Diabetes Insipidus Adalah Penyakit Yang Disebabkan Oleh Kekurangan Hormon?

Diabetes Insipidus Adalah Penyakit Yang Disebabkan Oleh Kekurangan Hormon
Samenvatting van internet – Penyebab diabetes insipidus adalah akibat gangguan pada Anti-Diuretic Hormone (ADH) atau yang memiliki nama lain vasopressin (AVP), Hormon ini diproduksi di hipotalamus yang ada di otak. Setelah itu vasopressin akan disimpan di kelenjar pituitari hingga dibutuhkan.7 jul 2022

Apakah yang menyebabkan adanya penyakit diabetes insipidus?

Penyebab dan Gejala Diabetes Insipidus – Diabetes insipidus terjadi akibat gangguan pada hormon yang membantu mengatur kadar cairan tubuh. Gangguan ini menyebabkan produksi urine menjadi berlebih sehingga penderita menjadi sering buang air kecil dalam jumlah banyak.

Kekurangan hormon ADH penyakit apa?

Hormon antidiuretik (ADH) adalah hormon yang berfungsi membatasi pembuangan cairan tubuh dalam bentuk urine berdasarkan tingkat kebutuhan cairan tubuh saat itu. Jika tubuh sedang membutuhkan lebih banyak cairan, ADH akan bekerja dan tubuh akan memproduksi lebih sedikit urine.

Diabetes insipidus hormon apa?

Diabetes insipidus adalah kondisi yang termasuk langka dan dapat terjadi pada siapa saja. Penyakit diabetes insipidus dapat menjadi penyakit bawaan maupun didapat. Penyebab diabetes insipidus adalah akibat gangguan pada Anti-Diuretic Hormone (ADH) atau yang memiliki nama lain vasopressin (AVP).

Apa penyebab terjadinya penyakit diabetes insipidus dan gagal ginjal?

Halodoc, Jakarta – Kelainan diabetes insipidus terjadi karena terjadinya gangguan pada hormon antidiuretik dalam mengatur kadar air tubuh. Akibatnya, tubuh memproduksi banyak urine dan membuang air dalam jumlah yang sangat banyak. Hipotalamus, jaringan di otak yang mengendalikan suasana hati dan nafsu makan, adalah organ yang menghasilkan hormon antidiuretik.

  1. Hormon ini akan disimpan di dalam kelenjar pituitari sampai dibutuhkan.
  2. Elenjar pituitari sendiri berada di bawah otak, dan berada di belakang batang hidung.
  3. Elenjar ini akan melepaskan hormon antidiuretik saat kadar air tubuh menurun untuk menghentikan produksi urine di ginjal.
  4. Cairan tersebut disimpan sementara di kandung kemih, sebelum akhirnya keluar dari tubuh sebagai urine.
See also:  Jumlah Penderita Diabetes Melitus Di Indonesia Menurut Who 2021?

Jumlah cairan yang dikeluarkan dari tubuh sangat bergantung pada hormon vasopresin, yang juga dikenal dengan istilah hormon antidiuretik. Baca juga: Sering Haus, Bisa Jadi Diabetes Insipidus Pada diabetes insipidus, terdapat penurunan produksi dari hormon vasopresin.

  • Ondisi ini menyebabkan ginjal tidak dapat menahan air di dalam tubuh.
  • Sebagai akibatnya, terjadi peningkatan dari produksi urine yang keluar.
  • Elenjar pituitari akan mengeluarkan hormon antidiuretik ini saat kadar air di dalam tubuh terlalu merah.
  • Antidiuretik bersifat berlawanan dengan diuresis.
  • Sementara diuresis sendiri berarti produksi urine.

Hormon antidiuretik ini membantu mempertahankan air di dalam tubuh dengan mengurangi jumlah cairan yang terbuang melalui ginjal dalam bentuk urine. Nah, hal yang menyebabkan terjadinya diabetes insipidus adalah produksi hormon antidiuretik yang berkurang atau ketika ginjal tidak lagi merespon seperti biasa terhadap hormon antidiuretik.

    Apa nama lain dari diabetes insipidus?

    Diabetes insipidus dibagi berdasarkan penyebabnya. Jika penyakit ini tidak segera ditangani, maka bisa membuat penderitanya sering mengalami buang air kecil. Simak ulasan berikut di bawah ini. Diabetes Insipidus Adalah Penyakit Yang Disebabkan Oleh Kekurangan Hormon Diabetes Insipidus Gestasional banyak dialami oleh ibu hamil. Baca Juga: Waspada Penyakit Diabetes! Gejala dan Penyebab Penyakit Jenis-Jenis Diabetes Insipidus Diabetes insipidus adalah penyakit yang menyebabkan cairan di dalam tubuh mengalami ketidakseimbangan.

    Penyakit ini ditandai dengan sering merasa kehausan dan sering buang air kecil. Akibatnya, dapat mengganggu aktivitas dan membuat tidur malam menjadi terganggu. Umumnya, penyakit ini terjadi akibat adanya masalah pada hormon antidiuretik di dalam tubuh. Hormon antidiuretik yang tidak bekerja sesuai fungsinya dapat menyebabkan ketidakseimbangan cairan di dalam tubuh.

    Pada kondisi normal, hormon antidiuretik atau dikenal sebagai vasopresin berfungsi untuk menjaga keseimbangan cairan dalam tubuh. Baca Juga: Mencegah Diabetes Melitus di Usia Muda 1. Diabetes Insipidus Sentral Penyakit ini terjadi akibat adanya kerusakan pada hipotalamus atau kelenjar pituitari.

    Erusakan pada hipotalamus dan kelenjar pituitari akan mengganggu proses produksi, penyimpanan, dan pelepasan hormon. Akibatnya, ginjal akan bekerja dengan menyaring terlalu banyak cairan dari darah yang dapat memicu buang air kecil berlebihan. Kerusakan pada hipotalamus atau kelenjar pituitari dapat disebabkan oleh penyakit meningitis, tumor, cedera kepala, atau operasi otak.

    Namun, pada beberapa kondisi langka, penyebab diabetes ini bisa terjadi akibat cacat genetik,2. Diabetes Insipidus Nefrogenik Penyakit diabet ini terjadi bukan karena adanya masalah pada otak, tetapi pada ginjal. Ketika ginjal tidak merespons hormon antidiuretik dan mengeluarkan banyak cairan dari aliran darah. Diabetes Insipidus Adalah Penyakit Yang Disebabkan Oleh Kekurangan Hormon Hormon antidiuretik yang tidak bekerja sesuai fungsinya menyebabkan ketidakseimbangan cairan di dalam tubuh. Baca Juga: 10 Obat Alami Diabetes Penting untuk Diketahui 3. Diabetes Insipidus Gestasional Jenis diabetes ini banyak dialami oleh ibu hamil. Kondisi tersebut terjadi karena plasenta yang bertugas untuk mengirimkan oksigen dan nutrisi kepada bayi menghasilkan enzim pemecah vasopresin.

    Pada beberapa kasus, ibu hamil menghasilkan lebih banyak prostaglandin atau zat kimia yang membuat ginjal kurang sensitif terhadap vasopresin. Sebagian besar orang yang menderita diabetes jenis ini tergolong ringan dan tidak menunjukkan gejala yang parah. Kondisi tersebut biasanya akan hilang setelah bayi lahir dan dapat muncul kembali ketika hamil.

    Baca Juga: Perbedaan Diabetes Tipe 1 dan 2 4. Diabetes Insipidus Dipsogenik Penyakit diabetes ini sering juga dikenal sebagai polidipsia primer. Diabetes jenis ini terjadi karena adanya kerusakan pada mekanisme tubuh dalam merespons rasa haus. Akibat kerusakan tersebut, rasa haus dan keinginan untuk minum semakin meningkat.

    Efek selanjutnya akan membuat penderita lebih sering buang air kecil. Diabetes jenis ini terjadi akibat adanya kerusakan pada cedera kepala, infeksi, peradangan, pembedahan, dan tumor di kepala. Selain itu, beberapa obat juga dapat memicu terkena diabetes jenis ini. Penyakit ini dapat mengganggu aktivitas harian Anda jika tidak segera ditangani dengan segera.

    Oleh karena itu, jika terdapat gejala yang mencurigakan seperti sering merasa kehausan atau sering buang air kecil. Segera periksakan diri Anda ke dokter untuk mendapatkan diagnosis apakah Anda menderita penyakit ini atau tidak. Semoga bermanfaat dan tetap menjaga kesehatan.

    Penyebab Diabetes Insipidus Apa Itu Diabetes Insipidus? Diabetes Insipidus

    Bagaimana cara mencegah diabetes insipidus?

    Pengobatan diabetes insipidus k ranial – Diabetes insipidus kranial dianggap ringan jika pasien mengeluarkan urine sebanyak 3–4 liter dalam sehari. Kondisi ini tidak memerlukan pengobatan khusus. Namun, pasien dapat meredakan gejala yang muncul dengan banyak mengonsumsi air putih sedikitnya 2,5 liter per hari agar tidak mengalami dehidrasi.

    Pasien dengan diabetes insipidus kranial berat umumnya diobati dengan pemberian desmopressin, yaitu obat yang berfungsi seperti hormon antidiuretik (ADH). Desmopressin bertujuan untuk mengendalikan produksi urine, menjaga kadar cairan tubuh, dan mencegah dehidrasi. Penting untuk diingat, penggunaan desmopressin secara berlebihan bisa menyebabkan cairan dalam tubuh menumpuk dan kadar sodium darah menjadi rendah.

    Kondisi tersebut bisa membahayakan pasien. Oleh sebab itu, penggunaan obat ini harus sesuai dengan anjuran dan pengawasan dokter.

Adblock
detector