Apa Itu Ppn?

PPN adalah Jenis Pajak Tidak Langsung Seperti yang telah disebutkan sebelumnya, PPN merupakan pajak tidak langsung yang artinya, beban pajak tersebut dialihkan kepada pihak lain. Pihak tersebut merupakan konsumen barang atau jasa yang kemudian beralih menjadi objek pajak.

Apa maksudnya PPN?

PPN adalah singkatan dari Pajak Pertambahan Nilai, yaitu pungutan yang dikenakan pada proses distribusi maupun transaksi. Pemungutan PPN cukup sering ditemukan dalam kegiatan sehari-hari, seperti makan di restoran, berbelanja di mall hingga membeli minuman di coffee shop.

Apa saja yg terkena PPN?

Transaksi yang terkena PPN

  • penyerahan Barang Kena Pajak di dalam Daerah Pabean yang dilakukan oleh pengusaha;
  • impor Barang Kena Pajak;
  • penyerahan Jasa Kena Pajak di dalam Daerah Pabean yang dilakukan oleh pengusaha;
  • pemanfaatan Barang Kena Pajak Tidak Berwujud dari luar Daerah Pabean di dalam Daerah Pabean;
  • Apa itu PPN dan contohnya?

    PPN merupakan pajak yang dikenakan atas transaksi jual-beli Barang Kena Pajak (BKP) dan/atau Jasa Kena Pajak (JKP) yang memiliki pertambahan nilai dan pungutan ini hanya boleh dilakukan dan dilaporkan oleh PKP. Namun, pihak yang berkewajiban membayarkan PPN adalah konsumen akhir.

    PPN di bebankan kepada siapa?

    Meski sebenarnta, pihak yang berkewajiban membayar atau dikenakan PPN adalah pembeli atau konsumen akhir. PPN dikenakan dan disetorkan oleh pengusaha atau perusahaan yang telah dikukuhkan sebagai PKP. PKP dalam PPN adalah pihak yang wajib menyetor dan melaporkan PPN kepada negara.

    PPN minimal berapa?

    nilai PPN minimal Rp500.000,00 (lima ratus ribu rupiah) dan dapat disesuaikan dengan Peraturan Pemerintah; pembelian Barang Kena Pajak dilakukan dalam jangka waktu 1 (satu) bulan sebelum keberangkatan ke luar Daerah Pabean; dan.

    See also:  Cara Bikin Cv Yang Menarik?

    Berapa PPN sekarang?

    Sebelumnya, tarif umum PPN adalah 10%. Melalui Undang-Undang Nomor 7 Tahun 2021 tentang Harmonisasi Peraturan Perpajakan ( UU HPP ), pemerintah menaikkan tarif PPN secara bertahap, yakni 11% mulai April tahun ini dan 12% pada beberapa tahun berikutnya.

    Apakah 1 juta kena PPN?

    Belanja barang (pembelian ATK, bahan Kimia, supplies, spanduk, dll) dengan masing-masing nilai transaksi dalam 1 (satu bulan) dengan toko yang sama jumlah transaksi kurang dari Rp.1.000.000,- (satu juta), maka tidak dikenakan PPN (pajak tambahahan nilai) dan PPh.

    Barang apa saja yang tidak kena PPN?

    Adapun daftar barang bebas PPN, antara lain:

    1. Barang kebutuhan pokok. Barang kebutuhan pokok yang bebas PPN, seperti beras, gabah, jagung, sagu, kedelai, garam, daging, telur, susu, buah-buahan, sayur-sayuran, dan gula konsumsi.
    2. Vaksin.
    3. Air bersih.
    4. Listrik.
    5. Rumah susun.
    6. Berkaitan dengan ternak.
    7. Minyak bumi.
    8. Emas.

    Bagaimana cara menghitung PPN?

    Kesimpulan

    1. PPN merupakan pajak yang dikenakan atas setiap barang dan jasa yang memiliki pertambahan nilai dalam peredarannya dari konsumen dan produsen.
    2. Tarif PPN sebesar 10%.
    3. Cara menghitung PPN: Tarif PPN x DPP (10% x DPP).

    Siapa yang harus membayar PPN?

    Dalam pemungutan PPN yang berkewajiban untuk memungut pajak dan menyetor serta melaporkannya adalah pihak pedagang atau penjual. namun yang memiliki kewajiban untuk membayar beban pajak PPN adalah pihak pembeli yaitu konsumen akhir.

    Siapa yang menanggung beban PPN?

    PPN merupakan pungutan yang dikenakan dalam setiap proses produksi maupun distribusi. PPN sering ditemukan dalam proses transaksi sehari hari. Sebab pihak yang menanggung beban PPN adalah konsumen akhir.

    Mengapa Pajak Pertambahan Nilai dibebankan kepada konsumen akhir?

    Penggunaan PPN di Masyarakat

    Ini dilakukan karena ada beberapa konsumen yang kurang taat terhadap pajak. Mereka tidak ingin mengeluarkan tambahan uang sehingga uang yang harus mereka bayar di atas harga barang atau jasa.

    Leave a Reply

    Your email address will not be published.

    Adblock
    detector