Dasar Yang Digunakan Untuk Penghitungan Pkp Adalah?

Bagi Wajib Pajak Orang Pribadi dengan pembukuan, sesuai yang tertulis dalam Pasal 2A ayat (6)UU PPh, ada tiga cara perhitungan untuk mendapatkan hasil PKP, yaitu: PKP = penghasilan neto – PTKP. PKP = penghasilan neto – zakat – PTKP. PKP = penghasilan neto – zakat – kompensasi rugi – PTKP.

Pasal 17 tentang apa?

Berdasarkan draft RUU HPP Bab III Pasal 17 ayat (1), tarif pajak sebesar 5 persen diberlakukan bagi wajib pajak dengan penghasilan kena pajak sampai dengan Rp60 juta. Pada aturan saat ini, pengenaan tarif pajak 5 persen diberlakukan bagi wajib pajak dengan penghasilan kena pajak sampai dengan Rp50 juta.

Nppn itu apa?

jakarta – Norma Penghitungan Penghasilan Neto (NPPN) sendiri merupakan suatu norma yang bermanfaat dan dapat digunakan oleh semua wajib pajak guna untuk penghitungan penghasilan netonya dalam satu tahun pajak sebagai dasar dalam perhitungan PPh Terutang 25/29.

Berapa PKP?

Tarif Penghasilan Kena Pajak (PKP)

No. Penghasilan Kena Pajak (PKP) Tarif
1. Sampai dengan Rp50.000.000 5%
2. Rp50.000.000-Rp250.000.000 15%
3. Rp250.000.000-Rp500.000.000 25%
4. Di atas Rp500.000.000 30%

Bagaimana cara penghitungan PPh?

Cara Menghitung PPh (Pajak Penghasilan)

  1. PKP dibawah Rp50 juta dikenakan PPh sebesar 5%.
  2. PKP antara Rp50 juta – Rp250 juta dikenakan PPh sebesar 15%.
  3. PKP antara Rp250 juta – Rp500 juta dikenakan PPh sebesar 25%.
  4. PKP diatas Rp500 juta dikenakan PPh sebesar 50%.

Apa isi pasal 17 ayat 3?

Pasal 17 ayat 3 UUD 1945 berbunyi ‘Menteri-menteri itu memimpin departemen pemerintahan.’ Baca juga: Menguji UU terhadap UUD 1945 Merupakan Wewenang Siapa? Dari pasal di atas dapat disimpulkan bahwa tugas menteri utamanya yaitu membantu presiden dan memimpin departemen pemerintahan.

See also:  Sikap Negatif Yang Harus Dihindari Oleh Seorang Pengusaha Adalah?

Tarif Pasal 17 Apa saja?

Mengenal Pajak Penghasilan Pasal 17 (PPh Pasal 17)

  • Penghasilan Rp0 – Rp50.000.000 dikenakan tarif 5%
  • Penghasilan Rp50.000.000 – Rp250.000.000 dikenakan tarif 15%
  • Penghasilan Rp250.000.000 – Rp 500.000.000 dikenakan tarif 25%
  • Penghasilan Rp500.000.000 – lebih dikenakan tarif 30%
  • Nppn untuk siapa?

    Mengenal NPPN

    Mereka yang diperkenankan menggunakan NPPN adalah Wajib Pajak perorangan atau pribadi dengan pendapatan di bawah 4,8 miliar rupiah per tahun dan penggunaan norma perlu diberitahukan ke kantor pajak.

    Siapa saja yang diperbolehkan menggunakan NPPN?

    Menyatakan yang diperbolehkan untuk menghitung penghasilan neto dengan menggunakan NPPN hanyalah Wajib Pajak orang pribadi yang melakukan kegiatan usaha atau pekerjaan bebas yang peredaran brutonya dalam satu tahun kurang dari Rp4.800.000.000,00.

    Persyaratan apa saja yang harus dipenuhi oleh WP bila menggunakan NPPN?

    Syarat Menggunakan NPPN

  • Wajib Pajak Orang Pribadi.
  • Melakukan kegiatan usaha atau pekerjaan bebas.
  • Memiliki peredaran bruto dalam 1 tahun kurang dari Rp 4.800.000.000.
  • Menyelenggarakan pencatatan.
  • Menerima atau memperoleh penghasilan yang tidak dikenai Pajak Penghasilan bersifat final.
  • Berapa persen pajak perusahaan PKP?

    Bila ‘gross income’ di atas Rp4.8 Miliar dan kurang dari Rp50 Miliar, tarif pajaknya adalah {0.25 – (0.6 Miliar/Gross Income)} dikali Penghasilan Kena Pajak (PKP). Bila ‘gross income’ di atas Rp50 Miliar, maka tarif pajaknya adalah 25% dari Penghasilan Kena Pajak.

    Gaji 5 juta kena pajak berapa?

    Bagi yang memiliki gaji Rp 5 juta per bulan dikenakan pajak. Tarif pajaknya sebesar 5% sesuai dengan yang ada pada lapisan pertama Penghasilan Kena Pajak (PKP).

    Apakah gaji 3 juta kena pajak?

    Pajak.com, Jakarta – Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati menegaskan, individu yang memiliki penghasilan atau gaji hingga Rp 4,5 juta per bulan atau Rp 54 juta per tahun tidak akan dikenakan pajak.

    See also:  Pt Indoplat Perkasa Purnama Produksi Apa?

    Bagaimana cara menghitung PPh pasal 21?

    Besarnya PPh 21 yang terutang adalah: 5% x 50% x Rp 8.000.000,00 = Rp 200.000. Bila Arzi tidak memiliki NPWP maka besarnya PPh Pasal 21 yang terutang adalah: 120% x 5% x 50% x Rp 8.000.000,00 = Rp 240.000.

    Bagaimana cara menghitung PPh pasal 22?

    PPh 22 merupakan pengenaan pajak pada badan usaha yang melakukan perdagangan impor, ekspor, atau re-impor.

    Tarif PPh Pasal 22

    1. Yang memakai Angka Pengenal Importir (API) = 2,5% x nilai impor;
    2. Non-API = 7,5% x nilai impor;
    3. Yang tidak dikuasai = 7,5% x harga jual lelang.

    Bagaimana cara menghitung PKP orang pribadi?

    Cara menghitung penghasilan kena pajak WP Orang Pribadi adalah mengurangkan dari penghasilan yang diterima dengan PTKP sebelum mengalikan dengan tarif progresif PPh Pasal 17 untuk mengetahui besar PPh Terutang.

    Leave a Reply

    Your email address will not be published.

    Adblock
    detector