Apa Hubungan Antara Hormon Insulin Dengan Penyakit Diabetes?

Apa Hubungan Antara Hormon Insulin Dengan Penyakit Diabetes
Apa Hubungan Antara Hormon Insulin Dengan Penyakit Diabetes Diabetes. ©2012 Merdeka.com Merdeka.com – Insulin adalah hormon yang dibuat oleh organ yang terletak di belakang lambung yang disebut pankreas. Insulin kemudian dilepaskan dari pankreas ke dalam aliran darah sehingga dapat mencapai berbagai bagian tubuh. Memahami insulin, apa yang dilakukan insulin, dan bagaimana pengaruhnya terhadap tubuh, penting untuk kesehatan secara keseluruhan. Masalah pada hormon insulin kerap dikaitkan dengan penyakit diabetes melitus. Diabetes melitus adalah suatu kondisi di mana tubuh tidak cukup memproduksi hormon insulin, sehingga mengakibatkan tingginya kadar gula dalam aliran darah. Berikut selengkapnya merdeka.com merangkum fungsi hormon insulin untuk yang berhubungan dengan kesehatan dan penyakit: 2 dari 3 halaman

Hormon apa yang menyebabkan diabetes?

Mengenal Si Diabetes Mellitus Apa Hubungan Antara Hormon Insulin Dengan Penyakit Diabetes Diabetes Mellitus merupakan penyakit kronis yang disebabkan oleh gagalnya organ pankreas memproduksi jumlah hormon insulin secara memadai sehingga menyebabkan peningkatan kadar glukosa dalam darah. Diabetes Mellitus merupakan salah satu penyakit tidak menular dan merupakan salah satu masalah kesehatan masyarakat yang penting.

Pada penyandang diabetes mellitus, tubuh mengalami kekurangan insulin atau insulin dalam tubuh tidak bekerja secara efektif, atau bisa juga disebabkan oleh kedua kondisi tersebut. Hal itu diungkapkan oleh dr.Fitri, biasa disapa dr. Fitri, seorang dokter dari Rumah Sakit Akademik (RSA) UGM Yogyakarta, saat mengisi program bincang-bincang live “RE MEDIKA” melalui Instagram Radio Edukasi Kemdikbud, pada Kamis 8 Oktober 2020, pukul 15.00 WIB.

Pada kesempatan itu dr. Fitri menjelaskan penyebab dari Diabetes Mellitus. “Penyebabnya banyak, penyebab munculnya gejala diabetes tipe 1 belum diketahui secara pasti. Sistem imun yang seharusnya melawan bakteri atau virus, justru menyerang produksi insulin.

  • Akibatnya, glukosa menumpuk di aliran darah dan tidak bisa terdistribusi ke sel-sel tubuh, Pada penyakit diabetes tipe 2, sel dalam tubuh menjadi resistan terhadap insulin.
  • Pankreas kewalahan untuk menghasilkan insulin untuk mengatasi hal tersebut sehingga glukosa menumpuk dalam darah.
  • Sama seperti penyebab diabetes tipe 1, penyebab gejala diabetes tipe 2 juga tak bisa ditentukan, Selain itu Faktor genetik dan lingkungan memiliki kemungkinan besar jadi penyebab munculnya gejala diabetes, obesitas juga bisa jadi penyebabnya.

Namun, ada pula penderita diabetes tipe 2 yang tidak mengalami obesitas jadi faktor ini belum bisa dibuktikan, ” ujarnya. Lebih lanjut dr. Fitri menjelaskan tentang apa stres bisa menyebabkan peningkatan gula darah. “Iya, ketika kita stres, seolah-olah tubuh kita itu terforsir untuk metabolisme tinggi, padahal kita tidak ngapa-ngapain, jadi ketika kita stres kemudian kadar gulanya tinggi, maka tubuh jadi tidak fokus untuk mengolah gula dahulu atau mengelola stres dahulu, jadi bingung sehingga tidak bisa menyelesaikannya dengan baik,” katanya.

Se lanjutnya dr. Fitri menjelaskan tentang gejala-gejala Diabetes Mellitus. “Iya jadi gejalanya didalam tubuh itu terjadi peningkatan kadar gula didalam tubuhnya, didalam darahnya, yang tidak bisa tertransfer didalam sel-sel tubuhnya, padahal sel tubuh ini butuh energi untuk bisa bekerja, maka dia akan meminta tolong kepada otak untuk memberikan energi, maka yang menjadi tanda gula darah orang itu tinggi, orang itu terlihat selalu lapar terus, padahal gulanya tinggi, karena gula yang tinggi ini tidak bisa masuk ke sel sehingga tubuhnya seakan-akan butuh gula terus, kemudain gula yang ada dipembuluh darah itu harus disaring oleh ginjal, sementara ginjal itu akan capek untuk menyaring gula yang banyak tersebut, maka ginjal tersebut akan mengendur, efeknya apa stabilitasnya meningkat, nah ini cairan yang bocor dari tubuh itu semakin banyak, sehingga gejala yang berikutnya yaitu sering pipis, kemudian terasa capek sekali, jadi gejalanya yaitu, gampang lapar, gampang haus, kebelit pipis, capek badannya, kadang-kandang orang jadi tampak kurus,” katanya.

Lebih lanjut dr. Fitri menjelaskan bahwa anak muda juga bisa terkena Diabetes Mellitus, “Iya, bisa tidak harus Diabetes Mellitus, ada sebagian tubuh dari si pasien itu organ-organ tubuhnya sudah pada kondisi menua, mungkin organ-organ tubuh ini sudah dipakai bertahun-tahun, sehngga muncul penyakit-penyakit seperti Diabetes Mellitus, Hipertensi, sakit ginjal, itu mestinya muncul saat sudah tua, tapi pada beberapa orang bahkan pasien paling muda terjadi gangguan pembentukan insulin sama Diabetes yang bukan karena gangguan insulin jadi pada pasien yang pankreasnya sudah rusak, dari kecil, maka dari awal dia sudah membutuhkan insulin, sementara orang –orang yang terkena diabetes bukan karena insulin adalah pasien-pasien yang kebanyakan gaya hidupnya nggak bagus, mengoknsusmsi makanan-makanan cepat saji, keadaan seperti itu menimbulkan kita lebih berisiko terkena Diabetes Mellitus, apalagi kalau tidak diimbangi dengan olahraga yang teratur, pola makan yang baik,” katanya.

See also:  How To Treat Diabetes?

Apakah fungsi hormon insulin jelaskan akibat?

Peran Hormon Insulin dalam Mengontrol Gula Darah – Hormon insulin membantu mengontrol kadar gula darah (glukosa) dalam tubuh. Caranya dengan memberi sinyal pada sel lemak, otot, dan hati untuk mengambil glukosa dari darah dan mengubahnya menjadi glikogen (gula otot) di sel otot, trigliserida di sel lemak, dan keduanya di sel hati.

Glikogen dan trigliserida ini merupakan bentuk sumber energi yang disimpan oleh tubuh. Selama pankreas memproduksi cukup hormon insulin dan tubuh dapat menggunakannya dengan benar, maka kadar gula darah pasti akan selalu berada dalam kisaran yang sehat. Karena pada hakikatnya, kadar glukosa yang terlalu banyak atau terlalu sedikit tidak baik bagi kesehatan.

Penumpukan glukosa dalam darah (hiperglikemia) dapat menyebabkan komplikasi, seperti kerusakan ginjal dan saraf, serta masalah pada mata. Sedangkan terlalu sedikit glukosa dalam darah (hipoglikemia) dapat membuat kita merasa lelah, mudah marah, bingung, hingga kehilangan kesadaran alias pingsan,

Apabila insulin dalam darah tidak cukup, sel-sel tubuh akan mulai kelaparan. Insulin yang tidak cukup berarti glukosa tidak dapat dipecah dan artinya sel tidak dapat menggunakannya. Akibatnya, lemak mulai dipecah untuk membuat energi. Proses tersebut kemudian mengakibatkan penumpukan bahan kimia yang disebut keton.

Keton yang menumpuk dalam darah dan urine sangat berbahaya karena mampu memicu kondisi ketoasidosis pada penderita diabetes. Ketoasidosis bahkan bisa mengancam jiwa jika tidak ditangani secepatnya. Gejalanya mencakup sering buang air kecil selama satu atau beberapa hari, merasa sangat haus dan lelah, mual muntah, sakit perut, berdebar-debar, sesak napas, pusing, mengantuk, hingga kehilangan kesadaran.

Apa yang terjadi jika tubuh kekurangan hormon insulin?

Apa efeknya jika tubuh kelebihan insulin? – Jika seseorang secara tidak sengaja menyuntikkan lebih banyak insulin daripada yang tubuh butuhkan, sel akan mengambil terlalu banyak glukosa dari darah. Hal ini menyebabkan kadar glukosa darah rendah yang tidak normal yaitu hipoglikemia,

See also:  Diabetes Insipidus Merupakan Kelainan Yang Terjadi Akibat Gangguan Hormon?

Tubuh bereaksi terhadap hipoglikemia dengan melepaskan glukosa yang organ hati simpan dalam upaya untuk mengembalikan kadarnya menjadi normal. Kadar glukosa yang rendah dalam darah bisa membuat seseorang merasa sakit. Tubuh memasang respons perlawanan awal terhadap hipoglikemia melalui serangkaian saraf khusus bernama sistem saraf simpatik.

Hal ini menyebabkan jantung berdebar, berkeringat, lapar, cemas, gemetar dan kulit pucat yang biasanya memperingatkan orang tersebut tentang kadar glukosa darah yang rendah sehingga hal ini dapat mencari pengobatan. Namun, jika kadar glukosa darah awal terlalu rendah dan terus menurun, otak akan terpengaruh juga karena hampir seluruhnya bergantung pada glukosa sebagai sumber energi untuk berfungsi dengan baik.

Apa yang terjadi ketika tubuh tidak dapat memproduksi insulin?

Hati-hati, Anak pun Bisa Diabetes

Hotline Virus COVID-19 119 ext 9 Kesiapsiagaan Rumah Sakit dalam Penanganan Penyakit COVID-19 WASPADA!! Hati-hati apabila ada mendapatkan info melalui whatsapp dan lain sebagainya mengatasnamakan Pejabat Kemenkes. mohon untuk diabaikan!Fatwa MUI Nomor 4 tahun 2016 tentang Imunisasi

Dipublikasikan Pada : Rabu, 31 Oktober 2018 00:00:00, Dibaca : 11.769 Kali Diabetes Melitus (DM) sering dianggap sebagai penyakit orang dewasa. faktanya, penyakit tersebut bisa juga terjadi pada anak-anak dan remaja, khususnya DM tipe 1. Diabetes Melitus atau penyakit kencing manis adalah gangguan metabolisme yang timbul akibat peningkatan kadar gula darah di atas nilai normal yang berlangsung secara kronis. Hal ini disebabkan adanya gangguan pada hormon insulin yang dihasilkan kelenjar pankreas. Insulin berfungsi mengatur penggunaan glukosa oleh otot, lemak, atau sel-sel lain di tubuh. Jika produksi insulin berkurang akan menyebabkan kadar gula dalam darah menjadi tinggi serta gangguan metabolisme karbohidrat, lemak, dan protein. Penyakit ini bisa dibedakan menjadi 2 tipe, yakni DM tipe 1 yang disebabkan oleh pankreas yang tidak memproduksi cukup insulin, dan DM tipe 2 disebabkan oleh gangguan kerja insulin yang juga dapat disertai kerusakan pada sel pankreas. Data Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) menunjukkan angka kejadian DM pada anak usia 0-18 tahun sebesar 700% dalam kurun waktu 10 tahun. Sejak September 2009 hingga September 2018 terdapat 1213 kasus DM tipe 1, paling banyak ditemukan di DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Timur, dan Sumatera Selatan. Pengumpulan data jumlah kasus DM tipe 2 pada anak masih belum dilakukan secara luas. Sementara ini jumlah pasien dengan DM tipe 2 di RS Cipto Mangunkusumo terdapat 5 pasien sejak tahun 2014. DM tipe 1 bisa disebabkan oleh sejumlah faktor di antaranya kecenderungan genetic, faktor lingkungan, sistem imun, dan sel pankreas yang perannya terhadap DMI 1 belum diketahui. dr. Aman Pulungan dari Ikatan Dokter Anak Indonesia mengatakan Gejala yang perlu diwaspadai jika anak menderita DM adalah anak menjadi banyak makan, banyak minum, sering kencing dan mengompol, penurunan berat badan yang drastis dalam 2-6 minggu sebelum terdiagnosis, kelelahan dan mudah marah, dan gejala lainnya seperti sesak napas dan dehidrasi. ”Kalau ada anak haus, sering minum, makan banyak, sering kencing dan mengompol, hal yang pertama yang harus dipikirkan adalah diabetes,” kata dr. Aman, Rabu (31/10) di gedung Kementerian Kesehatan. DM tipe 1 tidak dapat dicegah dan siapapun dapat mengalaminya. Di Indonesia penyakit ini pertama kali didiagnosis paling banyak pada kelompok usia 10-14 tahun dengan 403 kasus, kemudian kelompok usia 5-9 tahun dengan 275 kasus, kelompok usia kurang dari 5 tahun dengan 146 kasus, dan paling sedikit adalah usia di atas 15 tahun dengan 25 kasus. Direktur Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Tidak Menular, Kementerian Kesehatan dr. Cut Putri Ariane, M.H.Kes menjelaskan permasalahan DM lainnya di Indonesia adalah terkait terdiagnosis dan tidak terdiagnosisnya penyakit tersebut. Berdasarkan Riskesdas 2013 dari jumlah penduduk Indonesia ada 6,9% orang dengan DM. Dari jumlah itu, ada 69,6% penyakit DM yang tidak terdiagnosis dan 30,4% terdiagnosis. Arah kebijakan Kementerian Kesehatan untuk mengatasi penyakit itu lebih diarahkan pada penemuan kasus DM di masyarakat sedini mungkin melalui upaya deteksi dini faktor risiko penyakit tidak menular (PTM) di Pos Pembinaan Terpadu (Posbindu) dan meningkatkan rujukan bagi kasus terduga DM. ”Apabila masyarakat kita patuh mendatangi Posbindu sebulan sekali, saya pikir kasus PTM ini bisa lebih ditekan. Screening untuk diabetes anak dilakukan di rumah sakit, tapi di fasilitas tingkat pertama juga bisa dipantau oleh dokter umum dengan gejala sering haus, banyak makan, banyak kecing, mudah lelah,” kata dr. Cut Putri Ariane. Berita ini disiarkan oleh Biro Komunikasi dan Pelayanan Masyarakat, Kementerian Kesehatan RI. Untuk informasi lebih lanjut dapat menghubungi Halo Kemkes melalui nomor hotline 1500-567, SMS 081281562620, faksimili (021) 5223002, 52921669, dan alamat email kontak kemkes go id,

See also:  Jenis Pisang Yang Baik Untuk Diabetes?

: Hati-hati, Anak pun Bisa Diabetes

Diabetes kelebihan hormon apa?

Diabetes terjadi apabila pankreas tidak mampu memproduksi insulin yang cukup (jenis hormon ), atau apabila tubuh tidak bereaksi terhadap insulin.

Apa pengaruh hormon insulin terhadap metabolisme glukosa?

Hormon insulin merupakan salah satu bagian tubuh yang penting dalam metabolisme tubuh. insulin berfungsi untuk mengubah glukosa yang menjadi energi dan kemudian disebarkan keseluruh tubuh. hormon ini juga dapat membantu tubuh menuimpan energi.

Sel apa yang menghasilkan hormon insulin?

Salah satunya ialah sel beta pulau Langerhans pankreas yang memroduksi insulin. Proses sintesis dan sekresi insulin ini terjadi tepatnya pada sel – sel beta pulau- pulau Langerhans pankreas.

Adblock
detector