Bagian Nefron Yang Rusak Pada Penderita Diabetes Mellitus?

Bagian Nefron Yang Rusak Pada Penderita Diabetes Mellitus
Penyebab Nefropati Diabetik – Nefropati diabetik terjadi ketika diabetes menyebabkan kerusakan pada nefron, yaitu bagian ginjal yang berfungsi menyaring racun dan membuang kelebihan cairan dari dalam tubuh. Kondisi ini membuat fungsi nefron terganggu sehingga protein yang disebut albumin terbuang ke dalam urine.

  • Di samping itu, kerusakan pada nefron juga menyebabkan tekanan darah tinggi (hipertensi) yang makin merusak ginjal.
  • Belum diketahui mengapa kondisi di atas terjadi pada penderita diabetes.
  • Namun, ada dugaan kerusakan ini terkait dengan kadar gula darah yang tinggi (hiperglikemia) dan hipertensi yang tidak terkontrol.

Selain hiperglikemia dan hipertensi, beberapa faktor lain yang dapat meningkatkan risiko nefropati diabetik adalah:

Merokok Menderita diabetes tipe 1 sebelum usia 20 tahun Menderita kolesterol tinggi Memiliki berat badan berlebih atau menderita obesitas Memiliki riwayat diabetes dan penyakit ginjal dalam keluarga Menderita komplikasi lain dari diabetes, seperti neuropati diabetik atau retinopati diabetik

Kenapa bisa terjadi nefropati diabetik?

Penyebab Nefropati Diabetik Penyakit ini disebabkan oleh kerusakan pada nefron, yaitu bagian pada ginjal yang fungsinya menyaring racun dan membuang kelebihan cairan dalam tubuh. Kondisi tersebut akan membuat fungsi nefron terganggu sehingga menyebabkan protein (albumin) terbuang dalam urine.

Apa yang terjadi jika nefron mengalami kerusakan?

Nefron merupakan bagian dari organ ginjal. Apabila nefron terganggu, ginjal pun tidak mampu mengeluarkan limbah. Pada saat fungsi ginjal berhenti sepenuhnya, tubuh akan dipenuhi dengan air dan produk limbah atau disebut sebagai uremia.

Apa itu nefron ginjal?

Nefron Sebagai Bagian dari Struktur Ginjal – Nefron adalah bagian terpenting dari setiap ginjal. Mereka mengambil darah, memetabolisme nutrisi, dan membantu mengeluarkan produk limbah dari darah yang disaring. Setiap ginjal memiliki sekitar 1 juta nefron.

  • Glomerulus. Ini adalah sekelompok kapiler yang menyerap protein dari darah yang berjalan melalui sel darah ginjal.
  • Kapsul Bowman. Cairan yang tersisa, yang disebut urin kapsuler, melewati kapsul Bowman ke dalam tubulus ginjal.

Apa saja akibat dari penyakit diabetes melitus?

Diabetes – Penyebab, Gejala, dan Pengobatan – Kabupaten Bogor Bagian Nefron Yang Rusak Pada Penderita Diabetes Mellitus Diabetes adalah kondisi di mana kandungan gula dalam darah melebihi normal dan cenderung tinggi. Diabetes mellitus merupakan salah satu penyakit metabolisme yang mampu menyerang siapa saja. Diabetes mellitus (atau kencing manis) adalah kondisi kronis dan berlangsung seumur hidup yang mempengaruhi kemampuan tubuh dalam menggunakan energi yang dari makanan.

  1. Ada dua jenis utama dari penyakit ini: Tipe 1 dan Tipe 2.
  2. Sebanyak 350 juta orang di seluruh dunia mengidap diabetes.
  3. Pada tahun 2004, sekitar 3-4 juta orang meninggal karena kadar gula darah yang tinggi.
  4. Lebih dari 80% kematian akibat penyakit DM terjadi di negara dengan tingkat penghasilan menengah dan rendah.

WHO memperkirakan jumlah kematian akibat DM akan meningkat dua kali lipat selama periode 2005 – 2030. Penyebab Prinsip penyebab penyakit ini apapun jenisnya adalah terganggunya kemampuan tubuh untuk menggunakan glukosa ke dalam sel. Tubuh normal mampu memecah gula dan karbohidrat yang Anda makan menjadi gula khusus yang disebut glukosa.

Glukosa merupakan bahan bakar untuk sel-sel dalam tubuh. Untuk memasukkan glukosa ke dalam sel dibutuhkan insulin. Pada orang dengan DM, tubuh tidak memiliki insulin (DM Tipe 1) atau insulin yang ada kurang adekuat (DM Tipe 2). Karena sel-sel tidak dapat mengambil glukosa, glukosa itu menumpuk dalam aliran darah.

Tingginya kadar glukosa darah dapat merusak pembuluh darah kecil di ginjal, jantung, mata, dan sistem saraf. Oleh karena itu, diabetes yang tidak ditangani dapat menyebabkan penyakit jantung, stroke, penyakit ginjal, kebutaan, dan kerusakan saraf di kaki.

Kelaparan dan kelelahan, Tubuh mengubah makanan menjadi glukosa yang digunakan untuk menghasilkan energi. Ketika insulin tidak optimal lagi atau tidak ada, maka tubuh akan merasa mudah lelah dan cepat lapar. Kencing lebih sering dan menjadi mudah haus, Rata-rata orang biasanya berkemih antara 4–7 kali dalam 24 jam, tapi orang-orang dengan penyakit ini mungkin menjadi lebih sering. Mengapa? Biasanya ginjal akan menyerap glukosa diikuti oleh penyerapan air. Tetapi pada penderita diabetes, kadar gula darah sudah meningkat sehingga tubuh tidak mungkin menyerap ulang glukosa. Akhirnya, air yang melewati ginjal menjadi lebih banyak. Mulut kering dan kulit gatal. Karena semakin sering berkemih, terjadi kekurangan air pada bagian tubuh lainnya. Anda bisa mengalami dehidrasi dan mulut terasa kering. Kulit kering dapat membuat Anda gatal. Penglihatan kabur, Perubahan tingkat cairan dalam tubuh bisa membuat lensa di mata membengkak sehingga lensa mata berubah bentuk dan kehilangan kemampuan untuk fokus.

Pada kondisi tertentu, terdapat gejala-gejala yang cenderung muncul setelah glukosa telah tinggi untuk waktu yang lama.

Infeksi jamur, Baik pria maupun wanita dengan diabetes bisa terkena ini. Jamur menyukai glukosa, sehingga orang diabetes membuat jamur mudah berkembang. Infeksi dapat tumbuh dalam area kulit yang hangat dan lembab sepeti lipatan kulit yaitu di anntara jari tangan dan kaki, di bawah payudara, di sekitar organ intim Penyembuhan luka yang lambat, Seiring waktu, gula darah tinggi dapat mempengaruhi aliran darah dan menyebabkan kerusakan saraf yang membuat tubuh Anda sulit untuk menyembuhkan luka. Nyeri atau mati rasa di kaki. Penurunan berat badan. Jika tubuh tidak bisa mendapatkan energi dari Anda, sel akan mulai membakar otot dan lemak untuk mendapatkan sumber energi lainnya sebagai gantinya. Pasien akan kehilangan berat badan meskipun tidak berolahraga maupun tidak mengurangi makan. Mual dan muntah. Ketika tubuh membakar sumber energi lain selain glukossa, hasil pembakaran itu berupa “keton.” Darah dapat jatuh dalam kondisi pH asam, kondisi mungkin mengancam jiwa yang disebut ketoasidosis diabetikum, Keton dapat menyebabkan sakit perut, mual, dan muntah.

See also:  Gejala-Gejala Yang Dialami Penderita Diabetes Melitus Terdapat Pada Angka?

Pengobatan Diabetes Tipe 1 dan 2 Diabetes tipe 1 Diabetes tipe 1 juga disebut diabetes insulin-dependent, Dulu disebut juga dengan diabetes onset-anak, karena sering dimulai pada masa kanak-kanak. Namun seiring berjalannya waktu, banyak penelitian menunjukkan bahwa tipe ini bisa muncul juga pada orang dewasa.

  1. Diabetes tipe 1 adalah kondisi autoimun.
  2. Ini disebabkan pankreas diserang dengan antibodi tubuh pasien sendiri.
  3. Pada penderita tipe ini, pankreas yang rusak tidak membuat insulin.
  4. Diabetes tipe ini dapat disebabkan oleh kecenderungan genetik.
  5. Sejumlah risiko medis yang berhubungan dengan diabetes tipe 1 Banyak dari mereka berasal dari kerusakan pembuluh darah kecil di mata Anda (disebut retinopati diabetik), saraf (neuropati diabetes), dan ginjal (nefropati diabetik).

Bahkan risiko yang lebih serius adalah meningkatnya risiko penyakit jantung dan stroke. Pengobatan untuk tipe 1 ini adalah dengan pemberian insulin, dengan cara disuntikkan melalui kulit ke dalam jaringan lemak (biasasnya di jaringan lemak perut). Diabetes Tipe 2 Sejauh ini, bentuk paling banyak dari penyakit ini adalah diabetes tipe 2.95% kasus ditemukan pada orang dewasa.

Tipe 2 ini dulu disebut dengan diabetes onset dewasa, tapi dengan epidemi banyaknya kasus obesitas pada anak-anak, banyak remaja baru yang juga mengalami tipe ini. Diabetes tipe 2 juga disebut non-insulin dependent diabetes. Diabetes tipe 2 biasanya lebih ringan daripada tipe 1 karena pankreas sebenarnya mampu menghasilkan insulin, namun karena gaya hidup dan makanan yang tidak terjaga, pankreas mengalami “kelelahan”.

Pankreas mampu menghasilkan sejumlah insulin. Tapi jumlah yang dihasilkan tidak cukup untuk kebutuhan tubuh atau sel-sel tubuh lainnya menjadi “kebal” terhadap insulin sehingga menjadi sel resisten insulin. Resistensi insulin, atau kurangnya sensitivitas terhadap insulin, kebanyakan terjadi pada sel lemak, hati, dan sel-sel otot.

Sama seperti tipe 1, tipe 2 mampu menyebabkan komplikasi kesehatan, terutama di pembuluh darah terkecil dalam tubuh seperti ginjal, saraf, dan mata. Diabetes tipe 2 juga meningkatkan risiko penyakit jantung dan stroke. Orang yang mengalami obesitas – dengan berat badan lebih dari 20% dari berat badan ideal – beresiko sangat tinggi untuk terkena tipe ini.

Orang gemuk cenderung memiliki resistensi insulin. Dengan resistensi insulin, pankreas harus bekerja terlalu keras untuk menghasilkan lebih banyak insulin. Tapi meskipun begitu, tidak ada cukup insulin untuk menjaga gula normal. Tidak ada obat untuk penyakit ini.

  • Pada awalnya, diabetes tipe 2 dapat dikendalikan dengan manajemen berat badan, nutrisi, dan olahraga.
  • Biasanya, tipe ini berkembang lebih pesat pada akhirnya, sehingga obat antidiabetes sering dibutuhkan.
  • Tes A1C adalah tes darah yang memperkirakan kadar glukosa rata dalam darah Anda selama tiga bulan sebelumnya.

Pengujian A1C periodik mungkin disarankan untuk melihat seberapa baik diet, olahraga, dan obat-obatan bekerja untuk mengontrol gula darah dan hasilnya dilihat untuk mencegah kerusakan organ. Tes A1C biasanya dilakukan beberapa kali dalam setahun. Hubungi dokter jika:

Merasa sakit perut yang sangat hebat, lemah, dan sangat haus Ketika kencing sangat sering dan banyak Bernapas lebih dalam dan lebih cepat dari biasanya (nafas Kusmaull, salah satu penanda kegawatan pada diabetes) Memiliki napas yang berbau manis seperti cat kuku. (Ini adalah tanda dari kadar keton yang sangat tinggi

(dr. Ursula Penny) http://doktersehat.com/diabetes/ : Diabetes – Penyebab, Gejala, dan Pengobatan – Kabupaten Bogor

Kondisi menurunnya fungsi organ ginjal yang disebabkan oleh penyakit diabetes mellitus merupakan jenis diabetes apa?

Pengertian – Nefropati diabetik adalah kondisi menurunnya fungsi organ ginjal yang disebabkan oleh penyakit diabetes melitus (DM). Hampir 40% penderita DM akan mengalami berbagai komplikasi, di antaranya komplikasi jenis yang satu ini. Namun, dengan manajemen DM yang baik, seperti mengontrol gula darah dan tekanan darah, nefropati dapat dicegah dan sangat mungkin diperlambat.

Apa itu penyakit neuropati diabetik?

Neuropati Diabetik : Kenali Gejala dan Tanda ( Rangkaian Series 01) Senin, 08 Agustus 2022 12:48 WIB 807 Wira Gotera/Ida Bagus Aditya Nugraha – RSUP Sanglah Denpasar Neuropati diabetik adalah adanya gejala dan atau tanda dari disfungsi saraf penderita diabetes tanpa ada penyebab lain selain Diabetes Melitus (DM) (setelah dilakukan eksklusi penyebab lainnya) (Sjahrir, 2006).

  1. Apabila dalam jangka yang lama glukosa darah tidak berhasil diturunkan menjadi normal maka akan melemahkan dan merusak dinding pembuluh darah kapiler yang memberi makan ke saraf sehingga terjadi kerusakan saraf yang disebut neuropati diabetik (Tandra, 2007).
  2. Data epidemiologi menyatakan bahwa kira-kira 30% sampai 40% pasien dewasa dengan DM tipe 2 menderita Distal Peripheral Neuropathy (DPN).
See also:  Gula Diabetes Yang Bagus?

DPN berkaitan dengan berbagai faktor resiko yang mencakup derajat hiperglikemia, indeks lipid, indeks tekanan darah, durasi menderita diabetes dan tingkat keparahan diabetes. Studi epidemiologik menunjukkan bahwa kadar glukosa darah yang tidak terkontrol beresiko lebih besar untuk terjadi neuropati.

  1. Setiap kenaikan kadar HbA1c 2% beresiko komplikasi neuropati sebesar 1,6 kali lipat dalam waktu 4 tahun (Sjahrir, 2006).
  2. Patogenesis Teori Vaskular Proses terjadinya neuropati diabetik melibatkan kelainan vaskular.
  3. Penelitian membuktikan bahwa hiperglikemia yang berkepanjangan merangsang pembentukan radikal bebas oksidatif (reactive oxygen species).

Radikal bebas ini merusak endotel vaskular dan menetralisasi Nitric Oxide (NO) sehingga menyebabkan vasodilatasi mikrovasular terhambat. Kejadian neuropati yang disebabkan kelainan vaskular dapat dicegah dengan modifikasi faktor resiko kardiovaskular yaitu hipertensi, kadar trigliserida tinggi, indeks massa tubuh dan merokok (Subekti, 2009).

Teori Metabolik Perubahan metabolisme polyol pada saraf adalah faktor utama patogenesis neuropati diabetik. Aldose reduktase dan koenzim Nicotinamide Adenine Dinucleotide Phosphate (NADPH) mengubah glukosa menjadi sorbitol (polyol). Sorbitol diubah menjadi fruktosa oleh sorbitol dehidrogenase dan koenzim Nicotinamide Adenine Dinucleotide (NAD+).

Kondisi hiperglikemia meningkatkan aktifitas aldose reduktase yang berdampak pada peningkatan kadar sorbitol intraseluler dan tekanan osmotik intraseluler. Kondisi tersebut menyebabkan abnormalitas fungsi serta struktur sel dan jaringan (Kawano, 2014).

Teori NGF ( Nerve Growth Factor) NGF adalah protein yang dibutuhkan untuk meningkatkan kecepatan dan mempertahankan pertumbuhan saraf. Kadar NGF cenderung menurun pada pasien diabetes dan berhubungan dengan tingkat neuropati (Subekti, 2009). Penurunan NGF mengganggu transport aksonal dari organ target menuju sel (retrograde) (Prasetyo, 2011).11 NGF juga berfungsi meregulasi gen substance P dan Calcitonin-Gen-Regulated Peptide (CGRP) yang berperan dalam vasodilatasi, motilitas intestinal dan nosiseptif.

Menurunnya kadar NGF pada pasien neuropati diabetik, dapat menyebabkan gangguan fungsi-fungsi tersebut (Subekti, 2009).Menurunnya kadar NGF pada pasien neuropati diabetik, dapat menyebabkan gangguan fungsi sesuai dengan teori yang terjadi. Sangat penting mengetahui lebih awal mengenai tata laksana Neuropati diabetik untuk dapat mengurangi komplikasi yang terjadi.

  1. Referensi Konsensus Pengelolaan Dan Pencegahan Diabetes Melitus Tipe 2.
  2. PERKENI 2021.
  3. Petunjuk Praktis Terapi Insulin Pada Pasien Diabetes Melitus.
  4. PERKENI 2021.
  5. Pedoman Pemantauan Gula Darah Mandiri.
  6. PERKENI 2019.
  7. Standards of Medical Care in Diabetes.
  8. American Diabetes Association 2021.
  9. Fauci A, Kasper D, Longo D, Braunwald E, Hauser S, Jameson J, Loscalzo J, editors.

Harrison’s Principle of Internal Medicine.20th ed. United State of America; The McGraw-Hill Companies.2018 Gardner DG, Shoback D, editors. Greenspan’s basic and clinical endocrinology.10th ed.2018. San Fransisco. : Neuropati Diabetik : Kenali Gejala dan Tanda ( Rangkaian Series 01)

Penyakit pada ginjal dimana terjadi kerusakan pada nefron?

4. Nefritis Akut – Peradangan pada nefron ginjal. Pengidap nefritis akut mengalami demam, muntah, tekanan darah tinggi, nyeri punggung, dan gangguan kencing.

Kerusakan pada bagian ginjal di mana urea masuk ke dalam darah disebut?

Penyebab uremia dan faktor risikonya – Penyebab uremia hingga kini belum diketahui secara pasti. Namun ada beberapa hal yang dianggap berpotensi menjadi penyebab terjadinya uremia, yaitu:

Meningkatnya kadar kreatinin, yakni produk limbah yang diproduksi di otot dan protein makanan Meningkatnya kadar urea, yakni produk limbah yang terbentuk di hati saat pemecahan protein Penurunan fungsi ginjal Adanya gagal ginjal kronis, terutama stadium akhir

Umumnya, uremia adalah kondisi yang dialami oleh orang dengan penyakit ginjal kronis atau gagal ginjal. Penyakit ginjal kronis ini bisa disebabkan oleh adanya masalah pada ginjal maupun komplikasi dari penyakit kronis lain, seperti:

Diabetes Hipertensi Glomerulonefritis atau kerusakan filter di ginjal Penyakit ginjal polikistik akibat adanya kista atau kantung berisi cairan di ginjal

Baca juga: 5 Pantangan Batu Ginjal yang Sebaiknya Anda Hindari

Nefritis adalah kerusakan pada glomerulus akibat apa?

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas

Nefritis
Informasi umum
Spesialisasi Urologi, Nefrologi

Nefritis adalah kerusakan pada bagian glomerulus ginjal akibat infeksi kuman umumnya bakteri streptococcus, Akibat nefritis ini seseorang akan menderita uremia atau edema, Uremia adalah masuknya kembali urine (C 5 H 4 N 4 O 3 ) dan urea ke dalam pembuluh darah sedangkan edema adalah penimbunan air di kaki karena terganggunya reabsorpsi air.

See also:  Sampel Urine Yang Mengalami Diabetes Melitus?

Nefritis akut banyak diderita oleh anak-anak dan remaja yang disebabkan oleh infeksi penyakit menular, Sedangkan nefritis kronis yang diderita oleh orang tua ditandai dengan tekanan darah tinggi dan pengerasan pembuluh darah ginjal. PENYEBAB Peradangan ginjal biasanya disebabkan oleh infeksi, seperti yang terjadi pada pielonefritis atau suatu reaksi kekebalan yang keliru dan melukai ginjal.

Suatu reaksi kekebalan yang abnormal bisa terjadi melalui 2 cara: Suatu antibodi dapat menyerang ginjalnya sendiri atau suatu antigen (zat yang merangsang reaksi kekebalan) menempel pada ginjal Antigen dan antibodi bergabung di bagian tubuh yang lain dan kemudian menempel pada sel-sel di dalam ginjal.

Apa saja bagian bagian nefron?

Masing-masing ginjal manusia terdiri dari sekitar satu juta nefron yang masing- masing dari nefron tersebut memiliki tugas untuk membentuk urin. Ginjal tidak dapat membentuk nefron baru, oleh sebab itu, pada trauma, penyakit ginjal, atau penuaan ginjal normal akan terjadi penurunan jumlah nefron secara bertahap. Bagian Nefron Yang Rusak Pada Penderita Diabetes Mellitus Gambar 1. Struktur Nefron Setiap nefron terdiri atas komponen utama yaitu glomerulus dan tubulus yang terdiri atas tubulus kontortus proksimal, lengkung henle, tubulus kontortus distal, dan duktus kolektifus. Glomerulus (kapiler glomerulus) dilalui sejumlah cairan yang difiltrasi dari darah sedangkan tubulus merupakan saluran panjang yang mengubah cairan yang telah difiltrasi menjadi urin dan dialirkan menuju keluar ginjal.(Junquiera dan Carneiro, 2002).1.

  • Glomelurus Glomerulus dikelilingi oleh kapsul epitel berdinding ganda yang disebut kapsula bowman.
  • Lapisan dalam kapsul ini (lapisan visceral) menyelubungi kapiler glomerulus.
  • Lapisan luar membentuk batas luar korpuskel renalis dan disebut lapisan parietal kapsula bowman.
  • Lapisan parietal kapsula bowman terdiri atas epitel selapis gepeng yang ditunjang lamina basalis dan selapis tipis serat retikulin (Junquiera dan Carneiro, 2002).

Kapiler-kapiler glomerulus dilapisi oleh sel-sel epitel dan seluruh glomerulus dilingkupi dengan kapsula bowman. Cairan yang difiltrasi dari kapiler glomerulus masuk ke dalam kapsula bowman dan kemudian masuk ke tubulus proksimal, yang terletak pada korteks ginjal.2.

  • Tubulus Epitel gepeng di lapisan parietal kapsula bowman berhubungan langsung dengan epitel tubulus kontortus proksimal yang berbentuk kuboid atau silindris rendah.
  • Filtrat glomerulus yang terbentuk, kemudian masuk ke dalam tubulus kontortus proksimal yang merupakan tempat dimulainya proses absorbsi dan ekskresi.

Selain aktivitas tersebut, tubulus kontortus proksimal mensekresikan kreatinin dan subsatansi asing bagi organisme, seperti asam para aminohippurat dan penisilin, dari plasma interstitial ke dalam filtrat (Junquiera dan Carneiro, 2002). Lengkung henle adalah struktur berbentuk U terdiri atas ruas tebal descenden dengan struktur yang sangat mirip tubulus kontraktus proksimal; ruas tipis descenden dan ruas tebal ascenden strukturnya sangat mirip dengan tubulus kontraktus distal.

  1. Lebih kurang sepertujuh dari semua nefron terletak dekat batas korteks-medula yang disebut dengan nefronjukstamedula.
  2. Nefron lainnya disebut nefron kortikal.
  3. Semua nefron turut serta dalam proses filtrasi, absorpsi dan sekresi.
  4. Tubulus kontortus distal, yaitu bagian terakhir nefron yang dilapisi oleh epitel selapis kuboid.

Lumen tubulus distal lebih besar dan karena sel-sel tubulus distal lebih gepeng dan lebih kecil dari tubulus proksimal, maka tampak lebih banyak sel dan inti dinding tubulus distal. Urin mengalir dari tubulus kontortus distal ke tubulus koligens/kolektifus, yang saling bergabung dan membentuk duktus kkolektifus yang lebih besar dan lebih lurus yaitu duktus papilaris Tubulus koleftifus yang lebih kecil dilapisi oleh epitel kuboid dan berdiameter kurang lebih 40μm.

Bagian apa sajakah nefron?

Nefron adalah unit terkecil dari ginjal yang menghasilkan urin. Bagian-bagian nefron sendiri adalah sebagai berikut : Kapsula Bowman : mengumpulkan hasil cairan dari proses penyaringan glomerulus Badan Malpighi : tempat terdapatnya alat penyaring darah Glomerulus : sebagai tempat proses penyaringan darah yang akan menyaring glukosa, garam, air, urea dan asam amino untuk menghasilka urin.

Tubulus Kontortus Proksimal : menghasilkan sebuah urin sekunder dengan kadar urea yang tinggi Lengkung Henle : berfungsi supaya urin tidak dapat kembali ke tubulus kontorus proksimal Tubulus Kontortus Distal : berfungsi untuk melepaskan zat-zat yang tidak digunakan dalam urin sekunder Tubulus Kolektivus : berfungsi pada proses pengumpulan urin dari tubulus kontortus proksimal yang akan dibawa ke pelvis – Nefron adalah unit terkecil dari ginjal yang menghasilkan urin.

Bagian-bagian nefron sendiri adalah sebagai berikut : Kapsula Bowman : mengumpulkan hasil cairan dari proses penyaringan glomerulus Badan Malpighi : tempat terdapatnya alat penyaring darah Glomerulus : sebagai tempat proses penyaringan darah yang akan menyaring glukosa, garam, air, urea dan asam amino untuk menghasilka urin.

Apa dua bagian utama nefron?

Setiap nefron memiliki 2 komponen utama yaitu glomerulus dan tubulus. Glomerulus (kapiler glomerulus) dilalui sejumlah cairan yang difiltrasi dari darah sedangkan tubulus merupakan saluran panjang yang mengubah cairan yang telah difiltrasi menjadi urin dan dialirkan menuju keluar ginjal.

Adblock
detector