Definisi Diabetes Melitus Tipe 2 Menurut Who?

Definisi Diabetes Melitus Tipe 2 Menurut Who
DM tipe 2 yang merupakan penyakit gangguan metabolisme kronis dengan karakteristik tingginya kadar glukosa darah disebabkan oleh resistensi insulin dan defisiensi insulin. Penderita DM tipe 2 mempunyai karakteristik yaitu obesitas. WHO menyebutkan bahwa 1 dari 10 penderita DM tipe 2 juga mengalami obesitas.

Apa yang dimaksud Diabetes Melitus Tipe 2?

Apa itu diabetes tipe 2? – Diabetes melitus tipe 2 (DM tipe 2) adalah kondisi yang ditandai dengan kadar gula darah yang melebihi batas normal. Pada diabetes tipe 1, tingginya kadar gula darah disebabkan oleh organ pankreas yang tidak dapat memproduksi hormon insulin secara optimal.

  • Sementara itu, diabetes melitus tipe 2 biasanya terjadi karena sel-sel tubuh yang tak lagi peka terhadap insulin sehingga kesulitan mengubah glukosa menjadi energi.
  • Dengan kata lain, pankreas tetap memproduksi insulin pada orang yang memiliki DM tipe 2, tapi tubuh tak lagi sensitif terhadap keberadaannya.

Jika gula darah dibiarkan terus tinggi, penderita berisiko mengalami komplikasi diabetes yang memengaruhi sistem saraf, jantung, ginjal, mata, pembuluh darah, serta gusi dan gigi.

Jelaskan apa yang dimaksud dengan diabetes melitus tipe 1 dan tipe 2?

Diabetes tipe 1 disebabkan oleh pankreas yang memecah sel-sel untuk produksi hormon insulin. Sehingga, insulin tidak dapat diproduksi, dan membutuhkan asupan dari luar seperti suntik insulin. Sedangkan diabetes tipe 2 disebabkan oleh kelenjar pankreas yang tidak dapat mencukupi kebutuhan insulin pada tubuh.

Kapan DM tipe 1 akan berubah menjadi DM tipe 2?

3. Diabetes Tipe 1 Lebih Banyak Menyerang Anak-anak – Meskipun penyakit ini dapat menyerang siapa saja, tapi diabetes tipe 1 lebih banyak ditemukan pada anak-anak. Karena itu, pastikan anak mengonsumsi makanan yang sehat, Selain itu, pastikan gizi dan nutrisi anak terpenuhi dengan baik dan seimbang.

See also:  Obat Diabetes Yang Aman Untuk Ibu Hamil?

Berapa kadar HbA1c yang normal?

Kapan Harus Melakukan Cek Gula Darah (HbA1c)? – Pada dasarnya, tiap orang yang mengidap diabetes wajib melakukan pemeriksaan hemoglobin terglikosilasi. Pemeriksaan ini direkomendasikan tiga bulan sekali atau paling tidak setahun sekali. Tes HbA1c juga dapat digunakan untuk memeriksa kondisi prediabetes pada orang dewasa.

  1. Prediabetes berarti kadar gula darah yang menunjukkan risiko terkena diabetes.
  2. Tes HbA1c ini dapat membantu pengidap diabetes dan prediabetes untuk memantau kondisi dan kadar glukosa tubuhnya.
  3. Selain itu, seseorang yang merasakan gejala diabetes juga bisa segera melakukan pemeriksaan ini.
  4. Diskusikan dengan dokter kapan waktu terbaik untuk menjalani tes ini.

Selain itu, diskusikan dengan dokter mengenai pemeriksaan apa saja yang diperlukan untuk memantau kondisi diabetes atau prediabetes. Bagaimana Melakukan Cek Gula Darah (HbA1c)? Prosedur pemeriksaan gula darah HbA1c bisa dibilang hampir sama dengan prosedur tes darah pada umumnya.

  1. Di sini dokter atau tenaga medis kana mengambil darah dengan menusuk jarum pada pembuluh darah di lengan.
  2. Baca juga: Diabetes Tipe 2: Inilah 4 Camilan yang Mesti Dihindari Pengidapnya Setelah darah diambil, sampel darah selanjutnya akan diuji di laboratorium.
  3. Umumnya, hasil pemeriksaan HbA1c ini bisa dilihat dalam beberapa hari.

Mintalah bantuan dokter atau tenaga medis untuk menafsirkan hasil tersebut. Hasil pemeriksaan HbA1c akan tertulis dalam persentase, seperti:

Normal: jumlah HbA1c di bawah 5,7 persen.Prediabetes: jumlah HbA1c antara 5,7–6,4 persen.Diabetes: jumlah HbA1c mencapai 6,5 persen atau lebih.

Hal yang perlu ditegaskan, semakin tinggi jumlah HbA1c, maka semakin banyak hemoglobin yang berkaitan dengan glukosa. Kondisi inilah yang bisa menandakan bahwa kadar gula darah tinggi dalam darah. Ingat, bila kadar HbA1c lebih dari 8 persen, ada kemungkinan tubuh mengalami diabetes yang tidak terkontrol.

See also:  Jenis Pisang Yang Baik Untuk Diabetes?

Apakah faktor risiko utama yang menjadi penyebab terjadinya penyakit DM tipe 2?

Faktor Risiko Diabetes Melitus – Nah, setiap jenis diabetes mellitus memiliki faktor risiko yang berbeda-beda. Berikut ini faktor-faktor risiko diabetes tipe 1:

Memiliki anggota keluarga yang mengidap diabetes tipe 1 Terkena infeksi virus Orang berkulit putih dipercaya lebih berisiko mengalami diabetes tipe 1 dibandingkan ras lain Bepergian ke daerah yang jauh dari khatulistiwa (ekuator) Usia. Meskipun diabetes tipe 1 bisa muncul pada usia berapapun, tapi penyakit ini banyak dialami oleh anak-anak berumur 4–7 tahun dan 10–14 tahun.

Baca juga: Cegah Gula Darah Naik dengan Ketahui 5 Pantangan Pengidap Diabetes Sedangkan faktor risiko diabetes mellitus tipe 2 adalah sebagai berikut:

Mengalami obesitas atau kelebihan berat badan. Memiliki riwayat keluarga dengan diabetes tipe 2. Kurang aktif bergerak. Aktivitas fisik bisa membantu seseorang untuk mengontrol berat badan, membakar glukosa sebagai energi, dan membuat sel tubuh lebih sensitif terhadap insulin. Itulah mengapa, orang yang kurang beraktivitas fisik akan lebih mudah terkena diabetes tipe 2. Usia. Risiko terkena diabetes tipe 2 akan meningkat seiring bertambahnya usia. Mengidap tekanan darah tinggi atau hipertensi, Memiliki kadar kolesterol dan trigliserida yang tidak normal. Orang yang memiliki kadar kolesterol baik atau HDL ( high-density lipoprotein ) yang rendah, tapi kadar trigliseridanya tinggi lebih berisiko mengalami diabetes tipe 2. Mengidap polycystic ovarian syndrome (PCOS). Khusus pada wanita, memiliki riwayat penyakit PCOS membuat seorang wanita berisiko tinggi mengalami diabetes tipe 2.

Sedangkan pada ibu hamil, risiko mengalami diabetes gestasional semakin besar bila ibu mengidap diabetes tipe 2. Nah, itulah faktor-faktor risiko diabetes mellitus berdasarkan jenisnya. Bila kamu memiliki faktor risiko tersebut, segeralah mulai upaya pencegahan diabetes melitus dengan memeriksakan kadar gula darah kamu secara berkala, melakukan diet sehat, olahraga teratur, berhenti merokok, dan mengontrol penyakit yang mendasari, seperti hipertensi, kolesterol dan PCOS.

See also:  How Does Gestational Diabetes Affect The Baby?

Kenapa DM tipe 2 diberikan insulin?

Suntik Insulin pada Penderita Diabetes – diberikan kepada penderita dan untuk menggantikan fungsi hormon insulin yang seharusnya diproduksi oleh pankreas. Diabetes tipe 1 membuat penderitanya tidak dapat menghasilkan insulin dalam jumlah yang cukup atau bahkan tidak diproduksi sama sekali. Kondisi ini membuat suntik insulin menjadi pengobatan utama bagi penderita diabetes tipe 1.

Sementara pada penderita diabetes tipe 2, tubuh masih bisa memproduksi insulin secara alami meski jumlahnya tidak mencukupi atau sel-sel di dalam tubuh tidak sensitif terhadap efek hormon tersebut.Pada kondisi ini, dokter biasanya akan menyarankan penanganan lain, seperti menjalani pola hidup sehat dan memberikan minum.Namun, jika kondisi diabetes yang dialami semakin memburuk atau bila metode penanganan diabetes lain sudah tidak lagi efektif, dokter akan menyarankan pemakaian suntik insulin.

Adblock
detector