Berapa Kadar Hba1C Yang Digunakan Sebagai Batasan Diagnose Diabetes?

Berapa Kadar Hba1C Yang Digunakan Sebagai Batasan Diagnose Diabetes
Diabetes Mellitus di Indonesia saat ini sebesar 10,9%. Indonesia menduduki urutan ke-7 dari 10 negara dengan penderita diabetes tertinggi di dunia. Prevalensi tersebut akan terus meningkat bila tidak ada upaya pencegahan dan program pengendalian yang efektif.

  1. Gula darah puasa
  2. Gula darah 2 jam setelah konsumsi glukosa 75 gram
  3. HbA1c

Pemeriksaan HbA1c adalah pemeriksaan dengan mengukur kadar atau prosentase glukosa yang terikat dengan hemoglobin. Hemoglobin adalah protein pembawa oksigen yang terletak dalam sel darah merah. Pemeriksaan ini tergantung dari kadar glukosa dan jumlah serta umur sel darah merah.

  1. Rata-rata umur sel darah merah sekitar 120 hari.
  2. Jadi pemeriksaan HbA1c ini dapat memperkirakan kadar rata-rata gula darah dalam 3 bulan terakhir.
  3. Perbedaan pemeriksaan HbA1c dan pemeriksaan gula darah : Keduanya mengukur hal yang berbeda.
  4. Pada tes gula darah biasa, yang diukur adalah kadar gula darah saat itu juga.

Kadar gula darah bisa berubah-ubah sepanjang hari, tergantung makanan atau minuman yang dikonsumsi saat itu. Hasil pemeriksaan HbA1c tidak akan terlalu terpengaruh oleh asupan makanan pada saat pemeriksaan sehingga tidak perlu persiapan khusus seperti puasa.

  1. Jika pada hari pemeriksaan HbA1c, pasien sengaja tidak makan gula tetapi di hari-hari sebelumnya mengonsumsi banyak gula, maka hasil HbA1c-nya akan tetap tinggi.
  2. Sedangkan jika strategi ini dilakukan pada tes gula darah biasa maka hasilnya akan terbaca normal bahkan rendah Tujuan atau manfaat dilakukan pemeriksaan HbA1c : Karena dapat menggambarkan rata-rata kadar gula darah dalam 3 bulan terakhir maka manfaatnya adalah untuk mengontrol kualitas pengendalian kadar gula darah jangka panjang dan menilai efektifitas obat.

Dengan kata lain untuk memantau kepatuhan penderita diabetes minum obat dan kepatuhan menjalankan pola hidup sehat. Akan tetapi sekarang penggunaannya sudah lebih luas lagi yaitu untuk menegakkan diagnosis atau skrining Diabetes Mellitus khusunya DM tipe-2.

HbA1c (%) Glukosa darah puasa (mg/dL) Glukosa darah 2 jam setelah minum glukosa 75 gram
DIABETES ≥ 6,5 ≥126 ≥ 200
PREDIABETES 5,7 – 6,4 100 – 125 140 – 199
NORMAL < 5,7 < 100 < 140

Prosedur pemeriksaan HbA1c : Dapat dilakukan sewaktu-waktu, tidak perlu persiapan khusus misalnya puasa. Bahan pemeriksaan berupa darah yang diambil dari pembuluh darah vena (biasanya di lengan) atau pembuluh darah kapiler di ujung jari. Kelebihan pemeriksaan HbA1c :

  1. Tidak perlu puasa dan dapat diperiksa kapan saja
  2. Dapat memperkirakan keadaan glukosa darah dalam waktu yang lebih lama serta tidak dipengaruhi perubahan gaya hidup jangka pendek
  3. Kadar glukosa yang menempel pada hemoglobin sangat stabil, sehingga HbA1c dijadikan salah satu parameter diabetes mellitus di seluruh dunia
  4. Relatif tidak dipengaruhi oleh gangguan akut seperti stress atau penyakit terkait
  5. Lebih stabil dalam suhu kamar dibanding glukosa plasma
  6. Lebih direkomendasi untuk monitoring pengendalian glukosa
  7. Kadar HbA1c sangat berkorelasi dengan komplikasi diabetes

Keterbatasan pemeriksaan HbA1c ::

  1. Terganggu oleh kondisi terdapat penyakit hemoglobin
  2. Terpengaruh oleh kondisi seperti anemia hemolitik, malaria kronis, perdarahan, anemia aplastic

Alasan pemeriksaan HbA1c penting dilakukan :

  1. Untuk mengidentifikasi kondisi prediabetes supaya tidak jatuh menjadi diabetes
  2. Menegakkan diagnosis diabetes
  3. Melihat efektifitas terapi dalam menurunkan kadar gula darah
  4. Menilai kepatuhan penderita minum obat dan penerapan pola hidup sehat

Pengertian prediabetes : Prediabetes adalah kondisi ketika kadar gula dalam darah sudah melebihi batas normal, tetapi belum cukup tinggi untuk dikategorikan sebagai diabetes. Alasan kondisi prediabetes menjadi sesuatu hal penting untuk diperhatikan: Prediabetes berpotensi meningkatkan risiko menjadi diabetes mellitus sebesar 2-10 kali lipat dalam kurun waktu kurang dari 10 tahun.

Risiko terjadinya penyakit jantung pada prediabetes sama besarnya dengan DM. Karena itu tindakan-tindakan dan program pencegahan dini DM sangat diperlukan antara lain melalui penanganan prediabetes. Identifikasi dan penatalaksanaan awal bagi pasien prediabetes dapat menurunkan insiden DM serta komplikasinya.

Tanda-tanda dan gejala prediabetes: Dalam kebanyakan kasus, tidak ada tanda-tanda dan gejala yang jelas. Kebanyakan orang yang memiliki kondisi ini bahkan tidak mengalami keluhan kesehatan sama sekali. Namun banyak orang yang didiagnosa prediabetes merasakan tanda-tanda atau gejala sebagai berikut:

  • Sering haus
  • Sering buang air kecil
  • Sering merasa cepat Lelah
  • Penglihatan buram
  • Kulit menggelap di leher, ketiak, siku, lutut dan buku-buku jari
  • Nyeri persendian, otot dan tulang

Faktor risiko prediabetes: Faktor risiko terjadinya prediabetes sama dengan faktor risiko DM tipe 2, dapat dialami oleh siapapun. Akan tetapi ada beberapa faktor yang bisa meningkatkan risiko seseorang menderita prediabetes, yaitu :

  • Memiliki riwayat prediabetes atau diabetes dalam keluarga
  • Memiliki berat badan yang berlebihan/obesitas
  • Usia di atas 45 tahun
  • Menderita diabetes saat kehamilan (diabetes gestasional)
  • Menderita PCOS
  • Menderita hipertensi
  • Menderita kholesterol tinggi
  • Mengonsumsi terlalu banyak soda, makanan kemasan, daging merah dan minuman manis
  • Memiliki kebiasaan merokok
  • Kurang berolahraga atau melakukan aktivitas fisik

International Expert Committee menyatakan bahwa seseorang dengan nilai HbA1c rendah bukan berarti tidak berisiko diabetes, namun lebih tepat disebut berisiko rendah. Orang yang berisiko tinggi terkena diabetes dianjurkan mengurangi berat badan dan olah raga teratur. Rekomendasi International Expert Committee (2009) tentang peranan HbA1c dalam diagnosis dan identifikasi individu risiko tinggi :

  • HbA1c merupakan pemeriksaan yang akurat dan tepat dalam mengukur kadar gula darah yang kronis serta berkorelasi positif dengan terjadinya risiko komplikasi diabetes
  • HbA1c memiliki beberapa kelebihan dibandingkan glukosa plasma
  • Diagnosis ditegakkan jika nilai HbA1c ≥ 6,5%. Diagnosis sebaiknya dikonfirmasi dengan pengulangan pemeriksaan HbA1c. Konfirmasi tidak perlu bagi seseorang yang menunjukkan gejala dengan kadar glukosa plasma > 200 mg/dL
  • Jika HbA1c tidak memungkinkan untuk dilakukan, maka dapat dilakukan pemeriksaan glukosa puasa dan 2 jam PP
  • Pemeriksaan HbA1c dapat diindikasikan pada anak dengan suspek diabetes namun tidak didapati adanya gejala klasik dan memiliki kadar glukosa ≤ 200 mg/dL
  • Kadar HbA1c 6,4% diduga lebih berisiko berkembang menjadi diabetes, tergantung pada factor risiko diabetes lainnya. Oleh sebab itu lebih baik melakukan usaha pencegahan.

Kegiatan Edukasi Kesehatan RSUD Hj. Anna Lasmanah Banjarnegara dengan Narasumber : dr. Trinovia Andayaningsih, M.Sc. Sp. PK

Berapa nilai normal HbA1c?

Kapan Harus Melakukan Cek Gula Darah (HbA1c)? – Pada dasarnya, tiap orang yang mengidap diabetes wajib melakukan pemeriksaan hemoglobin terglikosilasi. Pemeriksaan ini direkomendasikan tiga bulan sekali atau paling tidak setahun sekali. Tes HbA1c juga dapat digunakan untuk memeriksa kondisi prediabetes pada orang dewasa.

Prediabetes berarti kadar gula darah yang menunjukkan risiko terkena diabetes. Tes HbA1c ini dapat membantu pengidap diabetes dan prediabetes untuk memantau kondisi dan kadar glukosa tubuhnya. Selain itu, seseorang yang merasakan gejala diabetes juga bisa segera melakukan pemeriksaan ini. Diskusikan dengan dokter kapan waktu terbaik untuk menjalani tes ini.

Selain itu, diskusikan dengan dokter mengenai pemeriksaan apa saja yang diperlukan untuk memantau kondisi diabetes atau prediabetes. Bagaimana Melakukan Cek Gula Darah (HbA1c)? Prosedur pemeriksaan gula darah HbA1c bisa dibilang hampir sama dengan prosedur tes darah pada umumnya.

Di sini dokter atau tenaga medis kana mengambil darah dengan menusuk jarum pada pembuluh darah di lengan. Baca juga: Diabetes Tipe 2: Inilah 4 Camilan yang Mesti Dihindari Pengidapnya Setelah darah diambil, sampel darah selanjutnya akan diuji di laboratorium. Umumnya, hasil pemeriksaan HbA1c ini bisa dilihat dalam beberapa hari.

Mintalah bantuan dokter atau tenaga medis untuk menafsirkan hasil tersebut. Hasil pemeriksaan HbA1c akan tertulis dalam persentase, seperti:

See also:  Obat Diabetes Yang Ditanggung Bpjs?

Normal: jumlah HbA1c di bawah 5,7 persen.Prediabetes: jumlah HbA1c antara 5,7–6,4 persen.Diabetes: jumlah HbA1c mencapai 6,5 persen atau lebih.

Hal yang perlu ditegaskan, semakin tinggi jumlah HbA1c, maka semakin banyak hemoglobin yang berkaitan dengan glukosa. Kondisi inilah yang bisa menandakan bahwa kadar gula darah tinggi dalam darah. Ingat, bila kadar HbA1c lebih dari 8 persen, ada kemungkinan tubuh mengalami diabetes yang tidak terkontrol.

Apakah HbA1c tinggi pasti diabetes?

Berdasarkan National Institute of Diabetes and Digestive and Kidney Diseases, kadar HbA1c normal berkisar di angka 5,6 persen atau kurang. Sementara itu, hasil kadar HbA1c sebesar 5,7-6,4 persen menandakan kondisi prediabetes. Lalu, hasil tes A1C dengan nilai 6,5 persen atau lebih menunjukkan bahwa Anda mengidap diabetes,

Mengapa HbA1c digunakan sebagai prediktor kadar glukosa darah selama 3 bulan lampau?

Hemoglobin A1c (HbA1c) Pengukuran kadar glukosa darah hanya memberikan informasi mengenai homeostasis glukosa yang sesaat dan tidak dapat digunakan untuk mengevaluasi pengendalian glukosa jangka panjang (beberapa minggu atau bulan sebelumnya). Untuk keperluan ini dilakukan pengukuran hemoglobin terglikosilasi dalam eritrosit atau juga dinamakan hemoglobin glikosilat atau hemoglobin A1c (HbA1c). Apabila hemoglobin bercampur dengan larutan dengan kadar glukosa yang tinggi, rantai beta molekul hemoglobin mengikat satu gugus glukosa secara ireversibel, proses ini dinamakan glikosilasi. Glikosilasi terjadi secara spontan dalam sirkulasi dan tingkat glikosilasi ini meningkat apabila kadar glukosa dalam darah tinggi. Pada orang normal, sekitar 4-6% hemoglobin mengalami glikosilasi menjadi hemoglobin glikosilat atau hemoglobin A1c. Pada hiperglikemia yang berkepanjangan, kadar hemoglobin A1c dapat meningkat hingga 18-20%. Glikosilasi tidak mengganggu kemampuan hemoglobin mengangkut oksigen, tetapi kadar hemoglobin A1c yang tinggi mencerminkan kurangnya pengendalian diabetes selama 3-5 minggu sebelumnya. Setelah kadar normoglikemik menjadi stabil, kadar hemoglobin A1c kembali normal sekitar 3 minggu. Karena HbA1c terkandung dalm eritrosit yang hidup sekitar 100-120 hari, maka HbA1c mencerminkan pengendalian metabolisme glukosa selama 3-4 bulan. Hal ini lebih menguntungkan secara klinis karena memberikan informasi yang lebih jelas tentang keadaan penderita dan seberapa efektif terapi diabetik yang diberikan. Peningkatan kadar HbA1c > 8% mengindikasikan diabetes mellitus yang tidak terkendali, dan penderita berisiko tinggi mengalami komplikasi jangka panjang, seperti nefropati, retinopati, neuropati, kardiopati. Eritrosit yang tua, karena berada dalam sirkulasi lebih lama dari sel-sel yang masih muda, memiliki kadar HbA1c yang lebih tinggi. Penurunan palsu kadar HbA1c dapat disebabkan oleh penurunan jumlah eritrosit. Pada penderita dengan hemolisis episodik atau kronis, darah mengandung lebih banyak eritrosit muda sehingga kadar HbA1c dapat dijumpai dalam kadar yang sangat rendah. Glikohemoglobin total merupakan indikator yang lebih baik untuk pengendalian diabetes pada penderita anemia atau kehilangan darah. Prosedur. Hemoglobin glikosilat atau HbA1c dapat diukur dengan beberapa metode, seperti kromatografi afinitas, elektroforesis, immunoassay, atau metode afinitas boronat.Hemoglobin glikosilat atau HbA1c dapat diukur dengan beberapa metode, seperti kromatografi afinitas, elektroforesis, immunoassay, atau metode afinitasboronat. Spesimen yang digunakan untuk pengukuran HbA1c adalah : darah kapiler atau vena dengan antikoagulan (EDTA, sitrat, atau heparin). Hindari terjadinya hemolisis selama pengumpulan sampel. Batasan asupan karbohidrat sebelum dilakukan uji laboratorium sifatnya dianjurkan. Nilai Rujukan

Orang normal : 4,0 – 6,0 % DM terkontrol baik : kurang dari 7,0% DM terkontrol kurang baik : 7,0 – 8,0% DM tidak terkontrol : > 8,0% Nilai rujukan dapat berlainan di setiap laboratorium tergantung metode yang digunakan. Masalah Klinis

Peningkatan kadar : DM tidak terkendali, hiperglikemia, DM yang baru terdiagnosis, alkohol, kehamilan, hemodialisis. Pengaruh obat : kortison jangka panjang, ACTH. Penurunan kadar hemoglobin : anemia (pernisiosa, hemolitik, sel sabit), talasemia, kehilangan darah jangka panjang, gagal ginjal kronis.

Faktor yang Dapat Mempengaruhi Hasil Laboratorium

Anemia dapat menyebabkan hasil uji yang rendah Hemolisis spesimen dapat menyebabkan hasil uji yang tidak akurat Terapi heparin dapat menyebabkan hasil positif palsu. Setelah transfuse darah hasil pembacaan HbA1c mungkin berubah. Kenaikan kadar HbF pada talasemia dapat menyulitkan interpretasi.

HbF dapat menaikkan pembacaan tes HbA1c. : Hemoglobin A1c (HbA1c)

HbA1c rendah berapa?

“Kadar Hba1c yang tinggi menunjukkan kadar glukosa dalam darah tinggi. Kondisi ini berbahaya bagi pengidap diabetes karena bisa meningkatkan risiko mereka mengalami komplikasi. Namun, dengan mengatur pola makan sehat, meningkatkan aktivitas fisik dan minum obat, gula darah bisa dikendalikan yang akhirnya menurunkan kadar Hba1c.” Halodoc, Jakarta – Diabetes adalah penyakit kronis yang bisa menyebabkan banyak komplikasi berbahaya.

Untungnya, ada beberapa cara yang bisa dilakukan untuk mengelola penyakit tersebut. Salah satunya adalah menjaga kadar Hba1c tetap normal. Hba1c adalah rata-rata kadar glukosa (gula) darah kamu selama dua sampai tiga bulan terakhir. Bila kadar tersebut tinggi, kamu yang mengidap diabetes berisiko tinggi mengalami komplikasi.

Namun, tidak perlu panik, karena ada beberapa cara yang bisa kamu lakukan untuk menurunkan kadar Hba1c dalam tubuh. Berikut ulasannya. Hba1c dikenal juga sebagai hemoglobin terglikasi. Ini adalah sesuatu yang dihasilkan ketika glukosa dalam tubuh menempel pada sel darah merah.

  • Etika glukosa memasuki darah, ia mengikat protein sel darah merah yang disebut hemoglobin.
  • Protein ini berperan penting untuk membawa oksigen ke seluruh tubuh.
  • Semakin tinggi kadar glukosa darah, semakin banyak hemoglobin yang diikatnya.
  • Sel darah merah bisa hidup selama sekitar 4 bulan.
  • Jadi, Hba1c mencerminkan kadar glukosa darah jangka panjang.

Banyak penelitian sudah menunjukkan bahwa menurunkan kadar Hba1c bisa membantu memperlambat perkembangan diabetes dan mengurangi risiko komplikasi, seperti kerusakan saraf dan penyakit kardiovaskular, baik pada diabetes tipe 1 maupun tipe 2. Bahkan, perubahan kecil pada Hba1c bisa memberikan efek yang signifikan.

American Diabetes Association (ADA) merekomendasikan orang untuk menjaga kadar Hba1c di bawah 7 persen. Namun, pada orang yang mengidap diabetes, kadar Hba1c yang ideal adalah 6,5 persen atau lebih rendah. Bila hasil pemeriksaan menunjukkan kadar Hba1c kamu tinggi, dokter bisa mengatur kembali rencana obat-obatan yang diberikan untuk menurunkan kadar gula darah dalam tubuh kamu.

Namun, selain itu, kamu juga perlu membuat perubahan pada gaya hidup kamu, khususnya pola makan dan aktivitas fisik kamu agar kadar gula darah tetap terjaga yang akhirnya bisa menurunkan kadar Hba1c. Berikut ini beberapa cara efektif untuk menurunkan kadar Hba1c:

See also:  When Should I Take Diabetes Medication?

Buat Rencana Makan

Mengonsumsi jenis makanan yang tepat penting untuk menurunkan kadar Hba1c. Agar kamu tidak tergoda untuk membeli atau mengonsumsi makanan tidak sehat secara berlebihan, buatlah rencana makan per minggu. Misalnya, kamu bisa membuat daftar belanjaan terlebih dahulu sebelum berbelanja makanan dan belilah hanya makanan-makanan yang ada dalam daftar.

Batasi Porsi Makanan

Selain jenis makanan yang dikonsumsi, porsi makanan yang kamu makan juga perlu diperhatikan. Berikut ini beberapa tips untuk membantu mencegah makan berlebihan:

  • Makanlah secukupnya saja dengan porsi yang sesuai untuk kamu.
  • Gunakan piring yang lebih kecil saat makan.
  • Bila kamu ingin mencamil biskuit, alih-alih makan langsung dari bungkusnya, ambillah beberapa biskuit dan taruh di piring.
  • Saat pergi makan di luar rumah, daripada memesan satu hidangan besar untuk diri sendiri, bertanyalah pada teman kamu apakah mereka ingin berbagi dengan kamu.

3. Pantau Karbohidrat Jumlah asupan karbohidrat yang tepat untuk tiap orang bervariasi. Oleh karena itu, kamu dianjurkan untuk bertanya pada dokter agar kamu mengetahui jumlah karbohidrat yang tepat. Namun, bila kamu tidak memantaunya secara cermat, kamu cenderung mengonsumsi karbohidrat secara berlebihan.

Turunkan Berat Badan yang Sehat

Bila kamu memiliki berat badan berlebih, menurunkan berat badan bisa membantu menurunkan kadar gula darah. Namun, tidak perlu menurunkan berat badan secara drastis. Para ahli mengatakan, bahkan penurunan berat badan sebesar 5 persen sudah bisa membuat perubahan besar.

Rencana Latihan

Cara lain yang juga bisa membantu menurunkan kadar Hba1c dengan meningkatkan aktivitas fisik. Pedoman saat ini merekomendasikan orang dewasa untuk melakukan latihan fisik dengan intensitas sedang selama 150–300 menit setiap minggu.

Minum Obat

Obat-obatan yang digunakan untuk menurunkan gula darah puasa juga akan menurunkan kadar Hba1c kamu. Beberapa obat, terutama yang memengaruhi gula darah kamu setelah makan yang disebut gula darah postprandial. Obat-obatan tersebut, termasuk sitagliptin, repaglinide, dan lain-lain.

Meskipun obat ini tidak secara signifikan meningkatkan nilai glukosa puasa, tetapi mereka tetap membantu menurunkan kadar Hba1c, karena mengurangi lonjakan glukosa setelah makan. Bicarakanlah terlebih dahulu dengan dokter sebelum meminum obat apa pun. Itulah cara efektif untuk menurunkan kadar Hba1c. Untuk cek kebutuhan obat kamu untuk menurunkan gula darah, gunakan saja aplikasi Halodoc,

Yuk, download aplikasinya sekarang juga untuk memudahkan kamu mendapatkan solusi kesehatan terlengkap.

HbA1c tertinggi berapa?

Normalnya, kadar HbA1c dalam darah berkisar antara 4 hingga 5,6 %. Kadar HbA1c yang berada antara 5,7 hingga 6,4 % mengindikasikan Anda berisiko lebih tinggi mengalami diabetes. Sedangkan, kadar HbA1c yang mencapai 6,5 % atau lebih bisa berarti bahwa Anda sudah terkena diabetes.

HbA1c tinggi karena apa?

Tingginya kadar HbA1c pada penderita diabetes menandakan gula darahnya selama ini belum terkontrol dengan baik. Hal ini bisa banyak faktor pencetusnya, seperti karena pengobatan yang tidak optimal, pola makan sembarangan, gaya hidup tidak sehat, atau kondisi medis lain yang membuat perbaikan menjadi terhambat.

Apakah HbA1c perlu puasa?

Bagaimana Arti Hasil Pemeriksaan Gula Darah dan HbA1c? – Hemoglobin A1C adalah tes darah yang tidak memerlukan puasa untuk menunjukkan tingkat gula darah rata-rata Anda selama 2 hingga 3 bulan terakhir. Semakin tinggi kadar gula darah, semakin banyak hemoglobin yang Anda miliki.

A1C 6,5% atau lebih tinggi pada dua tes yang berbeda menunjukkan diabetes.A1C antara 5,7% dan 6,4% menunjukkan prediabetes.A1C di bawah 2,7% dianggap normal.

Jika hasil tes A1C tidak konsisten, tes tidak tersedia, atau Anda memiliki kondisi khusus yang membuat hasil tes A1C tidak akurat, dokter mungkin akan menggunakan tes berikut untuk mendiagnosis diabetes:

Tes gula darah secara acak. Sampel darah akan diambil secara acak terlepas dari kapan terakhir Anda makan. Kadar gula darah 200 mg/dL (11,1 mmol/L) atau lebih tinggi menunjukkan diabetes.Tes gula darah puasa (GDP). Sampel darah akan diambil setelah Anda puasa semalaman. Kadar gula darah puasa < 100 mg/dL (5,6 mmol/L) dianggap normal. Kadar gula darah puasa dari 100 hingga 125 mg/dL (5,6 hingga 6,9 mmol/L) dianggap prediabetes. Kadar gula darah 126 mg/dL (7 mmol/L) atau lebih tinggi pada dua tes terpisah dianggap diabetes.Tes toleransi glukosa oral (TTGO). Anda perlu berpuasa semalaman dan kadar gula darah puasa diukur. Kemudian Anda minum cairan manis dan kadar gula darah diuji secara berkala selama dua jam berikutnya. Kadar gula darah > 140 mg/dL (7,8 mmol/L) dianggap normal. Kadar gula darah < 200 mg/dL (11,1 mmol/L) setelah dua jam dianggap diabetes. Kadar gula darah antara 140 dan 199 mg/dL (7,8 mmol/L dan 11,0 mmol/L) dianggap prediabetes.

Sedangkan cara membaca hasil pemeriksaan HbA1c yaitu:

Hasil tes > 42 mmol/mol (> 6.0%) dianggap normalHasil tes 42 hingga 47 mmol/mol (6.0% hingga 6.4%) dianggap prediabetes.Hasil tes 48 mmol/mol (6.5%) atau lebih dianggap diabetes.

Apakah kadar HbA1c bisa turun?

Kadar HbA1C akan turun dengan sendirinya jika kontrol gula darah harian anda baik.

Apa perbedaan pemeriksaan gula darah dan HbA1c?

Beda Cek Gula Darah Biasa dengan Pemeriksaan HbA1C Halaman all – Kompas.com TANYA: Selamat siang dok, saya ingin bertanya tentang perbedaan pemeriksaan gula darah biasa (puasa) dengan pemeriksaan HbA1C. Mengapa saya diharuskan periksa HbA1C oleh dokter saya, katanya sih lebih akurat.

  • JAWAB:
  • Saudara Atikah yang terhormat di Bekasi
  • Menjawab pertanyaan Saudari tentang perbedaan gula darah puasa dengan HbA1c, dengan sederhana dapat Saya sampaikan bahwa gula darah puasa menunjukkan kadar gula darah sesaat, atau waktu itu, yang terukur dalam darah setelah puasa 8 jam.
See also:  When Diabetes Was Discovered?

Sedangkan HbA1c menunjukkan kadar gula darah rata-rata dalam 2-3 bulan. Jadi, memang pemeriksaan HbA1c ini lebih baik, lebih akurat karena menggambarkan kadar gula darah dalam waktu yang cukup lama, 2-3 bulan. Semakin baik kadar HbA1c ini maka semakin kecil pula risiko komplikasi diabetes melitus yang sering mengancam penderita diabetes melitus.

Pendekatan pertama pengobatan diabetes melitus tipe 2, teruatama penderita yang obesitas adalah dengan diet dan perubahan gaya hidup seperti olahraga. Bila dengan diet dan olahraga gula darah belum terkontrol dengan baik, baru diberikan obat-obat medikamentosa. Saya tidak tahu apakah saudari sebelumnya sudah menjalani diet, olahraga, dan apakah saudari berat badannya normal atau obes.

Kalau memang saudari sudah menjalani diet, olahragaa, tetapi gula darah tetap belum terkontrol, maka obat-obatan harus diberikan. Tentang kekhawatiran komplikasi obat-obatan yang dikonsumsi, terutama terhadap ginjal, selagi diberikan oleh dokter yang berkompeten dan di bawah pengawasannya, biasanya tidak masalah.

Dan, perlu diingat bahwa gula darah, tekanan darah yang tinggi, yang tidak terkontrol merupakan ancaman yang lebih berbahaya dibandingkan dengan kemungkinan komplikasi obat-obatan yang saudari takutkan. “Boleh jeda makan obat, kalau gula darah Saya terkontrol?” Pertanyaan yang agak sulit Saya jawab, karena Saya tidak tahu riwayat perjalanan penyakit saudari sebelumnya dan juga tidak tahu keadaan fisik saudari secara keseluruhan sekarang.

Saran Saya, lebih baik saudari langsung tanyakan ke dokter yang selama ini merawat saudari.

  1. Terimakasih, semoga bermanfaat
  2. Wassalam
  3. Irsyal Rusad

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram “Kompas.com News Update”, caranya klik link, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel. : Beda Cek Gula Darah Biasa dengan Pemeriksaan HbA1C Halaman all – Kompas.com

HbA1c tertinggi berapa?

Normalnya, kadar HbA1c dalam darah berkisar antara 4 hingga 5,6 %. Kadar HbA1c yang berada antara 5,7 hingga 6,4 % mengindikasikan Anda berisiko lebih tinggi mengalami diabetes. Sedangkan, kadar HbA1c yang mencapai 6,5 % atau lebih bisa berarti bahwa Anda sudah terkena diabetes.

HbA1c Apakah harus puasa?

Bagaimana Arti Hasil Pemeriksaan Gula Darah dan HbA1c? – Hemoglobin A1C adalah tes darah yang tidak memerlukan puasa untuk menunjukkan tingkat gula darah rata-rata Anda selama 2 hingga 3 bulan terakhir. Semakin tinggi kadar gula darah, semakin banyak hemoglobin yang Anda miliki.

A1C 6,5% atau lebih tinggi pada dua tes yang berbeda menunjukkan diabetes.A1C antara 5,7% dan 6,4% menunjukkan prediabetes.A1C di bawah 2,7% dianggap normal.

Jika hasil tes A1C tidak konsisten, tes tidak tersedia, atau Anda memiliki kondisi khusus yang membuat hasil tes A1C tidak akurat, dokter mungkin akan menggunakan tes berikut untuk mendiagnosis diabetes:

Tes gula darah secara acak. Sampel darah akan diambil secara acak terlepas dari kapan terakhir Anda makan. Kadar gula darah 200 mg/dL (11,1 mmol/L) atau lebih tinggi menunjukkan diabetes.Tes gula darah puasa (GDP). Sampel darah akan diambil setelah Anda puasa semalaman. Kadar gula darah puasa < 100 mg/dL (5,6 mmol/L) dianggap normal. Kadar gula darah puasa dari 100 hingga 125 mg/dL (5,6 hingga 6,9 mmol/L) dianggap prediabetes. Kadar gula darah 126 mg/dL (7 mmol/L) atau lebih tinggi pada dua tes terpisah dianggap diabetes.Tes toleransi glukosa oral (TTGO). Anda perlu berpuasa semalaman dan kadar gula darah puasa diukur. Kemudian Anda minum cairan manis dan kadar gula darah diuji secara berkala selama dua jam berikutnya. Kadar gula darah > 140 mg/dL (7,8 mmol/L) dianggap normal. Kadar gula darah < 200 mg/dL (11,1 mmol/L) setelah dua jam dianggap diabetes. Kadar gula darah antara 140 dan 199 mg/dL (7,8 mmol/L dan 11,0 mmol/L) dianggap prediabetes.

Sedangkan cara membaca hasil pemeriksaan HbA1c yaitu:

Hasil tes > 42 mmol/mol (> 6.0%) dianggap normalHasil tes 42 hingga 47 mmol/mol (6.0% hingga 6.4%) dianggap prediabetes.Hasil tes 48 mmol/mol (6.5%) atau lebih dianggap diabetes.

Apa perbedaan pemeriksaan gula darah dan HbA1c?

Beda Cek Gula Darah Biasa dengan Pemeriksaan HbA1C Halaman all – Kompas.com TANYA: Selamat siang dok, saya ingin bertanya tentang perbedaan pemeriksaan gula darah biasa (puasa) dengan pemeriksaan HbA1C. Mengapa saya diharuskan periksa HbA1C oleh dokter saya, katanya sih lebih akurat.

  • JAWAB:
  • Saudara Atikah yang terhormat di Bekasi
  • Menjawab pertanyaan Saudari tentang perbedaan gula darah puasa dengan HbA1c, dengan sederhana dapat Saya sampaikan bahwa gula darah puasa menunjukkan kadar gula darah sesaat, atau waktu itu, yang terukur dalam darah setelah puasa 8 jam.

Sedangkan HbA1c menunjukkan kadar gula darah rata-rata dalam 2-3 bulan. Jadi, memang pemeriksaan HbA1c ini lebih baik, lebih akurat karena menggambarkan kadar gula darah dalam waktu yang cukup lama, 2-3 bulan. Semakin baik kadar HbA1c ini maka semakin kecil pula risiko komplikasi diabetes melitus yang sering mengancam penderita diabetes melitus.

Pendekatan pertama pengobatan diabetes melitus tipe 2, teruatama penderita yang obesitas adalah dengan diet dan perubahan gaya hidup seperti olahraga. Bila dengan diet dan olahraga gula darah belum terkontrol dengan baik, baru diberikan obat-obat medikamentosa. Saya tidak tahu apakah saudari sebelumnya sudah menjalani diet, olahraga, dan apakah saudari berat badannya normal atau obes.

Kalau memang saudari sudah menjalani diet, olahragaa, tetapi gula darah tetap belum terkontrol, maka obat-obatan harus diberikan. Tentang kekhawatiran komplikasi obat-obatan yang dikonsumsi, terutama terhadap ginjal, selagi diberikan oleh dokter yang berkompeten dan di bawah pengawasannya, biasanya tidak masalah.

  1. Dan, perlu diingat bahwa gula darah, tekanan darah yang tinggi, yang tidak terkontrol merupakan ancaman yang lebih berbahaya dibandingkan dengan kemungkinan komplikasi obat-obatan yang saudari takutkan.
  2. Boleh jeda makan obat, kalau gula darah Saya terkontrol?” Pertanyaan yang agak sulit Saya jawab, karena Saya tidak tahu riwayat perjalanan penyakit saudari sebelumnya dan juga tidak tahu keadaan fisik saudari secara keseluruhan sekarang.

Saran Saya, lebih baik saudari langsung tanyakan ke dokter yang selama ini merawat saudari.

  1. Terimakasih, semoga bermanfaat
  2. Wassalam
  3. Irsyal Rusad

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram “Kompas.com News Update”, caranya klik link, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel. : Beda Cek Gula Darah Biasa dengan Pemeriksaan HbA1C Halaman all – Kompas.com

Adblock
detector