Darah Penderita Diabetes Mengandung Aseton Yang Dihasilkan Melalui?

Darah Penderita Diabetes Mengandung Aseton Yang Dihasilkan Melalui
Pembentukan Senyawa Keton di Hati Sebagai Regulasi Tubuh dalam Menyimpan Glukosa dan Lemak Bicara mengenai metabolisme, tentu tak akan lepas dari regulasinya, Regulasi adalah kemampuan tubuh untuk mengatur kegiatan metabolisme: kapan enzim A harus disintesis, kapan protein X, misalnya, melebihi kebutuhan sehingga langkah penyimpanan Y dalam bentuk komponen Z harus mulai berjalan dst yang semuanya diatur melalui banyak mekanisme biokimia.

Tak terkecuali pada proses oksidasi beta asam lemak (mengenai oksidasi beta asam lemak lihat postingan saya sebelumnya). Terkait dengan regulasi pada reaksi beta oksidasi asam lemak saya terlebih dahulu akan memaparkan contoh sederhana lain yakni senyawa hipoglisin. Hipoglisin merupakan senyawa yang ditemukan pada buah ackee mentah yang dahulu mengakibatkan penyakit endemik pada penduduk Jamaika yang dicirikan dengan hipoglisemia ( gula darah rendah).

Hipoglisin sendiri merupakan senyawa turunan asam propionat. Hipoglisin mengalami pengubahan metabolik menjadi senyawa, yang dalam bentuk ester Koa nya merupakan penghambat spesifik dan amat kuat terhadap oksidasi asil Koa berantai pendek, terutama butiril Koa (empat atom karbon).

  • Akibatnya butiril Koa terhidrolisis menghasilkan butirat bebas yang terakumulasi dalam darah dan mengakibatkan penurunan tingkat gula darah.
  • Disini dapat dilihat bahwa kata-kata ‘penghambat spesifik’ bisa diartikan sebagai proses yang telah mengacak-acak regulasi yang ada pada reaksi oksidasi beta lemak tubuh sehingga berimbas pada kelainan metabolisme yang berujung pada penyakit tertentu.

Dapat dikatakan bahwa tubuh berusaha sebisa mungkin menjaga segala sesuatu yang berkaitan dengan metabolisme berada pada jalur yang benar kecuali ada beberapa kasus seperti gangguan genetik atau konsumsi racun yang membuat jalur metabolisme tubuh tidak mengikuti regulasi.

Tahap pertama: Pembentukan Asetoasetat dalam Hati Pada tahap ini terjadi kondensasi (lawan dari reaksi hidrolisis) secara enzimatik antara dua molekul asetil Koa oleh bantuan enzim tiolase.Asetil Koa + asetil Koa = asetoasetil-s-koa + Koa-SH

Setelah reaksi seperti di atas maka asetoasetil-S-Koa bereaksi dengan air menjadi asetoasetat dan Koa-SH. Asetoasetat merupakan molekul yang tidak stabil yakni mudah kehilangan gugus karboksilnya (spontan maupun karena enzim). Asetoasetat yang telah kehilangan gugus karboksil akan menjadi aseton.

Aseton mudah menguap dan terdapat dalam jumlah banyak dalam darah penderita diabetes. Selain itu aseton juga menyebabkan bau manis yang khas. Jika tidak menjadi aseton, asetoasetat bersama dengan d-beta-hidroksibutirat akan berdifusi keluar sel hati menuju aliran darah dan bermuara ke periferi. Hal ini penting karena organ utama oksidasi lemak dan metabolisme lanjut asetil koa adalah pada organ hati melalui jalur 1, atau dengan senyawa keton melalui jalur 2 ketika sebagian asetil Koa dalam bentuk keton ini dapat dikirim ke jaringan lain/periferi.

Lintas kedua ini merupakan lintasan yang melimpah. Biasanya konsentrasi keton dalam darah sangat rendah, kecuali pada orang yang sedang berpuasa dan penderita diabetes melitus. Ketika berpuasa atau ketika terserang penyakit diabetes melitus, kecepatan pembentukan senyawa keton oleh hati melebihi kapasitas jaringan periferi untuk memanfaatkannya.

Husus pada penderita diabetes, jaringan tidak dapat memanfaatkan glukosa dari darah, akibatnya hati mencoba mengatasi dengan menguraikan/mengoksidasi asam lemak lebih banyak sebagai bahan bakar tetapi hal ini menyebabkan kelebihan produksi senyawa keton oleh hati yang melebihi kemampuan jaringan periferi tubuh untuk mengoksidasinya.

Hambatan Alosterik Malonil Koa terhadap Jalur Metabolisme Asil lemak Koa Dua alternatif lintasan metabolisme juga terjadi pada hasil oksidasi beta lemak lainnya yakni asil lemak Koa. Asil lemak Koa dihadapkan pada dua alternatif lintas utama yakni 1) oksidasi di dalam mitokondria atau 2) pengubahan menjadi triasilgliserol dan fosfolipid oleh enzim-enzim di dalam sitosol.

Lintasan mana yang akan dipilih akan bergantung pada kecepatan pemindahan asil lemak Koa berantai panjang ke dalam mitokondria (ingat kembali tahapan lemak ketika harus melewati membran mitokondria melalui beberapa bantuan enzim). Ingat kembali fungsi enzim karnitin asiltransferase yaitu mengatalisis pemindahan gugus asil lemak dari asil lemak Koa menuju karnitin di luar daerah matriks mitokondria.

Enzim ini, ternyata bersifat alosterik. Enzim ini dihambat secara spesifik oleh modulatornya, malonil Koa. Kadar malonil Koa akan meningkat ketika tubuh cukup diberikan karbohidrat yakni ketika kelebihan glukosa tidak dapat dioksidasi atau disimpan sebagai glikogen, namun diubah menjadi triasilgliserol/lemak (dalam hal ini terjadi biosintesis/pembuatan asam lemak, lawan dari oksidasi/pemecahan asam lemak),

Dengan kata lain oksidasi atau ‘mencerna lemak’ dihentikan ketika hati cukup memperoleh glukosa, dan tubuh mulai menyimpan lemak. Terhentinya oksidasi asam lemak terjadi melalui penghambatan alosterik terhadap masuknya gugus asil lemak ke dalam mitokondria. Asetil Koa di antara 2 pilihan: Langsung Masuk Siklus Asam Sitrat atau Diubah Menjadi Senyawa Keton dan Dikirim ke Jaringan Periferi Kembali lagi pada senyawa asetil Koa.

See also:  What Is The Best Way To Test For Diabetes?

Proses lanjutan pada asetil Koa terdapat dua kemungkinan. Yang pertama asetil Koa dioksidasi menjadi CO2 melalui siklus asam sitrat atau alternatif lain yakni diubah menjadi senyawa keton untuk dikirim ke jaringan periferi. Kunci penentuannya ada pada senyawa oksaloasetat.

  • Oksaloasetat merupakan senyawa penting utuk memulai tahap masuknya asetil Koa ke dalam siklus asam sitrat.
  • Jika konsentrasi oksaloasetat sangat rendah, maka hanya sedikit asetil Koa yang masuk dalam siklus asam sitrat, di sisi lain lebih banyak yang akan dibentuk menjadi senyawa keton.
  • Onsentrasi oksaloasetat rendah ketika tubuh dalam keadaan puasa/diet karbo.

Dalam hal ini kecepatan oksidasi lemak meningkat dengan bahan bakar utama keton. Referensi: Thenawijaya, Maggie.1982. Dasar-Dasar Biokimia, Jakarta: Penerbit Erlangga. : Pembentukan Senyawa Keton di Hati Sebagai Regulasi Tubuh dalam Menyimpan Glukosa dan Lemak

Apa itu ketones dalam gula darah?

Terimakasih sudah bertanya di alodokter. Keton merupakan asam yang terbentuk saat tubuh tidak lagi menggunakan karbohidrat sebagai sumber energi, melainkan lemak. Biasa hal ini terjadi pada penderita Diabetes Melitus baik tipe 1 ataupun 2 akibat tubuh kekurangan insulin untuk memasukkan gula ke dalam sel dan jaringan.

Apa yang dimaksud dengan ketoasidosis diabetik?

Ketoasidosis diabetik adalah komplikasi serius diabetes yang terjadi ketika tubuh memproduksi asam darah tingkat tinggi yang disebut keton. Kondisi ini berkembang ketika tubuh tidak dapat memproduksi cukup insulin. Insulin biasanya memainkan peran kunci dalam membantu gula (glukosa) yang merupakan sumber energi utama untuk otot dan jaringan lain memasuki sel tubuh.

  • Tanpa insulin yang cukup, tubuh mulai memecah lemak sebagai bahan bakar.
  • Proses ini menghasilkan penumpukan asam dalam aliran darah yang disebut keton, yang akhirnya menyebabkan penyakit ini jika tidak segera diobati.
  • Pengidap diabetes atau mereka yang berisiko terkena diabetes, perlu mewaspadai kondisi ini.

Ketoasidosis diabetik umum dijumpai pada pengidap diabetes tipe 1, dan cukup jarang ditemui pada kasus diabetes tipe 2.

Apa yang menyebabkan urine berwarna kuning?

Berdasarkan artikel kesehatan Harvard University, jumlah banyak urin yang rata – rata orang hasilkan dalam sehari adalah hampir enam setengah cangkir dan empat sampai delapan kali ke toilet dalam satu hari. Kebanyakan dari Anda tidak terlalu memperhatikan warna dari urin, kecuali terjadi perbedaan yang sangat mencolok dari biasanya seperti warna atau bau yang berbeda.

Urin merupakan produk limbah yang disaring oleh ginjal yang berasal dari darah dan berwarna kekuningan tergantung pada proporsi zat limbah pada air seni. Warna kuning tersebut berasal dari urochrome, zat yang dihasilkan oleh pemecah hemoglobin yang merupakan protein pembawa oksigen dalam sel darah merah.

Ada beberapa hal yang menyebabkan perbedaan intensitas warna pada urin seperti; banyaknya volume cairan yang Anda konsumsi, makanan, vitamin atau obat – obatan yang sedang dikonsumsi. Selanjutnya, perubahan warna pada urin dapat menandakan masalah medis yang dapat berkisar dari yang relatif jinak seperti infeksi saluran kemih, hingga kasus yang serius seperti kanker ginjal atau kandung kemih. Darah Penderita Diabetes Mengandung Aseton Yang Dihasilkan Melalui Buah – buahan, sayuran dan vitamin Buah – buahan seperti buah bit, blackberry, rhubarb untuk sementara dapat mengubah warna air seni menjadi kemerahan yang mungkin akan mengejutkan bagi sebagian orang karena berasumsi urinnya bercampur dengan darah. Mengonsumsi wortel secara langsung atau yang sudah di jus dapat mengubah warna air seni menjadi lebih kuning karena kandungan vitamin C dan vitamin B dapat mengubahnya menjadi kuning-hijau fluorescent. Darah Penderita Diabetes Mengandung Aseton Yang Dihasilkan Melalui Obat – obatan dan masalah medis Berbagai resep obat – obatan yang dijual bebas dan kondisi medis tertentu juga dapat mengubah warna urin Anda. Sebagai contoh infeksi saluran kemih (ISK) yang memengaruhi sekitar separuh dari semua wanita setidaknya sekali selama hidup mereka.

Lendir dan sel darah putih yang terkait dengan Urinary Tract Infections (UTIs) yang dapat mengubah urine menjadi keruh dan menyebabkan bau yang menyengat. Gejala buang air kecil mendesak yang sering, rasa sakit terbakar dengan buang air kecil dan sakit perut. Akan sangat bijak untuk berkonsultasi dengan dokter Anda ketika mengalami gejala – gejala seperti ini yang biasanya hilang dengan cepat setelah Anda memulai antibiotik oral.

Beberapa obat – obatan yang dapat memengaruhi pergantian warna pada urin adalah; pertama, senna (Ex-Lax), chlorpromazine (Thorazine), thioridazine (Mellaril) yang akan memberikan warna merah pada urin. K edua, rifampin (Rifadin), warfarin (Coumadin), phenazopyridine (Pyridium) yang akan memberikan warna orens pada urin.

  1. Etiga, amitriptyline (generic), indomethacin (Indocin), cimetidine (Tagamet), promethazine (Phenergan) yang memberikan warna biru atau hijau pada urin.
  2. Eempat, chloroquine (Aralen), primaquine (generic), metronidazole (Flagyl), nitrofurantoin (Furadantin) yang memberikan warna kecoklatan seperti warna teh pada urin.

Pada Urinary Tract Infections (UTIs) akan menyebabkan darah pada urin atau dalam bahasa medisnya disebut dengan hematuria. Jika jumlahnya sangat kecil, urin akan tampak normal dan darah hanya terlihat di bawah mikroskop sedangkan jumlah yang lebih besar dapat menyebabkan urin tampak berwarna merah muda, merah, atau berwarna cola. Darah Penderita Diabetes Mengandung Aseton Yang Dihasilkan Melalui Penyebab lain dari hematuria adalah batu ginjal, Ketika batu tersebut mengiritasi ureter (saluran yang menbawa urin dari ginjal ke kandung kemih) maka darah akan bercampur dengan urin. Batu ginjal juga akan menyebabkan rasa sakit yang ekstrem di punggung, demam, menggigil dan muntah.

See also:  Which Asana Is Useful In Diabetes?

Kebenaran Tentang Urin Tes Urin

Keton hasil metabolisme apa?

Keton merupakan produk sampingan dari metabolisme lemak. Proses metabolisme yang satu ini merupakan kondisi normal. Meski begitu, jumlah keton yang terlalu banyak bisa menimbulkan berbagai gejala yang mengganggu.

Keton itu artinya apa?

KADAR KETON TINGGI DALAM DARAH MENANDAKAN SESUATU YANG TIDAK BERES 01-January-1970 KADAR KETON TINGGI DALAM DARAH MENANDAKAN SESUATU YANG TIDAK BERES Tubuh manusia membutuhkan glukosa. Glukosa adalah bahan bakar yang membuat otak bekerja dan otot manusia bergerak.

  • Tetapi tanpa cukup insulin untuk mengangkut glukosa ke dalam sel, tubuh akan memecah lemak untuk bahan bakar, bukan glukosa, menyebabkan keton menumpuk dan bersirkulasi di aliran darah.
  • Jika keton dalam jumlah besar menumpuk, keasaman darah meningkat, Anda menderita apa yang disebut ketoasidosis diabetik, atau disingkat DKA, masalah medis yang memerlukan penanganan segera.

Diabetes mellitus (DM) merupakan penyakit kronis dengan kejadian yang meningkat di seluruh dunia. DM adalah sekelompok penyakit metabolik yang ditandai dengan hiperglikemia kronik akibat gangguan sekresi insulin, kerja insulin, atau keduanya, yang menurunkan kerja insulin pada jaringan target, sehingga terjadi kelainan metabolisme karbohidrat, lemak, dan protein.

  • Berdasarkan penyebabnya, DM dikelompokkan menjadi empat jenis, yaitu DM tipe-1, DM tipe-2, DM tipe lain, dan DM pada kehamilan atau kehamilan.
  • Ebanyakan penderita diabetes pada anak-anak dan remaja adalah diabetes melitus tipe-1.
  • Anak dengan DM tipe 1 menghadapi komplikasi jangka pendek seperti hipoglikemia dan diabetik ketoasidosis (KAD) yang keduanya memiliki risiko morbiditas dan mortalitas.

Diabetes melitus (DM) tipe-1 merupakan penyakit kronis yang belum dapat disembuhkan, namun upaya pengendalian tingkat metabolisme dengan baik dan optimal dapat menjaga perkembangan dan pertumbuhan normal serta mencegah terjadinya komplikasi. Menurut American Diabetes Association (ADA), penderita diabetes tipe 1 telah kehilangan kemampuan untuk memproduksi insulin, sehingga keton bisa terjadi saat dosis insulin terlewat, atau saat kebutuhan insulin tubuh meningkat akibat stres atau penyakit.

Keton adalah produk sampingan dari metabolisme lemak, keton diproduksi ketika glukosa tidak tersedia untuk sel tubuh sebagai sumber energi atau ketika tubuh tidak dapat menggunakan glukosa sebagai sumber bahan bakar karena tidak ada insulin atau tidak cukup insulin. Lemak digunakan sebagai bahan bakar.

Saat lemak dimetabolisme, produk sampingan yang disebut keton ini terbentuk dan ada di dalam darah. Jika kadar keton dalam darah tinggi, artinya Anda yang menderita diabetes tipe 1 berisiko terkena ketoasidosis diabetikum. Ini bisa mengancam jiwa, jadi penting untuk menyadari kadar keton Anda.

Adar keton yang tinggi dalam darah Anda adalah tanda bahwa ada sesuatu yang tidak beres, Anda dapat mengetahui apakah Anda memiliki kadar keton yang tinggi dalam darah Anda dengan memeriksanya. Dokter Anda akan memberi Anda gambaran tentang apa kisaran target Anda dan apa yang harus dilakukan jika Anda melampaui itu, pemantauan kadar keton sangat penting ketika pasien diabetes tipe 1 sakit atau memiliki kadar glukosa tinggi secara konsisten.

ADA merekomendasikan: Saat Anda sakit (saat Anda pilek atau flu misalnya), periksakan keton Anda setiap 4 hingga 6 jam. Dan periksa setiap 4 hingga 6 jam jika gula darah Anda lebih dari 240 mg / dl dan juga periksa keton jika mengalami gejala KAD. Gejala Awal:

  • Mulut kering dan rasa haus yang berlebihan
  • Sering buang air kecil
  • Glukosa darah tinggi
  • Keton tingkat tingg i

Gejala lanjutan:

  • Merasa lelah Mual, muntah, atau sakit perut
  • Sulit bernafas

Referensi:

  1. Miranda Adelita, Karina Sugih Arto, Melda Deliana, Kontrol Metabolik pada Diabetes Melitus Tipe-CDK-284/ vol.47 no.3 th.2020.
  2. Pulungan AB, Annisa D, Imada S. Diabetes melitus tipe-1 pada anak: Situasi di Indonesia dan tatalaksana. Sari Pediatri.2019;6:392-400.
  3. Darwish HM, Kharroubi AT. Diabetes Mellitus: The epidemic of the century. World J Diabetes.2015;6:850-67.
  4. Mayer-Davis EJ, Kahkoska AR, Jefferies C, Dabelea D, Balde N, Gong CX, et al. ISPAD clinical practice consensus guidelines 2018: Definition, epidemiology, and classification of diabetes in children and adolescents. Pediatr Diabetes.2018;19:7-19.
  5. Ridwan Z, Bahrun U, Pakasi RDN. Ketoacidosis diabetic di diabetes melitus tipe 1. Indones J Clin Pathol Med Laboratory.2016;2:200-3.
  6. Tridjaya B, Yati NP, Faizi M, Marzuki AN, Moelyo AG, Soesanti F. Konsensus nasional pengelolaan diabetes melitus tipe 1.3rd Ed. Jakarta: Badan Penerbit Ikatan Dokter Anak Indonesia; 2015.p.1-96.
  7. Endyarni B, Batubara JRL, Boediman I. Effects of structured educational intervention on metabolic control of type-1 diabetes Mellitus patients. Pediatr Indones.2006;46:260-5.
  8. Cooke DW, Platnick L. Type 1 diabetes melitus in pediatrics. Pediatr in Rev.2008;28:347-85.
  9. Beck JK, Pharm, Cogen FR. Outpatient management of pediatric type 1 diabetes. J Pediatr Pharmacol.2015;5:344-57.
  10. Rahmawati L, Soedjatmiko, Gunardi H, Sekartini R, Batubara JRL, Pulungan AB. Gangguan perilaku pasien diabetes melitus tipe-1 di poliklinik endokrinologi anak Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo. Sari Pediatri 2007;4:264-9 https://labtestsonline.org/understanding/analytes/blood-ketones/tab/sample.
See also:  Which Diabetes Is Worse?

: KADAR KETON TINGGI DALAM DARAH MENANDAKAN SESUATU YANG TIDAK BERES

Kapan proses ketosis terjadi?

Ketosis – Ketosis adalah proses metabolisme yang normal dan tidak berbahaya. Kondisi ini terjadi saat tubuh kekurangan karbohidrat untuk dibakar menjadi energi. Sebagai gantinya, tubuh akan membakar lemak untuk mencukupi kebutuhan energinya. Proses metabolisme lemak ini akan menghasilkan senyawa yang disebut keton.

Apa penyebab keton tinggi?

Peningkatan badan keton dalam darah dan urin dapat disebabkan oleh : Melakukan diet ekstrim dan puasa yang lama ( lebih dari 18 jam) Diabetes Mellitus tipe 1 dan tipe 2. Anorexia, bullimia, aloholisme.

Berapa kadar keton normal dalam darah?

Konsentrasi keton normal dalam darah adalah 0,03-0,5 mmol/L.

Apa fungsi keton dalam tubuh?

4. Mengontrol epilepsi – Sebenarnya, sebelum diet ketogenik atau keadaan ketosis dimanfaatkan untuk menurunkan berat badan, diet ini dimanfaatkan untuk mengobati terlebih dahulu. Para ahli percaya bahwa senyawa keton yang dihasilkan saat tubuh dalam keadaan ketosis dapat menjadi sumber energi bagi otak yang lebih baik daripada glukosa.

Bolehkah makan pisang bagi penderita diabetes?

Perhatikan juga indeks glikemik makanan – Dalam tetap normal, penderita diabetes juga harus memperhatikan pada makanan yang dimakan. Makanan yang indeks glikemiknya rendah, tidak akan membuat kadar gula darah melonjak tiba-tiba, begitupun sebaliknya. Pisang merupakan buah yang tergolong memiliki indeks glikemik menengah.

  • Pisang berwarna hijau sangat direkomendasikan untuk pasien diabetes karena indeks glikemiknya lebih rendah dibanding pisang berwarna kuning matang.
  • Beberapa contoh makanan lain yang rendah indeks glikemik adalah kacang-kacangan dan sayuran.
  • Daging, ikan, unggas, keju dan telur juga merupakan contoh makanan yang mengandung sedikit karbohidrat.

Sementara itu, buah yang memiliki indeks glikemik rendah selain pisang hijau adalah apel mentah, ceri dan jeruk bali. Pasien diabetes juga perlu makan beberapa makanan berprotein dan lemak sehari-hari. Hal itu akan membantu agar tidak terlalu banyak menggunakan karbohidrat dalam makanan yang dimakan.15 Pilihan Makanan dan Minuman untuk Diabetes, Plus Menunya! Kesimpulannya, pasien diabetes boleh saja mengonsumsi pisang asalkan porsinya disesuaikan dengan asupan karbohidrat harian.

Kenapa keton meningkat?

Penyebab Ketoasidosis Diabetik – Ketoasidosis diabetik umumnya terjadi karena tubuh tidak memiliki cukup insulin. Seseorang yang mengidap diabetes tipe 1 lebih berisiko terhadap kelainan ini karena tubuhnya tidak mampu menghasilkan insulin secara optimal.

  • Eton juga dapat meningkat apabila kamu tidak makan, stres, atau mengalami reaksi dari insulin.
  • Sebenarnya, masalah kesehatan ini juga dapat terjadi pada pengidap diabetes tipe 2, tetapi terbilang jarang.
  • Pengidap tipe 2, terutama lansia akan mungkin mengalami kondisi dari gejala sindrom non-ketotik hiperglikemia.

Gangguan ini dapat menyebabkan dehidrasi yang parah. Umumnya, kondisi inu dipicu oleh infeksi atau penyakit lainnya yang membuat kadar hormon tertentu lebih tinggi, seperti adrenalin atau kortisol. Hormon tersebut dapat melawan efek insulin sehingga ketoasidosis diabetik terjadi.

Penyebab umumnya adalah pneumonia dan infeksi saluran kemih. Selain itu, terapi insulin juga dapat menyebabkan tubuh mengolah lemak sebagai energi. Perawatan yang tidak memadai ini dapat menyebabkan produksi insulin di tubuh menurun. Hal tersebut juga memicu terjadinya gangguan pada pengolahan terhadap glukosa menjadi energi.

Baca juga: Ini Bedanya Ketoasidosis Alkoholik dan Ketoasidosis Diabetik

Bagaimana terbentuknya senyawa senyawa keton dalam tubuh kita?

Sintesis badan keton terjadi pada saat tubuh mengalami kelaparan yang parah atau karena faktor intrinsik yang disebabkan oleh gangguan hormon insulin seperti yang dialami oleh penderita diabetes (Marks dkk, 2000).

Apa penyebab keton tinggi?

Peningkatan badan keton dalam darah dan urin dapat disebabkan oleh : Melakukan diet ekstrim dan puasa yang lama ( lebih dari 18 jam) Diabetes Mellitus tipe 1 dan tipe 2. Anorexia, bullimia, aloholisme.

Bagaimana pembentukan senyawa keton dalam tubuh?

Saat tubuh mengalami kelaparan dimana jumlah karbohidrat tidak mencukupi sebagai energi, asam lemak akan diubah menjadi badan keton yang kemudian beredar dalam darah, proses pembentukan keton disebut sebagai ketogenesis.

Adblock
detector