 26 persen lebih besar terkena penyakit yang sama.

  1. Esimpulan itu diperoleh dari hasil 6 studi yang melibatkan 75.498 pasangan.
  2. Dalam studi ini, peneliti menggunakan parameter usia, status sosial ekonomi, dan bagaimana diabetes bisa didiagnosis.
  3. Melalui riset ini peneliti juga ingin mengetahui apakah “penularan” diabetes tipe 2 pada pasangan diakibatkan adanya kesamaan gaya hidup.

Hal ini didasarkan pada kemungkinan “penularan” gaya hidup yang tidak sehat, seperti pola makan yang buruk dan kurang olahraga pada kedua pasangan. Hasilnya, riset menunjukkan adanya hubungan “penularan” diabetes yang kuat pada pasangan. Penyebabnya adalah penularan gaya hidup yang besar kemungkinan terjadi pada pasangan.

Etika menanyakan kesehatan pasien, kita sering menanyakan sejarah keluarga. Namun riset ini membuktikan, hubungan suami istri bisa menjadi bahan pertimbangan,” kata peneliti, Kaberi Dasgupta dari McGill University Health Centre, Kanada. Temuan ini sesungguhnya dapat digunakan untuk mempermudah deteksi penyakit dan memotivasi pasangan untuk bersama mengurangi risiko terkena diabetes tipe 2.

Caranya tentu saja dengan saling menyemanganti untuk rajin berolahraga dan menjalankan pola hidup sehat. “Hasil riset ini bisa menjadi pola, yang membantu tenaga kesehatan mengembangkan strategi pengelolaan diabetes pada pasangan. Mengubah pola hidup bisa menjadi sesuatu yang sulit, namun jika bisa dilakukan bersama pasangan tentu lebih mudah,” kata Dasgupta.

Lebih detailnya peneliti menjelaskan, pria dengan pasangan penderita diabetes berisiko lebih besar mengalami penyakit serupa. Menurut peneliti, hal ini dikarenakan pria memiliki kemungkinan lebih kecil menjalani evaluasi dan pemeriksaan medis secara rutin setelah usia anal. Hasilnya pria lebih berisiko mengalami keterlambatan deteksi diabetes.

Hal ini mengindikasikan, pria harus mewaspadai gejala yang ditunjukkan penyakit diabetes sedini mungkin. “Para pria yang hidup dengan istri diabetik harus lebih waspada dan memperhatikan kesehatannya. Jangan sampai gejala diabetes terlewat dan tidak terdeteksi,” kata Dasgupta.

Adblock
detector