Cara Penyuntikan Insulin Pada Penderita Diabetes Yang Paling Tepat Adalah?

Cara Penyuntikan Insulin Pada Penderita Diabetes Yang Paling Tepat Adalah
Halodoc, Jakarta – Suntik insulin biasanya digunakan untuk membantu mengendalikan gula darah pada pengidap diabetes. Cara kerjanya hampir sama dengan hormon insulin yang terdapat di dalam tubuh, yaitu mengendalikan kadar gula dalam darah dengan mengubahnya menjadi energi.

Tidak hanya itu, insulin juga membantu mencegah organ hati memproduksi gula berlebihan. Suntik insulin diberikan untuk pengidap diabetes tipe 1 dan 2. Diabetes tipe 1 membuat tubuh pengidap tidak mampu memproduksi insulin dalam jumlah cukup atau bahkan tidak mampu menghasilkan hormon ini sama sekali. Inilah mengapa suntik insulin menjadi pilihan pengobatan paling utama bagi pengidap diabetes tipe 1.

Baca juga: Apa Fungsi Suntik Insulin untuk Pengidap Diabetes? Sementara untuk diabetes tipe 2, tubuh masih mampu membuat insulin secara alami meski jumlahnya masih tidak mencukupi atau sel yang berada di dalam tubuh menjadi tidak sensitif terhadap efek dari hormon tersebut. Jika ini terjadi, dokter akan merekomendasikan cara lainnya, seperti perubahan pola hidup dan memberikan resep obat untuk dikonsumsi.

Insulin yang bekerja cepat ( rapid acting insulin ). Insulin yang bekerja pendek ( short acting insulin ). Insulin yang bekerja menengah ( intermediate acting insulin ). Insulin yang bekerja panjang ( long acting insulin ). Insulin campuran.

Biasanya, area tubuh yang bisa menjadi tempat suntik insulin memiliki banyak jaringan lemak, seperti paha, pantart, perut, atau lengan atas. Insulin bisa disuntikkan dengan menggunakan pen atau alat suntik biasa. Penggunaannya keduanya tidak jauh berbeda, seperti berikut ini.

Pastikan kamu sudah mencuci tangan dengan air mengalir dan sabun. Perlahan, tariklah pompa pendorong yang terdapat pada alat suntik sampai menyentuh angka dosis yang sudah ditentukan. Bersihkan kemasan botol insulin bagian atas dengan menggunakan tisu atau alkohol swab. Tusukkan jarum suntik ke dalam botol dan dorong pompa perlahan supaya tidak menyisakan udara di dalam tabung. Posisikan botol di atas dan jarum suntik di bawah. Tarik pompa sampai tabung terisi insulin sesuai dengan dosis yang dianjurkan. Apabila terdapat gelembung udara, ketuk tabung supaya gelembung udara tersebut naik ke atas, lalu dorong kembali pompa suntik untuk mengeluarkan gelembung. Cubit area kulit tubuh yang menjadi tempat suntik, jangan lupa bersihkan dengan menggunakan tisu alkohol. Suntikkan insulin dengan posisi 90 derajat. Setelahnya, tarik suntikan terlebih dahulu sebelum cubitan dilepas. Hindari menggosok area suntikan meski terdapat sedikit darah. Apabila dibutuhkan, kamu bisa menekan bagian tersebut secara perlahan atau menutup area suntikan dengan kain kassa.

Baca juga: Jangan Asal Tusuk, Perhatikan Hal Ini Sebelum Suntik Insulin Suntik insulin bisa dilakukan sebelum makan atau sebelum tidur sehingga kadar gula darah bisa tetap stabil. Meski begitu, setiap suntikan insulin punya cara kerja yang berbeda. Oleh karena itu, penggunaannya harus sesuai dengan kondisi pengidapnya.

Kamu tidak diperbolehkan mengubah dosis suntik insulin, mengganti jenisnya, atau menghentikan penggunaannya tanpa berdasarkan anjuran dokter. Pasalnya, hal tersebut bisa berdampak pada keberhasilan pengobatan yang kamu lakukan. Jadi, pastikan kamu sudah download aplikasi Halodoc sehingga kapan saja kamu butuh saran dokter ahli, kamu bisa langsung chat atau video call tanpa harus ke rumah sakit.

Baca juga: Ketahui Hal tentang Metformin untuk Pengidap Diabetes Jangan lupa, segera buang jarum yang sudah kamu gunakan untuk suntik insulin karena benda tersebut hanya boleh digunakan satu kali. Kamu bisa membungkusnya dalam wadah khusus terlebih dahulu sebelum membuangnya ke tempat sampah. Cara Penyuntikan Insulin Pada Penderita Diabetes Yang Paling Tepat Adalah

Bagaimana proses penyuntikan insulin bagi penderita diabetes?

Bagaimana cara penggunaan insulin yang baik dan benar? – Cubit kulit serta lemak dengan lembut menggunakan ibu jari dan telunjuk Setelah mengetahui jenis suntik insulin yang tepat, Anda juga perlu tahu cara pemberian insulin yang baik dan benar. Dimulai dengan mencari tahu titik-titik di bagian tubuh mana insulin sebaiknya diberikan supaya obat bekerja secara optimal.

Suntikan insulin umumnya diinjeksi ke jaringan lemak yang berada di bawah kulit Anda. Apabila disuntikkan ke otot, tubuh akan menyerap insulin terlalu cepat dan memicu penurunan kadar gula darah secara drastis dalam waktu singkat. Selain itu, suntikan insulin yang diberikan langsung ke otot akan terasa lebih sakit.

Untuk mencegah lipodistrofi (penumpukan atau rusaknya lemak di bawah kulit), penderita diabetes harus merotasi bagian tubuh yang mendapat suntikan insulin. Lipodistrofi berpotensi mengganggu penyerapan insulin. Bagian tubuh yang cocok dipilih sebagai tempat penyuntikan insulin, antara lain perut, paha, dan lengan.

Bersihkan kulit bagian tubuh yang hendak disuntikkan insulin. Untuk membersihkannya, Anda dapat mengusapnya memakai kapas bersih dengan alkohol. Cubit kulit serta lemak bagian tubuh yang akan disuntik dengan lembut menggunakan ibu jari dan telunjuk. Suntikkan jarum langsung ke kulit dan pastikan menembus ke bagian lemak. Jangan menyuntikkan jarum suntik dengan posisi miring. Setelah insulin selesai diinjeksi, tahan agar jarum tetap menancap pada tubuh selama 5 detik. Tekan tempat menyuntik insulin untuk mencegah kebocoran. Buang jarum suntik yang telah digunakan sesuai dengan petunjuk dan pada tempat sampah khusus.

Apabila Anda mengalami kesulitan dalam menyuntikkan insulin, jangan sungkan untuk meminta bantuan tenaga ahli. Cara pemberian suntik insulin yang baik dan benar perlu dilakukan agar obat bisa bekerja secara optimal.

Penyuntikan insulin dilakukan dimana?

LOKASI PENYUNTIKAN INSULIN PEN Penyuntikan dilakukan secara subkutan (jaringan di bawah kulit yang merupakan jaringan lemak) karena penyuntikan pada bagian jaringan lemak akan mempercepat proses penyerapan insulin. Lokasi penyuntikan umumnya pada bagian perut (abdomen), lengan, paha atas dan pantat.

Mengapa insulin disuntik di perut?

1. Perut – Cara Penyuntikan Insulin Pada Penderita Diabetes Yang Paling Tepat Adalah Banyak yang memilih perut sebagai lokasi penyuntikan insulin karena bagian tubuh ini mudah Anda jangkau. Selain itu, penyuntikan pada daerah ini akan memudahkan proses penyerapan insulin ke dalam aliran darah. Anda bisa menyuntikkan insulin pada hampir seluruh area perut.

Kenapa insulin tidak boleh disuntikkan di tempat yang sama?

Lokasi suntik insulin tidak boleh di tempat yang berotot – Insulin akan bekerja paling efisien mengendalikan kadar glukosa darah jika disuntikkan pada bagian tubuh yang paling berlemak. Di sisi lain, pemilihan area ini juga bertujuan untuk menghindari risiko insulin malah terserap oleh otot.

Insulin jangan disuntikkan terlalu dalam sampai masuk ke otot karena dapat menyebabkan hipoglikemia,” tandas dr. Pasha. Jaringan otot akan mengolah insulin terlalu cepat sehingga dosisnya tidak akan bertahan lama di dalam tubuh. Ketika orang diabetesi tidak memiliki cadangan insulin yang memadai, hal ini berisiko menyebabkan gula darah merosot drastis.

Hipoglikemia adalah salah satu risiko efek samping yang paling umum dari penyuntikan insulin secara sembarangan. Kabartangsel.com : Lokasi Suntik Insulin Tidak Boleh di Tempat yang Sama Terus, Kenapa?

Bagaimana cara pemberian insulin yang benar?

Halodoc, Jakarta – Suntik insulin biasanya digunakan untuk membantu mengendalikan gula darah pada pengidap diabetes. Cara kerjanya hampir sama dengan hormon insulin yang terdapat di dalam tubuh, yaitu mengendalikan kadar gula dalam darah dengan mengubahnya menjadi energi.

Tidak hanya itu, insulin juga membantu mencegah organ hati memproduksi gula berlebihan. Suntik insulin diberikan untuk pengidap diabetes tipe 1 dan 2. Diabetes tipe 1 membuat tubuh pengidap tidak mampu memproduksi insulin dalam jumlah cukup atau bahkan tidak mampu menghasilkan hormon ini sama sekali. Inilah mengapa suntik insulin menjadi pilihan pengobatan paling utama bagi pengidap diabetes tipe 1.

Baca juga: Apa Fungsi Suntik Insulin untuk Pengidap Diabetes? Sementara untuk diabetes tipe 2, tubuh masih mampu membuat insulin secara alami meski jumlahnya masih tidak mencukupi atau sel yang berada di dalam tubuh menjadi tidak sensitif terhadap efek dari hormon tersebut. Jika ini terjadi, dokter akan merekomendasikan cara lainnya, seperti perubahan pola hidup dan memberikan resep obat untuk dikonsumsi.

Insulin yang bekerja cepat ( rapid acting insulin ). Insulin yang bekerja pendek ( short acting insulin ). Insulin yang bekerja menengah ( intermediate acting insulin ). Insulin yang bekerja panjang ( long acting insulin ). Insulin campuran.

Biasanya, area tubuh yang bisa menjadi tempat suntik insulin memiliki banyak jaringan lemak, seperti paha, pantart, perut, atau lengan atas. Insulin bisa disuntikkan dengan menggunakan pen atau alat suntik biasa. Penggunaannya keduanya tidak jauh berbeda, seperti berikut ini.

Pastikan kamu sudah mencuci tangan dengan air mengalir dan sabun. Perlahan, tariklah pompa pendorong yang terdapat pada alat suntik sampai menyentuh angka dosis yang sudah ditentukan. Bersihkan kemasan botol insulin bagian atas dengan menggunakan tisu atau alkohol swab. Tusukkan jarum suntik ke dalam botol dan dorong pompa perlahan supaya tidak menyisakan udara di dalam tabung. Posisikan botol di atas dan jarum suntik di bawah. Tarik pompa sampai tabung terisi insulin sesuai dengan dosis yang dianjurkan. Apabila terdapat gelembung udara, ketuk tabung supaya gelembung udara tersebut naik ke atas, lalu dorong kembali pompa suntik untuk mengeluarkan gelembung. Cubit area kulit tubuh yang menjadi tempat suntik, jangan lupa bersihkan dengan menggunakan tisu alkohol. Suntikkan insulin dengan posisi 90 derajat. Setelahnya, tarik suntikan terlebih dahulu sebelum cubitan dilepas. Hindari menggosok area suntikan meski terdapat sedikit darah. Apabila dibutuhkan, kamu bisa menekan bagian tersebut secara perlahan atau menutup area suntikan dengan kain kassa.

Baca juga: Jangan Asal Tusuk, Perhatikan Hal Ini Sebelum Suntik Insulin Suntik insulin bisa dilakukan sebelum makan atau sebelum tidur sehingga kadar gula darah bisa tetap stabil. Meski begitu, setiap suntikan insulin punya cara kerja yang berbeda. Oleh karena itu, penggunaannya harus sesuai dengan kondisi pengidapnya.

  1. Amu tidak diperbolehkan mengubah dosis suntik insulin, mengganti jenisnya, atau menghentikan penggunaannya tanpa berdasarkan anjuran dokter.
  2. Pasalnya, hal tersebut bisa berdampak pada keberhasilan pengobatan yang kamu lakukan.
  3. Jadi, pastikan kamu sudah download aplikasi Halodoc sehingga kapan saja kamu butuh saran dokter ahli, kamu bisa langsung chat atau video call tanpa harus ke rumah sakit.
See also:  What Is Medtronic Diabetes?

Baca juga: Ketahui Hal tentang Metformin untuk Pengidap Diabetes Jangan lupa, segera buang jarum yang sudah kamu gunakan untuk suntik insulin karena benda tersebut hanya boleh digunakan satu kali. Kamu bisa membungkusnya dalam wadah khusus terlebih dahulu sebelum membuangnya ke tempat sampah. Cara Penyuntikan Insulin Pada Penderita Diabetes Yang Paling Tepat Adalah

Bagaimana cara menyuntik yang benar?

Bagaimana Melakukan Injeksi? – Cara melakukan injeksi adalah mengisi jarum suntik dengan cairan yang ingin diberikan. Lalu, memasukkannya ke bagian tubuh dan mengeluarkan cairan secara perlahan. Setelah selesai, cabut jarum dan tutup luka suntikan dengan perban kecil. Prosedurnya akan tergantung jenis injeksi yang diberikan. Berikut beberapa jenis injeksi dalam dunia medis dan cara melakukannya:

  1. Berapa jarak penyuntikan insulin?

    Cara Suntik Insulin yang Benar – Cara yang benar untuk memasukkan insulin tambahan ke dalam tubuh dengan menyuntikkannya ke bawah kulit. Menyuntikkan insulin untuk mengendalikan diabetes tidak bisa dilakukan secara sembarangan. Menyuntikkan di tempat yang salah dapat menimbulkan efek samping tertentu.

    1. Berikut ini hal yang perlu diperhatikan sebelum menyuntikkan insulin.
    2. Tempat Satu hal utama yang harus diperhatikan adalah tempat ketika jarum insulin boleh disuntikkan.
    3. Pasalnya, lokasi penyuntikan bisa memengaruhi kerja insulin terutama dalam mengontrol kadar glukosa dalam tubuh.
    4. Insulin harus disuntikkan ke dalam lemak tepat di bawah kulit daripada ke dalam otot, yang menyebabkan aksi insulin lebih cepat dan risiko lebih besar gula darah rendah.

    Ada empat tempat yang paling direkomendasikan untuk menyuntikkan insulin, yaitu perut, paha, bokong, dan lengan. Empat bagian tubuh ini cenderung memiliki kulit yang lebih lebar dan kandungan lemaknya tinggi, sehingga memudahkan dalam melakukan penyuntikan.

    Konsisten Cara penyuntikkan insulin juga harus konsisten. Artinya, kamu disarankan untuk menusuk di area tubuh yang sama untuk mendapatkan hasil maksimal. Perlu diingat, area yang sama bukan berarti di bekas suntikan yang sama dengan sebelumnya. Menyuntikkan insulin malah tidak dianjurkan dilakukan pada bekas suntik yang sama.

    Kamu harus memberi jarak setidaknya selebar satu jari dari bekas suntik sebelumnya. Dilansir dari laman American Diabetes Association, contoh terbaik untuk menyuntikkan insulin adalah di bagian perut selama satu minggu berturut-turut, tetapi bukan di kulit yang sama.

    Kemudian, selanjutnya cobalah menyuntik insulin pada bagian lengan kiri, bergantian dengan lengan kanan dalam jangka waktu yang sama pula. Konsisten menyuntikkan insulin di area yang sama membantu insulin lebih maksimal bekerja dan mencapai darah. Pola ini juga membantu insulin bergerak dengan kecepatan yang sama sehingga dapat bekerja dengan maksimal pula.

    Baca Juga: Ini Alasan Diabetes Jadi Penyakit Seumur Hidup Dosis Sebelum menyuntikkan pada tubuh, pastikan cek kembali dosisnya. Jika kamu menyuntikkan insulin dengan dosis berlebihan meningkatkan risiko hipoglikemia, Jangan pernah mencoba untuk menggandakan dosis insulin ketika lupa kapan terakhir menyuntikkan insulin.

    Pasalnya, menggandakan dosis dapat memicu hipoglikemia. Jika kamu punya pertanyaan lain seputar tata cara menyuntikkan insulin, kamu dapat menghubungi dokter Halodoc untuk tahu lebih jelasnya. Melalui aplikasi, kamu dapat menghubungi dokter kapan saja dan di mana saja. Baca Juga: Gaya Hidup yang Perlu Dijalani Pengidap Diabetes Melitus Waktu Pastikanlah untuk mengatur jadwal penyuntikkan insulin.

    Hampir sama dengan masalah tempat, konsisten dalam waktu penyuntikan juga bisa membantu tubuh mencerna hormon ini dengan lebih baik. Hindari pula menyuntikkan insulin di bagian tubuh yang akan segera digunakan beraktivitas berat. Misalnya, jangan menyuntikkan di bagian lengan jika kamu berencana untuk mencuci atau melakukan pekerjaan rumah lainnya.

    Alasannya, pergerakan dalam jumlah tinggi dan cepat di tempat insulin disuntikkan bisa membuat hormon ini bergerak terlalu cepat pula ke dalam tubuh. Akibatnya, bisa menimbulkan efek samping berupa hipoglikemia, alias terlalu banyak insulin sementara kadar gula dalam tubuh sangat kurang. Bila kamu mengidap diabetes, pemeriksaan kondisi kadar gula dalam darah secara rutin sangatlah dianjurkan.

    Nah, melalui aplikasi Halodoc, kamu dapat membuat janji dengan dokter terpercaya di rumah sakit pilihan tanpa perlu mengantri berlama-lama. Mudah sekali bukan? jadi tunggu apa lagi? download aplikasi Halodoc sekarang! Beli berbagai macam kebutuhan seperti obat jantung, obat diabetes, obat asma hanya perlu satu kali pesan dan dapat dikirim secara berkala mingguan atau bulanan sesuai keinginan kamu dengan Halodoc Langganan,

    Berapa sudut penyuntikan insulin?

    Cara Pemakaian Suntik Insulin – Setelah menentukan jenis insulin yang sesuai dengan kondisi Anda, dokter akan menjelaskan cara menggunakan suntik insulin dan menjelaskan area tubuh mana saja yang bisa menjadi lokasi penyuntikan insulin. Umumnya, area tubuh yang disarankan oleh dokter adalah bagian tubuh yang memiliki banyak jaringan lemak, seperti paha, perut, bokong, atau lengan bagian atas.

    Cuci tangan terlebih dahulu dengan sabun dan air mengalir. Tarik pompa pendorong pada alat suntik hingga menyentuh angka dosis yang telah ditentukan. Bersihkan bagian atas kemasan botol insulin menggunakan tisu bersih atau alcohol swab, Masukkan ujung jarum suntik ke dalam botol hingga menembus lapisan karet kemasan, kemudian dorong pompa secara perlahan agar tidak meninggalkan udara di dalam tabung suntik. Posisikan botol insulin berada di atas dan jarum suntik berada di bawah. Tarik pompa hingga tabung suntik terisi dengan insulin sesuai dosis yang dibutuhkan. Jika ada gelembung udara, ketuk tabung suntik agar gelembung udara naik ke atas, kemudian dorong pompa suntik untuk mengeluarkan gelembung. Cubit area kulit yang akan disuntik dan bersihkan menggunakan tisu alkohol. Masukkan jarum suntik dengan posisi 90 derajat, kemudian dorong pompa suntik hingga semua dosis insulin masuk ke dalam tubuh. Saat sudah selesai, tarik jarum suntik terlebih dahulu sebelum melepas cubitan. Hindari menggosok lokasi suntikan meski muncul sedikit darah. Jika diperlukan, tekan secara perlahan dan tutup lokasi suntikan dengan kain kasa.

    Perlu diingat bahwa jarum suntik hanya boleh sekali pakai dan setelah digunakan harus segera dibuang di wadah khusus sampah medis. Jika suntik insulin dengan alat suntik konvensional dirasa merepotkan, Anda bisa menggunakan insulin pen. Jarum suntik pada insulin pen juga hanya boleh digunakan sekali dan harus segera diganti setelahnya.

    1. Alat ini lebih banyak digunakan karena lebih mudah dan praktis.
    2. Penggunaan insulin pen kurang lebih sama dengan alat suntik konvensional.
    3. Perbedaannya adalah penggunaan insulin pen tidak perlu menakar dosis pakai insulin.
    4. Anda cukup mengatur angka yang tertera pada insulin pen sesuai dosis yang dianjurkan dokter, kemudian langsung menyuntikkannya.

    Penyuntikan insulin menggunakan insulin pen bisa dilakukan dengan beberapa langkah berikut ini:

    Keluarkan insulin pen dari dalam lemari pendingin setidaknya 30 menit sebelum digunakan. Cuci tangan hingga bersih menggunakan sabun dan air mengalir. Lepaskan penutup insulin pen, kemudian pasang jarum insulin pen di bagian ujungnya. Setelah itu, atur jumlah dosis insulin yang hendak diberikan sesuai petunjuk dokter. Bersihkan area kulit yang akan disuntik dengan tisu atau kapas alkohol. Lepaskan penutup jarum dan keluarkan udara dari insulin pen dengan mengetuk tabung hingga udara berkumpul di atas. Kemudian suntikkan insulin dengan cara menekan tombol yang terdapat di ujung insulin pen. Pastikan untuk menyuntikkan insulin sampai habis sesuai dosis yang telah ditetapkan. Jangan terlalu cepat mencabut jarum insulin pen. Tahanlah sekitar 10 detik untuk memastikan seluruh dosis insulin sudah masuk.

    Hindari menyuntikkan insulin pada area yang mengalami memar atau luka, dan usahakan untuk menyuntik insulin pada area tubuh yang berbeda dari lokasi penyuntikan sebelumnya. Setelah menyuntikan insulin, Anda perlu berhati-hati karena suntik insulin berisiko menyebabkan kadar gula darah turun hingga di bawah normal (). Kondisi ini dapat menimbulkan gejala berupa:

    Lemas Sakit kepala Keluar keringat berlebih Cepat lelah Badan gemetar Kelaparan Pusing Dada berdebar

    Jika cukup parah, hipoglikemia dapat menyebabkan pingsan, kejang-kejang, atau bahkan koma. Oleh karena itu, penderita diabetes yang mengalami hipoglikemia setelah mendapatkan suntikan insulin atau obat diabetes perlu segera dibawa ke dokter untuk mendapatkan penanganan.

    • Suntik insulin memang merupakan salah satu pilihan utama pengobatan diabetes, tetapi tidak semua penderita diabetes membutuhkan suntikan insulin.
    • Jika Anda menderita diabetes, konsultasikanlah dengan untuk memastikan apakah Anda membutuhkan suntik insulin.
    • Apabila dokter meresepkan Anda insulin suntik, jangan lupa menanyakan kepada dokter mengenai cara suntik insulin yang benar dan efek samping apa saja yang perlu diwaspadai.

    : Kondisi Diabetes yang Membutuhkan Suntik Insulin dan Cara Pemakaiannya

    Berapa cm jarak penyuntikan insulin?

    Perut – Tempat penyuntikan yang disukai untuk suntik insulin adalah didaerah perut. Insulin dapat diserap lebih cepat dan bagian perut juga mudah dijangkau untuk penyuntikan. Untuk menyuntikkan insulin di bagian perut, pilihlah area di bawah tulang rusuk,

    Kemudian, ambil jaringan lemak di antara kedua sisi pinggang dan pinggul. Usahakan untuk mengambil jaringan lemak yang berjarak sekitar 5 sampai 6 cm dari pusar. Saat menyuntik insulin hindarilah area di sekitar bekas luka, tahi lalat, atau cacat kulit lainnya. Penyuntikan pada area tersebut dapat mengganggu cara tubuh menyerap insulin.

    Jauhi juga penyuntikan pada pembuluh darah yang rusak dan varises,

    Berapa Lama gula darah turun setelah suntik insulin?

    Rapid-acting insulin – Jenis suntikan yang satu ini bekerja sangat cepat dalam menurunkan kadar gula darah dalam tubuh, sehingga suntikan ini digunakan sebaiknya 15 menit sebelum makan. Beberapa contoh dari rapid-acting insulin:

    Insulin lispro (humalog)

    Suntikan ini hanya membutuhkan waktu sekitar 15-30 menit untuk mencapai pembuluh darah. Jika untuk menurunkan kadar gula dalam darah membutuhkan waktu sekitar 30-60 menit dan dapat menjaga gula darah normal selama 3-5 jam.

    Insulin asprat (novolog)

    Suntikan ini hanya membutuhkan waktu sekitar 10-20 menit untuk mencapai pembuluh darah. Jika untuk menurunkan kadar gula dalam darah membutuhkan waktu sekitar 40-50 menit dan dapat menjaga gula darah normal selama 3-5 jam.

    Insulin gluisine (apidra)

    Suntikan ini hanya memerlukan waktu selama 20-30 menit untuk masuk ke pembuluh darah. Jika untuk menurunkan kadar gula dalam darah membutuhkan waktu sekitar 30-90 menit dan dapat mempertahankan gula darah selama 1-2,5 jam.

    Suntik insulin malam jam berapa?

    Selasa, 12 November 2019 18:39 WIB – Cara Penyuntikan Insulin Pada Penderita Diabetes Yang Paling Tepat Adalah Ilustrasi insulin, obat diabetes. Sumber: McGuff Company, Inc/mirror.co.uk TEMPO.CO, Jakarta – Insulin memiliki peran yang sangat penting bagi tubuh manusia. Ia bekerja dengan cara menyalurkan gula pada darah ke otot. Sehingga, gula tersebut pun bisa digunakan tubuh sebagai bahan energi.

    • Sayangnya, bagi pasien diabetes kondisi insulin mereka tidak baik.
    • Penderita diabetes tipe 1 memiliki jumlah insulin yang sedikit, sedangkan penderita diabetes tipe 2 tidak memiliki insulin sama sekali.
    • Oleh sebab itu, penyuntikan insulin ke dalam tubuh perlu dilakukan agar gula menjadi energi dan tidak tetap dalam darah sehingga menyebabkan berbagai komplikasi.

    Meski demikian, menyuntik insulin tidak bisa dilakukan dengan sembarangan. Ada beberapa aturan yang wajib dipahami agar insulin bekerja dengan baik di dalam tubuh. Sekretaris Jenderal PERKENI (Perkumpulan Endokrinologi Indonesia) Em Yunir pun menjelaskan tiga diantaranya.1.

    Harus disuntik pada bagian tubuh yang benar Untuk mendapatkan manfaat dari insulin, seseorang harus menyuntikkannya dengan benar. Dokter Em Yunir mengatakan bahwa penyuntikan tidak boleh dilakukan lewat pembuluh darah. Melainkan, ini harus dikerjakan pada bagian tubuh yang memiliki banyak kadar lemak.

    “Yang benar, suntik insulin harus di daerah perut, paha atau bokong. Kalau Anda atau keluarga tidak bisa melakukannya, minta tenaga ahli yang benar-benar berkompeten,” katanya dalam acara media gathering di Kementerian Kesehatan Jakarta pada Senin, 11 November 2019.2.

    Adar insulin harus disesuaikan dengan kebutuhan Kadar insulin yang dibutuhkan setiap orang berbeda-beda. Ini disesuaikan dengan berat badan hingga aktivitas fisik yang dikerjakan. Jadi, Em Yunir menyarankan agar setiap orang menganalisa keduanya sebelum pemberian insulin. Karena jika insulin diberikan dalam kadar yang berlebihan, berbagai masalah kesehatan justru dapat terjadi.

    “Gula akan turun drastis dan pasien mengalami hipoglikemia. Ini bahaya sekali karena berpengaruh pada kerja otak dan pasien bisa kejang-kejang,” ungkapnya.3. Waktu penyuntikan Waktu penyuntikan insulin sangat penting untuk dipahami. Jika seseorang melewatkan waktu tersebut, ia pun akan mengalami lonjakan gula darah dengan cepat.

    Bagaimana kalau lupa suntik insulin?

    Alo dokter, Bila pasien lupa menyuntikkan insulin, maka dapat dilakukan pengecekkan kadar glukosa sebelum makan berikutnya dan dapat ditambahkan dosis insulin koreksional.

    Bolehkah suntik insulin di paha?

    Cara Suntik Insulin yang Benar – Cara yang benar untuk memasukkan insulin tambahan ke dalam tubuh dengan menyuntikkannya ke bawah kulit. Menyuntikkan insulin untuk mengendalikan diabetes tidak bisa dilakukan secara sembarangan. Menyuntikkan di tempat yang salah dapat menimbulkan efek samping tertentu.

    Berikut ini hal yang perlu diperhatikan sebelum menyuntikkan insulin. Tempat Satu hal utama yang harus diperhatikan adalah tempat ketika jarum insulin boleh disuntikkan. Pasalnya, lokasi penyuntikan bisa memengaruhi kerja insulin terutama dalam mengontrol kadar glukosa dalam tubuh. Insulin harus disuntikkan ke dalam lemak tepat di bawah kulit daripada ke dalam otot, yang menyebabkan aksi insulin lebih cepat dan risiko lebih besar gula darah rendah.

    Ada empat tempat yang paling direkomendasikan untuk menyuntikkan insulin, yaitu perut, paha, bokong, dan lengan. Empat bagian tubuh ini cenderung memiliki kulit yang lebih lebar dan kandungan lemaknya tinggi, sehingga memudahkan dalam melakukan penyuntikan.

    Konsisten Cara penyuntikkan insulin juga harus konsisten. Artinya, kamu disarankan untuk menusuk di area tubuh yang sama untuk mendapatkan hasil maksimal. Perlu diingat, area yang sama bukan berarti di bekas suntikan yang sama dengan sebelumnya. Menyuntikkan insulin malah tidak dianjurkan dilakukan pada bekas suntik yang sama.

    Kamu harus memberi jarak setidaknya selebar satu jari dari bekas suntik sebelumnya. Dilansir dari laman American Diabetes Association, contoh terbaik untuk menyuntikkan insulin adalah di bagian perut selama satu minggu berturut-turut, tetapi bukan di kulit yang sama.

    Kemudian, selanjutnya cobalah menyuntik insulin pada bagian lengan kiri, bergantian dengan lengan kanan dalam jangka waktu yang sama pula. Konsisten menyuntikkan insulin di area yang sama membantu insulin lebih maksimal bekerja dan mencapai darah. Pola ini juga membantu insulin bergerak dengan kecepatan yang sama sehingga dapat bekerja dengan maksimal pula.

    Baca Juga: Ini Alasan Diabetes Jadi Penyakit Seumur Hidup Dosis Sebelum menyuntikkan pada tubuh, pastikan cek kembali dosisnya. Jika kamu menyuntikkan insulin dengan dosis berlebihan meningkatkan risiko hipoglikemia, Jangan pernah mencoba untuk menggandakan dosis insulin ketika lupa kapan terakhir menyuntikkan insulin.

    • Pasalnya, menggandakan dosis dapat memicu hipoglikemia.
    • Jika kamu punya pertanyaan lain seputar tata cara menyuntikkan insulin, kamu dapat menghubungi dokter Halodoc untuk tahu lebih jelasnya.
    • Melalui aplikasi, kamu dapat menghubungi dokter kapan saja dan di mana saja.
    • Baca Juga: Gaya Hidup yang Perlu Dijalani Pengidap Diabetes Melitus Waktu Pastikanlah untuk mengatur jadwal penyuntikkan insulin.

    Hampir sama dengan masalah tempat, konsisten dalam waktu penyuntikan juga bisa membantu tubuh mencerna hormon ini dengan lebih baik. Hindari pula menyuntikkan insulin di bagian tubuh yang akan segera digunakan beraktivitas berat. Misalnya, jangan menyuntikkan di bagian lengan jika kamu berencana untuk mencuci atau melakukan pekerjaan rumah lainnya.

    • Alasannya, pergerakan dalam jumlah tinggi dan cepat di tempat insulin disuntikkan bisa membuat hormon ini bergerak terlalu cepat pula ke dalam tubuh.
    • Akibatnya, bisa menimbulkan efek samping berupa hipoglikemia, alias terlalu banyak insulin sementara kadar gula dalam tubuh sangat kurang.
    • Bila kamu mengidap diabetes, pemeriksaan kondisi kadar gula dalam darah secara rutin sangatlah dianjurkan.

    Nah, melalui aplikasi Halodoc, kamu dapat membuat janji dengan dokter terpercaya di rumah sakit pilihan tanpa perlu mengantri berlama-lama. Mudah sekali bukan? jadi tunggu apa lagi? download aplikasi Halodoc sekarang! Beli berbagai macam kebutuhan seperti obat jantung, obat diabetes, obat asma hanya perlu satu kali pesan dan dapat dikirim secara berkala mingguan atau bulanan sesuai keinginan kamu dengan Halodoc Langganan,

    Berapa lama insulin tahan diluar kulkas?

    Secara umum, insulin yang belum digunakan akan bertahan kurang sekitar satu bulan apabila disimpan dalam suhu kamar (ruangan biasa) dan akan bertahan sampai masa kadaluarsa jika disimpan pada suhu dingin ( kulkas, bukan freezer).

    Berapa menit boleh makan setelah suntik insulin?

    Suntik Insulin untuk Diabetes Dilakukan Sebelum Makan, Bagaimana Jika Pasien Lupa? Ilustrasi diabetes. Foto: Nataliya Vaitkevich-Pexels. Liputan6.com, Jakarta – Mengatur menjadi salah satu kunci penanganan yang tepat, tapi beberapa pasien acap kali lupa bagaimana pola makan yang baik agar terapi yang diberikan tepat guna.

    Menanggapi hal ini, Ketua Umum Perkumpulan Endokrinologi Indonesia (PB PERKENI) Prof. Dr. dr. Ketut Suastika, SpPD-KEMD, menjelaskan bahwa seharusnya diberikan sebelum makan. “Karena kerja insulin itu kalau kita suntikkan pada saat sebelum makan kemudian diikuti dengan makan nanti gula darahnya pas dengan kerja insulin,” ujar Ketut dalam seminar daring Novo Nordisk, Kamis (25/2/2021).

    “Kalau kita suntik setelah makan, bisa saja sih, tapi sebagian gula darah sudah naik duluan baru insulinnya kerja,” tambahnya. Agar tidak lupa, ia menganjurkan bagi para pasien untuk menyiapkan nasi di meja makan kemudian suntik, setelah itu bisa langsung makan.

    Jika pasien terlanjur makan terlebih dahulu sebelum insulin, maka dalam beberapa kasus ini masih diperbolehkan.”Memang paling baik itu sesaat sebelum makan, tapi masih boleh diberikan setelah makan jika pasien itu adalah orang tua yang jumlah dan jadwal makannya tidak jelas.”Bagi lanjut usia (lansia) dengan pola makan seperti itu, maka penyuntikan insulin masih boleh dilakukan sesaat setelah makan, katanya.

    “Jadi kalau sedikit makannya, sedikit suntik. Kalau makannya penuh sesuai dengan porsi yang dianjurkan maka dosisnya juga dosis yang biasa. Jadi kalau makannya separuh ya sudah separuh dosis.” Namun, bagi pasien biasa maka penyuntikan lebih bagus dilakukan sebelum makan dan hal seperti ini perlu dibiasakan setiap harinya, tutupnya.

    Suntik insulin menggunakan injeksi apa?

    Dosis dan Aturan Pakai Insulin Suntik – Insulin suntik akan diberikan lewat suntikan melalui pembuluh darah ( intravena/IV ), ke dalam otot (intramuskular/IM), atau di bawah kulit (subkutan) oleh dokter atau petugas medis di bawah pengawasan dokter. Berikut ini adalah dosis umum penggunaan insulin suntik sesuai kondisi dan usia pasien: Kondisi: Ketoasidosis diabetik Suntik intramuskular/IM

    Dewasa: Dosis suntikan awal adalah 20 unit, diikuti dengan 6 unit per jam sampai gula darah turun ke 10 mmol/l atau di bawah 180 mg/dl.

    Suntik intravena/IV

    Dewasa: Dosis diberikan melalui infus dengan dosis awal 6 unit per jam, dosis digandakan 2 atau 4 kali lipat jika kadar gula darah tidak juga turun. Anak-anak: Dosis diberikan melalui infus dengan dosis awal 0,1 unit/kgBB per jam, dosis digandakan 2 atau 4 kali lipat jika kadar gula darah tidak juga turun.

    Kondisi: Diabetes mellitus Suntik subkutan

    Dewasa: Dosis akan disesuaikan oleh sesuai kebutuhan. Suntikan dilakukan ke area paha, lengan atas, bokong, atau perut.

    Apakah jarum insulin sekali pakai?

    PANDUAN TEPAT MENGGUNAKAN DAN MENYIMPAN INSULIN – RSUD PURI HUSADA TEMBILAHAN 10 April 2019 RSUD Puri Husada mengadakan promosi kesehatan di ruang perawatan Penyakit Dalam. Materi yang disampaikan kali ini tentang penggunaan dan penyimpanan Insulin, dengan pemateri Kepala Instalasi Farmasi, Nurul Wardani, S.

    1. Farm Apt. Diabetes mellitus adalah kondisi kronis yang terjadi ketika kadar gula dalam darah berada di atas kadar normal.
    2. Ini terjadi jika pankreas tidak cukup memproduksi insulin (hormon yang mengatur gula darah) atau ketika tubuh tidak efektif menggunakan insulin yang diproduksi tersebut.
    3. Insulin adalah hormon yang dihasilkan oleh pankreas.

    Insulin memungkinkan tubuh untuk menggunakan glukosa sebagai energi. Glukosa adalah jenis gula yang ditemukan dalam banyak makanan bebahan dasar karbohidrat. Setelah makan, sistem pencernaan memecah dan mengubah karbohidrat menjadi glukosa. Setelah melepas glukosa ke dalam aliran darah, insulin membantu sel-sel seluruh tubuh untuk menyerap glukosa dan menggunakannya sebagai energi.

    • Tanpa adanya insulin, maka sel-sel tubuh kita akan kelaparan meskipun di dalam darah penuh dengan gula.
    • Panduan cara menggunakan insulin yang benar 1.
    • Pastikan cara penyuntikan sudah benar Cara penggunaan insulin yang benar dapat menentukan perkembangan baik-buruknya kondisi Anda.
    • Insulin adalah obat yang disuntikkan di bawah kulit, karena itu Anda harus mencubit permukaan kulit Anda agar jarum suntik tidak masuk terlalu dalam hingga ke dalam otot.

    Sudut penyuntikan juga harus tepat, yaitu tegak lurus terhadap cubitan permukaan kulit.2. Menyuntik insulin tidak hanya pada satu tempat saja Beberapa lokasi umum untuk menyuntik insulin adalah di perut sekitar pusar hingga ke pinggang samping, kedua lengan atas bagian luar, dan kedua paha bagian luar.

    Insulin yang disuntikkan memiliki efek pemecahan lemak, sehingga setiap menyuntik insulin Anda harus merotasi lokasi penyuntikan untuk mencegah terjadinya pemecahan lemak hanya di satu tempat yang sama.3. Jangan lupa ganti jarum suntik Anda Baik menggunakan pen insulin ataupun jarum suntik, sebaiknya jarum tersebut hanya digunakan 1 kali pakai saja.

    Meskipun begitu, jarum dapat dipakai 2-3 kali oleh penderita yang sama selama kebersihan alat tetap dijaga ketat.4. Suntik insulin tepat pada waktunya Setiap jenis insulin memiliki waktu kerjanya masing-masing sehingga Anda harus memahami dengan baik jenis insulin yang Anda pakai.

    Berdasarkan waktu kerjanya, insulin dibagi menjadi 5 jenis: • Insulin kerja cepat • Insulin kerja pendek • Insulin kerja menengah • Insulin kerja panjang • Insulin kerja ultra panjang Insulin kerja pendek akan mulai bekerja setelah disuntikkan dalam waktu 30-60 meni, sedangkan insulin kerja cepat akan bekerja dalam waktu 5-15 menit.

    Pada dasarnya kedua jenis insulin tersebut digunakan untuk menurunkan kadar gula darah setelah makan atau disebut juga sebagai insulin prandial. Oleh karena itu, makanan sudah harus tersedia dalam jangkauan untuk mencegah komplikasi hipoglikemia jika Anda menggunakan insulin kerja cepat atau pendek.5.

    Menyimpan insulin tidak bisa sembarangan Insulin yang belum dibuka harus disimpan di dalam lemari pendingin dengan temperatur antara 2 hingga 8ºC. Selama kemasan belum dibuka maka insulin tersebut dapat bertahan hingga masa kadaluarsanya berakhir. Pastikan insulin Anda tidak disimpan hingga membeku atau di tempat yang terlalu panas (lebih dari 30ºC), seperti ditinggal di dalam mobil pada cuaca yang terik.

    Jika sikon tidak memungkinkan Anda untuk menyimpan insulin dalam kulkas, maka insulin yang belum dibuka dapat disimpan pada suhu ruangan namun hanya dapat digunakan hingga 28 hari. Sedangkan insulin yang sudah dibuka dapat disimpan pada suhu ruangan dengan batas waktu hingga 28 hari.

    Insulin yang sudah dibuka tidak direkomendasikan untuk disimpan di dalam kulkas.6. Perhatikan tanggal kedaluwarsa Jangan pernah lupa untuk memeriksa tanggal kedaluwarsa obat saat Anda ingin menggunakan insulin baru yang belum dibuka. Meksipun tidak semua insulin yang melewati tanggal kedaluwarsa akan pasti rusak, namun penggunaan obat kedaluwarsa bisa menempatkan Anda pada risiko hiperglikemia akibat insulin yang sudah tidak bekerja lagi.

    Cara Menggunakan Insulin : I. Cara Menggunakan Insulin Jarum Suntik 1. Semua peralatan yang diperlukan dikumpulkan.2. Mencuci tangan.3. Botol digulung (jika insulin berawan) di antara tangan.4. Bagian atas botol dibersihkan dengan alkohol dan kapas, atau dengan tisu beralkohol.5.Tutup jarum dilepaskan dari jarum suntik.6.

    Plunger bawah ditarik untuk mengisi tabung suntik dengan udara sama dengan dosis insulin.7. Jarum didorong ke bagian tengah atas karet botol insulin.8. Plunger didorong turun hingga habis untuk mendorong udara ke dalam botol.9. Botol diturunkan dengan jarum suntik tetap terbalik di bawah.10. Keduanya ditahan bersamaan setingkat dengan mata.11.

    Plunger ditarik ke bawah untuk mengisi tabung suntik dengan jumlah unit insulin yang diresepkan oleh dokter.12.Tanpa melepas jarum dari botol, melihat secara dekat jarum suntik untuk memeriksa gelembung udara. Jika gelembung udara yang hadir menarik Plunger ke bawah untuk menarik lebih banyak insulin ke dalam jarum suntik, kemudian tekan insulin yang berlebih ke dalam botol sampai mendapatkan dosis yang direkomendasikan.

    1. Jarum suntik yang telah diisi dilepaskan dengan hati-hati dari botolII. Cara Menggunakan Insulin Pen 1) Mencuci tangan terlebih dahulu 2) Membersihkan tempat yang akan diinjeksi dengan kapas alkohol dan keringkan 3) Memutar berapa unit insulin pada Pen insulin sejumlah yang dibutuhkan 4) Mencubit kulit (lapisan lemak) mengunakan 2 jari 5) Mendorong jarum ke dalam kulit dengan sudut kemiringan 90º (tegak lurus dengan bagian tubuh yang diinjeksi) dan tekan ke bawah plunger 6) Menahan Pen insulin selama 5-10 detik 7) Melepaskan kulit yang dicubit dan lepaskan juga jarum 8) Membersihkan kulit dengan kapas alkohol 9) Membersihkan juga jarum Pen insulin dengan alkoholIII.Cara Menggunakan Insulin Jet 1) Mencuci tangan terlebih dahulu 2) Membersihkan tempat yang akan diinjeksi dengan kapas alkohol dan keringkan 3) Memutar berapa unit insulin pada Jet insulin sejumlah yang dibutuhkan 4) Menempelkan Jet Insulin sambil sedikit menekan pada kulit dengan sudut kemiringan 90º (tegak lurus dengan bagian tubuh) dan tekan ke bawah plunger 5) Menahan Jet insulin selama 5-10 detik 6) Melepaskan Jet Isulin setelah diseprotkan 7) Membersihkan kulit dan jarum Pen insulin dengan alkohol.Sumber : WHO, 2011.

    : PANDUAN TEPAT MENGGUNAKAN DAN MENYIMPAN INSULIN – RSUD PURI HUSADA TEMBILAHAN

    Mengapa suntik insulin dilakukan 15 menit sebelum makan?

    Dimana diberikan 15 menit sebelum makan hal ini agar insulin dapat bekerja dulu pada tubuh sebelum mengonsumsi makanan agar gula darah tetap setabil.

    Suntik IM di otot apa?

    Injeksi Intramuskular –

    Tindakan injeksi atau pemberian obat secara intramuskular dilakukan untuk pemberian obat. Jarum suntik yang digunakan memiliki diameter 5 hingga 10 mililiter dengan panjang 6 hingga 8 sentimeter. Biasanya cairan yang dimasukkan berbasis minyak agar menembus lebih dalam.

    Cairan tertentu dimasukkan langsung kedalam otot yang memiliki banyak pembuluh darah. Pemberian obat dengan cara ini dilakukan pada bagian tubuh yang berotot besar, agar tidak ada kemungkinan untuk menusuk saraf, misalnya pada bokong dan kaki bagian atas atau pada lengan bagian atas. Pemberian obat seperti ini memungkinkan obat dilepas secara berkala dalam bentuk depot obat.

    Jaringan intramuskular terbentuk dari otot yang bergaris yang mempunyai banyak vaskularisasi aliran darah tergantung dari posisi otot di tempat penyuntikan. Tujuan pemberian obat secara intramuskular adalah agar obat diserap tubuh dengan cepat. Baca Juga: Vaksin Tetes atau Suntik? Kenali Bedanya

      Alat untuk menyuntik namanya apa?

      Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas Alat suntik 10 ml di sebelah kiri, jarum hipodermik beserta penghubungnya (konektor) yang berwarna ungu di kanan. Alat suntik atau spuit ( Inggris : syringe ) adalah pompa piston sederhana untuk menyuntikkan atau menghisap cairan atau gas. Alat suntik terdiri dari tabung dengan piston di dalamnya yang keluar dari ujung belakang.

      Area gluteal terdapat dimana?

      Secara anatomi otot gluteal berada pada bagian distal dari otot punggung.

      Apakah suntik insulin untuk penderita diabetes?

      Fungsi Suntik Insulin untuk Pengidap Diabetes – Semua pengidap tipe 1 dan beberapa pengidap diabetes tipe 2 memerlukan suntik insulin untuk membantu mengelola kadar gula darah mereka. Suntik insulin berfungsi sebagai pengganti atau suplemen insulin untuk tubuh.

      • Orang dengan diabetes tipe 1 tidak bisa menghasilkan insulin, jadi mereka harus menyuntikkan insulin untuk mengontrol kadar glukosa darahnya.
      • Sedangkan banyak orang dengan diabetes tipe 2 bisa mengelola kadar glukosa darah mereka dengan perubahan gaya hidup dan obat-obatan oral.
      • Namun, bila perawatan tersebut tidak mampu membantu mengontrol kadar glukosa, mereka juga memerlukan suntik insulin untuk membantu mengontrol kadar glukosa darahnya.

      Baca juga: Perlu Dikonsumsi Rutin, Begini Aturan Minum Obat Diabetes Saat Puasa

      Suntik insulin menggunakan injeksi apa?

      Dosis dan Aturan Pakai Insulin Suntik – Insulin suntik akan diberikan lewat suntikan melalui pembuluh darah ( intravena/IV ), ke dalam otot (intramuskular/IM), atau di bawah kulit (subkutan) oleh dokter atau petugas medis di bawah pengawasan dokter. Berikut ini adalah dosis umum penggunaan insulin suntik sesuai kondisi dan usia pasien: Kondisi: Ketoasidosis diabetik Suntik intramuskular/IM

      Dewasa: Dosis suntikan awal adalah 20 unit, diikuti dengan 6 unit per jam sampai gula darah turun ke 10 mmol/l atau di bawah 180 mg/dl.

      Suntik intravena/IV

      Dewasa: Dosis diberikan melalui infus dengan dosis awal 6 unit per jam, dosis digandakan 2 atau 4 kali lipat jika kadar gula darah tidak juga turun. Anak-anak: Dosis diberikan melalui infus dengan dosis awal 0,1 unit/kgBB per jam, dosis digandakan 2 atau 4 kali lipat jika kadar gula darah tidak juga turun.

      Kondisi: Diabetes mellitus Suntik subkutan

      Dewasa: Dosis akan disesuaikan oleh sesuai kebutuhan. Suntikan dilakukan ke area paha, lengan atas, bokong, atau perut.

      Insulin diberikan melalui rute apa?

      Rute pemberian insulin dapat melalui injeksi subkutan, nasal, oral, dan transdermal. Insulin digunakan sebagai obat utama pada penderita diabetes melitus tipe 1 (DMT1).

Adblock
detector