Apa Penyebab Diabetes?

Apa Penyebab Diabetes
Penyebab dan Gejala Diabetes – Secara umum, penyakit Diabetes Melitus (DM) terjadi akibat gaya hidup tidak sehat yang menyebabkan akumulasi menumpuknya kadar gula dalam darah dan berada di atas ambang batas normal yang bersifat kronis dan jangka panjang.

  1. Dalam kondisi normal, glukosa adalah sumber energi utama bagi sel-sel dalam tubuh yang membentuk otot juga jaringan, termasuk juga untuk otak,
  2. N amun jika kadar glukosa berlebih, bisa berbahaya karena memicu penyakit gula darah atau diabetes.
  3. Faktor-Faktor Penyebab Penyakit Diabetes Secara umum, faktor penyebab terjadinya diabetes yang menyerang seseorang dapat digolongkan menjadi 2 yaitu faktor penyebab yang dapat dikontrol dan yang tidak dapat dikontrol (faktor alami/bawaan).1.

Faktor Penyebab yang Tidak B isa Dimodifikasi atau Dikontrol (Alami/Bawaan) Faktor penyebab ini merupakan sebab-sebab yang telah ada sejak lahir dan tidak dapat diubah, yang di antaranya adalah:

Faktor U sia

Penurunan fungsi organ yang disebabkan karena faktor usia adalah salah satu aspek utama terjadinya penyakit diabetes. Ini karena organ pankreas yang biasanya bekerja normal dalam memproduksi insulin mengalami penurunan fungsinya. Oleh karena itu, sangat dianjurkan untuk mereka yang berusia di atas 45 tahun agar memeriksa kadar gula darah secara teratur.

Kondisi Berat Badan Bayi Saat Lahir

Berat badan bayi saat lahir juga sering ditengarai sebagai salah satu kondisi yang menjadi patokan terjadinya diabetes. Untuk bayi dengan berat di atas 4000 gram berisiko menyebabkan anak tersebut terkena diabetes. Demikian bila berat badan bayi dibawah 2500 gram, maka ada risiko bahwa ketika dewasa anak itu akan terkena diabetes juga nantinya.

Faktor Keturunan atau Genetika Lebih Berisiko Terkena Diabetes

Keturunan diabetes sangat mungkin terkena diabetes juga nantinya. Karenanya bila diantara anggota keluarga ada riwayat diabetes maka sangat mungkin meningkatkan faktor terjadinya diabetes pada seseorang.2. Faktor Penyebab yang Bisa Dimodifikasi atau D ikontrol Faktor penyebab yang kedua ini disebabkan karena gaya hidup seseorang, beberapa diantaranya adalah:

Kebiasaan Merokok

Merokok, selain buruk untuk pernapasan, juga berbahaya karena dapat menimbulkan penyakit diabetes. Cara terbaik tentu dengan mengurangi dan menghentikan kebiasan ini.

Obesitas atau Kegemukan

Meski bukan satu hal yang pasti, tetapi peningkatan indeks massa tubuh berpengaruh pula pada kemungkinan seseorang terjangkit diabetes.

Pola Makan Tak Seha t

Makanan yang mengandung gula, tetapi rendah serat ditengarai sebagai sumber bahan pangan dan menyumbang kemungkinan diabetes lebih tinggi bagi seseorang.

Jarang dan Malas Berolahraga

Kondisi pasif, kurang bergerak, dan malas berolahraga menjadikan tubuh sangat berisiko untuk terkena diabetes.

Penderita Hipertensi berisiko Terkena Diabetes

Hipertensi juga disinyalir turut menyumbang tingginya angka penderita diabetes sebagai bagian dari faktor yang bisa dimodifikasi.

Tingginya Kadar Kolesterol

Kadar HDL (lemak baik) yang kurang dari 35mg/dL, serta kadar trigliserida yang lebih dari 250mg/dL ditengarai jadi penyumbang penyakit diabetes. Karenanya memperhatikan kadar kolesterol adalah satu hal yang penting.

PCOS (Polycystic Ovary Syndrome)

Kondisi ini biasanya terjadi pada wanita. Ditandai dengan tidak teraturnya siklus menstruasi, serta tumbuhnya rambut secara signifikan di daerah lengan, kumis, serta obesitas. Karena gejalanya yang mirip dengan kondisi sakit biasa, maka banyak orang yang tidak menyadari bahwa mereka mengidap penyakit diabetes ini dan bahkan sudah mengarah pada komplikasi.

Penurunan Berat Badan secara Berangsur-Angsur

Berat badan turun adalah hal biasa, N amun, jika terjadi terus menerus maka Anda perlu waspada. Seseorang yang ditengarai mengidap diabetes biasanya mengalami penurunan berat badan yang drastis dan signifikan. Ini dianggap sebagai gejala awal diabetes, akibat glukosa tidak bisa diserap secara optimal oleh tubuh.

Nafsu Makan Meningkat Akibat Sel Butuh Asupan Energi Lebih

Bisa jadi, peningkatan nafsu makan yang dialami seseorang adalah pertanda awal dari diabetes. Hal ini terjadi karena sel mengharapkan asupan glukosa yang lebih banyak, dan bersumber dari makanan. Namun demikian, tubuh tidak dalam kondisi optimal dan bisa bermetabolisme dengan baik, hal inilah yang memicu berkelanjutan.

Intensitas Buang Air Kecil Meningkat Biasanya Malam Hari

Gejala diabetes ini yang paling dikenal masyarakat. Buang air kecil yang terus menerus dan sering, adalah gejala awal dari diabetes. Bila hal ini terjadi ada baiknya untuk segera memeriksakan diri, agar bisa mendapatkan penanganan segera dan cepat.

Merasa Kesemutan atau Mati Rasa Akibat Syaraf Mulai Rusak

Gejala ini terjadi jika kadar gula dalam darah sudah cukup tinggi. Rasa kesemutan dan kebas (mati rasa) pada bagian tubuh seperti kaki, jari-jemari, dan tangan adalah tanda untuk waspada, karena bisa jadi penyakit diabetes sudah menunjukan gejala stadium lanjut. Hal ini terjadi akibat kerusakan pada serabut saraf.

Penglihatan Menurun, Terganggu dan Kabur

Kadar glukosa yang semakin meningkat menyebabkan cairan pembuluh darah terbatasi untuk masuk ke mata. Keadaan yang demikian bahkan bisa membuat lensa mata berubah bentuk. Namun, ciri yang demikian bisa hilang bila gula darah semakin berkurang dan normal.

Mudah terjadi Luka dan Susah Kering atau Sembuh

Bagi p enderita diabetes, kadar gula yang berlebih menyebabkan kekebalan tubuh dan sistem imun menjadi tidak normal. Bila seorang penderita diabetes memiliki luka terbuka, maka akan sangat susah untuk proses penyembuhannya.

Terjadi Infeksi Jamur Utamanya di Mulut

Seorang wanita penderita diabetes umumnya juga disertai dengan infeksi jamur. Jamur ini akan muncul di beberapa bagian mulut, biasanya dalam bentuk sariawan di mulut, juga infeksi pada bagian vagina, yang disebabkan oleh jamur candida. Diabetes Tidak Dapat Disembuhkan Hanya Bisa Dikendalikan Penyakit diabetes, seperti penyakit dalam lainnya, merupakan jenis penyakit mematikan yang tidak bisa disembuhkan dan hanya dapat dikendalikan.

  • Penanganan yang salah akan membuat penderita makin menurun kondisinya dan berisiko terjadinya kematian.
  • Beberapa terapi diabetes yang disarankan untuk dilakukan untuk memperbaiki kualitas penderita diantaranya sebagai berikut: 1.
  • Menjalankan rutinitas olahraga dan r utin cek kadar gula darah,2.
  • Jika terjadi luka, lakukan perawatan luka sesuai petunjuk dokter,3.

Menjalankan penyuntikan insulin serta mengatur pola dietnya. Penanganan yang tepat terhadap penderita diabetes terlebih untuk mereka yang belum terjangkit penyakit ini, sangat dianjurkan, karena sifat penyakit ini jangka panjang dan menetap sehingga perlu untuk diperhatikan dengan serius.

Apakah diabetes bisa sembuh total?

Apakah Diabetes Bisa Disembuhkan ? – Anda yang saat ini menderita diabetes atau seseorang di keluarga Anda yang menderita diabetes, sering bertanya-tanya apakah diabetes bisa disembuhkan?. Di sisi lain, ada orang yang mengatakan bahwa diabetes tidak bisa disembuhkan.

Omplikasi diabetes atau diabetes melitus sangat beragam sehingga sering disebut sebagai “ibu” dari segala penyakit karena komplikasi ini seringkali membuat penderita diabetes frustasi. Bagaimana tidak, karena penyakit ini biasanya berujung pada penyakit jantung, tekanan darah, serangan jantung, gagal ginjal, dll.

See also:  Berikut Yang Merupakan Penyebab Penyakit Diabetes Melitus Adalah?

Jadi apakah diabetes benar-benar bisa disembuhkan? The silent killer dengan jumlah pasien yang terus meningkat Diabetes adalah penyakit yang ditandai dengan gula darah yang tinggi. Kondisi ini terjadi ketika tubuh tidak dapat memetabolisme gula darah akibat kekurangan insulin.

Insulin mengatur gula darah (pada diabetes tipe 1) atau tubuh tidak merespons insulin (pada diabetes tipe 2). Penumpukan gula darah ini menyebabkan gangguan pada tubuh dan menimbulkan beberapa gejala khas diabetes, seperti lapar, mudah haus, sering buang air kecil, dan penurunan berat badan yang tidak dapat dijelaskan penyebabnya.

Gejala lain yang mungkin terjadi adalah kelelahan, gatal di area kelamin, luka yang sulit sembuh, dan penglihatan kabur. Diantara berbagai penyakit metabolik, diabetes melitus merupakan penyakit yang angka kejadiannya semakin meningkat. Seperti yang dicatat oleh World Health Organization (WHO), jumlah penderita diabetes terus meningkat di seluruh dunia, terutama di negara berkembang.

  • Indonesia sendiri memiliki jumlah penderita diabetes terbanyak keempat di dunia.
  • Sekitar 10 juta orang terkena dampaknya.
  • Meningkatnya jumlah penderita diabetes tentu akan mempengaruhi banyak aspek.
  • Diabetes sering disebut silent killer atau pembunuh senyap.
  • Arena gejalanya seringkali muncul secara perlahan, tanpa disadari oleh orang yang terkena, dan menimbulkan berbagai masalah.

Dimungkinkan bagi pasien diabetes untuk mengunjungi fasilitas medis ketika mereka sudah memiliki masalah ginjal, penglihatan, saraf, jantung, pembuluh darah, dll. Efek lainnya adalah diabetes mempersingkat hidup seseorang sekitar 5-10 tahun. Diabetes adalah salah satu penyebab utama kegagalan organ dan kematian di usia muda.

  1. Apakah penyakit kencing manis bisa disembuhkan? Fakta di atas membuat banyak orang bertanya-tanya apakah ada pengobatan yang bisa menyembuhkan diabetes.
  2. Dokter jarang menyebut kata “pengobatan” pada penderita diabetes, karena penyakit ini tidak bisa disembuhkan.
  3. Namun, diabetes dapat “disembuhkan” dalam artian kadar gula darah dapat distabilkan dan dikendalikan.

Ini adalah tujuan pengobatan diabetes. Akibatnya, orang yang terkena tidak menunjukkan gejala, terhindar dari komplikasi serius dan akhirnya dapat melakukan aktivitas sehari-hari tanpa penyakit. Ada beberapa cara untuk menjaga gula darah tetap stabil dan mengendalikan penyakit, antara lain :

Penyesuaian pola makan

Langkah pertama dalam mencoba mengendalikan diabetes adalah mengatur kebiasaan makan Anda. Anda sebaiknya membatasi asupan karbohidrat, terutama karbohidrat sederhana seperti nasi atau roti tawar, dan menggantinya dengan karbohidrat kompleks kaya serat seperti nasi merah, sayuran, gandum, dll.

Berolahraga secara teratur

Penderita diabetes yang berolahraga secara teratur akan membantu mengontrol gula darah dan mengurangi tingkat komplikasi. Olahraga yang dianjurkan adalah olahraga aerobik seperti berenang, jalan kaki atau bersepeda, dan dilakukan lima kali per minggu selama masing-masing 30 menit (total 150 menit per minggu).

Menjaga berat badan

Penderita diabetes sering mengalami penurunan berat badan, sehingga tubuhnya tampak mengecil. Namun, banyak penderita diabetes juga mengalami obesitas. Obesitas merupakan faktor risiko diabetes. Pada pasien diabetes obesitas, penurunan berat badan harus dicapai sampai berat badan ideal tercapai. Rahasianya terletak pada dua poin di atas, yaitu pengaturan pola makan dan olahraga teratur.

Minum obat penurun gula darah

Jika 3 cara di atas tidak dapat mengontrol gula darah Anda atau penyakit diabetes Anda menyebabkan masalah pada tubuh Anda, dokter akan menyarankan untuk mengonsumsi obat penurun gula darah atau insulin. Jenis, dosis dan aturan pemberian obat akan ditentukan tergantung pada kadar gula darah, adanya penyakit selain diabetes dan fungsi organ tubuh lainnya.

Apakah kopi bahaya untuk diabetes?

Batas aman minum kopi – Food and Drug Administration (FDA) menyarankan kita agar tidak mengonsumsi kafein lebih dari 400 miligram kafein – atau 4 hingga 5 cangkir kopi – per hari. Namun, penderita diabetes sebaiknya berkonsultasi kepada dokter untuk menanyakan batasan aman dalam mengonsumsi kafein, Sebab, beberapa orang ada yang lebih sensitif terhadap kafein.

  • Sebagai alternatif, Anda juga bisa mengonsumsi kopi tanpa kafein agar aman bagi penderita diabetes.
  • Selain itu, menambahkan gula atau krimer ke dalam kopi juga bisa meningkatkan kadar gula dalam darah.
  • Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com.
  • Mari bergabung di Grup Telegram “Kompas.com News Update”, caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join.

Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Apa perbedaan gatal biasa dan gatal diabetes?

Halodoc, Jakarta – Menggaruk merupakan reaksi alami yang dilakukan setiap orang ketika kulit terasa gatal. Rasa gatal sendiri dipengaruhi oleh banyak faktor, seperti penyakit kulit, bekas luka yang hendak kering, atau gatal bisa saja menjadi pertanda jika kamu tengah mengidap penyakit tertentu.

Gatal sendiri merupakan salah satu gejala diabetes yang terjadi pada hampir seluruh pengidapnya. Lalu, apa perbedaan gatal biasa dengan diabetes? Baca juga: Waspada, Ini 8 Gejala Diabetes Melitus Gatal Menjadi Gejala Diabetes yang Perlu Diwaspadai Diabetes merupakan penyakit yang terjadi karena tingginya kadar gula dalam darah.

Selain itu, gejala diabetes akan ditandai dengan rasa haus yang berlebihan, yang disertai dengan sering buang air kecil, hingga gatal yang teramat sangat di sekujur tubuh. Rasa gatal sendiri dikaitkan dengan respons tubuh terhadap kadar gula dalam darah yang melonjak.

  1. Meningkatnya frekuensi buang air kecil merupakan respons tubuh ketika berusaha untuk menghilangkan kelebihan glukosa dalam darah.
  2. Jika frekuensi buang air kecil meningkat, otomatis tubuh akan kehilangan banyak cairan.
  3. Ondisi tersebut yang menjadi pemicu kulit kering, sehingga muncul rasa gatal yang berlebihan.

Berkaitan dengan hal tersebut, kamu perlu mengetahui bahwa gatal yang dirasakan kulit tidak melulu berarti diabetes. Perbedaan gatal biasa dengan diabetes sendiri terletak pada penyebabnya. Gatal biasa akan terjadi karena adanya infeksi virus, jamur, atau bakteri.

Sedangkan gatal karena diabetes berasal dari pembuluh darah, sehingga pada banyak kasus, rasa gatal pada pengidap diabetes dapat menyebabkan luka. Sayangnya, kedua kondisi tersebut akan sangat sulit dibedakan secara kasat mata. Untuk mengetahui kondisi apa yang tengah kamu alami. Kamu disarankan untuk melakukan tes darah di rumah sakit terdekat.

Tes darah merupakan salah satu cara terbaik untuk menentukan penyebab dari gatal itu sendiri. Tes darah juga akan menentukan tingkat kadar gula dalam darah. Baca juga: Kenali 6 Gejala Diabetes 1 dan 2 Kenali Diabetes Lebih Dalam Gatal memang bukan menjadi gejala diabetes satu-satunya.

  1. Namun, sebaiknya kamu segera memeriksakan kadar gula darah apabila mengalami rasa gatal yang tak kunjung hilang.
  2. Apalagi jika kamu memiliki riwayat penyakit diabetes di keluarga.
  3. Tes darah sangat perlu dilakukan untuk mengambil tindakan paling cepat dan tepat untuk menghindari komplikasi yang bisa saja muncul sewaktu-waktu.
See also:  What Is Diabetes Mellitus Type 2?

Selain rasa gatal, gejala diabetes ditandai dengan perubahan yang terjadi pada kulit, seperti warna kulit yang menjadi lebih gelap, bersisik, bahkan kering dan pecah-pecah. Hal tersebut terjadi karena kandungan insulin yang tinggi dalam tubuh, sehingga mendorong terjadinya perubahan pigmen yang mengatur warna dan tekstur kulit.

Setelah hal tersebut terjadi, mulai muncul gejala, salah satunya adalah bercak hitam pada kulit. Intinya jika kamu merasakan gatal yang tak kunjung mereda segera lakukan tes darah. Apalagi, jika rasa gatal tak kunjung hilang, bahkan setelah mengoleskan pelembap atau obat luar untuk kulit. Jika memang gatal merupakan gejala diabetes, biasanya akan diikuti dengan perubahan kondisi kesehatan kulit,

Baca juga: Waspadai 9 Gejala Diabetes yang Menyerang Tubuh Saat seseorang divonis mengidap diabetes, maka penting untuk lebih berhati-hati dalam menjaga diri, terutama merawat kulit. Apalagi, jika ada salah satu bagian tubuh yang mengalami luka. Penting untuk benar-benar menjaga dan merawat luka tersebut.

Apa penyebab diabetes di usia muda?

Masih Muda Sudah DM, kok bisa? – Masa muda adalah masa yang paling indah yang harus di nikmati dan masa muda hanya datang sekali dalam seumur hidup, di usia yang masih muda tentu saja banyak cita-cita atau keinginan yang ingin di capai dan impian untuk mendapatkan sesuatu dan hal itu memang wajar terjadi pada orang-orang yang masih berusia muda.

  • Tetapi bagaimana bila di usia yang masih muda anda sudah terkena penyakit yang berbahaya? Tentunya masa muda anda tidak bisa di nikmati dengan baik dan anda tidak bisa bebas dalam melakukan semua hal yang di suka karena terhalang oleh sebuah penyakit.
  • Gula darah atau diabetes adalah satu satu penyakit yang saat ini banyak terjadi pada orang yang masih berusia muda, penyakit ini memang dulu banyak di alami oleh orang yang sudah berusia 45 tahu keatas tetapi nyatanya saat ini banyak orang yang masih muda sudah mengalami gejala atau ciri-ciri penyakit diabetes.

Penyakit ini merupakan penyakit yang menurun yang bisa di turunkan orang tua kepada anaknya, sangat di sayangkan bila di usia yang masih muda sudah mengalami penyakit seperti ini. Faktor gaya hidup yang tidak sehat adalah salah satu penyebab diabetes di usia muda karena saat ini banyak anak muda yang tidak memperdulikan masalah kesehatan tubuhnya dengan melakukan gaya hidup yang tidak sehat, diabetes ada dua tipe yaitu tipe pertama sering di sebut diabetes kering dan tipe kedua sering disebut diabetes basah, dan diabetes yang banyak terjadi pada orang-orang yang masih berusia muda adalah diabetes tipe pertama atau diabetes kering.

Penyakit ini sebenarnya bisa di cegah dan banyak pencegahan yang bisa di lakukan sejak usia dini karena mencegah lebih baik dari mengobati, saya akan memberitahu anda semua penyebab diabetes di usia muda yang sering terjadi dan menjadi kebiasaan seseorang sehingga banyak anak muda yang saat ini sudah mengalami tanda-tanda penyakit diabetes.

Penyebab Diabetes Di Usia Muda Beberapa Penyebab Diabetes Di Usia Muda: 1. Gorengan Salah satu makanan yang bisa meningkatkan risiko terkena diabetes adalah gorengan, tentunya anda semua pernah makanan gorengan karena gorengan merupakan cemilan yang paling banyak di sukai banyak orang terutama anak muda.

  • Penyebab diabetes di usia muda adalah karena sering mengkomsumsi gorengan dan selain bisa meningkatkan risiko diabetes terlalu banyak makan gorengan bisa membuat seseorang terkena kolestrol.2.
  • Suka Ngemil Kebiasaan yang sering dilakukan anak muda jaman sekarang adalah mengemil, cemilan seperti keripik kentang, biskuit, kue yang manis dan lainnya sangat di sukai anak-anak muda apalagi pada saat nonton televisi tidak lengkap rasanya bila tanpa cemilan yang bisa di makan, dan kebiasaan mengemil yang sering dilakukan merupakan penyebab yang bisa membuat anda terkena penyakit diabetes.3.

Teh Manis Dalam segelas teh manis bisa mengandung 300 kalori dan bila anda sering minum teh manis setiap harinya anda bisa bayangkan berapa jumlah kalori yang anda dapat dari minum satu gelas teh manis setiap hari, teh manis apalagi dengan di tambah es batu memang sangat segar untuk di minum pada siang hari saat cuaca panas, tetapi anda harus mengetahui bahwa mengkomsumsi teh manis secara berlebihan sangat tidak baik bagi kesehatan tubuh dan bisa menyebabkan penyakit diabetes apalagi anda bila anda sering mengkomsumsi makanan atau minuman yang mengandung pemanis buatan.4.

  1. Jarang Gerak Kebanyakan dari anak muda jaman sekarang sangat malas untuk melakukan gerak, padahal dengan banyak bergerak bisa membantu membakar lemak di tubuh.
  2. Dan salah satu penyebab diabetes ndi usia muda adalah karena seseorang jarang bergerak dan melakukan olahraga.5.
  3. Sering Merokok Dan Minum Bersoda Nah, kebiasaan yang banyak di lakukan anak muda saat ini adalah merokok.

Merokok sangat tidak baik bagi kesehatan tubuh selain bisa menyebabkan penyakit diabetes merokok juga bisa menyebabkan penyakit-penyakit yang lainnya apalagi bila di barengi dengan mengkomsumsi minuman yang bersoda, selain bisa membuat gemuk anda juga mempunyai risiko yang tinggi untuk terkena penyakit diabetes.

Hindari makanan yang berlemak tinggi. Kontrol asupan gula yang masuk kedalam tubuh. Hindari makanan dan minuman yang mengandung pemanis buatan. Lakukan olahraga secara rutin minimal 3 kali seminggu. Perbanyak mengkomsumsi air putih dan kurangi teh manis. Makan-makanan yang berserat dan sehat seperti buah dan sayuran. Istirahat yang cukup dan hindari stres yang berlebihan.

Bagi anda yang tidak ingin mengalami penyakit ini di usia muda anda bisa mulai dengan merubah gaya hidup anda yang tidak sehat menjadi gaya hidup yang sehat, karena hanya diri anda sendiri yang bisa mencegah penyakit ini terjadi pada anda dan jangan sia-siakan masa muda anda dengan melakukan hal-hal yang tidak berguna.

Mengapa orang yang terkena diabetes badannya semakin kurus?

PENURUNAN BERAT BADAN KARENA DIABETES – Ketika tubuh tidak mendapatkan glukosa dan energi dari makanan, maka tubuh memecah otot dan lemak Ketika jaringan untuk mendapatkan energi. Hal ini merupakan penyebab penderita diabetes sering kali mengalami penurunan berat badan secara drastis.

  • Perubahan berat badan dipengaruhi oleh beberapa hal, seperti asupan kalori, tingkat aktifitas, kondisi kesehatan secara keseluruhan, usia, kemampuan tubuh untuk menyerap nutrisi, dan faktor ekonomi serta sosial.
  • Penurunan berat badan yang signifikan tanpa sebab yang jelas kemungkinan merupakan tanda terjadinya gangguan medis yang mendasari.

Penurunan berat badan lebih dari 5% dalam kurun waktu enambulan sampai satu tahun pada orang dewasa dan lanjut usia memerlukan evaluasi medis oleh dokter. Salah satu masalah kesehatan yang mempengaruhi penurunan berat badan secara signifikan dan sebab yang jelas adalah gejala dari terjadinya diabetes mellitus.

  • Diabetes merupakan penyakit yang mempengaruhi metabolisme gula darah dalam tubuh.
  • Glukosa merupakan sumber utama energi untuk sel-sel yang membentuk otot dan jaringan.
  • Glukosa juga merupakan sumber utama nutrisi bagi otak.
  • Adar glukosa yang tinggi didalam tubuh disebabkan oleh glukosa yang tidak dapat masuk kedalam sel-sel tubuh.
See also:  Olahraga Yang Cocok Untuk Penderita Diabetes?

Kondisi ini terjadi karena tubuh kekurangan hormon insulin atau terganggunya fungsi hormon insulin. Hormon insulin memiliki fungsi membantu glukosa masuk kedalam sel-sel tubuh sehingga kadar glukosa dalam darah dapat terkontrol dalam rentang normal. Diabetes memiliki beberapa tanda dan gejala seperti :

  • Peningkatan rasa haus Peningkatan rasa haus dapat terjadi meskipun sudah mengkonsumsi banyak cairan. Hal ini dikarenakan jaringan pada tubuh mengalami dehidrasi atau kekurangan cairan ketika kadar glukosa tinggi dalam darah. Tingginya kadar glukosa dalam darah menyebabkan tubuh menarik cairan dari jaringan untuk mengencerkan darah dan menurunkan kadar glukosa dalam darah. Kondisi ini menyebabkan tubuh memberi sinyal bahwa tubuh sedang membutuhkan banyak cairan (peningkatan rasa haus). Hal ini juga yang dpaat meningkatkan terjadinya frekusensi buang air kecil.
  • Peningkatan frekuensi buang air kecil Hal ini berkaitan dengan terjadinya peningkatan rasa haus. Karena mengkonsumsi cairan berlebihan sehingga harus buang air kecil lebih sering. Selain itu, buang air kecil merupakan upaya tubuh untuk mengeluarkan kelebihan glukosa pada darah.
  • Mudah mengalami lapar Orang yang memiliki diabetes mellitus sering mengalami lapar. Hal ini terjadi karena jaringan pada tubuh tidak mendapatkan asupan energi dari makanan dan fungsi insulin untuk membantu glukosa masuk kedalam sel-sel tubuh terganggu. Oleh karena itu, jaringan mengirimkan pesan “lapar” agar mendapatkan lebih banyak glukosa dan energi.
  • Kehilangan berat badan secara drastis Ketika sel-sel tubuh tidak mendapatkan glukosa dan energi dari makanan, maka tubuh memecah otot dan lemak Ketika jaringan untuk mendapatkan energi. Hal ini merupakan penyebab terjadinya tubuh kehilangan berat badan.
  • Mudah mengalami kelelahan Hal ini terjadi karena tubuh tidak mendapatkan energi dari makanan yang dikonsumsi oleh tubuh sehingga menyebabkan tubuh mudah mengalami kelelahan.

Penanganan tanda dan gejala diabetes mellitus : Mengontrol kadar glukosa dalam darah merupakan kunci untuk mengatasi atau mengurangi tanda dan gejala diabetes mellitus. Perubahan pola hidup dapat dilakukan selain dengan mengkonsumsi obat yang diresepkan dokter secara teratur.

  • Mengkonsumsi makanan sehat, seperti memperbanyak konsumsi sayur dan buah-buahan, meningkatkan konsumsi makanan yang mengandung tinggi nutrisi dan serat, serta rendah lemak dan kalori.
  • Meningkatkan aktifitas fisik seperti berolahraga minimal 30 menit setiap hari. Olahraga dapat membantu menurunkan kadar glukosa dalam darah dengan membantu glukosa masuk kedalam sel-sel tubuh. olahraga juga meningkatkan kembali fungsi insulin.

Sudahkah Anda hidup sehat hari ini? Jika Sahabat Viva memiliki pertanyaan lebih lanjut, silahkan kirimkan melalui:

  1. Layanan Tanya Jawab Kesehatan melalui SMS Hotline atau Whatsapp di nomor 0812 919 08500
  2. Konsultasi Online pada hari Senin-Jumat pukul 08.00-17.00 WIB

Pertanyaan anda akan dijawab langsung oleh tenaga kesehatan kami. Kunjungi juga akun Instagram @vivahealthindonesia, Fanpage VivaHealthIndonesia dan [email protected] untuk melihat jadwal kegiatan Apotek Viva di kota Anda dan info kesehatan lainnya. Sumber :

  1. Mayo Clinic. (2014, 26 Agustus). Unexplained Weight Loss. Diperoleh 07 Maret 2017 dari : http://www.mayoclinic.org/symptoms/unexplained-weight-loss/basics/definition/sym-20050700
  2. Endocrineweb. (2016, 26 Juli). Type 2 Diabetes Symptoms. Diperoleh dari 07 Maret 2016 dari : https://www.endocrineweb.com/conditions/type-2-diabetes/type-2-diabetes-symptoms
  3. Mayo Clinic. (2014, 31 Juli). Diabetes. Diperoleh 07 Maret 2017 dari : http://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/diabetes/basics/treatment/con-20033091

Apakah penyakit diabetes dapat dicegah?

DIABETES MELITUS DAPAT DICEGAH Dipublikasikan Pada : Minggu, 14 November 2010 13:59:58, Dibaca : 59.532 Kali Diabetes Melitus (DM) dapat dicegah, segera kendalikan faktor risiko sejak anak-anak agar tidak terjadi komplikasi yang fatal, dengan cara mengkonsumsi sayur, buah dan membiasakan melakukan aktifitas fisik.

Untuk itu orang tua, institusi pendidikan formal maupun informal, dan masyarakat memegang peranan penting dalam menurunkan angka kesakitan akibat DM. Hal itu disampaikan Menteri Kesehatan RI dr. Endang Rahayu Sedyaningsih, MPH, Dr. PH dalam sambutannya saat membuka acara Global Diabetes Walk dalam rangka hari Diabetes Sedunia tahun 2010 dengan tema Lets Take Control of Diabetes Now (Ayo Cegah dan Kendalikan Diabetes Sekarang), Minggu (14/11/2010) di Ancol, Jakarta.Menkes mengatakan, DM merupakan penyakit penyebab kematian nomor 6 di Indonesia dengan jumlah proporsi kematian sebesar 5,8 % setelah stroke, TB, Hipertensi, cedera dan Perinatal (hasil Riskesdas tahun 2007).

DM disebabkan karena adanya kelainan sekresi insulin, kerja insulin atau keduaduanya di dalam tubuh manusia. Faktor- faktor yang menyebabkan terjadinya kelainan tersebut ada yang tidak diketahui (idiopatik) dan ada yang disebabkan oleh gaya hidup/lifestyle seperti pola makan tidak sehat (kurang mengkonsumsi sayur dan buah) serta kurangnya aktifitas fisik dan kegemukan.Dikatakan lebih lanjut, DM adalah salah satu penyakit tidak menular yang telah menjadi masalah kesehatan masyarakat, tidak hanya di Indonesia tetapi juga dunia.

Hal ini dapat dilihat dengan meningkatnya jumlah kasus DM di Indonesia yang berada di urutan ke- 4 setelah negara India, China dan Amerika dengan jumlah Diabetesi sebesar 8,4 juta orang dan diperkirakan akan terus meningkat sampai 21,3 juta orang di tahun 2030 (Diabetes Care, 2004), kata Menkes.Resolusi Perserikatan Bangsa Bangsa (PBB) Nomor 61/225 tanggal 20 Desember 2006 menetapkan bahwa tanggal 14 November sebagai Hari Diabetes Sedunia (World Diabetes Day).

Melalui peringatan ini PBB mengajak untuk melakukan kegiatan positif yang berkaitan dengan upaya pencegahan dan pengendalian DM, ujar Menkes.Menurut Menkes, kebijakan dan strategi Kementerian Kesehatan R.I. dalam pencegahan dan pengendalian DM dilakukan secara terintegrasi, berbasis masyarakat melalui kerjasama lintas program dan lintas sektor termasuk swasta.

Dengan demikian pengembangan kemitraan dengan berbagai unsur di masyarakat dan lintas sektor yang terkait dengan DM di setiap wilayah merupakan kegiatan yang penting dilakukan. Untuk itu pemahaman faktor risiko DM sangat penting diketahui, dimengerti dan dapat diterapkan oleh para pemegang program, pendidik, edukator maupun kader kesehatan dan masyarakat.Acara ini diselenggarakan atas kerjasama Kementerian Kesehatan RI dengan Pusat Diabetes dan Lipid FKUI, Persatuan Endokrinologi Indonesia (Perkeni), Persatuan Diabetesi Indonesia (Persadia), Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI), Ikatan Keluarga Penyandang Diabetes Anak dan Remaja (IKADAR), dan Perhimpunan Edukator Diabetes Indonesia (PEDI).

Berita ini disiarkan oleh Pusat Komunikasi Publik, Sekretariat Jenderal Kementerian Kesehatan RI. Untuk informasi lebih lanjut dapat menghubungi melalui nomor telepon: 021-52907416-9, faks: 52921669, Call Center: 021-500567, 30413700, atau alamat e-mail [email protected], [email protected], kontak depkes go id,

Adblock
detector