Diabetes Masuk Poli Apa?

Diabetes Masuk Poli Apa
Konsultasi diabetes adalah janji bertemu dengan dokter layanan primer atau dokter spesialis endokrinologi. Kedua dokter tersebut dapat melakukan diagnosis, pengobatan, dan pengelolaan diabetes.

Diabetes masuk dalam penyakit apa?

Diabetes melitus (DM) didefinisikan sebagai suatu penyakit atau gangguan metabolisme kronis dengan multi etiologi yang ditandai dengan tingginya kadar gula darah disertai dengan gangguan metabolisme karbohidrat, lipid, dan protein sebagai akibat insufisiensi fungsi insulin.

Apa itu penyakit polidipsia?

Anda Merasa Diabetes? Mari Kenali 3P dalam Penyakit Diabetes Diabetes Masuk Poli Apa 2021-02-13 03:22:29 Diabetes adalah penyakit kronis yang ditandai dengan ciri-ciri berupa tingginya kadar gula (glukosa) darah. Glukosa yang menumpuk di dalam darah akibat tidak diserap sel tubuh dengan baik dapat menimbulkan berbagai gangguan organ tubuh.

Jika diabetes tidak dikontrol dengan baik, dapat timbul berbagai komplikasi yang membahayakan nyawa penderita. Pernahkah anda mendengar istilah 3P dalam diabetes? 3P adalah tiga gejala diabetes yang paling umum dan perlu diwaspadai. Apa saja yang termasuk 3P? Mari kita baca penjelasan lengkapnya di bawah ini, ya! Berikut gejala 3P dalam diabetes yang perlu anda ketahui: Polidipsia Polidipsia adalah istilah medis dari kondisi haus berlebihan.

Kalau mengalami polidipsia, Anda mungkin akan selalu merasa haus. Mulut anda juga kemungkinan akan selalu terasa kering. Pada penderita diabetes, polidipsia disebabkan oleh peningkatan kadar gula darah. Ketika kadar gula darah tinggi, ginjal memproduksi lebih banyak urin untuk mengeluarkan gula darah berlebihan dari dalam tubuh.

  1. Sementara itu, karena tubuh kehilangan banyak cairan, otak akan mengirimkan sinyal agar anda minum lebih banyak untuk mengganti hilangnya cairan tersebut.
  2. Hal inilah penyebab rasa haus berlebihan pada penderita diabetes.
  3. Rasa haus berlebihan dan terus menerus juga bisa disebabkan oleh: •Dehidrasi.
  4. Diuresis osmotik (kondisi meningkatnya keinginan untuk buang air kecil akibat sisa gula darah berlebih yang masuk ke tubulus ginjal).
See also:  Mengapa Gula Jagung Baik Untuk Penderita Diabetes Brainly?

•Masalah kesehatan mental, seperti polidipsia psikogenik. Poliuria Poliuria adalah istilah medis untuk kondisi dimana seseorang buang air kecil lebih banyak dari batas normal. Pada umumnya orang mengeluarkan urin sekitar 1-2 liter per hari. Orang yang memiliki poliuria mengeluarkan lebih dari 3 liter urin per hari.

Etika kadar gula darah tinggi, tubuh akan mencoba mengeluarkannya lewat urin. Hal ini menyebabkan ginjal memproduksi lebih banyak urin. Kondisi lain yang juga bisa menyebabkan poliuria adalah: •Kehamilan. •Diabetes insipidus. •Penyakit ginjal. •Kadar kalsium tinggi (hiperkalsemia). •Masalah kesehatan mental, polidipsia psikogenik.

•Mengonsumsi obat tertentu, seperti diuretic. Polifagia Polifagia adalah kondisi lapar berlebihan. Setiap orang bisa mengalami rasa lapar berlebihan di situasi tertentu, misalnya setelah olahraga atau jika kita tidak makan dalam waktu yang lama. Pada diabetes, glukosa tidak bisa masuk ke sel untuk digunakan sebagai energi.

Hal ini bisa disebabkan karena kadar insulin rendah atau resistensi insulin. Karena tubuh tidak bisa mengubah glukosa menjadi energi, anda akan merasa lapar. Rasa lapar yang disebabkan oleh polifagia tidak hilang bahkan setelah anda mengonsumsi makanan. Pada penderita diabetes yang kondisinya tidak dikontrol, mengonsumsi lebih banyak makanan hanya akan semakin meningkatkan kadar gula darah.

Sama seperti polidipsia dan poliuria, hal lain juga bisa menyebabkan polifagia. Beberapa diantaranya adalah: •Tiroid yang terlalu aktif (hipertiroid). •Sindrom premenstrual. •Stres. •Mengonsumsi obat tertentu, seperti kortikosteroid. Diagnosis Diabetes Ketiga hal diatas merupakan 3P dalam diabetes.

Ketiganya merupakan gejala umum diabetes, namun tidak selalu muncul bersamaan. Gejala di atas lebih cepat muncul pada penderita diabetes tipe 1 dan lebih lambat pada penderita diabetes tipe 2.3P dalam diabetes ini bisa menjadi pertanda kadar gula darah Kamu lebih tinggi dari biasanya. Selain 3P dalam diabetes, ada pula gejala lain yang bisa muncul bersamaan dengan 3P tersebut, yaitu: •Merasa lelah.

•Penglihatan kabur. •Penurunan berat badan yang tidak jelas penyebabnya. •Sensasi mati rasa atau kesemutan di tangan dan kaki. •Memar dan luka lambat pulih. Kalau Anda mengalami gejala 3P disertai ataupun tidak disertai dengan gejala-gejala tambahan tersebut, dokter akan melakukan tes untuk membuat diagnosis: •Tes darah A1C. Diabetes Masuk Poli Apa LITERASI HIDUP SEHAT Diabetes Masuk Poli Apa

See also:  What Diabetes Type 1?

Kenapa diabetes menyebabkan poliuri?

Kadar Gula Darah Terlalu Tinggi –

Dalam keadan normal, gula darah akan disaring oleh ginjal dan diserap kembali ke dalam darah (tidak dibuang ke dalam urine). Namun pada kasus diabetes, kadar gula darah yang berlebihan membuat ginjal tidak dapat menyerap semua gula kembali ke dalam darah, sehingga ada sebagian gula yang keluar dalam urine.

  • Kenapa pasien DM polifagi?

    3) Polifagi (banyak makan) Polifagi terjadi karena berkurangnya kemampuan insulin mengelola kadar gula dalam darah sehingga penderita merasakan lapar yang berlebihan.

    Mengapa pasien DM mengalami polifagia?

    Penyebab Polifagia – Pada pasien diabetes mellitus, buang air kecil terus menerus dapat menyebabkan terbuangnya kalori. Fakta ini menyebabkan rasa lapar akan terus datang yang harus dipuaskan dengan mengkonsumsi makanan. Selain poliuria, pasien kencing manis juga mengalami gangguan produksi atau resistensi insulin.

    • Bulimia
    • Stres
    • Kurang tidur
    • Gangguan makan
    • Hipertiroidisme (peningkatan kadar hormon tiroid)
    • Hipoglikemia
    • Sindrom pramenstruasi
    • Penggunaan obat resep tertentu seperti kortikosteroid
    • Beberapa kondisi masalah kejiwaan
    • Kondisi medis yang langka seperti Kleine-Levin Syndrome and Prader-Willi Syndrome

    Apa gejala poliuria?

    Halodoc, Jakarta – Poliuria dan nokturia sering dianggap penyakit yang sama, meski sebenarnya berbeda. Poliuria adalah kondisi ketika seseorang buang air kecil lebih sering dibanding hari biasanya. Sedangkan, nokturia adalah kondisi meningkatnya frekuensi buang air kecil pada malam hari.

    Etahui perbedaan poliuria dan nokturia di sini. Baca Juga: Sering Buang Air Kecil Tengah Malam, Ini Masalah Kesehatannya Poliuria, Penyakit yang Membuat Pengidapnya Kencing Berlebihan Pada kondisi normal, ginjal menyaring darah untuk menghasilkan urine. Ginjal memisahkan gula dari urine untuk kembali dialirkan ke tubuh melalui darah.

    Namun pada orang dengan kadar gula darah (glukosa) tinggi, ginjal menyaring lebih banyak darah untuk menghasilkan urine. Sayangnya tidak semua gula dalam aliran darah bisa diserap kembali oleh tubuh, sehingga urine masih mengandung gula. Pengidap poliuria mengeluarkan urine lebih dari 3-5 liter per hari.

    • Jumlah ini lebih banyak dibanding kondisi normal yang hanya mengeluarkan sekitar 1-2 liter per hari.
    • Penyebabnya adalah asupan cairan yang terlalu banyak masuk ke tubuh atau terlalu banyak minum (polidipsia).
    • Pada kasus polidipsia, poliuria disebabkan karena tingginya kadar gula darah dalam tubuh.
    • Penyebab poliuria lainnya adalah diabetes insipidus, penyakit ginjal, gagal hati, diare kronis, sindrom Cushing, efek samping konsumsi obat, dan efek kehamilan.

    Berikut ini gejala yang diwaspadai sebagai tanda poliuria:

    Hesitansi, kondisi ketika proses pengeluaran urine terhenti tiba-tiba. Inkontinensia urine alias urine yang keluar tanpa disadari. Urgensi, kandung kemih tertekan setiap saat. Hematuria, urine yang keluar berwarna merah karena bercampur darah. Disuria, nyeri dan munculnya sensasi terbakar pasca buang air kecil. Dribbling, urine masih menetes setelah selesai berkemih. Nokturia, buang air kecil di sela waktu tidur malam.

    Baca Juga: Sering Haus Bisa Jadi Diabetes Insipidus?

    Apa itu hipo diabetes?

    Pengertian Hipoglikemia – Hipoglikemia adalah kondisi ketika kadar glukosa alias kadar gula darah berada di bawah angka normal. Pada kondisi yang parah, kadar gula bisa sangat rendah sehingga berisiko memicu komplikasi berbahaya. Secara umum, seseorang bisa dikatakan mengalami kondisi ini jika kadar gula darah berada di bawah 60 mg/dL.

Adblock
detector