Diabetes Insipidus Adalah Gangguan Fungsi Ginjal Yang Disebabkan Oleh?

Diabetes Insipidus Adalah Gangguan Fungsi Ginjal Yang Disebabkan Oleh
Penyebab diabetes insipidus adalah akibat gangguan pada Anti-Diuretic Hormone (ADH) atau yang memiliki nama lain vasopressin (AVP). Hormon ini diproduksi di hipotalamus yang ada di otak. Setelah itu vasopressin akan disimpan di kelenjar pituitari hingga dibutuhkan.

Jelaskan apa yang dimaksud dengan diabetes insipidus?

Diabetes insipidus dibagi berdasarkan penyebabnya. Jika penyakit ini tidak segera ditangani, maka bisa membuat penderitanya sering mengalami buang air kecil. Simak ulasan berikut di bawah ini. Diabetes Insipidus Adalah Gangguan Fungsi Ginjal Yang Disebabkan Oleh Diabetes Insipidus Gestasional banyak dialami oleh ibu hamil. Baca Juga: Waspada Penyakit Diabetes! Gejala dan Penyebab Penyakit Jenis-Jenis Diabetes Insipidus Diabetes insipidus adalah penyakit yang menyebabkan cairan di dalam tubuh mengalami ketidakseimbangan.

  1. Penyakit ini ditandai dengan sering merasa kehausan dan sering buang air kecil.
  2. Akibatnya, dapat mengganggu aktivitas dan membuat tidur malam menjadi terganggu.
  3. Umumnya, penyakit ini terjadi akibat adanya masalah pada hormon antidiuretik di dalam tubuh.
  4. Hormon antidiuretik yang tidak bekerja sesuai fungsinya dapat menyebabkan ketidakseimbangan cairan di dalam tubuh.

Pada kondisi normal, hormon antidiuretik atau dikenal sebagai vasopresin berfungsi untuk menjaga keseimbangan cairan dalam tubuh. Baca Juga: Mencegah Diabetes Melitus di Usia Muda 1. Diabetes Insipidus Sentral Penyakit ini terjadi akibat adanya kerusakan pada hipotalamus atau kelenjar pituitari.

Erusakan pada hipotalamus dan kelenjar pituitari akan mengganggu proses produksi, penyimpanan, dan pelepasan hormon. Akibatnya, ginjal akan bekerja dengan menyaring terlalu banyak cairan dari darah yang dapat memicu buang air kecil berlebihan. Kerusakan pada hipotalamus atau kelenjar pituitari dapat disebabkan oleh penyakit meningitis, tumor, cedera kepala, atau operasi otak.

Namun, pada beberapa kondisi langka, penyebab diabetes ini bisa terjadi akibat cacat genetik,2. Diabetes Insipidus Nefrogenik Penyakit diabet ini terjadi bukan karena adanya masalah pada otak, tetapi pada ginjal. Ketika ginjal tidak merespons hormon antidiuretik dan mengeluarkan banyak cairan dari aliran darah. Diabetes Insipidus Adalah Gangguan Fungsi Ginjal Yang Disebabkan Oleh Hormon antidiuretik yang tidak bekerja sesuai fungsinya menyebabkan ketidakseimbangan cairan di dalam tubuh. Baca Juga: 10 Obat Alami Diabetes Penting untuk Diketahui 3. Diabetes Insipidus Gestasional Jenis diabetes ini banyak dialami oleh ibu hamil. Kondisi tersebut terjadi karena plasenta yang bertugas untuk mengirimkan oksigen dan nutrisi kepada bayi menghasilkan enzim pemecah vasopresin.

  • Pada beberapa kasus, ibu hamil menghasilkan lebih banyak prostaglandin atau zat kimia yang membuat ginjal kurang sensitif terhadap vasopresin.
  • Sebagian besar orang yang menderita diabetes jenis ini tergolong ringan dan tidak menunjukkan gejala yang parah.
  • Ondisi tersebut biasanya akan hilang setelah bayi lahir dan dapat muncul kembali ketika hamil.

Baca Juga: Perbedaan Diabetes Tipe 1 dan 2 4. Diabetes Insipidus Dipsogenik Penyakit diabetes ini sering juga dikenal sebagai polidipsia primer. Diabetes jenis ini terjadi karena adanya kerusakan pada mekanisme tubuh dalam merespons rasa haus. Akibat kerusakan tersebut, rasa haus dan keinginan untuk minum semakin meningkat.

Efek selanjutnya akan membuat penderita lebih sering buang air kecil. Diabetes jenis ini terjadi akibat adanya kerusakan pada cedera kepala, infeksi, peradangan, pembedahan, dan tumor di kepala. Selain itu, beberapa obat juga dapat memicu terkena diabetes jenis ini. Penyakit ini dapat mengganggu aktivitas harian Anda jika tidak segera ditangani dengan segera.

See also:  Prediksi Sampel Urine Yang Mengalami Diabetes?

Oleh karena itu, jika terdapat gejala yang mencurigakan seperti sering merasa kehausan atau sering buang air kecil. Segera periksakan diri Anda ke dokter untuk mendapatkan diagnosis apakah Anda menderita penyakit ini atau tidak. Semoga bermanfaat dan tetap menjaga kesehatan.

Penyebab Diabetes Insipidus Apa Itu Diabetes Insipidus? Diabetes Insipidus

Apa perbedaan antara diabetes melitus dan diabetes insipidus?

Halodoc, Jakarta – Diabetes melitus dan diabetes insipidus memiliki beberapa gejala yang sama. Namun, sebenarnya kedua penyakit ini tidak berhubungan. Kedua penyakit ini menyebabkan masalah yang berbeda dan perawatan yang sangat berbeda pula. Diabetes melitus dikenal sebagai diabetes, terjadi ketika pankreas tidak menghasilkan cukup insulin untuk mengontrol jumlah glukosa dalam darah. Sedangkan diabetes insipidus adalah kondisi langka yang tidak berhubungan dengan pankreas dan gula darah. Diabetes insipidus terjadi ketika ginjal menghasilkan lebih banyak urine.

Diabetes insipidus terjadi dimana?

Diabetes insipidus kranial atau diabetes insipidus sentral terjadi akibat kerusakan pada hipotalamus atau kelenjar pituitari. Hipotalamus adalah bagian otak yang memproduksi ADH, sedangkan kelenjar pituitari merupakan organ tempat penyimpanan ADH.

Mengapa penderita diabetes insipidus harus banyak minum air?

Diabetes Insipidus – Gejala, Penyebab, dan Pengobatan Rabu, 04 Desember 2019 – Diabetes insipidus adalah penyakit yang menyebabkan terjadinya ketidakseimbangan cairan pada tubuh. Kondisi ini membuat penderitanya merasa haus terus-menerus, sehingga membutuhkan minum lebih banyak yang mengakibatkan produksi urine meningkat.

Apakah penyakit diabetes insipidus berbahaya?

Komplikasi – Apabila tidak terdeteksi dan tidak mendapatkan penanganan sebagaimana mestinya, diabetes insipidus bisa berujung pada komplikasi yang cukup serius, di antaranya: Gangguan Keseimbangan Elektrolit Elektrolit merupakan mineral seperti sodium, kalsium, magnesium, kalium, dan bikarbonat yang berada di dalam darah.

Tubuh mengalami kelelahan. Sakit kepala. Kram pada otot. Mual dan muntah. Hilang nafsu makan. Dehidrasi

Dehidrasi Tubuh pengidap diabetes insipidus tak mampu mempertahankan kadar cairan tubuh yang normal. Dampaknya, pengidap sangat rentan mengalami dehidrasi yang ditandai dengan kondisi berikut:

Mulut dan bibir terasa kering. Kulit kering, keriput, dan kehilangan elastisitasnya. Sakit kepala. Mudah marah dan tampak kebingungan.

Dehidrasi ringan bisa ditangani dengan mengonsumsi oralit. Namun, dehidrasi yang parah perlu segera ditangani di rumah sakit untuk mendapatkan tambahan cairan melalui infus.

Apakah diabetes insipidus dapat disembuhkan?

Apa saja pilihan pengobatan saya untuk diabetes insipidus? – Diabetes insipidus tidak dapat disembuhkan. Penyakit ini bersifat permanen dan akan terus ada seumur hidup. Bahkan, hingga saat ini belum ada obat yang dapat menyembuhkan diabetes insipidus. Walaupun demikian, ada sejumlah pengobatan atau penanganan yang dapat dilakukan untuk meringankan gejala dan mengurangi risiko komplikasi.

See also:  What Is The Difference Between Type 1 And 2 Diabetes?

Apakah penderita diabetes insipidus memiliki risiko tinggi mengalami dehidrasi?

Mana yang Lebih Berbahaya? – Untuk diabetes insipidus, bahaya terbesar adalah dehidrasi. Orang yang merasa haus terus-menerus mungkin terlalu sering minum air dan menciptakan kondisi untuk keracunan air. Namun, ketika dikelola dengan benar, level cairan dapat dipertahankan.

Ini bisa diatasi dengan perubahan gaya hidup, dan kadang-kadang melalui penggunaan Desmopressin, yang merupakan versi sintetis dari hormon Vasopresin yang diproduksi secara alami oleh tubuh. Baca juga: Takut Diabetes? Ini 5 Bahan Pengganti Gula Sedangkan pada diabetes mellitus, bahaya terbesar terjadi ketika kadar gula darah terlalu tinggi atau terlalu rendah.

Kadar gula darah yang tinggi dapat menyebabkan kerusakan saraf, tekanan darah tinggi, dan mengeraskan dinding pembuluh darah. Kadar gula darah yang terlalu rendah dapat menyebabkan kejang, kerusakan otak, dan bahkan koma.

Apakah diabetes insipidus menyebabkan dehidrasi?

Dehidrasi – Tubuh penderita diabetes insipidus tidak mampu mempertahankan kadar cairan tubuh yang normal. Akibatnya, penderita sangat rentan mengalami dehidrasi, yang ditandai dengan keluhan berikut:

Mulut dan bibir kering Kulit kering, keriput, dan tidak kenyal Pusing atau sakit kepala Bingung dan mudah marah

Dehidrasi ringan dapat diatasi dengan, Jika sudah tergolong berat, pasien perlu dirawat di rumah sakit untuk mendapatkan cairan melalui infus. Terakhir diperbarui: 7 September 2021 : Komplikasi Diabetes Insipidus

Suatu kelainan ginjal dimana seseorang banyak mengeluarkan kencing akibat kekurangan hormone ADH disebut?

Rumah Sakit GADING PLUIT Diabetes Insipidus Adalah Gangguan Fungsi Ginjal Yang Disebabkan Oleh SERING KENCING, WASPADAI DIABETES INSIPIDUS Bolak-balik ke kamar kecil, dalam satu hari bisa lebih dari 20 kali, bahkan hampir tiap jam. Ini adalah gambaran seseorang yang menderita penyakit diabetes insipidus. Diabetes insipidus berbeda dengan penyakit kencing manis (diabetes melitus) yang biasa kita kenal, namun menunjukkan gejala sering kencing seperti pada DM.

  • Diabetes insipidus adalah gangguan kemampuan tubuh mengatur keseimbangan cairan dan elektrolit.
  • Ini termasuk penyakit langka.
  • Diabetes insipidus tidak ada hubungannya dengan gula.
  • Penyakit ini karena kekurangan hormon ADH ( antidiuretic hormone ), hormon yang berfungsi menahan kencing.
  • Alau hormon ini tidak ada otomatis keluar semua air kencingnya,” terang dr.

Beni Santosa, SpPD-KEMD, FINASIM, dari RS Gading Pluit, Jakarta. ADH berperan penting dalam menjaga keseimbangan cairan dalam tubuh. ADH yang disebut juga hormon arginine vasopressin (AVP) diproduksi oleh sel-sel saraf di area hipotalamus otak. AVP dikeluarkan oleh hipotalamus ke kelenjar pituitari untuk disimpan sampai saat ia dibutuhkan.

Elenjar pituitari melepaskan ADH saat jumlah cairan dalam tubuh berkurang. Ia akan menahan pengeluaran cairan tubuh dengan mengurangi jumlah air yang keluar lewat ginjal. Pada diabetes insipidus, kurangnya ADH berarti ginjal tidak bisa memroduksi urin dalam konsentrasi yang cukup dan meloloskan terlalu banyak air keluar tubuh.

Tubuh melakukan mekanime kompensasi keluarnya air tubuh, dengan memunculkan rasa haus. Terjadi sebuah siklus kencing-haus-minum-kencing. Penyebab Diabetes insipidus bisa terjadi pada siapa saja. Penyebab pasti diabetes insipidus, atau kenapa otak tidak memproduksi cukup hormon ADH belum diketahui jelas.

“Namun biasanya berhubungan dengan kecelakaan, penyempitan pembuluh darah otak, efek operasi pengangkatan tumor otak, atau efek samping terapi radiasi akibat kanker yang menyebar di otak,” jelas dr. Beni dalam seminar ilmiah Management of Endocrine Disorder and Tumors, beberapa waktu lalu. Gejalanya khasnya adalah rasa ingin kencing yang terus-menerus, haus dan kulit kering.

Selain itu penderita akan mengalami gangguan konsentrasi, perubahan mood dan gangguan tidur. “Rasa ingin kencing yang muncul bukan seperti anyang-anyangan, tetapi air kencing keluar banyak. Bisa muncul tiap jam, tengah malam bisa kencing sampai 4 kali.

  • Penderita biasanya merasa lemas karena dehidrasi,” imbuh dr. Beni.
  • Beberapa literatur menyebutkan seseorang yang menderita diabetes insipidus bisa buang air kecil tiap 15-20 menit.
  • Jumlah urin yang keluar antara 5 liter (pada kasus ringan) sampai 20 liter (pada kasus berat).
  • Diabetes insipidus tidak boleh dipandang enteng karena berisiko membuat tubuh dehidrasi.
See also:  Diabetes Where You Don'T Take Insulin?

Bahaya dehidrasi berat antara lain syok, koma, gagal ginjal, kejang, bahkan kematian akibat kegagalan fungsi organ-organ vital. Pengobatan Pengobatan diabetes insipidus tergantung penyebabnya. Jika disebabkan oleh kecelakaan atau tumor yang menekan pada area hipotalamus, atau bila dipicu oleh penyempitan pembuluh darah, setelah penyebabnya dikoreksi, keluhan diabetes insipidus akan sembuh.

Seorang dokter mendiagnosis seorang pasien menderita diabetes melitus karena adanya gangguan hormonal gangguan hormon apakah yang dimaksud?

Apa itu diabetes melitus? – Diabetes melitus atau penyakit kencing manis adalah suatu penyakit kronis ketika kadar gula darah (glukosa) di dalam tubuh terlampau tinggi dan berada di atas normal. Tingginya kadar gula darah penyebab diabetes melitus dapat terjadi karena kurangnya hormon insulin ataupun tidak tercukupinya hormon insulin karena tubuh tidak dapat menggunakannya secara optimal (resistensi insulin).

Saat urine seseorang mengandung glukosa maka kemungkinan orang tersebut mengalami gangguan pada bagian nefron yang mana?

Oleh karena itu, pilihan jawaban yang tepat adalah C. Diabetes melitus, yaitu penyakit yang ditandai dengan tingginya kadar glukosa di dalam darah sehingga urine yang dihasilkan masih mengandung glukosa. Glukosa seharusnya tidak ada pada kandungan urin sesungguhnya, karena glukosamengalami reabsopsi (penyerapan kembali) pada bagian tubulus kontortus proksimal. Diabetes melitus, yaitu penyakit yang ditandai dengan tingginya kadar glukosa di dalam darah sehingga urine yang dihasilkan masih mengandung glukosa. Glukosa seharusnya tidak ada pada kandungan urin sesungguhnya, karena glukosa mengalami reabsopsi (penyerapan kembali) pada bagian tubulus kontortus proksimal.

Penyakit pada sistem ekskresi dimana tubuh kekurangan hormon ADH?

Hormon antidiuretik (ADH) adalah hormon yang berfungsi membatasi pembuangan cairan tubuh dalam bentuk urine berdasarkan tingkat kebutuhan cairan tubuh saat itu. Jika tubuh sedang membutuhkan lebih banyak cairan, ADH akan bekerja dan tubuh akan memproduksi lebih sedikit urine.

Adblock
detector