Apa Hubungan Antara Hormon Adh Dengan Penderita Diabetes Insipidus?

Apa Hubungan Antara Hormon Adh Dengan Penderita Diabetes Insipidus
Penyebab diabetes insipidus – Diabetes insipidus disebabkan karena masalah hormon antidiuretik (ADH), dikenal juga dengan vasopressin (AVP), yang berperan dalam mengatur jumlah cairan dalam tubuh. Hormon ADH diproduksi oleh hipotalamus di dalam otak, lalu disimpan di kelenjar pituitari.

Tipe sentral/kranial, terjadi ketika produksi hormon ADH menurun akibat kelainan pada neurohipofisis pada otak.Tipe nefrogenik, ditandai dengan penurunan kemampuan mengkonsentrasikan urine akibat resistensi terhadap kerja hormon ADH di ginjal.

Dua tipe diabetes insipidus lainnya adalah gestasional dan primer (dipsogenik) yang terjadi akibat penurunan hormon ADH. Kedua tipe ini tidak disebabkan karena adanya masalah di neurohipofisis atau pun ginjal.

Hormon apakah yang berkaitan dengan penyakit diabetes insipidus jelaskan hubungannya?

Penyebab Diabetes Insipidus – Hormon antidiuretik atau ADH merupakan hormon yang berperan untuk membatasi pembuangan cairan tubuh berupa urine dilihat dari tingkat kebutuhan cairan tubuh. Apabila tubuh memerlukan cairan lebih banyak, hormon ini akan mulai bekerja dan tubuh bisa memproduksi urine lebih sedikit.

  • Diabetes insipidus bisa muncul saat tubuh mengalami kekurangan hormon ADH atau apabila kinerja hormon tersebut mengalami gangguan.
  • Artinya, semua keadaan yang menjadi penyebab kurangnya atau terganggunya kinerja hormon ini bisa berujung pada diabetes insipidus.
  • Adapun penyebab diabetes insipidus dilihat dari jenisnya: Diabetes Insipidus Kranial Disebut juga diabetes insipidus sentral, diabetes insipidus kranial terjadi karena kerusakan pada kelenjar pituitari atau hipotalamus.

Bagian ini berfungsi untuk membuat hormon ADH, sementara kelenjar pituitari bertugas untuk menyimpan hormon tersebut. Rusaknya kelenjar pituitari atau hipotalamus akan mengakibatkan terganggunya produksi ADH. Penyebabnya bisa karena:

Cedera kepala berat. Tumor otak. Operasi pada otak atau kelenjar pituitari. Adanya kelainan genetik, seperti sindrom Wolfram. Adanya infeksi pada otak, seperti meningitis atau ensefalitis. Terjadinya kerusakan pada otak karena kurangnya aliran darah maupun oksigen, seperti saat mengalami stroke atau tenggelam.

Namun, sepertiga dari semua kasus diabetes insipidus kranial tidak diketahui penyebabnya. Diduga, ini karena adanya masalah autoimun, suatu kondisi ketika sistem imunitas tubuh mengalami masalah dan menyerang sel sehat yang membuat hormon ADH. Diabetes Insipidus Nefrogenik Jenis diabetes insipidus ini terjadi karena kelainan pada struktur organ ginjal, sehingga organ tersebut tidak mampu merespons hormon ADH dengan optimal.

  • Masalah ini bisa terjadi karena kelainan genetik yang terjadi sejak lahir atau congenital nephrogenic diabetes insipidus,
  • Tak hanya itu, diabetes insipidus jenis ini juga bisa terjadi karena masalah kesehatan lain yang muncul setelah seseorang berusia dewasa atau acquired nephrogenic diabetes insipidus,

Misalnya:

Dampak dari pemakaian lithium dalam jangka waktu yang lama. Penyumbatan pada saluran kemih. Kadar kalsium dalam tubuh berlebih atau hiperkalsemia. Kadar kalium dalam tubuh berlebih atau hipokalemia. Penyakit ginjal yang sifatnya kronis.

Diabetes Insipidus Dipsogenik Diabetes insipidus dipsogenik disebabkan karena masalah pada pengiriman sinyal dari otak yang berkaitan dengan rasa haus. Hal ini membuat pengidapnya selalu merasa haus dan minum dalam jumlah lebih banyak, bahkan melebihi kebutuhan harian tubuhnya. Tak berbeda dengan diabetes insipidus kranial, jenis diabetes insipidus ini juga terjadi karena:

Cedera pada kepala. Peradangan atau infeksi. Tumor otak. Pernah menjalani operasi otak.

See also:  How To Test For Diabetes At Home?

Selain itu, diabetes insipidus dipsogenik atau polidipsia primer juga diyakini berhubungan dengan konsumsi obat tertentu atau kelainan mental, seperti skizofrenia. Diabetes Insipidus Gestasional Diabetes insipidus gestasional hanya terjadi pada ibu hamil.

Masalah kesehatan ini muncul saat plasenta memproduksi enzim yang mengakibatkan kerusakan pada hormon ADH. Tak hanya itu, produksi hormon prostaglandin yang mengalami peningkatan turut mengakibatkan ginjal menjadi kurang sensitif terhadap hormon ADH. Kondisi ini bisa dibilang jarang terjadi dan bisa membaik setelah ibu melahirkan.

Meski demikian, tetap perlu waspada karena masalah kesehatan ini bisa berulang pada kehamilan berikutnya.

Hormon apa yang terlibat dalam diabetes insipidus?

Kamis, 07 Juli 2022 10:25 WIB 2540 Tim Promkes RSST – RSUP dr. Soeradji Tirtonegoro Klaten Diabetes insipidus adalah kondisi di mana seseorang terus merasa haus dan menyebabkan produksi urine yang berlebih dari tubuh. Hal ini disebabkan oleh ketidakseimbangan cairan dalam tubuh. Diabetes insipidus adalah kondisi yang termasuk langka dan dapat terjadi pada siapa saja.

  • Penyakit diabetes insipidus dapat menjadi penyakit bawaan maupun didapat.
  • Penyebab diabetes insipidus adalah akibat gangguan pada Anti-Diuretic Hormone (ADH) atau yang memiliki nama lain vasopressin (AVP).
  • Hormon ini diproduksi di hipotalamus yang ada di otak.
  • Setelah itu vasopressin akan disimpan di kelenjar pituitari hingga dibutuhkan.

Kelenjar ini terdapat di belakang pangkal hidung, di bawah otak Anda. Vasopressin atau AVP bertugas untuk mengatur kadar cairan dalam tubuh dengan cara mengontrol kadar urine yang dihasilkan oleh ginjal. Kelenjar pituitari akan melepaskan AVP ketika tingkat air dalam tubuh menurun, sehingga tubuh menghemat air dan menghentikan produksi urin.

Meski nama dan gejala utamanya mirip dengan diabetes me l litus, kedua kondisi ini sebenarnya sangat berbeda. Diabetes insipidus dan diabetes mellitus sama-sama menyebabkan gejala sering minum dan sering buang air kecil. Namun, tidak seperti diabetes me l litus, diabetes insipidus tidak terkait dengan kadar gula dalam darah.

Proses munculnya kondisi ini juga tidak berkaitan dengan pola makan atau gaya hidup seperti diabetes mel l itus pada umumnya. Penyebab Diabetes Insipidus Hormon antidiuretik (ADH) adalah hormon yang berfungsi membatasi pembuangan cairan tubuh dalam bentuk urine berdasarkan tingkat kebutuhan cairan tubuh saat itu.

Jika tubuh sedang membutuhkan lebih banyak cairan, ADH akan bekerja dan tubuh akan memproduksi lebih sedikit urine. Diabetes insipidus bisa terjadi bila tubuh kekurangan ADH atau bila kerja ADH terganggu. Dengan kata lain, semua kondisi yang menyebabkan kekurangan atau gangguan pada hormon tersebut dapat memicu diabetes insipidus.

Berikut ini adalah penyebab diabetes insipidus berdasarkan jenisnya : 1. Diabetes Insipidus Kranial Diabetes insipidus kranial atau diabetes insipidus sentral terjadi akibat kerusakan pada hipotalamus atau kelenjar pituitari, Hipotalamus adalah bagian otak yang memproduksi ADH, sedangkan kelenjar pituitari merupakan organ tempat penyimpanan ADH.

  • Erusakan pada hipotalamus atau kelenjar pituitari menyebabkan produksi ADH terganggu.
  • Beberapa penyebabnya adalah : · Tumor otak · Cedera kepala berat,
  • · Operasi otak atau kelenjar pituitari.
  • · Kelainan genetik, seperti sindrom Wolfram.
  • · Infeksi otak, seperti ensefalitis atau meningitis.
  • · Kerusakan otak akibat kekurangan aliran darah atau oksigen, misalnya karena stroke dan tenggelam.
See also:  Kacang Yang Bagus Untuk Diabetes?

Dari seluruh kasus diabetes insipidus kranial, ada sepertiga yang tidak diketahui penyebabnya (idiopatik).2. Diabetes Insipidus Nefrogenik Diabetes insipidus nefrogenik terjadi akibat kelainan pada struktur ginjal sehingga ginjal tidak dapat merespons ADH dengan baik.

  • Elainan ini dapat disebabkan oleh kelainan genetik yang dialami sejak lahir ( congenital nephrogenic diabetes insipidus ).
  • Selain itu, diabetes insipidus nefrogenik juga bisa disebabkan oleh penyakit lain yang berkembang setelah dewasa ( acquired nephrogenic diabetes insipidus ).
  • Contohnya adalah : · Efek samping penggunaan lithium jangka panjang.

· Penyumbatan saluran kemih. · Hiperkalsemia (kadar kalsium berlebih). · Hipokalemia (kadar kalium berlebih). · Penyakit ginjal kronis,3. Diabetes Insipidus Dipsogenik Diabetes insipidus dipsogenik disebabkan oleh gangguan pada pengiriman sinyal rasa haus dari otak.

Gangguan ini yang menyebabkan penderita selalu merasa sangat haus, sehingga ia akan minum dalam jumlah yang melebihi kebutuhannya. Sama seperti pada diabetes insipidus kranial, gangguan pada pengiriman sinyal rasa haus di otak dapat terjadi akibat kondisi berikut : · Cedera kepala · Infeksi atau peradangan · Tumor otak · Operasi otak 4.

Diabetes Insipidus Gestasional Diabetes insipidus gestasional adalah jenis diabetes insipidus yang hanya dialami oleh ibu hamil. Kondisi ini bisa terjadi ketika plasenta menghasilkan enzim yang merusak ADH. Selain itu, produksi prostaglandin yang meningkat juga bisa menyebabkan ginjal menjadi kurang sensitif terhadap ADH.

Diabetes insipidus gestasional jarang terjadi dan biasanya sembuh setelah melahirkan. Namun, kondisi ini bisa berulang pada kehamilan berikutnya. Gejala Diabetes Insipidus Keluhan yang umumnya dialami oleh penderita diabetes insipidus antara lain : · Selalu merasa sangat haus meski sudah minum banyak air.

· Sering buang air kecil dalam jumlah banyak, baik di siang maupun malam hari. · Urine berwarna pucat atau tidak berwarna. · Sering terbangun di malam hari untuk buang air kecil atau malah mengompol saat sedang tidur. · Lelah, mudah marah, dan sulit berkonsentrasi dalam menjalani aktivitas sehari-hari.

Sementara itu, diabetes insipidus pada bayi dan anak-anak dapat sulit dikenali, apalagi jika mereka belum bisa berkomunikasi dengan baik. Namun, anak-anak dengan kondisi ini umumnya menunjukkan keluhan berikut : · Suhu tubuh tinggi atau hipertermia, · Sembelit · Sulit tidur · Mengompol saat sedang tidur.

· Rewel atau mudah marah. · Kehilangan selera makan. · Muntah · Berat badan menurun tanpa sebab yang jelas. · Selalu merasa lelah dan letih. · Pertumbuhan lebih lambat dari anak seusianya. Referensi : 1. Rudi Yuliwidodo, dkk.2016. Asuhan Keperawatan pada Pasien Diabetes Insipidus.

  1. Jurnal Kesehatan Program Studi Ilmu Keperawatan Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Pesantren Tinggi Darul Ulum Jombang.2.
  2. National Health Service.2019.
  3. Health A to Z.
  4. Diabetes Insipidus,3.
  5. Mayo Clinic.2021.
  6. Diseases & Conditions.
  7. Diabetes Insipidus,4.
  8. Wosnitzer, M.
  9. Verywell Health.2020.
  10. An Overview of Diabetes Insipidus,5.

Christ-Crain, M., & Refardt, B.2021. Diagnosis and Management of Diabetes Insipidus for the Internist : an Update. Journal of Internal Medicine, 290(1), pp.6. Christ-Crain, M.2020. Diabetes Insipidus : New Concepts for Diagnosis. Neuroendocrinology, 110(9-10), pp.859-67.7.

See also:  What Cause Type 1 Diabetes?

Apa akibat jika kekurangan hormon ADH?

Kadar hormon ADH – Jika tubuh tidak menghasilkan hormon ADH dalam jumlah cukup, tubuh akan kehilangan terlalu banyak air melalui urin. Adapun tanda-tanda hormon ADH yang rendah adalah rasa haus yang berlebihan, sering buang air kecil, dehidrasi, dan kadar natrium yang tinggi.

Baca juga: 7 Cara Meningkatkan Hormon Dopamin agar Tetap Bahagia Kondisi tubuh yang tidak menghasilkan cukup hormon ADH disebut diabetes insipidus nefrogenik atau diabetes insipidus sentral. Diabetes insipidus nefrogenik ditandai dengan ketidakmampuan ginjal untuk merespons ADH. Kondisi ini mungkin diwariskan, tetapi juga bisa merupakan gejala dari kondisi kesehatan yang lebih besar.

Sementara itu, diabetes insipidus sentral adalah kondisi ketika kelenjar pituitari tidak menghasilkan cukup hormon ADH. Diabetes insipidus sentral mungkin disebabkan oleh cacat genetik yang diturunkan, trauma di kepala, tumor otak, dan infeksi. Baca juga: Apa Itu Hormon, Penjelasan Dan Fungsinya Sebaliknya, jika tubuh memproduksi terlalu banyak hormon ADH dan air tertahan, volume darah akan meningkat dan menyebabkan mual, sakit kepala, disorientasi, lelah, lesu, dan kadar natrium yang rendah.

  • Terlalu banyak hormn ADH adalah kondisi yang disebut sindrom hormon antidiuretik yang tidak tepat (SIDH).
  • Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com.
  • Mari bergabung di Grup Telegram “Kompas.com News Update”, caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join.

Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

hormon ADH mempengaruhi apa?

7. ADH disebut juga hormon vasopressin merupakan salah satu hormon yang terlibat dalam keseimbangan cairan. ADH dikeluarkan sebagai respon terhadap peningkatan konsentrasi darah dan pengeluaran keringat yang berlebihan saat latihan fisik. ADH bekerja di ginjal untuk meningkatkan reabsorbsi air (Wilmore & Costill, 2004).

Bagaimana hormon ADH dapat mempengaruhi?

Hormon ADH memengaruhi proses penyerapan air oleh dinding tubulus. Jika ADH banyak, penyerapan air oleh dinding tubulus akan meningkat, sehingga urine yang terbentuk sedikit. Sebaliknya jika ADH kurang, penyerapan air oleh dinding tubulus menurun, sehingga dihasilkan banyak urine.

Apa peran ADH dalam fungsi ginjal?

Hormon antidiuretik (ADH) adalah hormon yang mengatur pembentukanurin, Pengeluaran ADH merangsang reabsorpsi air dari tubulus ginjal. Jika konsentrasi air dalam tubuh menurun, maka pengeluaran ADH meningkat. Jika produksi ADH menurun, maka tubuh akah kehilangan banyak air melalui ginjal dan dapat menyebabkan penyakit diabetes insipidus.

Apa yang anda ketahui tentang hormon ADH?

Tes Hormon Antidiuretik (Tes ADH): Fungsi, Prosedur, Risiko Hormon antidiuretik atau antidiuretic hormone (ADH) adalah suatu hormon yang membantu ginjal mengatur keseimbangan cairan dan garam di dalam tubuh. Hormon dalam darah ini dapat diukur melalui prosedur yang disebut sebagai tes ADH. Tujuannya, untuk mencari penyebab terjadinya ketidakseimbangan cairan dan garam di dalam tubuh.

Mengapa orang dapat menderita diabetes insipidus?

Penyebab dan Gejala Diabetes Insipidus – Diabetes insipidus terjadi akibat gangguan pada hormon yang membantu mengatur kadar cairan tubuh. Gangguan ini menyebabkan produksi urine menjadi berlebih sehingga penderita menjadi sering buang air kecil dalam jumlah banyak.

Adblock
detector